BETWEEN LOVE AND HATE

BETWEEN LOVE AND HATE
Bab 12


__ADS_3

Hampir dua minggu Lucy merawat Alex. Meskipun menumpang dirumah Lucy pria itu tetap bersikap menyebalkan.


Keuangan Lucy jadi menipis karena selera makan Alex, selama dirumah Lucy dia sering memesan makananan mewah dari restoran via gojek.


sedangkan pria itu tak membawa uang sepeser pun saat kejadian malam itu dompetnya tertinggal dimobil.


" Kapan kau akan kembali ke istanamu Tuan Alex yang terhormat." sindir Lucy.


Melihat Alex bersantai diruang tamu mungil milik Lucy yang terasa makin sempit sejak kehadiran Alex dirumah, sosoknya yang tinggi menjulang dengan tubuh yang gagah sangat kontras dengan rumah Lucy yang kecil mungil.


" kau mengusirku!? kau lihatkan aku belum pulih sepenuhnya, " dahutnya Santai sambil menyilangkan kakinya yang panjang.


Lucy semakin sebal dibuatnya, sikap Bossy pria itu membuat Lucy merasa jadi pelayan dirumah sendiri.


" Lalu apa aku harus terus merawatmu?serta terus membolos kerja? lalu aku harus makan apa setelah ini..?" Lucy bersungut- sungut, dia sedang berbenah kegiatan rutinnya setiap pagi.


" Selera makanmu juga luar biasa, aku bahkan tak memiliki sepeser pun uang untuk sarapan kita pagi ini.." lesu lucy


berkata


" Aku akan membayarmu setelah kondisiku pulih, aku sudah bilang ke kamu klo dompetku tertinggal di mobil saat kejadian itu."


" Lalu kenapa anda tidak pulang saja ? ambil dompet anda , lalu segeralah bayar saya lagipula saya sudah membolos selama dua minggu karena merawat anda , itu juga karena kau berjanjii akan bertanggung jawab tentang pekerjaanku. Namun bagaimana jika kau mengingkari janji setelah kembali kerumah?.." Lucy setengah mengeluh setengah merepet.


" Aku tak pernah ingkar janji, kau jangan khawatir, Mall Omega tempat kau bekerja adalah milikku, aku akan menaikkan jabatanmu nanti"


Alex meraih remote dan menyalakan televisi mengabaikan lucy yang masih kesal padanya.


Sebenarnya Lucy bukan kesal dia hanya cemas dengan keuangannya, dia hanya gadis miskin yang hidup pas- pasan tapi Alex malah bermewah mewah setiap harinya dengan memesan makanan mewah membuat kantong Lucy bolong.


.." Sudah sana...! buatkan aku sarapan, aku lapar.." usir Alex galak, hampir saja lucy menyedot muka pria itu dengan penyedot debu yang sedang dipegangnya.


Lucy tak menghiraukan dia lanjut menyendot debu sambil.ngedumel sendiri.


Alex memindah mindahkan chanel tv dengan bosan.


Gerakan nya terhenti, dia terpaku pada sebuah berita.


"Perusahaan besar dan terkenal Omega mengalami kebangkrutan karena harga saham yang anjlok dipasaran, sehingga Perusahaan mengalami defisit anggaran. Direktur utamanya seorang pengusaha muda yang terkenal cerdas serta sangat dikenal oleh masyarkat kini menghilang begitu saja selama dua minggu tanpa kabar hingga membuat kepanikan para pemegang saham yang bergabung dalam group Omega. Menjadi pertanyaan Publik apakah Alexander Black sang direktur sengaja melarikan diri dari situasi saat ini.' Dari berita yang kami himpun, perusahaan Omega kini diambil alih oleh Albert mountery junior asisten pribadi kepercayaan Alex, Dia berusaha keras mengatasi kerugian perusahaan menenangkan para pemilik saham.


Albert mengatakan para pemilik saham yang bergabung di perusahaan Omega kini bisa menenangkan diri, karena beberapa minggu kedepan kondisi perusahaan akan stabil kembali.


Tapi semua masyarakat bertanya - tanya dimanakah Alexander black saat ini??, dan mengapa dia justru melarikan diri saat perusahaan nya mengalami krisis."


Alex segera mematikan layar tv.


langsung membanting romote tv didepan Lucy. Naas remote itu hancur berkeping- keping ,Lucy bengong melihatnya.


" Apaan .!??" Dia menatap Alex nanar


" Kau sudah gila alexander black!?" bentak Lucy emosi


Tapi Lucy langsung terdiam melihat wajah Alex yang Aneh. Wajahnya yang putih berubah merah padam dan serius, Alex mangatupkan rahangnya , mata nya yang coklat abu- abu menatap layar TV dengan pandangan kosong, kedua tanganya mengepal Lucy merasa ekspresi Alex sangat seram. Ekspresi yang dulu sering dilihatnya.


Belakangan Alex memang lebih ramah dan manusiawi terhadap Lucy.


" Aku pergi dulu.." berkata dengan suara sangat dalam penuh ketegasan.


