BETWEEN LOVE AND HATE

BETWEEN LOVE AND HATE
Bab tujuh Mencari penyelamat


__ADS_3

Seorang perwira polisi baru saja mendapat telpon dari salah satu pengusaha kaya yang sangat di segani bernama Alex black. Pria kaya itu mengatakan ingin bertemu dengannya dikantor polisi.


Dengan tak sabar ia menunggu. Bisa bertemu dengan Alex black adalah sebuah keberuntungan, dia disegani oleh penjahat dan pejabat. Dia sering menjadi sponsor bagi dunia politik, dia juga berkontribusi banyak dalam membantu pemerintah membangun kota demi kesejahteraan rakyat.


Begitu juga dengan departemen kepolisian di kota ini. Alex black sering kali membantu menangkap penjahat - penjahat yang membahayakan masyarakat. Karena hubunganya dengan kepala geng mafia terbesar dikota.


Alex black datang bersama Albert, Dia dikawal oleh tiga orang body guard berbadan tegap.


Alex mengenakan stelan jas Mahal jahitan tangan,penampilan Alex memberi kesan rapi, elagan dan profesional, dia juga terlihat menarik dan penuh percaya diri.


Seorang polisi wanita menyambutnya ramah,


" Selamat datang Tuan Alex, Atasan kami sudah menunggu anda diruangannya."


Alex beralih menatapnya dan memasang senyum tipis yang hampir tak terlihat, wanita itu menjadi sangat gugup.


Pria itu luar biasa sempurna, tak ada kata yang bisa dia ucapkan untuk menggambarkan rupa Alex, sikap angkuhnya justru menjadi daya tarik sendiri bagi pria itu, hingga dia tak terlihat murahan


" Selamat datang Tuan Alexander, apa kabar?, saya sangat.senang anda mengunjungi saya.." perwira itu menyambut Alex antusias, dia mengulurkan tangan menjabat Alex.


" Terima kasih, Tuan perwira polisi.."


Mereka duduk dengan nyaman disofa, Albert hanya berdiri disisi Alex, sedangkan ketiga pengawal berdiri tegap dengan wajah dingin didepan pintu.


" Kedatanganku, ingin meminta pertolongan anda secara pribadi untuk mengusut kasus beberapa bulan lalu, yang berkaitan denganku.." Alex berkata tanpa basa- basi.


perwira polisi menanggapi dengan tawa lebar.


" Tentu saja Tuan, kasus itu masih menjadi prioritas utama kami, kasus itu masih berjalan, kami sedikit kesulitan karena orang - orang yang terlibat dalam kasus itu Semua tewas dibunuh, kami harap anda bersabar."


Alex terdiam.


" Aku akan membantu mendanai dalam penyelidikannya, hubungi aku jika kalian butuh bantuan, aku ingin ini menjadi penyelidikan resmi, bisa saja aku melakukan penyelidikan sendiri, tapi kali ini aku ingin polisi yang melakukan, karena kasus ini melibatkan orang yang pernah menolongku, aku tak ingin nyawanya terancam., karenanya aku harus hati- hati.." Alex menjelaskan.


" Tentu saja Tuan, saya mengerti ."


" Aku ingin bertemu dengan detektif yang mengusut kasusku, bisakah kau mempertemukan aku dengannya..?"


Perwira itu tertawa garing.


" Oh tentu saja Tuan Alex, tapi saya tidak tahu saat ini dia dikantor atau sedang bertugas dilapangan."


Mata Alex berkilat tajam tepat menghujam wajah si perwira polisi membuat pria itu gugup seketika.


" Saya akan menyuruh bawahan saya memanggilnya kemari.." Dia tertawa gugup sambil menghubungi seseorang.


Tak menunggu lama detektif yang dicari datang dengan bergegas.


Detektif itu masih muda, berbadan tegap dan tinggi.


Dia terlihat berani dan tegas.


Tidak seperti atasannya yang suka menjilat.


" Saya belum menemukan dalang dibalik kasus anda, semua yang terkait dengn kasus dibunuh secara sadis." Detektif itu menjelaskan, " kasus anda jalan ditempat." Dia berkata lesu.


" Terima kasih, Anda sudah bekerja keras,tapi saya hanya ingin tahu tentang orang yang menolong saya saat itu"


" tentu saja, tapi kami harus merahasiakan identitasnya, demi keamanan gadis itu. tuan.." tegasnya.

__ADS_1


" Saya juga ingin melindunginya, bukan saya meremehkan polisi, tapi saya merasa saya punya tanggung jawab untuk melindunginya, karena dia rela mengorbankam nyawa demi menyelamatkan saya, saatnya bagi saya untuk membalas kebaikannya." Jelas Alex setengah memaksa.


Detektif itu mulai ragu- ragu.


" Tak perlu khawatir,saya punya kemampuan untuk melindunginya, bahkan jika perlu saya akan membawa gadis itu tinggal dirumah saya.." Alex meyakinkan


Dengan berat hati, dia pun memberikan sebuah nomor phonsel. Alex segera menyimpannya.


" Tolong anda menjaga dan menyimpan rahasia tentang identitasnya, kita belum tahu siapa musuh anda.."


" Baiklah terima kasih detektif, terima kasih atas kerja sama anda, jika anda memerlukan bantuan ku kelak, jangan ragu- ragu anda meminta." Balas Alex hangat.


