Bertemu Untuk Cinta

Bertemu Untuk Cinta
BAB. 26 Pemangsa


__ADS_3

Saat ingin membayar di kasir, Cesya hanya menatap barang Renal yang sedang di scanning oleh kasir, sedangkan kosmetiknya masih ia peluk menunggu giliran untuk membayar.


"apa yang kau lakukan? " tanya Renal melihat Cesya yang masih memeluk kosmetiknya.


"mengantri" ucap Cesya polos, Renal menahan tawa.


"letakan, akan ku bayar" ucap Renal, Cesya menatap Renal tidak percaya.


"apa ini akan menjadi hutang? " tanya Cesya waspada, Renal berdecak tidak suka dengan pertanyaan Cesya itu.


"kalau kau tidak mau ya sudah" ucap Renal seraya merapikan barang-barang belanjaanya untuk di masukan kedalam tas belanja.


"mau" pekik Cesya seraya menaruh semua barangnya di tempat kasir.


"untuk paket belanjaan ini mendapatkan promo 1  barang gratis, bisa di ambil di etalase sebelah" ucap sang kasir, Cesya melirik ke Renal yang disambut isyarat untuknya buat ambil apapun yang ia mau.


Cesya menatap ke jejeran rak penuh permen dan coklat, dan pilihannya jatuh ke barang yang paling atas karna warna yang unik lalu di serahkannya ke kasir.


Sang kasir menyambut barang yang di sodorkan oleh Cesya, tapi sesaat kasir itu menatap kearah Renal dan Cesya bergantian dan tanpa berbicara apapun ia langsung menscan barang itu.


Setelah selesai, Renal menyerahkan kartu ATMnya untuk membayar, sedangkan Cesya kini membantu memasukkan barang-barang belanjaan mereka kedalam tas belanja.


Jam sudah menunjukan jam 2 siang, karena asik berbelanja mereka berdua melewatkan jam makan siang, rasa lapar pun tiba-tiba datang, Renal melihat Cesya yang memegangi perutnya pun berinisiatif untuk pergi ke restoran terdekat.


...****************...


'ternyata aku salah' Batin Renal yang kini menautkan jarinya di depan wajahnya menatap Cesya yang sekarang dengan penampilan yang cantik tampak menawan saat memilih menu.

__ADS_1


'aku membawanya ke sarang buaya' jerit batin Renal saat menyadari restoran yang mereka masuki di penuhi para pria remaja yang sedang makan siang.


Sedari tadi seperti insting pemangsa lainnya Renal merasakan kalau para pria di dalam Restoran itu sedang menatapi Cesya tak henti-hentinya.


Bahkan ada yang berani dengan sengaja mendatangi meja mereka hanya sekedar lewat.


"ada apa? " tanya Cesya bingung dengan tatapan Renal yang sedari tadi tampak gusar.


"tidak apa-apa" jawab Renal kali ini mengubah posisi duduknya lebih nyaman.


Sesekali Renal melemparkan tatapan sengit kearah pria yang tampak memandangi Cesya dengan senonoh.


Yang membuat Renal pusing adalah gadis yang dihadapannya tampak seperti ada perisai yang membuat gadis itu tampak tak tahu menahu dengan tatapan para pria yang ada di dalam restoran itu.


'apa semua gadis muda jaman sekarang, seperti ini? ' Batin Renal sambil menatap Cesya yang sekarang juga menatapnya bingung.


Untungnya makanan yang mereka pesan datang dengan cepat. Renal dan Cesya pun melahap makanan mereka dengan santai walaupun Renal masih tetap waspada dengan pria di sekitarnya yang seperti malu-malu untuk mendekati Cesya.


"apa kau akan menginap lagi di rumah sakit besok? " tanya Cesya membuka pembicaraan.


Renal tampak menimbang-nimbang sejenak sambil memotong steaknya.


"entahlah, aku takut kau membuat masalah lagi" ucap Renal, yang seketika mood makan Cesya menghilang.


Renal yang melihat itu langsung berhenti mengunyah makanannya dengan ragu menatap Cesya.


"aku hanya membual" ucap Renal cepat.

__ADS_1


"berhenti mengejekku" marah Cesya dengan raut wajah yang sulit di tebak, Renal tersenyum dan mengangguk mengerti.


"kau tak perlu khawatir, aku akan di apartemen saja besok" bisik Cesya lesu sambil mengaduk minumannya.


"bagus, tetaplah jadi anak baik, tinggal di apartemen" ucap Renal, tak peduli cibiran Cesya kepadanya.


Sedangkan dari luar, di jalanan lampu lalu lintas berhenti mobil model mercedes-benz putih di dalamnya tampak sosok wanita berambut pirang yang di kuncir kesamping sedang meremas setirnya melihat Renal dan Cesya yang sedang makan bersama. yah—wanita itu adalah Ellen yang merasa tidak suka dengan suasana antara Renal dan Cesya yang sedang berbincang di dalam Restoran, hal yang paling mengganggunya adalah senyum Renal yang tak pernah ia lihat kini terukir jelas di hadapan gadis muda didepannya.


Tak lama lampu lalu lintas pun berganti hijau, membuat Ellen terpaksa kembali menjalankan mobilnya dan melihat dengan jelas Renal dan Cesya yang duduk di samping jendela kaca restoran itu.


Renal menoleh sesaat keluar jendela merasa ada seseorang yang memperhatikannya, tapi nihil di luar hanya nampak beberapa pejalan kaki dan mobil berlalu lalang.


"ada apa sih? " tanya Cesya celingak celinguk melihat ke luar penasaran apa yang Renal lihat.


"sudah habiskan makananmu" ucap Renal sambil mengetuk meja supaya Cesya kembali melahap makanannya.


Cesya hanya manyun dan kembali memakan makanannya dengan lahap.


Setelah makan, mereka pun memilih pulang menaiki taksi yang membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke apartemen.


Saat di perjalanan Cesya kembali menikmati pemandangan di luar taksi, kali ini taksi melewati jalan di sisi sungai Thames dimana Cesya bisa melihat kilauan air sungai Thames dan juga London eye yang sedang berputar di seberang sana.


Renal sesekali melirik Cesya yang sedang menikmati suasana di luar taksi, hanya untuk sekedar mengetahui reaksi wajah Cesya, karena baginya reaksi wajah Cesya lebih menarik dari pada pemandangan kota London yang puas ia lihat semasa kuliah di kota besar itu.


Tak terasa akhirnya mereka sampai di apartemen, Renal bergegas mengeluarkan dan merapikan belanjaan mereka, sedangkan Cesya hanya mengambil belanjaannya dan bergegas membawanya ke kamar.


Renal yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah adik temannya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2