
Bangun tidur Lucy merasakan seluruh persendianya pegal, terutama bagian kakinya. Dia merenggangkan badannya sejenak sambil menguap pelan, Rasa malas dan kantuk masih menyerangnya.
Dia melirik jam yang ada di sisi tempat tidur.
masih jam 6 pagi..
Dengan enggan dia bangun, menuju kekamar mandi sekedar mencuci muka.
Sebelum mandi dan bersiap untuk kerja, Lucy memutuskan untuk membuat sarapan terlebih dahulu agar pakaiannya tak berbau bawang atau bumbu dapur.
Setelah masak dan sarapan baru ia akan mandi.
Menuju dapur ia harus melewati ruang tamu merangkap ruang duduk keluarga. Lucy sangat terkejut melihat Alexander tertidur nyenyak diatas sofa didepan Tv sambil meringkuk seperti anak Kucing.
Lucy memasang Mimik sebal, Teringat pada peristiwa semalam dimeja makan. wajahnya sontak bersemu mengingat bagaimana Alex menciumnya.
" Nich orang apa gak punya rumah? ngapain juga dia tidur disini...!" gerutu Lucy. Tapi ia tak ingin mengganggu Alex.
Dia bergegas menuju dapur.
Bau harum masakan Lucy menyebar di seluruh ruangan rumah Lucy yang mungil.
Aroma itu masuk kedalam hidung Alex, membuat hidung pria itu kembang kempis.
Kriukk!! perutnya berbunyi, Alex mengelus perut nya yang rata.
Alex bangkit dari sofa sembari menghirup Aroma makanan.
Diam- diam dia menuju dapur, dia berjalan sambil mengendap- ngendap tanpa menimbulkan suara.
Alex melihat Lucy sedang sibuk memasak didepan kompor sambil bersenandung kecil.
Rambutnya disanggul asal, membuat lehernya yang putih dan mungil terekpose kemana- mana.
Alex sangat ingin menempelkan giginya disana dan mengigit leher itu. Karena gemas.
( kok kayak vampire ya..hehe)
Glek !!, Alex menahan ludahnya.
Gairah nya bangkit. Pagi hari memang waktu yang rawan bagi Alex, dia sangat mudah diserang birahi menjelang pagi.
Alex memukul kepalanya pelan.
" Dasar otak mesum..!" dia mengumpati diri.
Alex mendekati Lucy dan meniup lehernya pelan.
"Waaaaa...!" Lucy terkejut dan sendok yang dipegangnya jatuh menimpa kakinya dengan Malang.
Alex tertawa terbahak bahak karena geli melihat reaksi Lucy.
Lucy sangat geram dia mengerucutkan bibirnya.
bergegas Memungut sendok berusaha memukul Alex.
Alex pun berlari menghindar sambil tertawa gembira, apalagi melihat wajah Lucy yang sangat kesal.
" Alex sialan!, awas ya, pagi - pagi udah bikin naik tensi..pulang sana pulang..!!" dia mengacung - ngacungkan sendok ke arah Alex sambil terus mengejar
.
Mereka berlarian keseluruh penjuru rumah.
Alex sangat senang menggoda Lucy.
__ADS_1
Alex merasa sangat bahagia..
Sejenak Ia melupakan beban yang menghimpit beberapa bulan belakangan.
Alex merasa sangat lepas dan bebas bisa menjadi diri sendiri, meskipun terasa kekanak- kanakan. Dia sangat menikmati momen bersama Lucy pagi ini.
Dalam hidup Alexander black, Albert selalu mengajarkan Agar Ia menjadi sosok yang kuat, tahan banting, tegas, disiplin dan berdarah dingin. Ia diciptakan untuk memimpin, seorang pemimpin tak boleh menunjukan sisi lemah dalam dirinya.
Dia dituntut menjadi pria sempurna dalam setiap tindakan dan keputusan. Alex harus selalu terlihat berwibawa memiliki Kharisma. Semua yang dipelajari Alex, merubah pribadi Alex menjadi sosok introvert.
Dia tak pernah tertawa, bercanda ataupun bersikap konyol seumur hidupnya. Bahkan dia tak tahu caranya serta tak pernah punya keinginan untuk melakukanya. Tak terkecuali bersama jean.
Alex tak pernah menggoda atau tertawa konyol bersama Jean. mereka hanya bercakap- cakap kaku sesekali bercumbu sepanjang mereka berpacaran.
Alex pasti sangat Malu menunjukan sikap konyol didepan jean.
Contoh kentut sembarangan, dia pasti akan sangat malu didepan gadis itu.
Tapi terasa berbeda bila di sisi Lucy.
Alex tak akan malu, dia bahkan sangat menyukai wajah kesal Lucy saat Alex menjahilinya.
Alex tak tahu mengapa jiwa konyol bin usilnya muncul begitu melihat Lucy.
Lucy sudah lelah mengejar Alex. Dia pun berhenti dengah nafas terengah - engah. Hidung Lucy mencium bau Aneh cukup menyengat dari arah dapur.
