
Saat di bawah Ellen sempat terpaku sampai kedua sosok yang memenuhi pikirannya itu menghilang di lantai atas.
Sedangkan Renal terus melangkah dan berhenti sesaat di pusat perawat
"Kalian nikmatilah" Ucap Renal meletakkan 2 kantong besar itu di atas meja pusat perawat, yang disambut senang oleh para suster dan perawat yang menantinya.
Tapi tiba-tiba mereka terdiam saat melihat Renal mengisyaratkan ke arah Cesya untuk mengikutinya.
Para suster dan perawat pria lainnya pun melongok saat kedua orang itu berlalu.
"Siapa itu? " Tanya Jonny penasaran.
"Entahlah" Timpal suster disampingnya, tapi sedetik kemudian seperti bisa membaca pikiran satu sama lain mereka pun memasang wajah kaget.
"Apakah itu wanitanya" Pekik suster yang disamping Jonny tak percaya.
................
"Iya" Ucap Cesya, setelah menutup pintu ruangan dokter Saat Renal bertanya kedatangan Cesya itu untuk memberinya bekal.
"Aku sudah menerima bekalnya, sekarang kau bisa pulang" Ucap Renal kini menggunakan kacamatanya karena tiba-tiba saja pangkal hidungnya berkedut sakit.
"Aku belum selesai bicara" Ucap Cesya tak setuju dengan ucapan Renal itu, Renal memutar matanya tak percaya bahkan saat bekerja ia akan mendengar rengekan Cesya itu.
"Kalau begitu apa? " Tanya Renal malas. Cesya memposisikan tubuhnya lebih mendekat dan menunjukkan kalung yang ia pakai.
Renal yang melihat itu hanya mengangguk mengerti.
"Kau memakainya" Ucap Renal yang seketika membuat Cesya tersenyum.
"Jadi ini memang darimu" Tanya Cesya bersemangat, Renal mengangguk pelan.
"Kenapa? " Tanya Cesya lagi lebih bersemangat sampai mencondongkan tubuhnya ke depan.
"Itu ku beli untuk permintaan maaf" Jawab Renal agak menjaga jarak dari hadapan Cesya.
"Minta maaf" Ucap Cesya mengulang ucapan Renal penuh tanda tanya.
__ADS_1
Renal mengangguk seraya memperbaiki letak kacamatanya.
"Kau kemarin sempat marah, jadi aku bertanya pada temanku bagaimana caranya meminta maaf dan dia bilang memberikan hadiah, lalu aku bertanya pada kakakmu apa yang kau suka, dia bilang kau suka aksesoris" Jelas Renal kini mengklik notifikasi yang ada di layar komputernya.
"Jadi ini hadiah permintaan maaf" Bisik Cesya dengan raut wajah kecewa.
"Lalu kenapa kau memberikannya secara diam-diam" Tanya Cesya dengan raut wajah datar, Renal melirik Cesya sesaat sambil meringis mengingat cukup memalukan kalau ia terang-terangan memberikan itu pada Cesya.
"Karena aku malu, aku tidak terbiasa memberikan orang hadiah" Jawab Renal yang disambut helaan nafas berat Cesya.
"Sekarang aku mengerti, maaf mengganggu pekerjaanmu, makanlah dengan nyaman" Ucap Cesya langsung membuat Renal kaget dan beberapa kali mengedipkan matanya bingung.
'Hanya itu? gak ada bilang terima kasih atau apa? ' Batin Renal tak percaya gadis di depannya datang jauh-jauh dari apartemen ke rumah sakit hanya bertanya hal yang aneh.'—Batin Renal mengernyitkan keningnya bingung.
Cesya tak mengindahkan tatapan bingung Renal, ia dengan lesu berjalan keluar dengan kepala yang tertunduk.
Renal yang melihat itu terlintas, apa aku salah berbicara lagi—pikir Renal.
Cesya kini menyusuri lorong rawat inap dengan lesu, saat melewati pusat perawat dimana suster dan perawat pria yang asik berbincang dan sebagian masih ada yang makan, beberapa suster menyapa Cesya, tapi hanya disambut anggukan dari Cesya.
"Ada apa? " Suster 1 tampak penasaran.
Suster 2 menjentikan jarinya dengan wajah sok tahu, membuat koleganya yang lain penasaran.
