
Alex masih terus berusaha menghubungi jean, tapi panggilan selalu disambut oleh petugas operator.
" hah sial! sepertinya Jean mengganti nomor phonselnya, apa yang harus aku lakukan!?" Alex menggerutu sambil menghempas phonselnya diatas jok mobil disisinya. marah.
Alih Alih pulang ke mansion johny, Alex justru memutar mobil porsche nya menuju ke rumah jean. Dia sudah tak bisa membendung rindunya.
Setelah menekan bel beberapa kali seorang pelayan berwajah masam membuka pintu untuknya.
Melihat Wajah Alex yang muncul didepan pintu, muka pelayan jean semakin jutek,
padahal dulu wanita paruh baya bertubuh gemuk itu selalu menyambut Alex dengan ketakutan dan penuh penghormatan, layaknya sikap pelayan terhadap Raja.
" Saya ingin bertemu Jean, izinkan saya masuk."
" Maaf tuan, Anda dilarang berkunjung kerumah ini lagi, Tuan dan nyonya sudah memperingati seluruh pelayan agar mengusir anda saat datang."
" Biarkan saya masuk setidaknya untuk terakhir kali, saya hanya ingin bertemu dan bicara dengan Jean." suara Alex terdengar tegas memaksa, Membuat Wanita pelayan ragu - ragu. Bagaimanapun Alex pernah menjadi seorang pemimpin yang disegani. Auranya tak mudah hilang begitu saja.
Dia mendorong pelan pelayan bertubuh gemuk itu, membuat perempuan berumur 40 tahun itu mundur beberapa langkah.
Alex pun menerobos masuk
" Tuan..anda dilarang..."
Pelayan itu menghentikan perkataanya melihat Alex sudah berlari menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamar jean berada.
Alex menggedor pintu dengan kencang
" Jean!., aku Alex, buka pintunya biarkan aku masuk, aku perlu bicara denganmu!"
Kegaduhan diLantai dua memancing Mama Lucy yang sedang berbaring dikamar.
" Jean tak ada di kamarnya, dia sedang berlibur bersama Abraham,Tunangannya ke Jepang." Terdengar suara yang begitu dingin seperti es, kaget Alex segera memutar tubuh gagahnya menghadap wanita blasteran itu. Mami jean sudah berdiri dengan wajah jijik menatap Alex
" Apa maksud mami, tunangan jean!??"
mengabaikan sikap buruk mami jean, Alex berusaha menahan diri agar tak terpancing emosinya menghadapi wanita tersebut.
" Iya, tunangan Jean yang diresmikan beberapa minggu lalu. Jean sudah bertunangan dengan Abraham putra pengacara terkenal Mahapatih setiawan.Kau pasti mengenalnya bukan?" Mami Jean menegaskan dengan tersenyum puas.
Tentu Alex mengenal Mahapatih setiawan, Mahapatih adalah mantan pengacara Alex yang dipilih Andrean black Atas rekomendasi Albert.
sedangkan Abraham merupakan putra satu- satunya Mahapatih. Dulunya Alex dan Bram sekolah di SMA yang sama
Bram adalah Kakak kelas Alex, dia sering membully Alex.
Hingga suatu hari Alex menghajarnya Habis- habisan setalah menguasai Ilmu bela diri dari Uncle Johny.
Sejak itu Bram menghentikan Aksinya sebaliknya dia yang menjadi takut pada Alex, apalagi sejak Papa Bram menjadi pengacara keluarga Alex. Bram benar- benar tak berkutik terhadap Alex.
" Mengapa Mami tak ingin bersabar menungguku, aku tak akan seperti ini selamanya, Aku masih bisa bangkit dan berjaya kembali menguasai kerajaan bisnis dikota ini, Aku bisa sukses dan mendirikan perusahaan baru, mengapa mami tega membuat Jean dan aku berpisah?" Suara Alex terdengar parau , hatinya sangat sedih menerima keputusan mami Jean, menjodohkan Bram dengan Jean, bukanlah keputusan yang tepat.
Bram adalah seorang ********, hobbynya berkumpul di club malam, minum Alkohol dan berganti perempuan hampir setiap malam, belum lagi hobbynya yang suka berjudi dan foya - foya. Bram tak suka bekerja serta sangat manja.
