Bertemu Untuk Cinta

Bertemu Untuk Cinta
BAB. 24 Penguntit


__ADS_3

Tak berapa lama kapal pun bersandar di pelabuhan, para penumpang pun berbaris rapi turun dari kapal tanpa kecuali Cesya yang kini menyambut gembira salam perpisahan dari staff kapal wisata yang berbaris mengucapkan terima kasih ke para penumpang itu.


Renal dan Ellen turun dari kapal dari barisan terakhir, Renal masih bisa melihat Cesya yang kini sedang berdiri di trotoar memanggil taksi.


Saat itu Renal juga melihat sosok pria mencurigakan itu tak jauh dari tempat Cesya berdiri. Membuat Renal merasa semakin cemas.


"selanjutnya bagaimana kita menonton konser di festival" seru Ellen yang membuat Renal pun mengalihkan pandangannya dari Cesya.


"iya?! " ucap Renal, Renal tak langsung menjawab ia menatap jam tangannya dimana sudah menunjukkan jam 10 malam.


"maafkan aku, lain kali saja, aku harus pulang" ucap Renal seraya melangkah meninggalkan Ellen yang menyerukan namanya dibelakang tapi tak diindahkan oleh Renal, ia melangkah menuju ke Cesya sesekali menyalip orang-orang yang menghalangi jalannya, tapi sudah terlambat dari jauh Cesya sudah menaiki taksi dan pandangan Renal kemudian tertuju pada sosok pria yang juga ternyata telah menaiki taksi, dan saat taksi keduanya berjalan, 2 taksi itu menuju satu arah yang sama.


Membuat Renal semakin pasti kalau ada yang tidak beres dengan pria yang ia curigai itu. Renal dengan cepat mencegat taksi yang lewat dan meminta untuk mengikuti taksi pria yang mencurigakan itu.


Tak berselang lama dari jauh Renal melihat taksi yang di tumpangi pria itu berhenti di pusat pertokoan, Renal membayar dan bergegas keluar dari taksi saat pria itu juga turun.


Tubuh Renal yang tinggi membuat Renal mudah untuk melihat pergerakan pria itu diantara orang berlalu lalang, serta Renal juga melihat sosok Cesya yang jauh di depan sana tampak celingak celinguk menatapi papa nama toko.


Kini Renal mempercepat langkahnya tapi sayang seperti trik sulap sang pria mencurigakan tiba-tiba menghilang di antara orang-orang berlalu lalang, kini Renal setengah berlari menuju kearah Cesya yang cukup jauh sayangnya Renal terhalangi oleh 2 orang pemabuk. seperti pria tadi, sosok Cesya pun menghilang diantara orang yang berlalu lalang, membuat Renal memilih untuk berlari kencang diantara orang yang ramai.


Renal sampai ditempat Cesya menghilang ternyata ada sebuah gang gelap di antara pertokoan, Renal pun langsung memasuki gang itu, di ujung gang tampak Cesya sedang melangkah mundur dan dihadapannya sosok pria tadi sedang mendekatinya perlahan.


Cesya melongok ke belakang kaget saat melihat sosok Renal yang sedang berlari dan dalam sekejap melayangkan tendangan dari arah belakang pria aneh yang semenjak tadi memaksanya untuk minum bersama.


Cesya memekik kaget ketika pria aneh tadi sudah tersungkur akibat tendangan maut Renal.


Cesya menatap Renal sedang tersengal-sengal sambil membungkuk menahan perutnya yang sesak.


"apa yang kau lihat?! telpon polisi! " marah Renal saat bertemu pandang dengan Cesya, Cesya hanya mengangguk mengeluarkan ponselnya dan menelpon darurat.

__ADS_1


Sedangkan Renal dengan cepat menahan pria dihadapannya supaya tidak kabur.


25 menit kemudian kini Renal dan Cesya sedang duduk di interogasi sebagai saksi dan korban di hadapan salah satu petugas yang siap mengetik setiap perkataan mereka di meja kerjanya yang penuh tumpukan berkas.


Cesya menjelaskan apa yang ia alami begitu juga Renal memberi kesaksiannya kepada polisi, tapi di tengah interogasi anggota polisi lain datang membawa seberkas dokumen.