"Aku pernah melihat adegan seperti ini! " Serunya dengan penuh semangat, suster 1 dan yang lain pun agak mendekat mencoba untuk mengetahui apa maksud suster 2.
"Aku melihat adegan seperti ini di drama korea" Imbuhnya membuat beberapa temannya memutar mata dan kembali menjauhkan diri mereka.
"Dengarkan dulu, adegan seperti ini biasanya peran utama cowok gak mau tanggung jawab dan menyuruh untuk si cewek pergi dari hidupnya" Tambahnya lagi membuat teman-temannya saling melempar pandangan seperti 'mungkin saja yang dikatakan teman mereka ini benar'.
"Kalau itu yang memang terjadi, bukankah dokter Renal, cukup keterlaluan" Bisik suster 3 yang kini menatap iba punggung Cesya yang menghilang di balik pintu.
"Hey, itu belum tentu. Siapa tahu wanita tadi ia minta uang" Bisik Jonny yang ucapannya pun cukup masuk akal.
Tapi belum sempat mereka melanjutkan bergosip ria, tiba-tiba sosok Addy datang dengan wajah yang penasaran.
"Mana?! " Kata Addy kepada para perawat yang bingung.
__ADS_1
"Apa? " Tanya Jonny mengedipkan matanya bingung.
"Wanita yang di bawa Renal" Seru Addy yang terlambat datang karena ada urusan dengan atasannya.
"Sudah pulang" Ucap suster 1 sambil mengangkat bahunya.
"Secepat itu" Seru Addy, tapi tak mau menghabiskan waktunya sia-sia dengan para perawat, Addy dengan cepat melangkah ke ruangan Renal, begitu juga para perawat pria dan suster membubarkan diri mereka setelah mendengar suara bela pasien yang memanggil mereka.
Addy membuka dengan kasar ruangan Renal, membuat si empunya ruangan mengangkat kepalanya menatap sosok yang masuk tanpa izin itu.
"Ada apa? " Tanya Renal yang tak bergeming dari tempatnya, belum sempat Addy bicara, Addy kembali melongok melihat keluar memastikan tak ada orang di sekitar ruangan.
Renal menaikan alisnya bingung dengan tingkah koleganya itu yang semakin hari semakin menyamai tingkah Cesya yang aneh—pikirnya.
Addy menutup rapat pintu ruangan dan menyerbu ke kursi pengunjung depan meja kerja Renal, Renal yang sudah terbiasa dengan kelakuan Addy terus melakukan pekerjaannya tanpa merasa terganggu.
"Katakan kau tidur dengan yang mana? " Tanya Addy, membuat Renal mengernyitkan keningnya bingung.
"Apa maksudmu? " Tanya Renal balik tak mengerti dengan pertanyaan vulgar temannya itu.
Addy merogoh saku jas dokternya dan melemparkan kotak alat kontrasepsi di hadapan Renal.
Renal melihat itu membelalakkan matanya, dengan kursi kerja dengan roda dibawahnya, Renal mendorong tubuhnya ke arah mantel yang tergantung dan cepat-cepat merogoh mantelnya untuk menemukan barang yang seharusnya ia buang itu.
Saat mengetahui barang itu tak ada di dalam kantungnya Renal dengan cepat mengusap wajahnya dengan lelah dan kembali mendorong tubuhnya kembali ke meja kerja.
Addy melihat tingkah temannya itu hanya mengulum senyum dan menatap seperti 'ketangkap basah kau'
"Dimana kau menemukan ini" Ucap Renal dengan raut wajah berharap Addy lah yang menemukannya pertama kali.
Addy menyandarkan tubuhnya ke kepala kursi sambil melipat kedua tangannya dengan raut wajah sulit dijelaskan, membuat Renal gelisah.
"Para suster yang menemukannya" Jawab Addy yang seketika membuat Renal memejamkan mata mengepal tangannya lalu memukul pelan keningnya yang pening.
"Lalu" Tambah Renal.
"Seperti yang kau pikirkan, kau tak terselamatkan" Jelas Addy dimana Renal tahu betul maksud perkataan Addy itu.
__ADS_1
"Aku akan menulis resign ku sekarang" Ucap Renal, seketika disambut gelak tawa dari Addy yang sedari tadi berusaha menahan tawa.
Bersambung...