BETWEEN LOVE AND HATE

BETWEEN LOVE AND HATE
Bab 24 Pesta Rendi


__ADS_3

Gaun biru lengan panjang selutut dengan motif bunga sakura kecil berwarna pink sangat sesuai dengan selera Lucy,


Rambut panjangnya dibiarkan tergerai dan dipermanis dengan hiasan jepit rambut berbentuk kerang. Dia juga memakai riasan tipis dan natural. Keseluruhan tampilan Lucy sederhana dan sangat manis.


Lucy merasa tak perlu terlalu mencolok tak ada seorang pun yang mau memperhatikan, dia hanyalah gadis biasa bila di istilahkan hanya butiran debu diantara serbuk berlian.


Lucy tak ingin menjadi pusat perhatian dia berharap tak akan lama dipesta Rendi. bahkan dia akan pergi sebelum tamu lain memyadari kehadiranya.


Suara deru mesin terdengar memasuki halaman rumah.


Dengan curiga lucy keluar dari kamar dan mengintip dibalik gorden ruang tamu


" Jangan - jangan Rendi datang menjemput, Astaga sudah ku katakan untuk tidak menjemput..."


Sebuah mobil porsche putih terpakir dihalaman, perasaan Lucy semakin tak tenang karena dia tahu siapa pemilik mobil tersebut.


Dia bergegas membuka pintu.


Dengan wajah tak suka.


Alex keluar dari mobil dengan santai, dia tersenyum lebar pada Lucy. Penampilan nya elegan dan glamour luar biasa, layaknya para kaum borju berkantong tebal


Kedua tangannya diselipkan kedalam saku celana, kakinya menyilang.


Lucy mengamatinya dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Dia mengenakan kemeja warna biru gelap motif garis hitam kecil yang kancingnya dibuka sedikit, menampilkan celah di bagian dadanya. Diluarnya dilapissi jas coklat tua. serta sebuah kalung sebagai aksesoris bergantung di bagian dadanya menambah Aura maskulin.


Rambutnya diberi gel dibentuk demikian rupa dengan model terkini, sepasang sepatu mengkilat mahal melengkapi penampilanya.Lucy sampai Lupa bernafas, saking kagumnya.


" Ya tuhan, Apakah dia salah satu titisan dewa Yunani.., kenapa begitu sempurna"


Pria itu tersenyum manis pada lucy dengan sikapnya yang santai.


" Malam jelek..sudah siap berangkat?" Tanyanya dengan wajah ceria, membuyarkan pikiran Lucy yang nyeleneh.


Lucy tesentak menggeleng - geleng kan kepalanya menyadarkan otaknya yang kusut karena terpesona.


" Astaga apa yang kupikirkan?"


Dia menatap Alex bingung.


" Berangkat??, kemana?" tanya Lucy.


" Ketempat mantan pacarmu.., kemana lagi? malam ini ulang tahunnya bukan??"


" Hah!?" Lucy kaget


' Siapa yang mengajakmu aku kan sudah melarang kamu ikut..?" ketus lucy. bagaimana pria ini begitu tak tahu malu.


Alex mengangkat bahu.


" Aku bosan, sudah lama tidak berpesta?


" Aku nggak mau Tuan Alexander, aku sudah bilang kalo aku tidak suka pergi bersama kamu ,kenapa juga terus menempeliku seperti magnet??".


Alex memasang wajah cemberut.


" Ayolah Lucy...aku sudah berdandan dan membeli baju dengan harga yang mahal demi pesta ini, aku sangat bersemangat datang...biarkan aku ikut ya??"


Alex menghampiri dan merangkul pundak Lucy akrab. Hidung Lucy langsung menghirup Aroma wangi tubuh Alex, membuat Lucy mabuk kepayang sangat menyukainya.


"Anggap saja aku sebagai supir atau body guard kamu dipestanya Rendi, aku tidak masalah yang penting malam ini aku harus berpesta....." Bujuk Alex dengan senyum mautnya.


" Bahkan aku mampir kesalon untuk menata rambut.."


Alis lucy terangkat kaget. Dia berusaha menjauhi Alex. dengan menurunkan lengan Alex dari pundaknya, lengan itu terasa berat di bahu Lucy.


Dia menatap Alex mwncemooh.


" Aku memang sering kesalon pria, sejak dulu untuk perawatan rambut, lalu apa salahnya.." Ucap Alex malu.


" Terserah kamu saja.." sahut Lucy cuek lalu tertawa garing.


" Aku sudah bilang klo akan pergi sendiri, aku gak akan lama dipesta itu, jika kau bersamaku sudah pasti semua mata melihat kita, kau itu sungguh menarik perhatian sadar gak sich!?" sembari Lucy membuka tas slempang mungil miliknya Lalu mencari phonsel dia ingin menyewa gojek.


