
Mobil yang dikendarai Alex Melaju dengan kecepatan sedang. Lucy dan Alex saling berdiam diri hanyut dalam pikiran masing masing.
Alex melirik Lucy berkali- kali.
" Kamu.baik baik saja?" Akhirnya Alex bertanya juga karena tak sabar melihat Wajah lesu dan muram orang disebelahnya.
" Hmmmm..." Sahut Lucy malas.
" Kamu pasti kaget dilamar dengan cara seperti itu, tapi..Rendi romantis juga ya.." Alex tersenyum jahil menggoda Lucy.
Kekesalan semakin Nampak di wajah Lucy. Dia menatap Alex berapi api.
" Romantis apa??, romantis pala loe!" umpatnya Lucy lalu kembali memalingkan
wajah menatap Lurus kedepan.
Alex terkekeh
" Sepertinya Rendi benaran tulus pengen Nikahi kamu, kasihan ya, gadis yng menempelinya tadi, wajahnya sampai pucat karena kaget.."
" maksudmu...? tanya Lucy cepat.
" Iyaa, gadis cantik dan sexy yang memakai gaun merah orange, yang mengandeng Rendi sepanjang acara tiup Lilin, Kulihat dia sangat marah melihat adegan romantis mu dan Rendi, Sampai - sampai dia pulang detik itu juga sambil menangis." jelas Alex.
" Kasihan Ratna.." Desis Lucy tanpa sadar.
" Oh, jadi namanya Ratna!? " Ucap Alex datar.
"Jelas- jelas dia lebih cantik,sexy dan menarik, kok bisanya Rendi memilih melamar gadis yang semuanya terlihat pas- pasan.." sindir Alex sambil melirik tubuh Lucy lekat dari kepala hingga kaki dengan wajah mencemooh, seolah Lucy hanya sebuah benda mati yang tak punya hati dan perasaan .
Lucy berbalik. Tubuhnya menghadap Alex sepenuhnya dengan wajah diliputi kekesalan.
" Tuan Alex, kupingku masih normal, aku masih disini dan mendengar hinaaanmu dengan terang dan jelas..." Dia berkata.
Alex melirik sekilas lalu tertawa renyah.
" Menurutku Rendi lebih baik dari seseorang yang suka menggoda para gadis, duduk bersama mereka sepanjang malam dengan tega mengabaikan temannya sendiri Setelah berjanji ingin menjadi Body guard , yang artinya menjadi pelindung bagi si teman, Tapi pada kenyataannya gadis - gadis cantik itu lebih menarik untuknya, sampai melupakan janji dan tugasnya sendiri. Kurasa dia lah laki laki yang paling tak bisa diandalkan didunia.." Sindir Lucy tak kalah pedas.
" Alex kaget mendengarnya, Lalu tersenyum
" Pria itu selalu di ikuti keberuntungan, siapa yang bisa menolak kesempurnaan dan daya tariknya. siapa yang meminta temannya mengacuhkan dia, Seharusnya dia menjaga sipria baik baik, karena pria itu ibarat madu yang manis akan selalu diperebutkan oleh lebah - lebah betina,meski dia tak pernah meminta. Para lebah akan datang dengan sendiri nya .." Balas Alex.
" Cih, Dasar Narsis..!! " Maki Lucy pelan.
" Yah para lebah akan menghisapnya habis - habisan, hingga pria itu menjadi kering dan keriput seperti mumi...!" Balas Lucy dongkol.
Alex tertawa keras tanpa henti.
Lucy melanjutkan ucapannya dengan suara ketus.
" Aku meninggalkan mu karena hendak mengambil makanan ringan dan minuman untuk kita nikmati bersama, Hanya sebentar ditinggal, tempat duduk mu sudah dipenuhi Para gadis gadis cantik, melihatmu seperti Raja yang dikelilingi para selirnya, membuatku berpikir lebih baik Aku pergi, aku tak ingin menambah serta menjadi salah satu koleksi selir mu disana.. "
__ADS_1
Alex masih tertawa namun dengan ritme yang lebih pelan.
" Yah sudah! lupakan saja...maafkan aku, sebenarnya aku tak bermaksud meladeni mereka, tapi mereka yang tak mau pergi, meski aku sudah mengusir mereka dengan cara halus.." Jelas Alex membuat Lucy diam beberapa saat.
Ciii.....it..!!" Alex kaget dan mengerem secara mendadak..Membuat mereka berdua terhempas kedepan.
" Apa an sich lex..??" komen Lucy marah. Jantungnya berdebar karena shock dan kaget. Dia langsung melotot padai Alex geram. Berpikir pria itu menjahilinya lagi.
" Maaf, kamu baik saja Kan??" Tanya Alex cemas.
Lalu menatap lurus ke depan. dengan pandangan penasaran.
" Ada kecelakaan.." lirihnya. Lucy ikut fokus melihat ke depan.
Mereka mencondongkan Badannya ke kaca mobil bagian depan,
" Oh tuhan.." Wajah Lucy berubah pias, ketika melihat sebuah sedan Civic merah yang bagian sampingnya kanannya sudah penyok dihantam sebuah truk kuning yang masih menempel erat disana.
