Bertemu Untuk Cinta

Bertemu Untuk Cinta
BAB. 23 Kapal Wisata


__ADS_3

Cesya setelah selesai makan malam, ia bergegas naik taksi menuju ke tempat pelabuhan kapal wisata.


Selama perjalanan Cesya melewati kawasan festival bulanan di kota London untuk menarik daya wisatawan lokal maupun luar.


Tak terkecuali kawasan  big ben di penuhi orang-orang pejalan kaki yang ingin mendengar dentingan suara jam raksasa itu, dimana ia bisa melihat bangunan kebanggaan London itu berdiri dengan arsitektur Victorian yang kental layaknya istana di negeri dongeng, cahaya lampu kuning membuat bangunan itu lebih elegan.


Macetnya jalan pun tak terhindari walaupun tak lama taksi yang Cesya tumpangi kembali ke jalan biasa dan sampai ke pelabuhan kapal wisata dengan selamat.


Saat membayar dan turun dari taksi sang supir berseru.


"Diviértanse señoras" ucap pak supir taksi sambil mengangkat topinya, Cesya membungkuk kan badannya tersenyum.


"Gracias" ucap Cesya tersenyum senang ketika mengetahui sang supir taksi adalah orang kebangsaan spanyol. yang akhirnya menjadi jawaban bagi Cesya setiap kali ia bingung dengan aksen yang di gunakan sang supir.


(*diviértanse señoras : bersenang-senanglah nona.


Gracias : terima kasih


bahasa spanyol*)


Setelah taksinya pergi, kini Cesya setengah berlari menuju ke tempat penyerahan tiket dan tak sabar segera naik ke kapal wisata itu.


Suasana malam kota London yang penuh cahaya dan juga dari jauh terlihat London Bridge serta London Eye yang berdiri megah, membuat Cesya tak habis-habisnya terpukau akan apa yang ia lihat.


Cesya melangkah menuju rooftop kapal dimana ia bisa melihat lebih jelas pemandangan yang ada, saat di atas ia harus sedikit berdesak-desakan dengan pengunjung lain walaupun akhirnya ia berhasil menuju ke tepi pagar pembatas dan mendapatkan spot pemandangan yang indah.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, Renal baru saja naik ke kapal sambil memastikan barang di dalam kantung mantelnya aman.


"ada apa? " tanya Ellen penasaran dengan Renal yang sedari tadi terus memeriksa kantung mantelnya.


"tidak ada" jawab Renal cepat, kini mereka berdua sedang naik ke rooftop kapal besar dimana kapasitas kapal itu bisa membawa 50 orang penumpang.


Suasana kapal sudah ramai, Ellen menarik Renal supaya mereka bisa berada di sisi pagar pembatas kapal untuk mendapatkan spot yang bagus untuk menikmati suasana malam London.


Renal hanya mengikuti Ellen tanpa ada rasa tertarik,  sesekali Renal memperhatikan panggung kecil diatas rooftop berharap acara di kapal itu segera di mulai dan dia bisa cepat pulang.


"anda tidak menggunakan kacamata" ucap Ellen membuat Renal tersadar dari pikirannya.


"iya, saya rasa tak perlu memakainya kalau tidak berkerja" jawab Renal, kini menyandarkan dirinya ke pagar pembatas seraya menebarkan pandangannya menatap para pengunjung yang sedang asik bercengkrama dan sebagian asik berfoto ria.


Sampai pandangan Renal terhenti ke arah sosok yang ia yakini itu Cesya, Renal menegakkan badannya lalu menatap kearah lain berpikir mungkin ia salah lihat karena tidak menggunakan kacamata, tapi sekali lagi ia mencoba memastikan.


Renal menghela nafas 'kenapa dia ada di sini?' batin Renal merasa khawatir.


"ada apa? " tanya Ellen membuyarkan Renal yang sibuk dengan pikirannya.


"tidak apa-apa" jawab Renal, Ellen mengusap kedua tangannya merasa Renal seperti tidak begitu menikmati kencan mereka.


