Bertemu Untuk Cinta

Bertemu Untuk Cinta
BAB. 25 Belanja


__ADS_3

Keesokan harinya—


Apartemen Cesya tempati gempar tentang berita tertangkapnya Gembong Sindikat Perdagangan Manusia. ternyata pria yang kemarin malam Cesya dan Renal bawa ke polisi adalah salah satu tetangga mereka di lantai bawah yang merupakan komplotan Gembong Sindikat Perdagangan Manusia yang sudah menjadi buronan polisi.


Di bantu juga dengan kesaksian anak tetangga Cesya yang berada di bawah saat ia main di balkon, ia melihat seorang pria yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan pria yang di bawa oleh Renal dan Cesya ke polisi sering mengawasi Cesya di balkon apartemen sebelahnya.


Dan di dapati dari cctv apartemen, kalau pria itu sudah beberapa kali kedapatan mengawasi apartemen Cesya bahkan mengikuti Cesya selama beberapa hari, hal itu pun menjadi jawaban dari segala perasaan di awasi Cesya dan Renal selama ini.


Setelah menutup pintu apartemen ketika polisi datang untuk minta keterangan seluruh penghuni apartemen, kini Cesya dan Renal terduduk di sofa ruang tengah, syok dengan kabar tersebut.


Mereka berdua menatap nanar kearah tv yang mati.


"dalam semalam kau menangkap 1 komplotan besar perdagangan manusia, apa kau tidak tertarik menjadi anjing polisi" ejek Renal yang langsung mendapatkan tatapan sinis dari Cesya.


"lupakan aku hanya membual" ucap Renal dengan cepat mengalihkan tatapannya kembali ke depan.


"aku tidak tahu akan jadi seperti" gumam Cesya.


"benar, kau sungguh luar biasa" ejek Renal lagi kali ini agak menjaga jarak dari Cesya yang menatapnya seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.


"selama 2 minggu aku sudah mengalami cedera bersamamu, apa dalam beberapa bulan ke depan, aku harus menyiapkan peti mati untukku" Ejek Renal lagi yang seketika mendapatkan pukulan bantal di pundaknya.


"apa mulut mu hanya bisa mengeluarkan kata-kata kasar?! " marah Cesya yang sekarang meremas bantal kecil yang ia pukulkan pada Renal, kemudian memeluknya dengan wajah gelisah.


"maaf, aku hanya over thinking" jawab Renal tak bergeming dari tempat duduknya dan masih dengan raut wajah datar, merasa kehidupannya sangat spektakuler sepanjang ia bertemu Cesya


"apa kau tidak kerja hari ini?! " tanya Cesya berharap Renal lebih baik pergi kerja dari pada terus-terusan mengejeknya.


"hari ini minggu, aku gak kerja hari minggu" jawab Renal kini menyandarkan badannya ke kepala sofa.


"kalau begitu tidur, apa kau tidak merasa mengantuk? " tanya Cesya lagi mencoba membuat Renal pergi dari hadapannya.


Renal menoleh ke arah Cesya.


"gak, berkat seseorang membuatku benjol semalam, aku berterima kasih karenanya aku langsung tertidur pulas layaknya orang pingsan semalam." ucap Renal yang membuat Cesya teringat saat ia memindahkan kepala Renal kesamping saat tidur di bis dan malah membuat kepala Renal terbentur ke tiang besi bis.


"maafkan aku" bisik Cesya kini membenamkan wajahnya ke dalam bantal.

__ADS_1


Renal yang melihat itu hanya mengulum senyum senang bisa menggoda gadis di sampingnya itu.


Beberapa saat kemudian Renal bangkit dan menatap jam di tangannya.


"pakai mantel mu" titah Renal seraya berlalu berjalan menuju kamarnya yang di lantai atas, Cesya mengangkat wajahnya dengan penuh tanda tanya menatap Renal.


"kemana? " tanya Cesya, Renal berbalik.


"belanja" jawab Renal singkat, Cesya terdiam sesaat lalu dengan cepat bangkit menuju kamarnya. Renal yang melihat itu tersenyum lalu  kembali berjalan ke kamarnya untuk memakai mantel serta mengambil dompet dan ponselnya.


Saat ia kembali dan turun dari tangga ia sudah melihat Cesya, dengan ikat rambut kuncir kudanya, baju sweater tipis serta celana jumpsuit, tubuhnya terbalut jaket hoodie cream dengan tas kecil berselendang di bahunya.


Cesya mengangkat 2 kantung tas belanja.


"apa 2 kantung tas belanja cukup? " tanya Cesya yang di sambut anggukan dari Renal, Renal berlalu dihadapan Cesya dan keluar dari apartemen di ikuti Cesya yang terakhir mengunci pintu apartemen.


Kini mereka menuju ke supermarket besar di kota London menggunakan bis yang tak banyak penumpang, sehingga mereka bisa duduk dengan nyaman.


Tak butuh waktu lama merekapun sampai, Cesya menatap langit yang kelabu dimana cahaya matahari di sela-sela awan membuat Cesya sedikit memicingkan matanya, sebelum ia masuk kedalam supermarket.


"kesana" bisik Cesya seraya melangkah ke sebelah kiri, tapi dengan cepat Renal meraih kepala hoodie Cesya.