Dia segera menuju keluar Lucy mengikuti dari belakang


" Alex kau mau kemana?" Lucy memanggil panik.


Alex tak mengubris langkahnya yang panjang membuat Lucy kesulitan mengejar .


Akhirnya Lucy membiarkan saja Alex pergi.


Anehnya pria itu malah berbalik kembali ke arah Lucy membuat nyali Lucy menciut melihat wajah Alex yang sebeku gunung es dipucak himalaya.


Dia menjulurkan tangannya pada Lucy,"


"Berikan Aku uang.." Pintanya lebih seperti sebuah perintah daripada meminta.


Lucy melongo.


" A..aku tak punya uang seperser pun Alex.." jawab Lucy.


"Berikan ATM mu, aku tahu kau punya simpanan.."

__ADS_1


Lucy melotot keki. Dia ragu- ragu.


Aku janji, aku akan mengganti tabunganmu sepuluh kali lipat dari yang kau miliki saat ini.." ucap Alex.


" Tidak itu uang milik ayah, aku tidak bisa.." Tolak Lucy tegas.


" Lucy kumohon ini sangat mendesak. "


Bujuk Alex dengan mata penuh harap.


" Kau lihat berita tadi kan!?, perusahaanku sedang dalam keadaan kacau, Lucy kumohon.." Sambil meraih tangan Lucy, memegangnya erat, sementara matanya yang setajam elang menatap Lucy dengan pandangan lembut, Alex sengaja menebarkan pesona maskulin untuk merayu Lucy.


" Sialan ni orang , kalo bersikap baik bikin jantungan."


Lucy mulai terpengaruh, Alex yang sadar mulai tersenyum manis memamerkan senyumnya yang sangat langka.


Menatap Lucy dengan pandangan lembut dan intim.


Wajah Lucy seketika merona. Alex tak pernah sekalipun tersenyum selama Lucy mengenalnya, siapa yang menyangka pria itu bisa sangat manis bila tersenyum.


Hati Lucy meleleh seperti es batu yang terkena panas mencair seketika, dia segera menagambil ATM tabunganya dan menyerahkan pada Alex dengan berat Hati.


" Terima kasih Lucy." Ucap Alex tulus


Alex segera pergi menuju ke perusahaan Omega menggunakan taksi.


Alex berdiri terpaku didepan perusahaan Omega.


Dia melihat Iring- iringan mobil mewah berhenti didepan lobby utama kantor.


Alex juga melihat Albert keluar dari mobil yang berada paling depan.


Mobil yang dinaiki Albert adalah mobil kesayangan Alex. Albert langsung masuk kedalam perusahaan di ikuti oleh para pengawalnya yang memakai jas hitam seragam. Tapi Alex merasa sangat asing dengan wajah mereka.


Mereka bukanlah Pengawal milik Alexander.


Alex mulai merasa ada yang janggal dan aneh. Albert juga terlihat sangat berbeda.


Pegawai dan staff perusahaan menyambut Albert dengan jumawa mereka berdiri bebaris didepan lobby kantor dengan wajah menunduk menghormati Albert.


Melihat Albert sudah masuk Alex bergegas mengejarnya.


Albert menghentikan langkah, berbalik menatap pada Alex dengan wajah kaget.


Seorang petugas keamanan kantor menghalangi Alex masuk dan mencegah Alex mendekati Albert, pengawal pribadi Albert pun memasang sikap waspada menyambut Alex.


Dengan isyarat tangan Albert memerintah para pegawainya untuk pergi dari sana menyisakan petugas keamanan dan pengawal pribadinya saja.


" Lepaskan aku,!!" bentak Alex pada petugas keamanan, dia merasa Asing dengan para petugas tersebut.


"Kalian mau dipecat, berani sekali menyentuh tubuh dan bersikap tak sopan padaku Atasan kalian!!" bentak Alex, tapi petugas itu tak melepaskan peganganya pada Alex, karena emosi Alex memukul petugas itu hingga tersungkur membuat situasi kacau.


Para petugas lain mulai emosi dan ikut menghajar Alex, begitupun dengan body guard Albert.


Mereka beramai- ramai mengeroyok Alex,


Tapi Alex bukan lawan tanding yang gampang ditaklukan justru merekalah yang babak belur dihajar olehnya.


Dia segera menghampiri Albert yang berdiri dengan angkuh ditempatnya.


" Apa maksud semua ini Albert!!!" Dia mencengkram jas Albert.


Albert tersenyum sinis dia melihat penampilan Alex, yang hanya mengenakan kaos oblong putih lusuh dengan celana panjang dari kain murahan warna hitam sedikit menggantung dikakinya yang panjang.


Alex mengenakan baju mendiang Ayah Lucy tentu saja tinggi tubuhnya dibawah Alex.


" Kau terlihat menyedihkan Tuan Alex black.."


Alex semakin bingung dengan sikap Albert.


" Albert kamu kehilangan kesadaran Diri Atau sedang bercanda denganku mengapa sikapmu jadi kurang ajar begini padaku..??"


Alex menatap mata Albert keheranan.