Hidungnya mengendus- ngendus.
'. KYAAAA!!! masakan ku, masakan ku gosong....!!!" Lucy berlari panik kembali ke dapur.
Dia melihat Asap hitam keluar dari wajan diatas kompor. Lucy mematikan Kompor, Dia melihat telur dadarnya yang sudah berubah warna menjadi hitam karena gosong. Dia sangat kecewa.
Alex menyusul Lucy menuju dapur mengintip ragu- ragu dibalik tembok.
" Dasar monster!!" teriak Lucy kencang pada Alex.
Dengan wajah sedih Lucy membuang telur dadar itu kedalam tempat sampah.
***
" Mau kuantar?" Tawar Alex melihat Lucy yang sudah rapi.
Alex sedang duduk diatas sofa yang dipakainya untuk tidur tadi malam.
Alex memang sengaja menunggu Lucy.
Lucy tak menjawab dia masih kesal karena tak bisa sarapan.
Alex tersenyum.
" Maaf..karena sarapan tadi.." Ucap Alex tiba- tiba.
membuat Lucy berpaling karena takjub.
Alex Black memohon maaf??.
" Tuan Alexander,,,sebenarnya apa niat Anda mendatangi rumahku? setahuku kita juga tak Akrab, apalagi anda lah yang membuat aku menjadi sebatang kara seperti ini..!" ketus Lucy berkata
Alex tersenyum pahit.
" Aku hanya Rindu omelanmu.." Jawab Alex tanpa beban.
" Astaga..!!, tapi aku sangat muak melihatmu, setiap.kamu datang aku menjadi was- was jangan - jangan kau berniat membunuhku.." sindir Lucy.
Alex terkekeh.
__ADS_1
" Jika aku membunuhmu aku akan kehilangan mainan selucu kamu..tidak asyik.." sahut Alex cuek.
" Ayo ! Biar aku saja yang mengantarmu ke tempat kerja.."
Alex bangkit dan langsung menyeret Lucy menuju ke mobilnya.
Lucy meronta- ronta, dia sangat kesal.
Tapi Alex tak perduli. Dia mendudukan Lucy dibangku depan lalu memasangkan sabuk pengaman pada pinggang lucy dengan gesit. Setelah selesai dengan Lucy, dia pun ikut masuk kedalam mobil.
Didalam mobil Alex dan Lucy berdiam diri dengan canggung.
Wajah Alex berubah kembali dingin dan datar kembali.
Dia sangat fokus menyetir mengabaikan Lucy begitu saja, segala kekonyolanya lenyap tak berbekas.
Lucy terus saja menatap Alex dengan heran.
"Mungkin dia karasukan jin jahil waktu dirumahku makanya tingkahnya jadi usil bin jahil." Lucy sibuk mernerka - nerka dengan perubahan sikap Alex.
" Dan sekarang jin itu pasti udah pergi, lihat saja! dia sudah kembali menjadi dewa salju, dingin seperti gunung es ."
"BRRRRRRR.....!dingin...!"
Lucy pura pura menggigil kedinginan mengejek Alex diam - diam
" Jin aja gak betah tinggal didalam tubuhnya, Apalagi manusia. Dasar pria arogan!" Lucy terus saja membatin mengolok Alex dalam hatinya.
Alex merasa Risih menyadari Lucy yang tak lepas menatapnya Dia berpaling,
"Apakah kau terpesona dengan ketampananku, sejak tadi aku perhatikan kau tak berhenti menatap wajahku...??" Tanya Alex
Deg!!.
Lucy tersadar, Dan langsung membuang muka keluar jendela menyembunyikan rona merah dipipinya.
" huh!..sok.ganteng.." sahut Lucy asal.
Alex tertawa mengejek.
" Aku memang ganteng, sexy, tinggi juga gagah..semua orang juga tahu.." balas Alex.
" Kau saja yang malu mengakuinya" Alex melanjutkan..
"Tapi aku yakin didalam lubuk hatimu yang paling dalam, diam- diam kau menyanjungku dan mengakui bahwa kegantenganku sangat dahsyat..bukankah aku benar...??"
Lucy lansung mengeluarkan jurus kukunya.
Tangannya langsung menuju kepinggang Alex, Lalu mencubit pinggang Alex sekencang - kencangnya.
" A...a...aaaa .!¡ Ampun..sakit..!!!! Sakit..!!" Alex berteriak sangat kencang.
" Hen..hentikan!!, aku sedang menyetir...!" dia berteriak panik sambil menggoyang- goyangkan pinggangnya.
Tangan Alex menyentuh jemari Lucy yang mendarat dipinggangnya.
Lucy merasa sangat puas. dia melepaskan cubitanya.
" Coba berani narsis lagi, aku cubit lagi ya..??" Ancam Lucy geram.
Alex mengelus ngelus pinggangnya dengan lesu.. dia melirik Lucy melalui ekor matanya.
Gadis itu berusaha menahan senyumannya.
Diam diam Alex ikut tersenyum melihat wajah imut Lucy yang menggemaskan.
__ADS_1