
"Tunggu—"
Pekik Cesya dan seorang pria paruh baya secara bersamaan, tapi bukannya langsung marah Cesya cukup terkejut, ia sedang memegang tangan pria tampan dimana pria itu juga sedang memegang tangan pria tua yang sedang menatap Cesya dengan pandangan aneh.
"apa yang kau lakukan? " marah pria tinggi nan tampan dengan rambut berponi dan kacamatanya bertengger di hidung mancungnya yang tak lain adalah Renal, ia menatap marah ke pria paruh baya berewok tampak tak terurus menggunakan mantel hitam.
"tidak aku" belum sempat pria paruh baya itu menjawab, tiba-tiba saja Cesya menyela.
"kau yang?! apa yang kau lakukan? " marah Cesya menatap Renal yang tampak bingung dengan reaksi Cesya, gadis yang baru saja ia selamatkan dalam pelecehan itu.
"apa maksudmu, pria ini tadi—"
"kau baru saja menyentuhku kan" tambah Cesya tanpa peduli mendengar ucapan Renal, Renal semakin kebingungan padahal jelas-jelas pria tua yang ia tangkap inilah pelakunya.
"tunggu nona anda salah paham" jelas Renal, bukannya menunggu penjelasan Renal, Cesya tanpa berpikir panjang langsung berteriak membuat seluruh penumpang menatap kearah mereka lebih tepatnya kearah Renal yang kini benar-benar merasa di fitnah.
supir bis yang mendengar ada keributan pun, menghentikan bis dan mendatangi mereka, Cesya menjelaskan kejadian menurut apa yang ia ketahui dan begitu pula Renal. tapi sayangnya pak supir bis lebih mempercayai penjelasan Cesya yang membuat Renal akhirnya di keluarkan dari bis.
"Sial" Sungut Renal merasa tak adil karena di usir begitu saja dari dalam bis, ia melihat dengan sengit Cesya yang masih menatapnya dengan marah.
Setelah bis itu kembali berjalan, Renal merogoh saku mantelnya mecari-cari ponsel bahkan dompetnya tapi—'nihil', Renal terdiam lalu kembali menatap bis yang mulai berjalan menjauh dengan cepat.
"sial" geram Renal seraya mencegat taksi dengan paksa, tanpa mendengar marahnya sang supir taksi karena di berhentikan secara mendadak, Renal meminta supir itu mengikuti bis yang jauh melaju didepan.
Sang supir pun mau tak mau mengikuti permintaan Renal, dengan cepat melewati beberapa mobil berusaha mengikuti bis yang berada di jalur bis yang bebas hambatan.
Layaknya di film aksi, supir taksi itu dengan lincahnya mendahului beberapa mobil didepannya. 10 menit Mobil taksi itu mengejar dan hampir kehilangan bis, untung saja Renal tahu betul bis itu akan berhenti di titik perhentian dekat perpustakaan pusat Manchester.
Akhirnya mereka pun bisa mendahului bis itu bertepatan berada di titik pemberhentian, Renal meminta sang supir taksi untuk menunggunya.
smSaat para penumpang mulai turun, Renal dengan sigap dengan tubuh tingginya itu, ia bisa meraih dengan cepat kerah pria paruh baya yang tadi melakukan pelecahan pada Cesya.
__ADS_1
"a~apa yang kau laku~kan" ucap pria paruh baya itu gagap, seperti tikus yang tertangkap basah ia hanya bisa bergetar ketakutan sambil menatap sekeliling. kejadian itu pun lantas menjadi tontonan gratis bagi orang sekitar mereka. Renal tak banyak berbicara, tapi dengan sigap tangannya langsung merogoh kantung mantel pria paruh baya itu dan mengeluarkan beberapa dompet secara sembarang.
"ah! pria ini pencuri" Pekik seorang pria lain menyadari kalau pria itu adalah pencuri dan lekas membantu Renal menahan pria paruh baya itu yang kini hanya bergetar ketakutan, para penumpang pun yang baru turun dari bis mulai memeriksa barang mereka.
"dompetku hilang"
"ponselku"
Suara para penumpang saling bersahutan dengan barang mereka yang hilang membuat keramaian di sekitar tempat itu, para penumpang pun tampak geram dan juga mencari barang mereka di mantel pria itu, saat itu terjadi Renal sudah menemukan ponsel dan dompetnya, seperti tidak terjadi apa-apa, Renal kembali berjalan menuju ke taksi untuk membayar.
Setelah membayar, Renal melihat mobil patroli polisi menepi tak jauh dari tempatnya, tampaknya polisi mengetahui apa yang terjadi di tempat itu, berniat untuk mengamankan si pencuri sebelum di hajar masa.