Jean tak mungkin bahagia bila hidup bersama Bram.
Mami Jean jengkel dengan sikap keras kepala Alex
" Menunggumu!??, mau sampai kapan sampai rambut jean memutih? Kau memang sangat tampan Alexander, tapi ketampananmu tak ada gunanya bila tanpa uang."
Mami Jean melipat tangan didada melihat Alex penuh keprihatinan.
" Aku tak akan menyerah begitu saja mi, aku akan merebut Jean kembali dari tangan Bram. Mami lihat saja Nanti."
__ADS_1
Mami jean terkekeh
" Omong kosong.!, kau pikir membangun perusahaan itu semudah membalikan telapak tangan? Bangkrut yah bangkrut saja! Lepaskan Jean, biarkan dia bahagia bersama Bram jika kau mencintainya Lepaskan dia."
Mami Jean terus saja menyudutkan Alex dengan sikap dan perkataan buruk.
Alex sudah merekam semua. Terhina, terpojokan, Patah hati. Namun dia sadar dengan posisinya saat ini.
Alex menelan semua dengan tabah.
Sementara mami Jean tak rela jika putrinya yang cantik harus bersuamikan pria miskin yang bangkrut akibat ditipu pelayan sendiri.
Bertapa bodohnya. Belum lagi menyangkut isu yang beredar belakangan, Alex berhubungan Akrab dengan ketua Mafia yang sangat terkenal dikota mereka.
Mami jean bertanya-tanya, Apakah Alex masuk kedalam bisnis dunia bawah tanah agar cepat kaya
Jika benar terjadi, itu akan menjadi Aib bagi Papi jean yang merupakan pejabat pemerintah.
" Jangan Harap!, aku tak akan pernah membiarkan kau mendekati putriku yang cantik dan jangan panggil Aku Mami, karena aku bukan ibumu .." Ketus wanita itu berkata
Bukannya dulu wanita ini yang memintaku memanggilnya Mami.." Batin Alex mendongkol
" Aku juga tidak sudi menyebutnya mami, hanya karena jean Aku menurutinya"
Setelah puas mencela Alex, Mami jean pergi begitu saja.
beberapa menit setelah mami jean pergi. Seorang Satpam menghampiri Alex, memaksa Alex keluar dari rumah ini pastinya atas perintah sang nyonya.
" Jangan sentuh Aku, Aku bisa keluar sendiri!" seru Alex menatap tajam pada satpam.
Dia segera melangkah keluar
" Huh!, wanita itu benar- benar siluman, percuma wajahnya saja yang cantik, ternyata selama ini dia hanya menjilat padaku, Lihat saja bagaimana aku akan memberi pelajaran padanya, meski aku terlihat miskin dan tak berdaya bukan berarti kehilangan kuasa. Jangan Lupa Aku adalah Keturunan Black,..."
Alex duduk melamun sambil minum sekaleng softdrink.
Beberapa Anak buah Alex hilir mudik disana, mereka menganggukan kepala bila kebetulan bertatapan mata dengan Alex, namun enggan bercakap dengannya, bagaimana pun Alex adalah sahabat Johny sang ketua. Mereka juga menghormatinya.
Anak buah Johny kebanyakan tinggal bersamanya kecuali yang sudah berkeluarga, oleh karena itu Johny membangun sebuah Mansion dengan banyak ruang rahasia di balik - balik temboknya, dia bahkan memiliki gudang senjata dan lab kimia didalamnya.
Meski dibar itu terdapat banyak anggur langka yang mahal, Alex tak berminat mencicipi, dia tak suka minum minuman beralkohol kecuali karena tuntutan pekerjaan baru dia meminumnya, sekedar menghargai rekan rekan bisnis saja.
Seseorang menepuk bahunya pelan kemudian duduk dikursi sebelah Alex..
Alex memalingkan wajah mendapati Johny menatapnya heran.
" Wajahmu begitu muram, seperti lampu Lima watt, redup sekali, tak ada cahayanya.
Bahkan hatiku pun ikut gelap karenanya." Hibur Johny sembari begurau.
