BETWEEN LOVE AND HATE

BETWEEN LOVE AND HATE
Bab 14 Lucy yang malang.


__ADS_3

Dengan ragu Lucy memasuki toko tempatnya bekerja.


Lucy memutuskan mengakhiri cutinya dan kembali bekerja ditoko Mall Omega.


Dia mendapat sambutan yang kurang hangat dari Anjana sang manajer.


" Kamu belum lama bekerja di sini tapi sudah meminta izin libur.."


Anjana menegur Lucy secara empat mata didalam ruangannya.


Lucy hanya mampu menundukan kepalanya dengan gelisah.


" Maafkan Saya nona, saya tak sengaja melakukannya, ada seseorang yang membutuhkan pertolongan. Dia sedang sakit dan dia menumpang dirumah saya, ..." Lucy menjelaskan sembari menunduk tak berani menatap wajah Anjana.


" Kenapa kamu tak membawanya kerumah sakit dan meminta keluarganya saja yang merawat .!?"


" saya punya alasan nona, makanya saya memaksakan diri untuk meeawatnya.


Anjana menatap lucy penuh selidik. dia kehabisan kata- kata.


Sementara lucy harap- harap cemas menunggu keputusan Anjana.


Dia sangat khawatir dipecat dari toko itu, Belum lagi Alexander yang pergi begitu saja serta membawa Atmnya, padahal Atm itu adalah satu- satunya benda berharga milik Lucy. Pria itu bahkan tak ada kabar sama sekali sejak keluar dari rumah Lucy.


Lucy juga mengetahui jika Alexander black sudah bangkrut. Semua perusahaan miliknya sudah gulung tikar.


Artinya Pria itu sudah jatuh miskin dan Lucy pasrah jika harus kehilangan semua uang dalam Atmnya.


Terutama jika Alex benar benar memanfaatkannya.


" tolonglah saya nona tolong jangan pecat saya...." lirih Lucy memohon.


Anjana bernafas berat, dia menatap Lucy kasihan.


Dia juga mengetahui jika Lucy hidup sebatang kara, dengan pertimbangan itu dia memutuskan tetap menerima Lucy sebagai pegawai ditokonya.


" Yah sudahlah, lanjutkan pekerjaanmu, tapi saya akan memotong gaji mu selama libur, kau mengerti kan!??"


Lucy tersenyum getir tapi hatinya tak urung merasa senang.

__ADS_1


" Ya nona, terima kasih, klo begitu saya permisi..."


" Hmmmmm". Jawab Anjana singkat sambil melanjutkan pekerjaanya mengetik dilaptop.


Menjelang siang perut Lucy mulai keroncongan, sementara Ia tak memiliki seperser pun uang dikantongnya..


" Lucy, Ayo makan siang bersama.., !" Ajak salah satu pegawai toko.


Lucy berusaha tersenyum menahan sakit dihatinya.


" Terima kasih kalian duluan aja, aku bawa bekal kok.." Bohong Lucy berusaha ceria.


" Ok, kalau gitu kita duluan ya..!"


Lucy mengangguk dan melihat kepergian mereka dengan wajah sedih. Dia memegang perutnya yang terasa semakin perih saja.


beberapa menit kemudian Lucy menyibukan diri dengan menata dan merapikan beberapa gaun serta baju ditoko.


Seseorang menyentuh pundaknya dari belakang.


" Lucy.." suara pria yang amat dikenalnya mengagetkan Lucy.


Dia memutar kepalanya melihat kearah pria itu.


" Rendi.." panggilnya, dia tak menyangka bisa bertemu Rendi setelah sekian lama.


Pria itu tersenyum melihat keterkejutan Lucy.


Pria itu terlihat tampan mengenakan jas kerja nya.


Senyum manisnya masih memikat Lucy.


" Kamu ngapain ditoko ini, kamu kerja disini?" Tanya Rendi sambil menilai penampilan Lucy dan melihat berkeliling toko.


" Iya.." sahut Lucy enggan,


" Maaf aku sibuk Ren...permisi" pamit Lucy berusaha menghindari Rendi.


Tapi Rendi malah menarik tangan Lucy.

__ADS_1


" Eits mau kemana..!?, ini kan jam makan siang, Ayo makan, udah lama gak ketemu aku pengen banget ngobrol sama kamu Luc.." pinta Rendi penuh harap.


" pergilah Rendi, kalo Ratna melihat dia bisa salah paham padaku.." Tolak Lucy halus.


Tapi Rendi malah menarik dan memaksa Lucy mengikutinya ke sebuah restoran fast food yang ada dilantai paling atas mall tersebut.


Dengan terpaksa Lucy mengikuti, lagipula dia juga merasa lapar saat ini.


Dengan canggung mereka duduk disana.


Setelah memesan dua porsi burger dan minuman ringan, mereka menyantapnya dengan lahap tanpa bicara.


" Aku kangen kamu Luc.." Ucap Rendi tiba- tiba membuat Lucy tersedak minuman yang sedang diminumnya dia terbatuk batuk.


Lucy tak menjawab dia hanya menatap Rendi bingung.


" Aku serius Luc, lama aku mencarimu tapi kau menghilang, bahkan saat ayahmu meninggal kau tak mengabari aku, apakah sedalam itukah kau mebenciku?"


Mendadak Lucy merasa lucu dan ingin tertawa.


" Aku sakit hati rend, melihat wajahmu membuka luka lama kembali." batin lucy.


" Aku hanya tak ingin berurusan lagi denganmu, aku tak pernah benci padamu ren...


" Bisakah kita kembali bersama lagi?, atau kita menikah saja.."


Wajah Lucy memerah dan dia meradang.


" Kau memang brengsek Rendi, bukankah kau sudah memiliki Ratna, wanita cantik. kaya, sempurna, seharusnya kau bersyukur."


ketus Lucy berkata.


Mendadak dia merasa mual melihat wajah Rendi.


" Aku tidak mencintai Ratna Luc, aku hanya menginginkan harta dan jabatan tinggi dikantor milik papanya, selama bersama Ratna aku tidak bahagia..kumohon Luc maafkan aku, aku bersedia melepaskan segalanya demi kamu."


Lucy menatap rendi mengejek. dia bisa melihat sesungguhnya dari perkataan Rendi.


" Kudengar dari Desty kau sudah bertunangan dengan Ratna.. Apakah otakmu sudah tak berfungsi dengan baik Ren..maaf aku sudah tak nafsu makan lagi, aku harus pergi, sebentar lagi aku harus bekerja..permisi, terima kasih atas makan siangnya." pamit Lucy bergegas. Dia mengabaikan teriakan Rendy yang menyeru memanggil namanya.

__ADS_1


__ADS_2