"sebelah sini" ucap Renal dan menarik Cesya kearah berlawanan membuat Cesya terpaksa berjalan mundur dan berseru "eh eh aku mau kesana".


Renal dengan mudah membuat Cesya berdiri di sampingnya sekarang, membuat Cesya meniup poni yang menghalangi wajahnya sambil merapikan kepala hoodie yang di tarik Renal, ia merengut tidak senang dengan perlakuan Renal itu.


Renal hanya mengangkat bahunya tak peduli sedangkan Cesya mencibirnya dari belakang. kini mereka berada di antara rak bumbu dan bahan masakan.


Renal memasukan beberapa bumbu dan bahan yang sekiranya akan mereka gunakan kedalam troli, Cesya melirik Renal yang sedang sibuk memilih bumbu pun perlahan bergerak menjauh dan dengan gerakan cepat ia berlari pergi meninggalkan Renal.


Setelah memilih beberapa barang, Renal menoleh kesamping dan menyadari ia sudah kehilangan Cesya di sampingnya, ia hanya bisa menghela nafas pelan dan terus mendorong troli ke tempat rak lain, berharap Cesya tidak melakukan hal-hal aneh.


Sedangkan di rak yang berbeda, Cesya sedang melihat-lihat beberapa produk kecantikan, dimana ada beberapa SPG yang berdiri di beberapa stan merek kosmetik, Cesya mendekat dan menatap ke barisan lipstik yang cantik.


"nona apa anda mau mencobanya? " tanya SPG berambut merah kecoklatan, tubuh yang langsing dan tinggi, serta mata kelabu yang menawan membuat Cesya terpikat, Cesya mengangguk menjawab tawaran SPG itu.


Saat SPG itu menjelaskan warna-warna lipstik yang ada dan mencocokkannya pada warna kulit Cesya, bahkan SPG itu menawarkan make up tester pada Cesya. yang membuat Cesya semakin bersemangat.

__ADS_1


"apakah gratis? " tanya Cesya yang di sambut senyum sumringah dari SPG.


"iya, karena anda nona yang cantik, akan saya kasih gratis" ucap SPG itu, Cesya dengan senang mengangguk menyetujui tawaran SPG itu. ia pun di tuntun ke kursi di depan kaca yang berada di dalam stan, dengan tangan yang cekatan dan terampil sang SPG pun mengoleskan kosmetik ke wajah Cesya.


Hampir setengah jam berlalu Renal tak kunjung melihat batang hidungnya Cesya, apa lagi yang dilakukan anak itu—pikir Renal, yang celingak celinguk mencari keberadaan Cesya di supermarket yang besar itu.


Ia terus melangkah sampai akhirnya ia berada di tempat kosmetik, ia tebarkan pandangannya ke seluruh sisi dan pandangannya pun tertuju pada gadis yang menggunakan hoodie berwarna cream yang ia yakini itu adalah Cesya.


Renal pun bergegas menuju ke tempat Cesya berada, dimana Cesya saat itu sedang duduk berbincang dengan salah seorang SPG dan beberapa wanita paruh baya tampak sedang memperhatikannya.


"hei" seru Renal, secara perlahan Cesya berbalik menoleh kearah Renal.


Renal yang tadinya sudah jengkel seketika terpaku  melihat penampilan Cesya yang menggunakan make up menunjukan sisi lebih dewasa.


Cantik—pikir Renal


Cesya memekik beberapa kali kearah Renal, tapi Renal tak kunjung di gubris, sampai Cesya menepuk bahunya membuat Renal tersadar wajah Cesya begitu dekat dengannya. sampai membuatnya mundur selangkah karena kaget.


Cesya melihat kelakuan aneh Renal hanya memiringkan kepalanya bingung.


"nona bagaimana? " tanya SPG tadi, Cesya berbalik dengan senyum sumringah.


"aku ambil semuanya" jawab Cesya, dengan cepat SPG itupun mengambil beberapa kosmetik yang ia gunakan untuk mendandani Cesya, dan beberapa wanita paruh baya di sekitar stan pun bertanya warna lipstik, blush on dan lain-lainnya yang di gunakan Cesya kepada PSG itu, yang merupakan trik sang SPG untuk memikat pelanggan lain saat mendandani Cesya.


Tak lama SPG itu kembali memberikan kosmetik yang di pesan Cesya, untuk terakhir kali SPG itu berterima kasih kepada Cesya, seraya berlalu melayani pelanggan lainnya yang mulai berdatangan.


"selain membantu polisi, sekarang kau membantu meningkatkan penjualan seseorang, apa kau tidak tertarik di bidang sosial" ucap Renal yang seketika mendapatkan tendangan di kakinya.


Renal memekik sambil meringis kesakitan memegang tulang keringnya yang tesengat rasa sakit karena tendangan Cesya.


"aku sedang memujimu" marah Renal, tapi Cesya dengan langkah cepat berlalu begitu saja meninggalkan Renal.


"bodo" pekik Cesya ngambek dengan Renal yang semenjak tadi mengejeknya.


"kenapa hanya aku yang sial kalau bersamamu? " gumam Renal dengan sedikit pincang mendorong troli menyusul Cesya.


Bersambung… 

__ADS_1


__ADS_2