Bertemu Untuk Cinta

Bertemu Untuk Cinta
BAB. 35 Mati Air


__ADS_3

Renal kini terpaku melihat sosok gadis yang sedang perang dingin dengannya itu sekarang berdiri menggunakan pakaian piyama, rambut basah yang masih berbusa di balut dengan handuk kecil yang melilit di kepalanya. 


"Apa yang terjadi denganmu? " Tanya Renal mengangkat alisnya bingung dengan penampilan Cesya yang kusut dengan raut wajah cemberut. 


"Bantu aku, membayar air" Ucap Cesya seraya menyodorkan ponselnya, Renal mendengar itu hampir saja tergelak tawa menyadari apa yang terjadi dengan gadis yang kini kebingungan untuk mencuci rambutnya yang masih dipenuhi busa sampo itu. 


"Aku sudah membayarnya" Ucap Renal seraya melepas sepatunya dan meletakkan ke dalam lemari samping pintu. Ia melirik sekilas Cesya yang keheranan lalu berjalan melewatinya. 


Renal menaiki tangga tanpa menghiraukan Cesya yang menatapnya dari belakang. 


"Lalu kenapa airnya tidak keluar? " Tanya Cesya.


Di pertengahan anak tangga Renal menoleh ke belakang dan mengangkat bahunya tak tahu membuat aliran wajah Cesya tak percaya teman kakaknya itu seperti membalas dendam perlakuannya yang sebelumnya dingin kepada Renal. 


Cesya melengos pergi di ikuti Renal yang kembali menaiki tangga menuju kamarnya, Renal membuka kacamata yang selama ini bertengger di hidung mancungnya lalu memasukkan ke dalam kotak dan menaruhnya di meja kecil samping ranjang. 


Belum sempat ia membuka mantel yang ia pakai tiba-tiba  ponselnya berdering menandakan pesan masuk, terpaksa Renal merogoh kantong mantel dan melihat kearah layar ponsel yang tertera pesan dari pihak pemilik gedung menjulang tinggi itu. 


'*Kepada penghuni apartemen. *


Saat ini beberapa pipa air mengalami kerusakan, sehingga aliran air di lantai 6-7 mengalami kendala.


*Kami akan segera memproses pemulihan saluran air. *


Mohon maaf atas ketidaknyamanannya


Cl*vy Apartemen'


Renal setelah membaca pesan itu ia meletakkan ponselnya di meja sambil membuka mantel dan menaruhnya begitu saja diatas ranjang, ia kembali keluar kamar untuk menemui Cesya, saat ia menuruni tangga ia melihat sosok gadis remaja itu baru saja keluar dari pantry dapur membawa galon ukuran 5kg air mineral. Membuat Renal menaikan sedikit alisnya penasaran dengan apa yang Cesya lakukan. 

__ADS_1


Renal mengikuti Cesya dari belakang dimana Cesya kini berjalan memasuki kamar mandi sambil membawa galon air. 


"Perlu bantuan"


"Oh, ya ampun! " Pekik Cesya kaget menoleh kebelakang mendapati Renal yang entah sejak kapan sudah berada di ambang pintu kamar mandi menyandarkan tubuhnya sambil menikmati raut wajah kaget Cesya. 


Cesya melemparkan tatapan sengit ke arah Renal yang tersenyum dan menggulung lengan sweater tipisnya sambil mengambil galon air dari tangan Cesya. 


Cesya hanya memperhatikan setiap gerakan Renal begitu saja, sampai Renal berdiri di hadapannya dengan galon air mineral bingung. 


"Menunduk Lah" Ucap Renal membuat Cesya tersadar kalau Renal ingin membantunya untuk berkeramas, Cesya menahan handuknya dengan raut wajah penuh curiga. 


"Aku bisa sendiri" Desis Cesya seraya ingin mengambil kembali air galon dari tangan Renal, tapi ditepis oleh Renal dengan mudah. 


"Apa kau bisa melakukannya sendiri? " Tanya Renal. 


"Kalau begitu mohon bantuannya" Bisik Cesya yang masih didengar oleh Renal, jelas itu seperti angin segar bagi Renal, akhirnya gadis yang mendiaminya selama sepekan itu membuka mulutnya terlebih dahulu kepadanya. 


