
Alex masih kebingungan hendak kemana. Dia hanya duduk dengan wajah bingung dibangku taman perusahaannya.
Merasa seperti bermimpi, kehilangan segalanya dalam hitungan detik saja, Kini
dia benar benar menjadi pria miskin tak ada uang tak ada phonsel, tak ada rumah tak memiliki apa pun yang dibawanya.
Lama di melamun merenungi nasibnya yang Apes.
" Aku harus bertemu dengan Uncle Johny, semoga Uncle Johny bukan orang jahat seperti paman Albert."
Alex mendesah pedih.
Dia teringat pada Atm milik Lucy yang disimpan dikantong celananya.
" Maaf Lucy sepertinya aku belum bisa mengembalikan uang milikmu.."
Alex bangkit dengan perasaan nelangsa melingkupinya.
" Alexander! kemana saja kau selama ini? uncle sudah mencarimu kemana mana, kudengar perusahaan mu bangkrut benarkah?" Tanya Johny melihat Albert memasuki mansion mewah miliknya dengan lesu.
Alex tak menjawab dia menuju sebuah ruangan dimana Tetdapat sebuah mini bar tempat favorit Johny dan Akex mengobrol santai tentang segala hal selama ini . Alex membuka kulkas meraih sebuah kaleng bir dari dalamnya, lalu menghabiskan isinya dengan sekali tegukan. Kemudian dia duduk dikursi didepan meja Bar dengan nyaman. Matanya melihat pada lemari besar yang ditutupi oleh kaca bening, Didalam lemari itu terdapat rak - rak yang atasnya diletakan puluhan botol- botol minuman berakohol koleksi Johny.
Matanya terlihat sedih dia menundukan wajahnya.
" Paman Albert menghianatiku, Uncle..." keluh Alex lesu, dia sangat kecewa dengan fakta yang baru diketahuinya, dan dia tak sanggup menahan rasa sakit didalam hati.
Johny menghampiri dan ikut duduk disisi Alex, dia menatap Alex yang murung dengan prihatin.
__ADS_1
" Sudah uncle duga, jika pria itu licik dan penuh ambisi pantas dia tak pernah suka melihat Uncle selama ini.."
" Maksud uncle..?" Tanya Alex bingung.
" Uncle sudah lama curiga denganya, dia terlalu ikut campur dalam urusan kantor, bahkan dia yang sering mengatur dan mengawasi perusahaan dan assetmu, kau juga melegalkan tanda tangannya untuk setiap Assetmu, Alexander kau terlalu naif.."
Alex hanya tertawa kecil.
" Begitulah Uncle, aku hanya sangat menyayangi Albert, dia sudah seperti ayah untukku."
Alex diam beberapa saat.
" Lalu.bagaimana penyelidikan uncle, apa saja yang uncle temukan?"
" uncle hanya mengetahui ada orang yang berusaha mensabotase perusahaan mu, hanya saja, uncle belum tahu dalanganya, ternyata kau sudah tahu lebih dulu, jadi selama ini kau.berada dimana?" Johny balik bertanya
" Albert berusaha membunuhku..seorang gadis menolongku dan menampung aku dirumahnya selama dua minggu, hingga luka ku membaik.."
Alex tersenyum menanggapi.
" Tapi...Anehnya manajernya mengatakan dia izin cuti selama dua minggu tidak bekerja.
Uncle jadi cemas, apakah terjadi sesuatu pada gadis itu..?"
Alex menepuk lengan Johny yang duduk bersebelahan dengannya.
"Nama gadis itu Lucy uncle, dia tidak bekerja karena merawatku selama dua minggu belakangan"
__ADS_1
" Apa???, jadi kau sudah mengenal gadis itu?"
" iya uncle, lagi- lagi gadis itu menyelamatkanku..".
" Bagaimana ceritanya Alexander? jangan- jangan kau berjodoh dengan gadis itu."
Alex pun menceritakan peristiwa yang menimpanya malam itu.
" Aku fak.menyangka jika Albert seserakah itu" guman Johny emosi setelah mendengar detail cerita Alex.
Dia merasa geram sendiri, Johny saja yang seorang penjahat tak akan pernah menikung orang terdekatnya. Namun Albert bisa- bisanya menghancurkan keluarga majikan yang telah memberinya kenyamanan dan mengangkat derajatnya dari seorang pelayan menjadi anggota keluarga.
" Bersabarlah Alex, Kita akan mengatasi ini bersama aku akan membantumu merebut kembali semua milikmu dari tangan pshycopath itu"
Janji Johny tegas.
Alex mengangguk.
" Yah Uncle, aku juga tak akan tinggal diam, beraninya pelayan itu bermain main dengan ku seorang keturunan Keluarga Black."
' Kupastikan pria tua serakah itu tak akan pernah bisa menikmati satu sen pun uang milikku.." dengus Alex berapi- api.
" Untuk sementara, tinggalah disini, aku akan memberikan mu fasilitas, jangan sungkan Alex, Aku juga keluargamu..dan ku sudah menganggapmu anakku sendiri.."
Johny menepuk bahu Alex hangat.
Melihat sikap ramah Johny membuat Alex bersyukur ternyata dia tak sebatang kara didunia ini.
__ADS_1
' Thank you uncle, aku tak akan melupakan moment ini sedetik pun."
" Aku tahu Alex, jangan khawatirkan apa pun, kamu masih punya Uncle Johny di sisimu, Uncle akan selalu menjadi keluargamu."