" Aku naik gojek saja, kau pulanglah!" Usir Lucy sambil duduk di kursi teras.


Tanpa bicara Alex mendekati Lucy serta menyeret paksa gadis itu masuk kedalam mobilnya. begitu cepat dan tiba - tiba hingga Lucy kaget.

__ADS_1


" Hei lepaskan aku! aku sudah bilang gak mau ngajak kamu..!" Lucy meronta ronta emosi.


Alex mengabaikan protes nya dan langsung mendorong Lucy di kursi penumpang, matanya yang setajam elang memaksa Lucy diam , sengaja mendekatkan wajahnya sambil memasang sabuk pengaman pada Lucy.


Spontan Lucy terdiam dengan wajah merah padam karena malu, wajah Alex sangat dekat dengan wajahnya bahkan mereka saling menghembuskan nafas bersama.


Alex tersenyum miring seolah mengejek Lucy.


" Aku tak mau dibantah.." dia berkata tegas.


Mata Lucy melotot balik


Reflek memundurkan wajahnya menjauhi Alex.


" Ka...Kau..!" dia berkata gugup.


Selesai dengan Lucy, pria itu ikut masuk kedalam mobil serta membawa mobilnya meninggalkan halaman rumah Lucy dengan kecepatan sedang.


Didalam mobil Mereka saling membisu. Selama dalam perjalanan hanyut dalam pikiran masing - masing.


Tiba dirumah Rendi, Alex memarkirkan mobil ditempat yang telah disediakan. Alex sangat bersemangat berbeda dengan Lucy yang terus berdiam diri, dengan firasat tak enak didalam hatinya, namun berusaha ditekanya.


Rumah Rendi sudah dipenuhi oleh para tamu, dari halaman depan hingga bagian belakang rumah. Mereka terlihat bahagia mengobrol dan sesekali terdengar gelak tawa dari mereka.


Rumah Rendi terlihat mewah dan megah, terdapat taman mini dan sebuah kolam renang dibagian belakang.


nyaman dan indah dengan desain modern dan dinamis.


Lucy sering datang berunjung kerumah orang tua Rendi yang sederhana dan mungil seperti rumah Lucy. Dia tak tahu jika Rendi memiliki rumah mewah selama ini.


" Sepertinya ini rumah baru Rendi. Ratna memang hebat, selain naik jabatan, Rendi bisa beli rumah baru sebesar ini." Lucy mengagumi pencapaian Rendi meski dengan cara yang kurang baik.


Lucy dan Alex menghampiri Rendi yang berdiri di depan pintu utama, menyambut tamu undangan, wajah Rendi terlihat lega begitu melihat Lucy.


" Selamat Ultah Ren.." sapa Lucy sambil menyerah kado yang dibawanya.


' Terima kasih Lucy, aku sampai takut kamu nggak datang.." Rendi menatap Lucy dengan Intens, Lucy terlihat cantik meski pakaian nya simpel dan sederhana.


Lama dia mengenggam tangan Lucy erat


seolah enggan melepasnya.


Lucy segera menoleh pada Alex sadar akan kehadiranya disana


" Oh ya, Ren, kenalin ini Alexander black.." ucap Lucy mengalihkan tatapan rendi.


" Alexander black!??" Ulang Rendi heran menatap Alex.


Pria itu segera mengulurkan tangan ke arah Rendi dengan Muka khas nya datar dan dingin.


" Alexander black.." Ucapnnya penuh wibawa.


" An..anda..direktur utama Omega..bukan.!?" Tanya Rendi takjub, sambil membalas jabatan Alex, tentu saja dia mengenal Alex, pengusaha sukses yang sangat terkenal dikalangan pekerja kantoran.


Rendi bahkan pernah bermimpi bekerja di perusahaan Alex, namun dia tak lulus saat melamar di perusahaan Omega.


" Mantan direktur, Aku bukan direktur perusahaan itu lagi.." Jawab Alex dingin dan cuek.


" S..say...saya Rendi," Jawab Rendi gugup.


" Saya tahu.. saya datang ke pestamu, jadi sudah pasti saya tahu namamu.".. jelas Alex singkat, matanya beralih menatap Lucy yang menunduk sejak tadi.


Rendi mengangguk canggung. Tapi wajahnya heran menatap Lucy dan Alex.


Hatinya bertanya tanya bagaimana Lucy mengenal seorang sekelas Alexander black dan mereka terlihat cukup Akrab.


Alexander menyerahkan sebuah kado mungil untuk Rendi.


" Happy birthday.." ucapnya singkat.


Lalu dengan posesif menyeret Lucy dari sana.


Rendi sangat kaget. Dia merasa cemburu dan emosi didalam hatinya.


" Sialan..! Ada hubungan Apa Lucy dengannya?, bisa gagal rencanaku malam ini, untuk mendapatkan cinta Lucy kembali.." Rendi menatap kepergian Alex dan Lucy yang digandeng tangan oleh Alex Layaknya pasangan kekasih.


