Bertemu Untuk Cinta

Bertemu Untuk Cinta
BAB. 38 Mabuk


__ADS_3

Cesya mengangkat telepon setelah sejenak merasa bingung, 'tumben sekali dia menelponku' pikir Cesya. 


"Halo! " seru Cesya. 


"Halo" Sahut suara di seberang sana yang jelas itu bukanlah suara Renal, Cesya menautkan alisnya bingung. 


"Apa kau gadis yang tinggal bersama Renal? " tanya suara pria dewasa bernada berat tapi ramah itu. 


"Iya? " jawab Cesya ragu sambil menatap jam digitalnya menunjukkan pukul 10 malam. 


"Bisakah kau pergi ke bar Be At O*e, di jalan Great Windwill St. Sekarang Renal sedang mabuk berat, ku harap kau bisa menjemputnya" ucap pria itu membuat Cesya kaget karena yang ia tahu Renal adalah tipe orang yang menjaga ketat hidup sehatnya. 


"Baiklah aku akan kesana" ucap Cesya, tak lama pria di seberang sana memutuskan panggilan, dengan cepat Cesya mengambil hoodie dan bergegas keluar membawa tas beserta dompet dan ponselnya, kali ini dia tak akan ceroboh lagi meninggalkan kedua barang itu. 


Cesya turun dari gedung apartemen segera menghentikan sebuah taksi dan memberitahukan alamat tujuannya. 


Kawasan Great Windwill St. pusat kota London termasuk tempat pusatnya keramaian, dimana lampu lalu lintas dan zebra cross yang bersilang dan sebuah layar LED terpampang di gedung pertokoan. Serta kawasan yang punya sejarah panjang di London. 


Cesya turun setelah membayar taksi di kawasan itu, sesaat ia mendongakkan kepalanya menatap papan nama Bar yang disebutkan pria asing yang menelponnya tadi. 


"Apakah yang berumur 18 tahun boleh masuk" gumam Cesya ragu karena di depan pintu tampak seorang penjaga bertubuh kekar sedang melipat tangannya ke belakang dengan mata yang mengawasi sekitar. 


Cesya melangkah dengan gugup ke depan penjaga. 


"Permisi, didalam ada kakakku, apa boleh aku masuk? " ucap Cesya nyaris berbisik, pria penjaga itu menatap Cesya dari bawah sampai keatas. 


"Siapa nama kakakmu? " tanya penjaga itu dengan suara tegas. 


"Renal" jawab Cesya. 

__ADS_1


Pria bertubuh tegap nan kekar itu mengangguk mengerti dan masuk menuju ke resepsionis, Cesya dari jauh memperhatikan perbincangan antara penjaga dan pelayan wanita yang berdiri di belakang meja resepsionis, dari jauh Cesya melihat pelayan itu mengangguk mengerti seraya pergi, sedangkan pria penjaga bertubuh kekar kembali ke hadapan Cesya. 


"Tunggu sebentar disini" ucap penjaga itu kembali ke posisinya mengawasi sekitar, Cesya melangkah ke samping pintu Bar sesekali melirik ke dalam berharap pria asing yang menelponnya dan Renal segera keluar. 


Tak butuh waktu lama akhirnya seseorang keluar dari pintu Bar mengagetkan Cesya. 


"Saya bertanya-tanya kenapa gadis yang dibicarakan oleh temanku ini tak kunjung masuk ke dalam Bar, tak ku sangka gadis itu masih semuda ini" celoteh Addy sambil memapah Renal yang teler dan menatap ke arah Cesya penuh arti. 


Cesya yang tak mengerti maksud Addy hanya bisa diam dan melirik ke arah Renal yang teler dengan wajah yang memerah karena mabuk. 


Addy yang melihat Cesya menatap Renal lantas mengerti. 


"Biar ku bantu memapahnya masuk kedalam taksi" ucap Addy yang disambut anggukkan dari Cesya yang dengan cekatan langsung menghentikan sebuah taksi. 


Addy dengan mudah memasukkan Renal ke dalam kursi penumpang. 


"Terima kasih" ucap Cesya ramah. 


Saat dalam taksi Renal menyandarkan kepalanya ke pintu samping, Cesya melirik-lirik ke arah Renal yang teler, ini pertama kalinya ia melihat Renal mabuk dan berpenampilan modis hanya menggunakan kaos oblong dibalut jaket jeans, serta jeans warna biru dongker. 


