
Alexander mengeluarkan phonselnya dari saku celana.
Dia menekan beberapa angka dan mendengarkan bunyi dering dari sebrang telpon.
" Hello jean.." Sapa Alex tergesa.
Dia sudah sangat merindukan jean, dengan susah payah dia menemui beberapa teman wanita jean dan meminta nomor phonselnya pada mereka. Karena phonsel Alex tak pernah kembali lagi padanya. Semua sudah disita Oleh pelayan Albert.
Beberapa dari mereka menolak memberikan karena rasa khawatir pada papi jean yang merupakan pejabat negara.
Mereka sudah mendengar jika Jean dilarang menemui Alexander black karena Alex jatuh miskin.
Namun para wanita itu tetap menginginkan Alex black setelah melihat tak ada yang berubah pada Alex, Dia tetap menaiki mobil mewah, berpakaian mewah dan tentunya wajah tampanya yang misterius menjadi daya tarik sendiri bagi mereka. Hingga mudah bagi Alex merayu mereka untuk mendapatkan nomor Jean.
" Alex..!??" seru jean.
' jean, aku merindukanmu bisakah kita bertemu dan mengobrol?" Alex bertanya penuh harap tapi jean menahan waktu yang sangat lama untuk menjawab.
" Alex, maafkan aku tapi aku tak bisa...."
ragu ragu Jean berkata.
" Ada apa jean apakah pikiranmu sama seperti orang tuamu? yang meremehkan aku hanya karena aku kehilangan semua milikku?"
" Bukan begitu Alex, Aku bukan orang sedangkal itu, aku yakin kau pasti bisa bangkit dari keterpurukan, kau pasti bisa membuatku bahagia,Tapi kau sudah tau bukan? orangtuaku tak lagi suka padamu, mereka mengurungku dikamar setelah kau datang kemari, mereka juga melarangku keluar dan menemuimu."
" Benarkah jean!?" Alex bertanya dengan sedih."
" I..iya Alex, maafkan aku, tapi aku tak bisa kemana- mana."
" Baiklah Jean aku mengerti, aku akan menutup telponku, aku akan mencari cara mengeluarkanmu dari sana ok.."
" hmmm,Baiklah Alex terima kasih I love you.."
__ADS_1
" Love you too, darling.."
Panggilan telpon terputus. Alex duduk dengan lesu didalam mobil porsche nya yang diparkir didepan gerbang rumah jean.
Matanya menatap ke arah rumah Jean dengan tatapan sedih.
Sementara dikamar Jean..Gadis itu tertunduk didepan meja riasnya. Dia memandangi wajah nya yang cantik didepan cermin, malam ini dia akan dijodohkan dengan seorang pemuda anak salah satu pengacara kaya terkenal.
Orang tuanya telah mengatur pertunangan mereka nanti malam.
Jean ingin berontak tapi pengawal papi mengawasinya selama 24 jm penuh didepan pintu kamar.
Jean mencintai Alex, meski Alex miskin dan bangkrut sekalipun, namun papi dan mami dengan tegas menolak Alexander black sebagai menantu mereka.
Hari sudah menjelang petang. Lucy berjalan dengan langkah ringan menuju ke halte bus.Kakinya terasa sangat lelah harus berdiri seharian sebagai pelayan toko melayani pelanggan.
tin.!.tin...!suara klakson mobil menghentikan langkah Lucy, Dia memalingkan wajah menatap kearah datangnya suara.
Lucy melihat Rendi yang melambai dari mobil nya.
Lucy mempercepat langkah agar bisa menghindari Rendi. Pria itu menarik Lucy dengan gesit.
" Lucy..!!" panggil Rendy menghentikan langkah Lucy.
" Lepaskan aku rend.." Lucy berkata geram sambil berusaha melepaskan pegangan Rendi.
" Aku antar ya Luc,?"
" Tak usah terima kasih! lebih nyaman naik bus " tolak Lucy dengan wajah tak suka.
" Kumohon ya??, ada yang ingin aku omongin denganmu.."
Lucy hanya menunduk menatap trotoar kesal.
__ADS_1
" Please Lucy, kumohon ya..!?"
" Baiklah" sahut Lucy merasa tak ada gunanya menolak kemauan rendi.
Lucy juga sangat lelah untuk berdebat.
Situasi sangat canggung didalam mobil, Lucy memutuskan untuk diam
Menunggu Rendi mulai bicara.
" Lucy aku ingin kembali padamu, bisakah kita memulai dari awal lagi?" Tanya Rendi tanpa basa- basi.
Lucy langsung memutar kepalanya penuh menatap Rendi.
" Masalah itu lagi, aku sudah bilang aku sudah tak punya hati lagi padamu, semua sudah berakhir Ren, bahagiakan Ratna saja, Biarkan aku hidup tenang ok!'
" Tapi, aku tak bisa berpisah denganmu, aku menyesal Lucy, aku ingin kita sama sama lagi."
" Hentikan mobilnya..' pinta Lucy dengan suara dingin.
Rendi kaget dengan respon Lucy.
" Biar aku antar Lucy, hari juga sudah mulai gelap, halte juga sudah jauh dari sini.."
" Aku naik taksi, hentikan mobilnya, jika tidak aku akan melompat dari mobilmu " Ancam Lucy kesal. Sambil memasang acang acang ingin membuka pintu mobil untuk melompat.
" Ok,..wait, fine , I"ll stop my car firts."
Rendi menepikan mobilnya kepinggir jalan, kemudian membiarkan Lucy leluasa keluar.
" Aku tak akan menyerah pada mu Lucy, aku akan terus mengejarmu sampai kau kembali padaku.."
" Whatever Rendi! up to you! but, I will not change my decision.."
__ADS_1
Rendi memandangi sosok Lucy dari dalam kendaraannya hingga gadis itu menghilang bersama taksi yang membawanya.