Lucy memejamkan mata ngeri.
Bruk!!
Lucy mendengar suara pintu mobil ditutup
" Alex!!" pangilnya, melihat Alex turun dari mobil.
Alex berbalik, memberi kode agar Lucy menurunkan kaca jendela. Lucy melakukan dengan patuh.
Setelah meningalkan Lucy sendirian di mobil. Alex mendekati sedan merah yang kondisinya lebih parah dibandingkan truk yang menabraknya.
Civic itu Penyok disalah satu sisi, serta mengeluarkan Asap. Khawatir kalau - kalau mobil Akan meledak. Alex mengintip kedalam mobil yang terhalang oleh kaca gelap mencari korban.
Dia hanya melihat seorang wanita didalamnya yang kepalanya terkulai lemah diatas Stir. Rambut menutupi wajah sedemikian rupa menghalangi pandangan Alex melihat ke arah wajahnya.
Alex berlari tergesa menuju kebagian stir dimana wanita itu tergeletak tak berdaya wajah Alex gelisah sangat pucat, antara panik dan takut memikirkan resiko ledakan mobil yang bisa terjadi kapan saja..
Sekilas Ia sempat melihat bensin yang tumpah dari tangkinya tadi. Sedikit saja tekena percikan api, bisa dipastikan akan terjadi ledakan dan kebakaran dasyat pada mobil itu. Tangan Alex terjulur berusaha Membuka pintu bagian supir dengan tergesa.
" Sial! macet!" Dia berkata frustasi,mengintip lagi kedalam. Wanita itu terjepit antara bangku dan dasbor, butuh sebuah Alat untukmengeluarkanya.
Alex memutuskan kembali ke mobil.
" Kamu baik baik saja Alex?, Wajahmu pucat sekali." Lucy menyentuh lengan Alex.
Pria itu terlihat lelah dan berkeringat.
bahkan tubuhnya sedikit gemetar.
" Aku harus menghubungi polisi.."
Wajah Alex dan Lucy terlihat tegang, mereka diam membisu, pandangannya tak lepas dari sedan merah yang berada 50 meter dari mereka
__ADS_1
Mereka berdoa dalam hati, berharap polisi cepat datang ke lokasi
Sesekali Alex memeriksa, gemas ingin mengeluarkan korban dari sana.
Sirene polisi terdengar dari kejauhan, Keduanya bernafas lega.
Polisi dan petugas medis datang bersamaan. Mereka langsung mengevakuasi korban.
Diantara para polisi tersebut, Alex melihat Sosok detektif Gerry, seperti biasa pria itu hanya memakai pakaian biasa kaos oblong putih, jaket kulit coklat dan celana jeans warna hitam.
Alex menghampiri.
" Detektif...!" Panggilnya sambil menepuk bahunya pelan.
Gerry menoleh kaget.
Tuan Alexander Black...!" serunya tak percaya.
" Anda yang melaporkan kecelakaan ini?" Tanyanya sambil melepaskan sarung tangan karet dan menjabat tangan Alex hangat.
" Ya benar, saya yang melaporkan"
Alex diam sesaat sembari merenung.
"sepertinya saya mengenal.korban, apakah sudah diketahui identitasnya Detektif?'
" Kami sudah memeriksa identitasnya. Dia adalah Ratna dewi, usia 23 tahun, korban tunggal kecelakaan malam ini, syukurnya dia selamat meskipun kondisinya kritis, kita doakan saja semoga dia bisa bertahan. Proses evakuasinya juga hampir selesai..kita akan segera membawanga kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. , sementara supir truk yang menabraknya sudah melarikan diri belum diketahui identitasnya, kami akan memeriksa melalui data kepemilikan mobil di sektor polantas. semoga bisa segera tertangkap".Jelas Gerry,
*Jadi, apakah anda mengenal wanita itu Tuan?" Tanya Detektif Gerry Was- was.
Alex terpaku sejenak.
" Dia yakin wanita itu adalah Ratna, gadis yang merangkul Rendi di pesta ulang tahunya tadi.
" Entahlah Detektif, saya kurang Yakin..." Sahut Alex ragu.
Dia menatap Gerry, dan sadar sudah menyita waktu berharga detektif itu. Alex memutuskan untuk pamit segera.
" Terima kasih detektif, saya permisi ingin melanjutkan perjalanan.."
" Ok, tuan Alex, silahkan...Hati - hati berkendara, malam seperti ini sangat rawan kecelakaan."
Gerry mengingatkan sambil memakai kembali sarung tangan karet lalu pergi ke TKP kembali, melanjutkan tugasnya., menyekidiki."
AleX masuk ke mobil kembali dengan Wajah murung.
" Apakah pengendara mobil itu baik- baik saja?" Tanya Lucy tak sabar ketika Alex masuk dan duduk sambil mengatur nafasnya.
" Ehem.." Alex berdehem pelan, mengatur nafas dan kata,
" Korbannya bernama Ratna dewi, berusia 23 tahun, Dia mirip sekali dengan Wanita muda yang bersama Rendi saat di pesta."
__ADS_1