
Entah itu karena kopi yang ia minum atau kinerja Renal selama sebulan. Renal yang masih menyeruput kopinya tak sempat untuk membalas ucapan Demetrius, tiba-tiba saja Demetrius kembali berbicara.
"Baru-baru ini aku mendapatkan informasi kalau Unit Gawat Darurat sedang kekurangan dokter yang bertalenta sepertimu, jadi aku minta bantuanmu untuk mengajarkan beberapa dokter muda di sana " Ucap Demetrius, tentu saja Renal tak akan bisa menolak permintaan itu, karena itu jelas bukan permintaan melainkan sebuah perintah.
Renal yang mengerti arah pembicaraan itupun tersenyum.
"Tentu dengan senang hati saya akan mengajarkan mereka" Ucap Renal, sebuah senyum puas pun mengembang di bibir Demetrius, kini ia meminum kopinya dengan sangat nyaman.
Beberapa saat kemudian setelah berhasil pergi dari ruangan direktur, Renal melangkah kembali ke ruang dokternya dimana Jonny dengan setia menanti kedatangannya di pusat perawat.
"Apa yang terjadi?" Tanya Jonny penasaran, tapi Renal melambaikan tangannya menandakan tak ada apapun yang terjadi, tapi jelas itu—bohong, Jonny mengikuti langkah Renal sampai di ruangan dokternya dimana sosok Addy yang juga sedang menunggunya dengan raut wajah cemas di dalam ruangan itu.
"Apa yang terjadi" Kini Addy adalah orang kedua yang menanyakan hal yang sama seperti Jonny tanyakan, Renal menatap kedua temannya itu dengan raut wajah aneh.
"Aku akan pindah ke UGD" Ucap Renal, yang seketika membuat kedua temannya itu membelalakkan mata tak percaya.
"Apa dia gila? " Desis Addy yang membuat Jonny langsung dengan cepat menutup ruangan dokter supaya tak ada orang lain yang mendengar.
Renal mengangkat bahunya tidak tahu.
"Apa karena rumor itu? " Bisik Jonny merasa bersalah ikut - ikutan menyebarkan gosip tentang Renal beberapa hari yang lalu.
"Bukan, ini pasti demi keponakannya" Tambah Addy, Renal tak begitu mendengar kan celotehan kedua temannya itu, kini ia mengambil kardus dan memasukkan beberapa barangnya yang akan dibawa ke ruang UGD di lantai bawah.
"Maksud anda dokter Ellen." Timpal Jonny kini seperti menemukan benang merah bagaimana Renal bisa pindah ke UGD.
"Kalau tahu begini, aku mendukung anda dengan wanita muda yang kemarin" Ucap Jonny yang seketika membuat Renal terdiam dan menatap Jonny sengit.
"Berhenti mengatakan omong kosong" Marah Renal dengan raut wajah yang sulit dikatakan, ia memasukkan barang-barangnya dengan sembarangan, kemudian berlalu di hadapan kedua temannya itu.
"Kenapa? gadis kemarin juga sangat cantik" Tambah Jonny membuat Renal berbalik menatap temannya itu, sebelum melangkah keluar ruangan.
__ADS_1
"Berhenti membawa-bawa anak itu" Marah Renal, melihat reaksi Renal membuat Addy tergelitik untuk menggodanya.
"Kenapa? Apa dia orang yang spesial? " Tanya Addy, Renal hanya berdecak tidak senang dan dengan cepat membuka pintu ruangan nya, sedangkan Addy dan Jonny tampak menggoda Renal dari belakang.
Tapi seketika tawa mereka terhenti saat pintu ruangan terbuka lebar dimana sosok Ellen sedang berdiri persis di depan pintu menatap ketiga pria yang di hadapannya dengan raut wajah tidak suka. Seketika suasana menjadi hening membuat Addy dan Jonny saling sikut untuk bisa keluar dari keadaan yang canggung itu.
"Karena masih banyak pekerjaan yang harus kami kerjakan, kami pergi dulu" Ucap Addy seraya ikut menyeret Jonny pergi dari ruangan itu, meninggalkan Ellen dan Renal berduaan, Renal berdehem sesaat karena merasa tenggorokannya tiba-tiba kering dengan suasana canggung yang ada.
"Ada apa? " Tanya Renal membuyarkan lamunan Ellen yang menatap kepergian Addy dan Jonny. Ellen tersadar langsung menatap Renal dan mengingat tujuan utamanya menemui Renal yaitu mengembalikan mantel yang Renal pinjamkan minggu lalu.
