
" Apakah korban kecelakaan itu adalah Ratna?" Mata Lucy membelalak menatap Alex, berharap kupingnya salah menangkap apa yang dkatakan Alex barusan.
Alex mengangguk, tangannya terjulur meraih Wajah Lucy yang semakin pucat, gadis itu terlihat shock.
" Ada apa lucy?, apakah kamu kenal dekat dengan Gadis itu?"
" Dia sahabatku Alex, maksudku dia pernah menjadi sahabatku di masa masa sebelum Rendi menjadi kekasihku.."
Penjelasan Lucy sudah cukup menjadi Alasan mengapa dia sangat terpukul mendengar keterangan Alex.
" Dia baik baik saja kan Alex??"
Alex tak mampu menjawab, dia menatap Lucy prihatin Lalu berkata,
"Kita doakan saja, semoga Ratna baik baik saja"
" Sebaiknya aku menghubungi Rendi."
Alex mengangguk.
" Kau benar sebaiknya hubungi dia..."
Terjadi percakapan yang dramatis Antara Lucy dan Rendi via telpon. Alex diam memperhatikan matanya tak lepas menatap Lucy lekat. Sesekali pandangan mereka bertemu diterangi cahaya remang remang Dari lampu sirene polisi yabg berkedip kedip diluar.
" Bagaimana??" Tanya Alex tak sabar saat Lucy mengakhiri panggilanya.
" Rendi akan menyusul kemari, mungkin dia akan ikut mengantar Ratna kerumah sakit, dia juga akan menghubungi orangtua Ratna.."
" Bagaimana denganmu, ingin kuantar pulang atau ikut kerumah sakit saja bersama Rendi dan keluarga Ratna."
" Aku akan kerumah sakit saja menemani Ratna..."
Jam 02 dini hari dirumah Sakit Omega..
Setelah mengantar lucy, Alex bergegas pulang, Bukannya dia tak ingin bergabung bersama Lucy disana. Tapi Lucy memaksa Alex untuk pulang. Melihat Kekalutan Lucy, Alex memutuskan tak Ingin berdebat dia memilih mengalah lalu pulang. Namun sebelumnya Alex menyempatkan diri berbincang dengan direktur utama Rumah sakit Agar pihak Rumah sakit menyediakan Dokter terbaik bagi Ratna.
__ADS_1
Waktu berjalan hingga menuju Jam 03 pagi, Ratna masih terbaring tak sadarkan diri diruang ICU, petugas medis masih Rutin memeriksanya mengecek ALat Vitalnya,
Sementara diruang tunggu koridor Rumah sakit, sudah berkumpul keluarga Rendi bersama kelurga Ratna. Di Wajah jelas terlihat gurat kesdihan dan ketakutan yang dalam.,
Mama Ratna dan Mama Rendi berpelukan saling memberi semangat, Namun yang paling Gelisah diantara semua Adalah Rendi.sendiri
Sepertinya pria iti dihinggapi perasaan bersalah yang besar.
Firasatnya mengatakan jika Ratna kecelakaan Karena dirinya.
Meski Lucy juga merasa sangat bersalah dia berusaha bersikap Tenang dan sabar, dia tak ingin menambah duka keluarga Ratna dengan ikut Ikutan panik disana.
Lucy duduk tenang di kursi ruang tunggu pasien didepan kamar Ratna.. Bibirnya tak berhenti melafazkan doa demi keselamatan Ratna yang sedang ditangani dokter.
Ratna kehilangan banyak darah hingga harus melakukan transfusi.
Dokter belum bisa memberi keterangan lebih, Mereka menunggu Ratna siuman untuk pemeriksaan lebih lanjut, Namun sejauh ini.kondisi fisik Ratna baik baik saja.
Terdengar isakan Lirih dari Rendi, Lucy menoleh
Lalu menuntunya duduk di kursi.
" Semua ini salahku Luc, Aku yang membuat Ratna seperti ini, dia pasti.kaget saat aku melamarmu.tiba - tiba dipesta Ultah semalam."
Lucy menghela nafas, mengatur dadanya yang ikut sesak, Dia ingat perkataan Alex, jika Ratna pergi dalam keadaan marah setelah mendemgar lamaran Rendi padanya malam tadi.
" Jangan menyalahkan diri sendiri Ren, Mungkin Ratna sedang Naas saja, kita doa kan saja semoga dia cepat sadar dan pulih seperti sedia kala.
Rendi meremas Rambutnya dengan galau.
" Kalau sampai terjadi hal yang buruk kepadanya, aku tak akan pernah bisa memaafkan diriku..!" Ucap Rendi Marah pada diri sendiri.
Lucy tak tahu harus menjawab apa. Dia hanya menepuk nepuk punggung tangan Rendi perlahan. berharap bisa menenangkan hatinya.
Hingga menjelang pagi kesadaran Ratna belum pulih juga, lucy terpaksa pamit karena dia harus bekerja.
__ADS_1
Di toko Lucy banyak melamun, sampai tak fokus bekerja, Kondisi Ratna menyita Pikiran Lucy
Untung Toko agak sepi hari itu sehingga dia tak.mendapat teguran keras dari Anjana
Deringan ponsel menyadarkan Lucy kembali.ke.dunia nyata.
" Lucy, kudengar Ratna mengalami kecelakaan dan sedang dirawat benarkah?"
Suara Desty dibalik telpon terdengar tak yakin bertanya.
" Iya Des, Dia dirawat dirumah sakit sekarang...."
" Astagfirullah, kok bisa dia.kecelakaan?? dia ada.dirumah sakit mana sekarang? Suara Desty terdengar sangat panik.
" Tenang dong des, jangan panik gitu..kamu.bikin jantungku makin.Aus tau! Dia dirawat di rumah sakit Omega sekarang.."
" Apakah kamu sudah menjenguknya ?" Tanya desty cepat.
" Sudah tapi, nanti sore Aku akan mampir kesana lagi, karena kondisinya masih kritis dia belum siuman sejak semalam." Jelas Lucy.
" Bagaimana dia bisa dia kecelakaan secara mengenaskan begitu ? kasihan Ratna " nada suara Desti terdengar memelas..
" Panjang ceritanya, nanti aku ceritain Des.."
" Ok, kalau begitu kita ketemu di RS. Omega saja Nanti sore, kebetulan Aku kena shift siang di Kafe matahari, Jadi sore dan malam nanti aku Luang.."
" Ok, sampai bertemu disana, oh.ya aku Lagi kerja ni Des .Nanti aja kita ngobrol lagi ya..."
" Baiklah !" Sahut Desty singkat, panggilan telpon pun terputus.
Diperusahaan Alexander Black. Uncle Johny dan Alex terlibat percakapan serius.
" Apakah kau sudah mendapatkan Bukti Kejahatan Albert ?" Johny memulai percakpan
Kantor Alex mulai beroparasi karena beberapa anak buah Johny menjadi karyawan disana, kebanyakan Anak buah Johny yang sudah di sekolahkan Pria itu hingga kejenjang kuliah, Selama ini mereka bekerja mengelola bisnis MilikJohny untuk sentara di alihkan pada Perishaaan Alex untuk.membantu Alex menstabilkan dan menaikan pamor perusahaan. Pasalnya Anak buah Johny adalah pria Pria berbakat memiliki kinerja dan keahalian dia.bidangnya masing masing
__ADS_1
'