"apa anda merasa tidak suka, jika anda tidak suka, mungkin kita bisa pergi" ucap Ellen seraya berbalik, tapi Renal melambaikan tangannya untuk menepis keinginan Ellen untuk pergi.


"tidak, saya suka, maafkan saya" ucap Renal menghentikan langkah Ellen, membuat senyum manis terukir di bibir wanita dengan rambut pirang yang sekarang terikat kebelakang dengan rapi dan menggunakan gaun putih selutut dengan corak hijau tosca di beberapa sisinya.

__ADS_1


Renal tak bisa pergi begitu saja, karena ada pembuat onar yang harus ia awasi di kapal itu seraya menatap sengit kearah Cesya.


Sesaat Cesya tiba-tiba merasa merinding dan ia pun melihat sekitarnya.


"perasaan gak terlalu dingin, kok aku merinding" gumam Cesya sambil mengangkat bahunya tak peduli dan kembali menikmati suasana kota London, tak lama acara tour malam itupun dimulai, kapal mulai berlayar ketengah sungai menyuguhkan suasana kota London yang meriah.


Kapal melewati jembatan dekat kawasan big ben yang membuat para turis memotret tempat itu, kemudian melewati kawasan London eye dimana sebuah biang lala raksasa sedang berputar dengan cahaya berkelap kelip, tak habis-habisnya suara para turis terpukau di selingi dengan canda tawa karena jenaka tour guide yang sedang menjelaskan setiap daerah yang mereka lewati.


Sampai akhir puncaknya mereka menikmati pesta kembang api yang di adakan di London Bridge.


Cesya merasa sangat puas dengan perjalanan itu saat kapal berputar balik menuju kembali ke pelabuhan, Cesya menatap kesemua orang yang kini sebagian memilih untuk turun ke lantai bawah kapal, meninggalkan segelintir orang yang berada di rooftop, sampai pandangan Cesya pun tertuju pada sosok pria yang bersandar di pagar pembatas sedang berbincang asik dengan wanita bule berambut pirang dengan gaun cantik yang Cesya kenali pria itu adalah Renal.


Cesya seketika mencibir Renal.


"apanya yang patah hati, dia bahkan berpenampilan sangat tampan berkencan dengan wanita lain sekarang" cibir Cesya mendengus kesal melihat penampilan Renal yang modis tanpa kacamata, kini Cesya ikut mengekor beberapa orang yang juga turun ke lantai bawah, tanpa memperdulikan keberadaan Renal.


Renal yang melihat itu mencuri pandang kearah Cesya yang kini beranjak pergi, tapi mata Renal juga menangkap sosok pria memakai hoodie hitam menutupi wajahnya yang bergerak waspada mengikuti Cesya.


Renal menegakkan badannya mengawasi pria yang ikut menghilang menuruni tangga.


"apa yang anda lihat? " tanya Ellen seraya melihat kearah pandangan Renal tertuju.


"tidak ada, udara semakin dingin, lebih baik kita turun ke bawah" ajak Renal, yang seketika mendapatkan anggukan dari Ellen, saat di bawah Renal menebarkan pandangannya mencari-cari keberadaan Cesya, untungnya Cesya duduk di tempat orang ramai dan tampak berbincang sedikit dengan seorang wanita paruh baya. membuat hati Renal sedikit lega, tapi tatapan Renal kembali terganggu dengan sosok pria yang duduk di seberang Cesya tampak sedang melirik kearah Cesya dengan hati-hati.


Tiba-tiba terdengar suara bersin Ellen disampingnya, ia melirik sesaat kearah Ellen dan beralih melihat ke mantelnya, sambil menghela nafas pelan ia pun mengambil barang yang ada di kantung mantel dan memindahkannya ke saku celana, perlahan ia melepaskan mantelnya dan dengan hati-hati ia kalungkan ke pundak Ellen.

__ADS_1


"terima kasih" ucap Ellen seraya tersipu malu, Renal hanya mengangguk kecil.


Bersambung… 


__ADS_2