"Saya ingin mengembalikan mantel anda" Ucap Ellen tidak menatap Renal tapi tampak memikirkan sesuatu.
"Oh, terima kasih" Ucap Renal seraya mencoba meraih Tote bag di tangan Ellen, tapi Ellen menjauhkannya saat Renal hampir meraihnya.
"Bisakah kita bicara sebentar? " Tanya Ellen dengan raut wajah penuh arti, membuat Renal mengedipkan matanya bingung dengan ajakan Ellen. Renal tak langsung menjawab ia seperti menimbang sesuatu kemudian dengan hati-hati ia menganggukkan kepalanya.
Di hari musim semi yang cerah setelah Renal meletakkan barang-barangnya di meja kerja barunya yang berada di ruangan para dokter UGD, ia pun mengikuti Ellen yang sekarang mengajaknya ke cafe dekat rumah sakit.
Ellen perlahan menyodorkan Tote bag yang berisi mantel Renal.
"Terima kasih, sudah meminjamkannya pada saya" Ucap Ellen dengan raut wajah ramah dan senyum manis yang terus mengembang di bibirnya.
"Sama-sama" Ucap Renal lugas seraya mengambil Tote bag itu dan menaruhnya di kursi samping
"Sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan" Ucap Ellen, Renal mengangguk pelan memberi izin Ellen untuk bertanya.
"Apa gadis yang datang waktu itu pacar anda? " Tanya Ellen, membuat Renal terdiam sesaat lalu mengusap tangannya pelan.
"Bukan, dia bukan pacarku" Ucap Renal, Ellen mendengar jawaban Renal dengan senyum sumringah menegakkan badannya.
"Syukurlah" Bisik Ellen sambil memainkan tangannya senang.
__ADS_1
"Ya? " Tanya Renal yang mendengar bisikan Ellen itu, tapi langsung disambut dengan lambaian tangan Ellen menepis apa yang ia katakan barusan.
"Saya lihat anda di pindah ke UGD, apa anda baik-baik saja? " Tanya Ellen sambil mengusap tangannya tampak gelisah, membuat Renal mengangguk pelan.
"Iya saya baik-baik saja" Ucap Renal, tak lama kemudian seorang pelayan datang menyela di antara pembicaraan mereka sambil membawa dua cangkir kopi, dengan hati-hati dan cekatan pelayan pria itu menyodorkan kopi pesanan mereka.
"Selamat menikmati" ujar pelayan itu tersenyum seraya berlalu.
"Jika anda mau, saya bisa berbicara pada pimpinan untuk menunda kepindahan anda" Ucap Ellen dengan semangat. Renal mendengar ucapan Ellen seketika terdiam tidak menyangka wanita di hadapannya ini dengan terang-terangan menunjukkan koneksinya.
Renal menyeruput sesaat kopinya sebelum membalas ucapan Ellen.
"Terima kasih atas pengertian anda dokter Ellen, tapi saya baik-baik saja. " Ucap Renal yang jelas tau apa konsekuensinya jika ia menerima tawaran itu.
"Ah, maafkan saya, anda pasti merasa saya terlalu mencampuri urusan anda" Ucap Ellen sambil tersenyum kecut karena merasa sudah salah bicara pada Renal.
"Jika tak ada lagi yang ingin anda tanyakan, saya harus pergi, saya harus merapikan meja kerja saya yang baru" Ucap Renal seraya beranjak, Ellen hanya bisa mengangguk tak bisa menahan Renal kali ini karena pekerjaan di UGD memang sudah menunggunya.
Renal mengangguk kepada Ellen sebelum pergi sambil membawa tas tote bag yang berisi mantelnya.
Pekerjaan Renal pertama di UGD mulai dari perkenalan dengan beberapa dokter magang serta dengan beberapa dokter lain yang merupakan bawahan Dr. Barnett. Sialnya untuk hari-hari berikutnya Renal mendapatkan jam kerja shift malam dimana pekerjaannya akan di mulai jam 10 malam hingga jam 6 pagi.
Untuk hari pertama beruntungnya Renal akan pulang cepat untuk beristirahat sebelum memulai shift malamnya esok hari.
...****************...
Tapi saat di apartemen Renal yang baru saja membuka pintu tiba-tiba saja di kagetkan sosok Cesya yang masih menggunakan Piyama dengan rambut yang berbusa di tutupi dengan hantu kecil yang di lilit begitu saja di kepalanya.
"Apa yang terjadi"—
Bersambung...
__ADS_1