BETWEEN LOVE AND HATE

BETWEEN LOVE AND HATE
Bab 25 Pesta Rendi part 2


__ADS_3

Sebuah pengumuman meminta para tamu menuju ke Area pusat pesta. Acara tiup Iilin sebentar Lagi akan dilaksanakan.


Rendi sudah bersiap- siap di posisi dengan wajah puas dan bahagia. Kedua orang tuanya mendampingi disisinya dengan bangga.


Suasana berubah gaduh ketika seorang gadis cantik menarik perhatian tamu, masuk .


Dia sangat Anggun dan menawan mengenakan Gaun Backless orange kemerahan, memamerkan punggung indah miliknya. Tubuhnya tinggi dan ramping. Sementara rambutnya dibuat ikal. dibiarkan tergerai menyamping diatas dadanya. Senyum manis menghiasi bibirnya yang berwarna merah. Dia terlihat sexy dan menggoda. Gadis itu berjalan dengan Anggun menghampiri Rendi dengan penuh percaya diri


Ratna Dewi kekasih Rendi, Hadir.dengan cara sensasional.


Cup


Ratna mencium pipi Rendi mesra, Lalu menggandeng lengannya posesif, menyatakan kepemilikanya terhadap Rendi.


Wajah Rendi berubah muram seketika, Dia melihat ke arah Lucy.


Lucy tak bergeming,


melihat tatapan Rendi Lucy membalasnya dengan tersenyum tipis.


Tiba - Tiba Suasana menjadi gelap gulita.


Satu persatu Lilin lilin dinyalakan.


Cahayanya begitu redup dan pudar


Pembawa Acara menyerukan undangan untuk mulai bernyanyi.


Lagu ulang tahun bergema diruangan.


Sebelum Lampu dipadamkan, Lucy sempat melirik ke arah Alex. Dia masih berkumpul bersama beberapa gadis cantik menemaninya mengobrol,


Suara tepuk tangan nan riuh membahana mengiringi tiupan lilin hingga semuanya padam.


Ruangan kembali gelap


Hening sesaat. Lucy merasa kaget ketika sebuah tangan kekar menariknya perlahan.


Blarr!! semua lampu kembali menyala tiba- tiba.


Ruangan kembali terang menderang.


Lucy melihat Rendi memegang erat tangannya, menarik Lucy ke arah Mikrofon yang di pakai MC untuk memandu acara.


" Rendi..kamu kamu mau apa !?, lepasin dong!!" Lucy meronta berusaha melepaskan diri dari pegangan Rendi. Firasatnya merasakan gelagat Aneh dengan perilaku Rendi.


Rendi berlutut dihadapan Lucy.


mengulurkan sebuah kotak beludru kecil berwarna biru cerah.


Dia membuka tutupnya. Terlihat sepasang Cincin yang sangat indah didalamnya, permatanya berkilauan ditimpa cahaya, menyilaukan pandangan Lucy.


Wajah Lucy merah merona menahan Malu dan rasa terkejut mendalam.


Astaga! Apakah Rendi akan melamarnya?

__ADS_1


" Rendi..kamu..ada apa ini??" bisik Lucy salah tingkah dengan perilaku Rendi.


Keadaan menjadi gaduh. Para tamu bertepuk tangan mengoda, Sepertinya mengetahui maksud dan tujuan Rendi. sebagian lain ada yang berbisik bisik penasaran.


Ratna yang masih berdiri diposisinya sejak tadi terlihat kaget tak menyangka dengan yang dilihatnya.


wajah Ratna berubah merah padam.


Malu dan terhina.


Dia melangkah menghampiri, langkahnya terhenti ketika mendengar Ucapan Rendi yang Lantang dan keras.


" Lucy Maukah kau menikah denganku?"


Keadaan hening seketika.


Alex yang sejak tadi mengobrol langsung berdiri di sofanya menatap tajam ke arah Lucy dan Rendi.


Tatapan matanya seketika berubah. bersinar kejam dan dingin.


Dia hendak melangkah ketika seorang gadis menahannya


" Alex, Mau kemana..?" Tanya salah satu.gadis yang paling cantik namun sangat centil dan agresif pada Alex . Suaranya terdengar manja tak rela ditinggal oleh Alex begitu saja.


Alex menoleh dengan Tatapan dingin membunuh


" Lepaskan aku wanita sialan..!" gertaknya pada si gadis yang langsung berekspresi kaget, sontak melepaskn tangan Alex begitu saja. Bingung sekali dengan perubahan Alex.


Sementara Lucy berdiri gundah dihadapan Rendi. Pria itu masih berlutut dihadapanya dengan wajah memelas penuh harap.Menunggu jawaban Lucy


Lima tahun kita bersama, tapi berakhir begitu saja karena kebodohanku, Malam ini, sengaja Aku membuat Acara ultah ini, meski terlihat kekanak.kanak kan. Tetapi Acara ini hanya lah caraku untuk mengundang mu hadir disini, agar aku bisa mengungkapkan isi hatiku padamu.