Salah satu polisi menghampiri Renal untuk menanyakan awal kejadian karena dia orang yang pertama kali menahan pencuri itu.
Sedangkan tak jauh dari tempatnya Cesya yang keluar dari bis melalui keramaian itu juga kehilangan ponsel, akhirnya mendapatkan kembali ponselnya dari si pencuri.
Kawasan itu seketika lebih ramai ketika polisi tiba, karena ada beberapa pejalan kaki yang berhenti tampak penasaran walaupun akhirnya mereka membubarkan diri dengan sendirinya.
Cesya menatap jauh Renal yang sedang memberi kesaksian, Cesya merasa bersalah walaupun masih ada rasa tidak suka karena kejadian yang kurang menyenangkan tadi. tapi bagaimana pun juga— Cesya merasa tadi dia cukup keterlaluan, terlebih kalau di ingat-ingat tampaknya Renal berusaha memberitahu kalau pria pencuri itulah yang menyentuhnya tadi.
Renal menghela nafas seraya membalikan tubuhnya dan pergi begitu saja tak peduli.
"Tung—" Pekik Cesya terhenti ketika Renal sudah berjalan lebih jauh dari tempatnya, Cesya bergegas membuka kertas brosur dimana denah aneh yang di gambar oleh sepupunya itu terpampang jelas. gambar denah itu menunjukan arah dimana Renal pergi, Cesya pun dengan setengah berlari menuju kearah yang sama.
asap tipis mengepul setiap Cesya berlari agak cepat, tak lama setelah ia berbelok dimana Renal sudah duluan menghilang di belokan itu, tiba-tiba saja ia menabrak seseorang.
"maaf" pekik Cesya sambil menahan kepalanya.
"kau tidak apa-apa" Cesya terdiam sesaat lalu mengangkat kepalanya untuk memastikan kalau suara itu berasal dari orang yang ia kenal sebelumnya. yah—seperti yang ia pikirkan, suara itu memang suara Renal. Ternyata Renal berhenti karena ia ingin menyebrang, dan ada banyak orang lainnya yang juga sedang menunggu di lampu lalu lintas itu.
"iya" ucap Cesya cepat.
__ADS_1
"apa kau mengikuti ku? " tanya Renal curiga, tapi dengan cepat ditepis oleh Cesya.
"bukan, aku mau pergi ke perpustakaan" jawab Cesya gelagapan berusaha tak ada lagi salah paham diantara mereka, Renal mengangkat alisnya ragu dengan jawaban Cesya.
"lihat saja ini" ucap Cesya seraya menyodorkan gambar denah yang di pegangnya.
Renal mengambil kertas brosur lecek itu dengan ragu, dia kaget dengan kelakuan gadis dihadapannya itu. Bagaimana tidak—gadis mana di jaman moderen ini yang masih menggunakan secarik kertas untuk mengetahui arah tujuan.
"kau menggambar ini" ucap Renal sambil menatap penuh tanya kearah Cesya dengan sedikit senyum tipis seperti merendahkan gambaran di kertas lecek itu, Cesya langsung merebut kembali kertas dari tangan Renal.
"tentu saja tidak" marah Cesya merasa pipinya memanas karena rasa malu menunjukan gambar yang jelek itu kepada orang lain.
"maaf tentang kejadian di bis tadi" bisik Cesya yang masih di dengar oleh Renal yang mulai memperhatikan mobil yang berlalu lalang.
"tidak masalah" balas Renal acuh tak acuh, dan lampu lalu lintas berganti merah, serentak orang-orang pun menyebrang tanpa terkecuali Renal, Cesya yang mendengar ucapan Renal hanya mematung.
Renal merasa gadis yang bersamanya tidak ikut menyebrang membuatnya menoleh.
"apa kau tidak menyebrang? " tanya Renal, Cesya kaget dan melihat kertas di tangannya.
"tak perlu melihat itu lagi, ayo" tambah Renal, Cesya hanya mengangguk dan dengan cepat mengikuti langkah Renal.
"apakah anda juga akan pergi ke perpustakaan? " tanya Cesya seraya menyamakan langkahnya dengan Renal yang lebar, walaupun sedikit kewalahan tapi ia masih sanggup mengikutinya.
Renal mengangguk pelan sebelum berbicara.
"iya, berkat seseorang akhirnya aku harus membayar taksi dan hampir kehilangan ponsel dan dompetku" Jawab Renal, membuat Cesya menggigit bibir bawahnya menyesali perbuatannya.
"maafkan aku, sebagai gantinya aku akan mengganti uangmu" ucap Cesya merasa bertanggung jawab atas kesalahan yang ia buat.
Renal berhenti melangkah dan menatap Cesya dengan seksama.
__ADS_1
"apa kau punya uang? " tanya Renal kearah Cesya.
Bersambung…