Padahal selama ini Rendi begitu enggan untuk menyentuh Lucy, karena gadis itu tidak suka disentuh.


malam ini kamu harus kembali padaku lucy, bagaimana pun caranya kita harus menikah..." Rendi tersenyum licik.

__ADS_1


Sebuah rencana sudah tercetak dikepalanya.


" Kamu tidak sopan Alex, Rendi belum menyuruh kita masuk, main seret aja.." protes Lucy kesal.


"Biar saja.. kakiku pegal lama - lama berdiri disana." gerutu Alex.


" aku tak suka kepada Rendi.."ujar Alex sambil melirik Rendi sekilas.


" loh kenapa!? ketemu juga baru sekali. kamu sombong sekali.." cerca lucy sebal.


" Dia menatapmu seperti ingin menelanmu..."


" benakah?,Pacarnya sangat cantik, mana mungkin dia tertarik padaku.." Lucy tertawa dipaksakan.


" Aku laki- laki, aku tahu Rendi masih mencintai kamu.." Alex melirik


Rendi kembali dan pria itu masih fokus menatap Lucy dengan sendu.


BTW, kenapa kalian putus.." Tanya Alex tiba- tiba membuat Lucy salting.


" Kamu ternyata bawel ya aslinya, Ngak nyangka Alex black, ternyata bigos."


Apa an tu Bigos??" Tanya Alex dengan wajah polos.


" Biang gosip..."


" Sialan..!!!" maki Alex.


Lucy mengabaikan.


Alex membawa Lucy pada sebuah sofa panjang warna merah bata yang disandarkan di dinding dan duduk dengan nyaman disana


Mereka diam beberapa saat karena canggung. Lucy mengeluarkan phonselnya dan menyibukan mata dan tangannya dengan bermain game.


" Kamu bosan.?' tanya Alex tiba- tiba.


" Hmmm.." jawab Lucy Acuh..


masih fokus pada phonsel


Merasa di acuhkan Alex merebut phonsel dari tangan Lucy.


" Hei.. apa an sich kamu lex..!" bentak Lucy kesal, berusaha merebut kembali phonselnya.


" Hei kamu sadar nggak?, kamu sedang duduk berdampingan dengan pria paling tampan di pesta saat ini, semua wanita yang ada disana dan dilantai dansa itu menatap padaku, kamu malah sibuk bermain phonsel, Matamu masih normal kan!??" Tanya Alex kesal.


Sejak tadi dia diacuhkan Lucy sedemikian rupa.


Sementara banyak gadis cantik sedang bermain mata dengan Alex serta menggodanya secara terang terangan disetiap sudut.


" Lantas, aku harus apa?." ketus Lucy sambil merampas phonselnya.


"Fokus padaku, kita ngobrol layaknya pasangan..."


Lucy tertawa sinis lalu bangkit.


" Mau kemana kamu?" Tanya Alex heran.


" Aku lapar dan haus, aku ambil minum dan cemilan, permisi." dia langsung menuju ke arah meja yang penuh makanan enak.


Meninggalkan Alex yang melongo sendirian.


Lucy sibuk memilih makanan yang disukainya dan menaruhnya dalam wadah mungil yang sudah disediakan.


Dia juga mencomot beberapa potong kue dan memakanya. Rasanya manis dan lezat Rasa nikmatnya membuat dia lupa sejenak pada Alex yang duduk sendirian di sofa.


Selesai memilih makanan Lucy segera kembali kesofa untuk menikmati kue bersama Alex.Tak lupa dia membawa dua gelas minuman dengan susah payah ditangannya.


" Ya tuhan, pria itu ibarat gula, baru ditinggal sebentar para semut sudah mengerubunginya.' Lucy berkata pada diri sendiri. sambil meletakan sebuah gelas yang tadinya diperuntukan untuk Alex.


Dia sangat terkejut melihat Sofa yang dia duduki bersama Alex sudah dipenuhi oleh wanita wanita cantik.


Mereka duduk mengelilingi Alex dengan Agresif, Gaun gaun indah melekat ditubuh mereka.Lucy sampai minder sendiri melihat kecantikan para wanita tersebut.


Lucy merasa jika Alex sangat menikamti bersama para gadis itu, Bukankah Alex memang ingin berpesta, jadi Lucy memutuskan membiarkan Alex begitu saja bersama para wanita wanita cantik itu.


Lucy memilih pergi ke taman belakang dan duduk seorang diri disisi kolam renang sambil menikmati makanan dan minuman.


Dia melihat beberapa pasangan dan sekumpulan orang mengobrol di sekelilingnya , mereka saling mengacuhkan.

__ADS_1


hanyut dalam dunia mereka sendiri,begitu pun Lucy.


__ADS_2