Lucy Aku mencintaimu.... Kumohon maafkan aku.


Lucy Anastasia Bono hermawan, Maukah kau menjadi Istriku..."


Rendi memandangi Lucy dengan Mata berkaca kaca, Ada pengharapn besar disana, Lucy tak menolak lamaran nya malam ini.


Lucy membatu di tempatnya,Lidahnya terasa kelu karena kaget. Dilamar didepan para Tamu seperti ini, Andai terjadi sebelum peristiwa memalukan itu mungkin Lucy Akan sangat bahagia.


Namun kini...


Ratna sangat Murka, berdiri diposisinya. Adegan yang dipertonton kan Rendi membuat perutnya terasa mual dan dadanya sesak. Dia merasa pengap dan sulit bernafas tiba tiba, Ruangan yang dipijaknya kini terasa hampa udara.


Ratna segera berlari keluar. Dia menarik nafas dalam dalam.


Air mata membanjiri wajah cantiknya, Hatinya begitu sakit melihat kenyataan, Pria yang dicintainya melamar gadis lain didepan matanya sendiri


Ratna memutuskan untuk pulang. Dia memacu mobilnya dengan kondisi marah.


Mobil itu melaju dengan kencang menembus kegelapan malam, tak ada rasa takut yang dirasakan Ratna, Emosi telah membutakan Akal dan pikiran hingga mengabaikan keselamatanya sendiri. yang ada hanya kemarahan dan perasaaan terluka menyusup direlung hati.


Disebuah persimpangan jalan, sebuah Truk melintas, Supirnya tak menyadari mobil Ratna yang melaju dengan kecepatan tinggi.


" Ratna sangat kaget ketika truk tersebut melaju menuju ke arahnya. Dia ingin menghindar namun sudah terlambat, Akhirnya dia pasrah.

__ADS_1


Braaaaak!!!


Telinganya masih mendengar suara benturan yang sangat keras menghantaml mobil yang dia kendarai.


Rasa sakit menjalar di dada dan kepalanya.


" Oh tuhan..." Dia mendesah lirih.


matanya perlahan terpejam semua menjadi muram dan gelap perlahan, hingga dia terhempas kedalam gelap dan semakin gelap dia seolah menghilang disana.


Sementara di kediaman Rendi. Lucy masih Diam membisu, Menatap Rendi dengan Bimbang. Haruskah menerima Atau menolak Lamaran nya?.


Rendi terlihat Tulus, Lucy teringat pada Ratna. Matanya segera mencari Sosok Ratna diantara para tamu


" Dimana dia???" Batin Lucy cemas.


Sekilas Lucy melihat sosok Alex, melangkah ke arahnya dengan Aura gelap dan dingin.


" Maafkan aku Rendi, aku.tak bisa melakukan ini lagi, Kumohon bangunlah! jangan permalukan dirimu seperti ini, semua.sudah berakhir hari itu Ren..." Lucy berbisik sambil menarik lengan Rendi agar segera bangun.


Rendi.tetap bertahan di posisinya.


' Kumohon Lucy, terimalah lamaranku, Aku berjanji akan menjagamu dan menjadi suami yang baik bagimu..kita mulai dari Awal lagi sayang..."


Alex melangkah melewati Rendi. Tanpa berkata kata dia menarik Lucy, menyeretnya kasar menjauhi Rendi dengan wajah sejuta makna.


Rendi.bangkit dengan terkejut. Matanya mengikuti gerak Alex.


" T..Tuan Alexander Black!!" Seru Rendi dengan wajah bingung.


" Ayo Lucy kita pulang! pesta ini membosankan.." Ucap Alex menyeret paksa Lucy keluar dari sana.


Rendi bergegas menyusul Alex.


" Lepaskan Lucy.." Bentaknya pada Alex.


Alex tersenyum miring terlihat kejam dan sadis.


" Jangan Pernah ganggu hidup Lucy, Jika kau berani mengganggu nya lagi seperti malam ini, kupastikan hidupmu tak.akan sama Lagi.." Ancam Alex dengan sorot mata dingin.


Rendi mematung ditempatnya diam tak bergerak.


Alex memutar Tubuhnya cepat menggiring Lucy mengikutinya


Langkahnya panjang dan bergegas membuat Lucy kesulitan mensejajarkan Langkahnya dengan Alex. Lucy harus berlari kecil mengikuti karena kakinya yang jauh lebih pendek dibanding Alex.


Rendi hanya menatap diam kepergian Alex dan Lucy, Wajahnya pias putus asa. Kaget ketika ibunya menghampiri dan memeluknya dengan sayang, Ayah Rendi meneouk bahunya menguatkan.


" Sabar Ren, Relakan dia, bila dia jodohmu dia pasti akan kembali padamu.."


Alex menghempas Tubuh Lucy kasar dijok mobil.


Mobil porsche putih Milik Alex melaju dengan kecepatan sedang.


Lucy duduk diam hanyut dalam pikiranmu sendiri. Dia tak menyangka malam ini menjadi Malam mengejutkan baginya.

__ADS_1


__ADS_2