Setelah meninggalkan kantor polisi Alex, langsung menuju kerumah jean.


Mood nya berubah baik seketika.


Dia meminta para pengawal dan Albert untuk pulang kerumah.


Bagaimana dia bisa berduaan dengan jean jika Albert selalu menempel padanya.


Jean hampir pingsan melihat Alex didepan pintu.


Dia langsung memeluknya dengan erat.


" Hei, jean, apa kabar, kau sudah kembali mengapa tak mengabari?" tanya Alex dengan muram.


jean menarik Alex masuk kerumahnya.


Kedatangan Alex disambut hangat oleh orang tua Jean, mereka tentu saja senang mengetahui Alex black adalah kekasih putrinya, selama ini jean merahasiakan hubungannya denga Alex.


Mereka menuju taman dan duduk dengan rilex disana.


" Mereka hanya teman, menemaniku saat bosan, tak ada yang istimewa."


" kau tak marah padaku??" tanya jean dengan suara lembutnya, membuat Alex nyaman.


" Tentu saja aku marah pada awalnya, kau pergi begitu saja, tanpa pamit padaku...tapi, setelah kupikirkan kau berhak menggapai impianmu, dan kamu membuktikan dirimu berhasil. Aku bangga padamu dear."


" Kau bisa saja datang mengunjungiku setiap saat, tapi kau tak melakukan nya, sayang.." menatap Alex cemberut.


" Aku tak ingin mengganggu, kurasa kau sangat sibuk dengan mimpimu, aku memutuskan menunggu"


" Kamu sangat baik hati..terima kasih sudah menunggu jean..sekarang aku janji tidak akan pergi darimu lagi.."


" Benarkah!??, kau mau berjanji" sahut alex manatap wajah jean menuntut.


Jean mengangguk bersungguh- sungguh.


Mereka mengobrol tentang banyak hal dan masa lalu yang indah, membawa kembali kenangan yang selalu ingin disimpan Alex.


Alex baru pulang ketika menjelang sore.


Dikamarnya yang serba mewah dan nyaman, Alex tak bisa berhenti menatap layar phonselnya.


Menghafal sebuah nomor, dan segera menghapusnya.


Beberapa detik kemudian dia menghubungi nomor itu. Terdengar nada dering beberapa kali,


" Hello ...." Seorang perempuan menjawab dengan suara yang ramah.

__ADS_1


Alex Diam beberapa saat mengatur perasaanya.


" heloooo! kok diam aku tutup nie, ya!??, usil banget udah telpon gak mau ngomong, ntar nelpon lagi gak diangkat ya...!!" sahut suara didalam telpon itu lagi.


Alex merasa aneh, wanita itu sangat Lucu.


" masih nggak mau ngomong!?? ya udah ku tutup ya, 1,2,...."


" Ha..ha..hallo..." Alex segera menjawab "gugup.


kenapa jadi gugup begini?" Alex merasa heran.


" Ya siapa ini?" Tanya suara disebrang nadanya terdengar ceria.


"Aa.. aku Alex, alexander black.." jawab Alex


suasana tiba- tiba hening.


" Jangan bercanda.,,mana mungkin Alex black berani menghubungiku.." Alexander mendengar nada suaranya berubah galak.


kemudian merasa bingung gadis itu bicara seolah sangat akrab dengannya.


Dia dia ingat bukankah semua perempuan memang selalu mencari cara menarik perhatianya.


" Kenapa aku tak berani menghubungimu??" dia bertanya balik memancing.


" karena Alexander black yang brengsek itu sudah membunuh ayahku..bila bertemu lagi dengannya, aku akan mencincang dagingnya, merebus tulangnya membuatnya, menjadi bakso, lalu aku akan mengirim dagingnya pada body guard nya" sahut Lucy dengan kejam, bukankah itu sadis.. Itulah yang selalu yang dibayangkan Lucy, mengusir dendamnya pada Alex.


lalu.." Tanya Alex.


gadis itu terdiam


" Lalu apa..!??, " Ulang Alex penasaran, dia marah tapi juga merasa lucu mendengar celoteh si gadis.


" Pokoknya aku ingin sekali mencabik- cabiknya.


" kau kejam sekali..?" pancing Alex tertarik mengobrol lebih lama.Belum menyadari situasi.


" Tentu saja, aku sangat membenci Alex, aku sudah menyelamatkannya, dia malah memfitnah ayahku, menyekapku, melecehkanku, hingga ayahku koma dan meninggal.."


Alex merasa percakapan kini tak lagi Lucu. Hampir saja phonsel dalam genggaman


terjatuh kelantai karena terlalu kaget.


" Siapa namamu,?" tanya alex ingin meyakinkan diri.


" Aku Lucy..kau sebenarnya siapa?" Lucy kembali bertanya.


Alex segera mengakhiri panggilan. Awalnya dia mengira gadis itu iseng bergurau dengannya. Dia mendadak menjadi orang ling lung.


Gadis yang menyelamatku adalah Lucy.....


*****


Lucy merasa heran memandangi phonsel


" siapa sih, iseng banget, udah nelpon, ngakunya Alex, main tutup aja.." dia mengomel sendiri.


" Salah sambung kali.." . sambil meletakan phonsel di atas meja. karena sudah malam Lucy memutuskan segera tidur tak ingin terlambat bangun esok hari.

__ADS_1


/


__ADS_2