Tapi belum selesai ia kebingungan dengan keadaan Renal, tiba-tiba saja Renal bergerak layaknya ingin memuntahkan sesuatu dari mulutnya, yang seketika membuat Cesya memekik ke supir taksi untuk berhenti, mereka berhenti di sekitar kawasan Big Ben, Renal keluar dari mobil untuk memuntahkan isi perutnya yang dipenuhi alkohol itu, sedangkan Cesya langsung membayar taksi karena peraturan ketat taksi yang tak mau membawa orang mabuk terpaksa membuat mereka tak bisa lagi naik taksi tersebut. 


Cesya melangkah ke belakang Renal yang muntah setelah taksi mulai pergi, ia menepuk-nepuk punggung Renal. 


"Apa yang terjadi padamu? " tanya Cesya. 


Renal menegakkan badannya menoleh kebelakang menatap Cesya yang kini agak menjaga jarak dengannya, karena tidak tahan mencium bau alkohol yang menyengat. 


"Aku tidak apa-apa" jawab Renal seraya melangkah pergi menyusuri jembatan depan Big Ben, sedangkan Cesya mengikutinya dari belakang. 

__ADS_1


Renal sesekali oleng karena kepalanya yang masih terasa berputar-putar karena mabuk, saat hampir jatuh Cesya dengan cepat membantu Renal untuk berjalan. 


Renal menepis bantuan Cesya karena ia merasa masih sanggup berjalan sendiri, tapi apalah daya rasa mabuknya lebih dominan membuatnya susah untuk mengontrol tubuhnya, ia pun memilih untuk bersandar sesaat ke pagar  jembatan dan melihat pemandangan bintang yang bertaburan di atas langit, saat itu kawasan Big Ben tak begitu ramai, mungkin karena malam minggu orang-orang banyak menghabiskan waktu di rumah dengan keluarga mereka. Kecuali hanya para pemuda pemudi yang berkencan masih berkeliaran di sekitaran Big Ben. 


"Apa kau sudah baikan? " tanya Cesya yang melihat Renal memejamkan matanya setelah terhibur melihat bintang yang bertaburan di langit gelap. 


Renal hanya membalas pertanyaan Cesya dengan anggukkan, angin di jembatan Westminster Bridge saat itu cukup kencang dan menyejukkan, membuat rambut Renal dan Cesya bergoyang. 


Sesaat suasana menjadi begitu hening dimana hanya suara kendaraan dan angin di sekitar mereka, tak jauh dari tempat berdiri ada beberapa pasangan yang juga sedang menikmati suasana Big Ben yang megah dan juga banyak yang berlalu lalang. 


Cesya mendekat ke samping Renal, ia menunggu Renal merasa lebih baik supaya mereka bisa menggunakan taksi online karena taksi biasanya tidak bisa mengantar orang yang mabuk. 


Renal kini memandangi gadis di sebelahnya itu dengan tatapan penuh arti, membuat Cesya merasa tidak nyaman. 


"Apa ada yang ingin kau katakan" tanya Cesya salah tingkah dengan tatapan Renal yang melembut kearahnya. 


"Tidak ada" ucap Renal yang masih memandangi Cesya. 


"Kalau begitu berhenti menatapku seperti itu" tegur Cesya merasa tidak nyaman. 


Cesya menjaga jarak dan menebarkan pandangannya, tapi sialnya ia malah melihat beberapa pasangan yang sedang berciuman mesra membuat pipi Cesya merona karena malu, melihat adegan itu secara langsung membuat sensasi berbeda, dengan cepat Cesya memegangi pipinya yang panas. 


Renal yang melihat gelagat aneh Cesya, ia mengikuti arah pandangan Cesya yang tertuju pada pasangan yang sedang berciuman. 


"Apa kau pernah berciuman? " tanya Renal, Cesya yang mendengar pertanyaan vulgar baginya itu langsung menopang pipinya yang panas.


"Apaan sih? Jangan tanya yang aneh-aneh" tegur Cesya mencoba mengalihkan pandangannya. 


Renal tersenyum menikmati raut wajah Cesya yang malu, entah setan apa yang merasuki Renal, dirinya yang masih setengah dikendalikan dengan alkohol itu seketika menarik Cesya mendekat, diraihnya tengkuk Cesya lalu dengan cepat mendaratkan ciuman pada Cesya. 

__ADS_1


Bersambung… 


__ADS_2