Albert justru tertawa mengejek


" Kurang ajar!??, Alex aku jauh lebih tua darimu, bukankah kau yang lebih kurang ajar padaku menarik jasku seperti ini bagaimana pun akulah yang mendukungmu selama ini"

__ADS_1


Albert berkata dengan wajah licik sambil melepaskan tangan Alex dari jasnya.


Alex melepaskan pegangannya.


" Maaf paman, katakan apa yang terjadi??" suara Alex melunak tapi tatapannya setajam elang menghujam Albert, Alex.masih membaca situasi.


Albert tersenyum dengan wajah Licik.


" Kau memang hebat Alex, bahkan kau bisa Selamat setelah diserang oleh beberapa anak buahku malam itu dan kini kau menghajar sepuluh body guardku dan lima orang petugas keamanan kantor bahkan mereka tak bisa menyentuh tubuhmu, kau memang tangguh" puji Albert sambil melihat Anak buahnya yang terbaring tak berdaya dilantai.


." Apa maksud mu albert menyingkirkanku?jadi kau adalah orang dibalik semua kejadian pembunuhan malam itu?." tanya Alex dengan wajah merah padam.


Albert kembali tertawa


" Tidak hanya malam itu Alex, kejadian penculikan, perundungan disekolah, dan banyak accident lain semua akulah dalangnya.."


Alex tersedak, mulutnya menjadi kaku seketika.


" Kenapa Albert, mengapa ku ingin membunuhku?"


" Omega.." jawab Albert singkat dengan wajah licik, aku menginginkan Omega."


Alex menghampiri Albert.


Mendekatkan wajahnya pada Albert, matanya terlihat lemah karena sedih dan kecewa.


Albert membalas tanpa ekspresi.


" Selama ini kau lah yang berusaha menyingkirkanku, mensabotase perusahaan,membuat skandal dan yang sering membocorkan rahasia perusahaan itu adalah kau Albert" Alex menahan emosi.


Albert mengangguk senang.


" Aku bahkan membunuh kedua orang tuamu Alex, memfitnah Ayah Lucy, kemudian membunuhnya dirumah sakit karena dia mulai mengetahui rahasiaku dan masih banyak hal lain yang aku lakukan padamu Alex.." jelas Albert dengan bangga.


Alex mengepalkan tangannya dia merengkuh leher Albert dan mencekik


lehernya hingga albert tersengal- sengal.


Tapi Albert malah tertawa diantara rasa sakitnya.


" Kubunuh kamu Albert..!!" mata Alex berkaca- kaca, menahan perasaan.


Dia sangat menyayangi Albert, namun justru pria itu yang telah merampas kedua orang tua Alex dan membuat hidup Alex berantakan.


" Aku sudah menguasai Omega, semua asset- assetmu, rumah, mobil serta semua properti yang kau miliki didalam dan diluar negeri semua sudah menjadi milikku, kau bangkrut Alex black, kini kau tak memiliki apa pun dalam hidupmu, terimalah nasibmu menjadi seorang pengemis yang tak ada harganya, kita lihat apakah gadis- gadis cantik akan tetap mengejarmu?. orang - orang yang dulu takut dan menghormatimu masih kah berada dipihakmu? hati - hati Alex, musuhmu dimana- mana....."


Albert tertawa terbahak - bahak merasa puas atas kemenangannya.


Alex tak menyahut dia hanya diam menatap Albert dalam bisu. dia melepaskan cekalannya dileher Alex.


" Aku sangat bahagia Alex, semua usahaku selama puluhan tahun akhirnya membuahkan hasil.


Kini aku adalah raja, Alex...., akulah rajanya.."


Alex justru menepuk bahu Albert seolah memberi semangat.


" Kau terlalu sombong paman Albert, kau sudah menantang seorang Alexander black, kau hanya tak pandai mengukur diri Albert, kau akan menyesal melakukan ini padaku.."


Alex masih bersikap tenang tak terpengaruh dengan sikap Albert yang proaktif.


" Singkirkan dia..!" ucap Albert dingin tanpa perasaan pada petugas keamanan kantor.


dengan tertatih mereka berusaha menyeretnya Alex keluar kantor.


Alex menepis tangan mereka kasar, dia kembali menghajar anak buah Albert. mereka terduduk lemas dilantai.


Alex beralih menatap Albert.


." tidak perlu repot albert aku bisa keluar sendiri .."


sembari pergi dari hadapan Albert dengan tenang.


Alex keluar dari perusahaan Omega dengan hati yang sangat sedih.


Bukan karena kehilangan perusahaan tapi karena penghianatan Albert yang sudah dianggap orang tuanya sendiri.


" Kau bodoh atau dungu? semua perusahaan, properti, saham, dan asset assetmu sudah menjadi milikku, akulah bossnya sekarang Alex, aku..??" Teriak Albert penuh semangat dibelakang Alex.

__ADS_1


" Kau miskin sekarang Alex.., kau hanya pria miskin tak punya Apa pun..kau tahu miskin...hahaha..." Albert terpingkal- pingkal sendiri merasa berpuas diri.


__ADS_2