
Lucy berenang sekuat tenaga, nafasnya terengah- engah karena dia sangat lelah, kakinya menendang - nendang melawan arus air yang sangat kuat "Tidak, kumohon, bertahanlah..!" Dia berteriak melihat orang itu mulai tenggelam.
Dia mendekati dan meraih tangannya cepat.
Orang itu manarik tangannya tak sabar.
Lucy bernafas lega. dia menarik tubuh itu Sekuat tenaga yang dia miliki.
Tap..!!! dia memandang wajah orang itu.
Matanya terpaku. Alexander black..!!" dia berseru.
pria itu menyeringai dengan kejam. lalu mendorong tubuh Lucy agar tenggelam.
Lucy sangat kaget.
" ja..jangan....jangan..tolong.." dia menjerit putus asa.
Kaki Lucy menjadi kaku, dia mengalami kram.
Gluk..gluk ..gluk.. air memasuki tenggorokannya, asin dan berubah menjadi pahit, dia mulai tenggelam.
tolong...tolong....tolooonggggh...! dia merintih putus asa. tubuhnya semakin terseret jauh kedasar yang sangat pekat dan gelap.
Lucy langsung terbangun dengan perasaan terkejut, tubuhnya gemetaran basah oleh keringat.
kemudian menarik nafas panjang menetralkan jantungnya yang masih berdetak kencang.
Mengapa dia bermimpi menyelamatkn monster seperti Alex? Dalam mimpi saja pria itu masih ingin mencelakainya.
Setelah mandi dan menyelesaikan sarapan pagi, Lucy segera pergi bekerja.
Ketika Lucy sedang sibuk menata barang barang, seorang pegawai senior mendatanginya.
" bergegaslah Lucy, kita kedatangan pelanggan penting."
" Pelanggan penting .??" sahutnya.
" aku masih harus menyesaikan tugasku menyusun sepatu dan tas ini diatas rak, Biar teman lain saja yng melayani. Mereka lebih baik daripada aku."
Lucy tersenyum tulus. Lucy tak ingin berurusan dengan pelanggan penting lagi. pengalaman dengan jean membuatnya belajar. orang kaya yang dianggap pelanggan penting itu menyebalkan.
" Tapi kali ini berbeda dia sangat tampan dan benar - benar kaya, setidaknya kita bisa cuci mata melihat wajah tampannya."
" Aku tak berminat, lagipula aku khawatir akan membuat kesalahan seperti saat melayani jean dan teman - temanya." ucap lucy sambil fokus kembali bekerja.
" Kau sangat kaku Lucy.." dia berlalu dengan wajah kecewa.
Lucy hanya tak ingin mengacaukan segalanya. lagipula dia tak tertarik melihat pria tampan,
Dia sudah pernah bertemu pria tertampan dikota ini. Dan dia itu jahat seperti monster.
__ADS_1
Lihat- lihat! dia sudah datang..." pegawai toko mulai berbisik Mulai bersiap menyambut tamu penting itu.
Seorang pria gagah nan tampan memasuki toko tempat Lucy bekerja, tubuhnya yang tinggi serta gagah mendominasi, sosoknya menghipnotis seluruh pengunjung Mall yang melihatnya, pria dan wanita mengaguminya.
Lucy tak perduli dengan keributan yang terjadi, Dia masih sibuk menyusun barang - barang berjalan dari satu rak ke rak lain.
Dia benar- benar tak ingin terlibat.
Pria tampan itu menggandeng seorang wanita yang juga sangat cantik, wajahnya lembut dan senyum ramah tak pernah lepas dari wajahnya.
" Selamat datang tuan black.." Mereka yang menyambut tersipu - sipu, melihat ke arah Alex, apalagi jika Alex membalas tatapan serta senyuman mereka.
" Selamat datang Nona jean, " mereka juga menyapa gadis cantik yang dibawa Alex yang ternyata adalah jean,
Pasangan yang sangat sempurna.
Yang satu Tampan dan yang lainya cantik.
para pelayan wanita tak lepas menatap Alex, semangat mereka meningkat berkali lipat, mereka begitu terpesona padanya, dan merasa iri pada jean yang beruntung.
Alex berkeliling melihat- lihat toko yang cukup luas dan didekor dengan nuansa mewah dan berkelas.
Anjana mengekor dari belakang dan anehnya meski Alex dan jean tak melihat wajahnya dia tak melepaskan senyumnya.