" Garing sekali Uncle.." sahut Alex mengangkat sebelah Alisnya dengan senyum dikulum."
" Garing!??, apa yang garing?," Tanya Johny polos.
Alex tertawa.
" candaan paman."
" Benarkah?, paman memang tak pandai membuat perkataan yang lucu" sambil tersenyum kecut
"tapi lihatlah! buktinya Sekarang kau tertawa"
Alex meraptkan bibir menutup mulutnya. sambil menahan senyum
__ADS_1
" Jadi Apa yang membuatmu murung?" Johny mengulang pertanyaannya.
" Jean.." jawab Alex singkat.
" hmmmm seoramg gadis, apakah dia pacarmu? kau diputuskan olehnya karena bangkrut?, lupakan saja wanita seperti itu. kau tak akan bahagia bila bersamanya"
nasehat johny
Alex cepat menggelengkan kepala.
" Tidak jean bukan wanita seperti yang paman pikirkan, namun orang tua Jean yang bermasalah."
Alex menceritakan tentang hubungannya yang menjadi rumit karena sikap orang tua jean yang berubah total setelah Ia bangkrut.
Johny tertawa getir, begitulah sifat manusia, Johny pernah mengalami saat- saat berada dibawah.
Johny melamun,teringat masa lalunya yang pahit
Johny Anak yang dilahirkan dari rahim seorang ibu yang bekerja di club malam, dimana didalamnya terdapat beribu kenikmatan duniawi. Ibu Johny selalu dicemooh, diterpa gosip miring setiap waktu.
Johny tahu ibunya hanya seorang pelayan bukan pekerja sex komersil. Meski ibu seorang single parent, namun wanita itu tak pernah tertarik menjual tubuhnya untuk lelaki hidung belang.
Saat Johny SMA, ibunya dilecehkan dan diperkosa oleh seorang pejabat negara.
Kejadian itu menorehkan luka yang sangat dalam
Johny sangat sedih dan terpukul, dia melaporkan kasus ibunya pada polisi, namun karena pejabat itu sudah bertindak lebih dahulu dengan menyuap polisi, justru ibu Johny yang disalahkan, ibunya mendapat cemoohan dan cacian dari banyak orang bahkan mendapat perlakuan buruk dari istri pejabat itu sendiri.
Suatu ketika Johny mendapati ibunya tewas gantung diri dikamar.
Johny menangis meraung raung,hatinya sangat sakit kehilangan satu- satunya orang yang menyayanginya.
perasaan dendam merasukinya. Johny menemui pemerkosa ibunya dan membunuh pria itu dengan kejam, dengan cara menusuk tubuhnya secara bertubi- tubi.
Johny sudah dirasuki setan hingga setelah semua selesai dia baru sadar, jika sudah membunuh orang.
Menyesal tak ada gunanya.
Johny bersyukur setelah kematian pejabat mesum itu, barulah ibunya mendapat keadilan.
Meski harus menghabiskan masa muda mendekam dipenjara selama 12tahun, Alex fine- fine saja, disanalah dia mulai terlibat dengan Dunia bawah tanah. Hingga menjadi seorang Mafia yang sukses dan kaya raya serta disegani kawan dan lawan.
Melihat Johny melamun Alex berdehem.
" Ehemmmmm!"
Johny mengedip- ngedipkan mata, sadar dari lamunan masa lalu yang kelam.
Matanya melihat wajah tampan Alex yang heran
" Uncle melamun..?"
Johny tersenyum kecil.
" Hanya teringat masa lalu.."
" Orang tua kekasihmu sangat naif namun serakah. , mereka Akan menyesal melepaskan kau Alexander, Jangan terlalu dipikirkan, saat ini fokus saja pada perusahaan baru milikmu, agar kau bisa merebut kembali semua yang dicuri oleh Albert.
" Yah tapi sebelumnya aku ingin melakukan suatu pada Ayah jean, Aku ingin menunjukan pada mereka, Siapa Alexander black itu sebenarnya.."
.
Alex tersenyum misterius sambil meremas kaleng soft drink yang sudah kosong sedari tadi.
__ADS_1
"