Cesya menundukkan kepalanya dan membiarkan Renal mengguyurkan air ke rambutnya yang panjang penuh busa, setelah selesai Renal dengan cepat mengambil handuk kecil yang terlipat di atas rak dinding, lalu membantu Cesya mengeringkan rambutnya, sesekali terdengar suara Cesya memekik kesakitan karena ia dengan jahil mengusap rambut Cesya dengan kasar. 


Tapi perlahan wajah Cesya pun nampak di sela-sela rambutnya yang basah, membuat Renal perlahan terdiam, Cesya merasa tangan teman kakaknya itu berhenti, ia langsung menoleh ke samping menatap Renal bingung. 


Pandangan mereka bertemu sesaat, jantung Renal tiba-tiba saja berdegup kencang melihat kedua mata coklat kekuningan jernih itu sekarang memandang ke arahnya. 


Sedangkan Cesya menatap aneh Renal yang terpaku melihatnya, 'Kenapa dia menatapku seperti itu?'—batin Cesya secara perlahan menyentuh pipinya takut ada yang salah dengan wajahnya.


Tak sempat Cesya bertanya, tiba-tiba Renal berdiri dan membuat handuk kecil yang masih diatas kepala Cesya meluncur ke wajahnya. 


"Keringkan rambutmu sendiri, aku ingin istirahat" Ucap Renal seraya pergi begitu saja, Cesya menarik handuk kecil dari wajahnya belum sempat ia ingin menoleh ke belakang, sosok Renal kembali masuk kedalam kamar mandi membuat Cesya kaget, dengan gerakan kaku Renal dengan cepat mengambil galon yang airnya tersisa setengah itu dan membawanya keluar. 

__ADS_1


Cesya hanya bisa melongo dengan sifat Renal yang tiba-tiba jadi aneh. Ia melihat sekelilingnya tak mungkin Renal kesambet hantu kamar mandi kan—pikirnya.


Setelah mengeringkan rambut ia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang tengah untuk bersantai, ia menatap lurus ke lantai atas di mana kamar Renal berada masih kepikiran dengan sifat aneh Renal yang tiba-tiba saja pergi tadi, tapi dari sudut ekor matanya menangkap jauh sebuah bayangan tote bag di depan pintu, membuatnya penasaran dan menghampiri tote bag yang berisi mantel Renal. 


"Hm, kayak pernah lihat? " Gumam Cesya saat mengintip kedalam tote bag itu dan beralih kembali menatap ke arah kamar Renal di lantai atas, ia pun membawa tote bag yang ia yakini milik Renal itu. 


Dengan cepat ia melangkah menuju lantai atas dimana kamar Renal berada dan mengetuknya, cukup lama ia  menunggu Renal untuk membukakan pintu. 


Sedangkan Renal dalam kamar, membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan kedua jari tangannya yang memegang pelipis kepala sambil memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya yang kacau. Tapi sebuah ketukan pintu membuatnya terbangun dan melotot ke arah pintu kamarnya. 


'Kali ini apa? ' Batin Renal perlahan turun dari ranjang dan membuka pintu secara perlahan, di dapatinya Cesya tampak sedang membuka tote bag yang berisi mantelnya. 


"Itu punyaku, apa kau mau mengambilnya? " Tegur Renal membuat Cesya kaget karena ketahuan melihat kedalam tote bag. 


"Apa? Nggak! " Tukas Cesya seraya melemparkan begitu saja tote bag ke arah Renal lalu pergi. 


Renal dengan reflek menyambut tote bag yang dilempar oleh Cesya, tapi sebelum Cesya melangkah turun dari tangga Renal teringat dengan informasi dari pihak apartemen tentang air yang mengalami kerusakan. 


"Sepertinya air tidak akan mengalir beberapa saat di apartemen kita" Seru Renal, seketika membuat Cesya berhenti dan menoleh. 


"Apa? " 


"Tadi aku mendapatkan broadcast dari pihak apartemen, kemungkinan air tidak akan mengalir karena ada perbaikan pipa" Jelas Renal, mendengar itu Cesya langsung menghela nafas pelan. 


"Apakah akan lama? " Tanya Cesya, Renal hanya mengangkat bahunya tak tahu karena pihak apartemen tidak menjelaskan berapa lama perbaikan akan berlangsung. 


"Ok, aku tahu sekarang, maaf mengganggu istirahat mu" Ucap Cesya seraya kembali melangkah menuruni anak tangga. 


Bersambung… 

__ADS_1


__ADS_2