Alex melihat seorang gadis sedang sibuk menata barang. Gadis itu terlihat acuh dengan keadaan. Dia sedang membersihkan debu dari sebuah sepatu dengan tisu. kemudian memajang di rak kembali.
Alex mendekatinya karena penasaran.
tubuhnya ramping dan mungil, rambut panjangnya disanggul memperlihatkan lehernya yang cukup putih.
posisinya yang membelakangi alex membuat alex bebas menatap tubuhnya.
Dia ingat pernah melihat tubuh lucy yang setengah telanjang, saat dia merobek paksa bajunya dahulu. Membayangkan membuat jantungnya berdesir.
" Lucy...." tiba- tiba dia menyapa.
Lucy terkejut, dia sangat mengenal suara itu, dia juga mengenal aroma tubuh itu yang bergerak semakin mendekati dirinya, tubuh Lucy menegang.
.
dengan cepat Ia memutar tubuhnya penuh kewaspadaan.
"Alex...Alex black," dia berseru kaget.
Dia terjebak diantara rak, Alex berdiri menjulang dihadapannya.
" Apakah kau bekerja ditoko ini?' Alex bertanya hati- hati, tak ingin menakuti Lucy, Dia tahu Lucy pasti masih takut dengannya.
Dia menatap Lucy Intens.
Lucy tak menjawab justru balik bertanya, suaranya gemetar karena gugup dan takut.
__ADS_1
" Aa.. a apa yang kau lakukan disini?" Dia bersikap waspada, mengambil ancang - ancang, siap berlari kapan saja, bila Alex berlaku kasar padannya.
Alex menyeringai..Lucy langsung ingat pada mimpinya semalam.
" Jangan dekati aku, apa kau hendak menyekap dan menyiksaku lagi, apa kau tidak puas, Bukankah kau sudah membunuh ayahku..!?" Lucy menatapnya penuh kebencian.
Ditengah ketakutan Lucy
Seorang gadis cantik mendekati Alex langsung menggandeng tangannya,
menatap penuh cinta pada Alex.
"Sayang...." Dia memanggilnya lembut.
Lucy tertegun, memalingkan wajahnya kearah jean.
" Ternyata dia datang bersama Jean." Lucy sedikit lega dalam hatinya.
Mengapa dua orang yang tak disukainya berkumpul di hadapanya.
Gadis cantik itu memutar matanya melihat wajah Lucy yang sedikit pias
" Apa yang kau Lakukan pada gadis pelayan favoritku alex?,"
Jean memarahi Alex tapi tersenyum ramah pada Lucy.
Di menoleh pada Anjana yang masih mengekori mereka
" Nona Anjana tahukah anda? mengapa aku kembali ketoko ini! semua itu karena gadis ini.." jelas Jean.
Anjana tersenyum kaku, bila mengingat jean dipermalukan oleh Lucy beberapa hari lalu..
" Terima kasih Nona, kami menghargainya.." jawab Anjana sopan.
Alex menarik sebelah Alisnya, memasang wajah penasaran pada Jean.
jean menanggapi dengan senyum cantik dari bibirnya yang merah jambu.
Alex masih menatap Lucy, ketika jean menarik tubuhnya memaksa segera
keluar dari toko.
lucy bisa bernafas lega setelah melihat kedua sejoli itu menjauh. Tangannya meraih rak,berpegangan erat berusaha menopang tubuhnya yang lemas, karena bertemu Alex.
" Dia salah minum obat apa salah makan ya?, atau mungkin karena pacarnya yang cantik itu, tiba- tiba terlihat lebih manusiawi, bahkan dalam mimpiku dia bisa menjelma menjadi monster, Tapi oleh jean dibuat jadi budak.." Lucy bengong. Melihat Alex sangat patuh pada jean, seperti anak anjing terhadap tuannya.
" Galak tapi Bucin, huh..!!!" Lucy mencibirkan bibirnya.
semua pegawai merasa gembira mereka mendapat hoki hari ini, sudah puas berdekatan dengan Alex black, mereka pun akan mendapat bonus, karena Telah berhasil membuat Alex dan jean membeli banyak pakaian ditoko mereka.
Mereka bisa menyombonglan diri pada keluarga, teman, dan kenalannya, tentang pertemuan mereka dengan pengusaha terkenal yang sangat Kaya Alex black.
__ADS_1