"nona apa anda tinggal di apartemen C? " tanya petugas polisi itu.


"iya" jawab Cesya. kedua polisi dihadapan Cesya dan Renal pun saling bertukar pandangan mengerti.


"baiklah, terima kasih. untuk kedapannya berhati-hatilah, hubungi kami segera kalau ada masalah" ucap polisi itu sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, Cesya dan Renal pun menyabut uluran tangan itu seraya pergi.


Cesya dan Renal saling melempar tatapan bingung dengan gelagat kedua polisi itu, tapi tak mau ambil pusing, mereka bergegas keluar dari kantor polisi.


"lebih baik naik bis" ucap Renal sambil menatap ke jalanan yang ramai karena puncak Festival akan segera dimulai tengah malam.


Cesya mengangguk dan mengikuti Renal dari belakang


"apa kencan mu berjalan lancar? " akhirnya Cesya pertama kali membuka topik pembicaraan. membuat Renal memperbaiki cara duduknya tampak berpikir sejenak.


"aku tidak kencan" ucap Renal lugas, Cesya memiringkan kepalanya bingung.


"bukankah tadi kau sedang bersama seorang wanita? " tanya Cesya penasaran.


"oh dia kolegaku, dia mengajakku untuk acara kapal wisata itu" jawab Renal begitu saja, membuat Cesya melongo menutup mulutnya tak percaya.


'gawat, pria ini! Apa saking patah hatinya, sampai namanya kencan pun ia sudah tak tahu' batin Cesya, Renal menatap bingung dengan tingkah Cesya.


"ada apa? " tanya Renal, Cesya menggelengkan pelan kepalanya merasa iba.

__ADS_1


"kak Renal" jawab Cesya. Renal kaget dan agak menjaga jarak dari Cesya.


"kak" ucap Renal menegaskan kalimat Cesya, Cesya dengan mantap mengangguk.


"kakak, karena aku masih muda, aku tidak tahu percintaan orang dewasa seperti apa, tapi kakak jangan menyerah. aku yakin kedepannya kakak bertemu dengan pujaan hati kakak. jadi jangan menutup hati kakak. " ucap Cesya puitis membuat Renal mengangkat sebelah alisnya menatap aneh Cesya.


'kerasukan apa lagi ini anak' batin Renal, Renal hanya mengangguk mencoba mengerti maksud Cesya.


Untungnya tak lama bis pun tiba, Cesya bergegas masuk di ikuti Renal kedalam bis dimana tak banyak penumpang di dalamnya.


Mereka duduk di samping pintu bis belakang, Cesya duduk dekat kaca jendela sedangkan Renal dengan malas duduk disampingnya.


Renal dan Cesya hanya diam, karena Cesya tampak sibuk menatap orang-orang yang sedang ramai di luar.


Sedangkan Renal yang tak begitu terhibur dengan pemandangan di luar memilih untuk menutup matanya yang lelah dan perlahan terlelap.


Cesya tersenyum senang melihat beberapa orang tampak sangat ceria berjalan di trotoar bahkan sebagian ada yang menari mengikuti irama pengamen yang sedang memainkan Klarinet.


Tapi tiba-tiba Cesya merasa pundaknya menjadi berat dan saat ia menoleh, ia mendapati Renal sedang tersandar di pundaknya.


"apa kau tidur? " tanya Cesya, tapi tak ada sahutan dari Renal. Cesya berpikir sejenak dengan perlahan-lahan ia mencoba mendorong kepala Renal kesamping.


tapi naasnya, bis tiba-tiba berhenti mendadak membuat kepala Renal terbentur cukup keras ke tiang besi bis.


"aw! " pekik Renal sambil meringis kesakitan.


Cesya yang melihat itu ikut meringis.


"apa kau tidak apa-apa? " tanya Cesya, Renal melambaikan tangannya seperti isyarat dia baik-baik saja.

__ADS_1


Sedangkan dari depan sang supir bis seperti melongok meneriaki seorang pejalan kaki yang menyebrang sembarangan.


Bersambung...


__ADS_2