
Alex menjadi sering melamun setelah bertemu Lucy, membuat jean sangat terganggu dengan perilakunya.
" Sayang kamu sedang memikirkan apa? kuperhatikan sejak keluar dari toko pakaian kau terus melamun.. adakah yang menggangumu?" Tanya Jean, Mata hijaunya menatap Alex lembut.
Dia menyentuh lengan Alex yang sedang memegang stir mobil..
Alex tersenyum kecil,membalas tatapan Jean
" Akh..tidak, maafkan aku jean, aku hanya sedikit lelah" jawab Alex.
" Aku akan mengantarmu pulang." tawar Alex,
Jean terdiam, sebenarnya dia masih ingin menghabiskan waktu dengan Alex, tapi melihat wajah murung Alex membuat mood jean ikut buruk.
" Baiklah! Terima kasih Alex.."
Setelah mengantar jean, Alex kembali ke perusahaan.
Albert sudah menunggunya diruangan dengan wajah sangat kesal.
" Astaga Albert, Ada Apa dengan wajahmu kau sangat kusut sepertii pakaian yang belum disetrika.." gurau Alex sambil tertawa. Kemudian duduk dimeja kebesaranya dengan santai.
Tapi Albert tak ingin bercanda,
" Tuan Kita dalam masalah..". Dia berkata lesu.
Alex menegakkan tubuhnya, wajahnya menjadi serius seketika.
"Perusahaan Bahtera menghentikan kerja sama dengan kita secara sepihak dan tiba- tiba." Wajah Albert terlihat kesal.
Perusahaan Bahtera adalah perusahaan yang mengerjakan proyek real estate permata indah, yaitu proyek pembangunan perumahan mewah yang pembangunannya didanai oleh perusahan Milik Alex, mereka sudah mengerjakan hampir 60 persen dari perjanjian, dan Alex sudah menghabiskan puluhan triliun untuk mereka,
Untuk membuat satu rumah Alex harus menghabiskan dana sekitar tiga triliun rupiah.
Jika mereka menghentikan proyek maka bisa dipastikan perusahaan Alex mengalami defisit anggaran.
Alex mengepalkan tangannya, Dia sangat marah,
" Apa yang terjadi?, Berani sekali perusahaan sekecil itu mempermainkan kita!!." Alex membentak Albert tanpa sadar.
Albert sangat terkejut karena Alex tak pernah bersikap kasar padannya.
" Maafkan aku paman Albert.." Alex menyadari kesalahannya.
Dia duduk dengan lesu, wajahnya merah padam karena emosi.
" Aku akan menghancurkan perusahaan itu hingga tak seorang pun bisa mengingat namanya." geram Alex.
Albert menghampiri dan menenangkan Alex yang terbakar emosi,
" Direktur perusahaan Bahtera diancam.."
.Alex menautkan Alisnya bingung sekaligus kaget mendengar perkataan Albert.
" Diancam!??, siapa yang ngancam mereka?"
" Entahlah, mereka mengatakan akan menghabisi seluruh keluarga pemilik perusahaan Bahtera, jika masih melanjutkan kerja sama denganmu..dan mereka sudah menculik putri bungsu direktur. untung saja putrinya selamat setelah dia menghentikan proyek."
Kali ini Alex benar benar tak bisa menahan diri lagi. dia menggebrak meja, dan hampir memecahkannya, tangannya terasa berdennyut..tapi dia mengabaikan rasa sakit itu."
Sang direktur akan mengganti rugi segala kerugian kita meski dia tak memiliki cukup uang untuk menutupinya.
__ADS_1
" Siapa yang berani menyabotase, perusahaanku, mereka mencoba bermain api denganku..!!!" Dia berteriak dengan suara menggelegar membuat Albert surut karena takut " kita harus mencari rekanan baru yang memiliki Kualifikasi yang baik dan benar - benar bisa dipercaya."
" Sangat sulit menemukan perusahaan yang sebaik Bahtera, Kita sudah menyeleksi dan memilih mereka, karena mereka yang terbaik, " Jawab Alex
" Meskpun butuh waktu lama kita harus menyelesaikan proyek perumahan permata indah,jika tidak perusahaan Omega akan mengalami defisit parah ..."
" Maafkan saya tuan semua salah saya karena tidak becus.." keluh Albert murung.
" Sudahlah untuk apa kau meminta maaf bukan salahmu Albert, hanya saja belakangan ini banyak sekali teror yang ditujukan padaku, sepertinya ada seseorang yang ingin melihatku jatuh."
" Tuan benar, sebaiknya tuan segera mengusutnya, karena selain mengincar nyawa tuan mereka berusaha membuat anda bangkrut.."
" Baiklah Albert, terima kasih."
" Saya permisi tuan.."
Alex hanya mengangguk mempersilahkan Albert pergi.
Dia termenung cukup lama, mencari jalan keluar dari petaka yang tak henti menimpanya. Mulai menyadari beberapa bulan ini banyak perusahaan rekanan yang membatalkan kerjasama secara tiba- tiba dan sepihak, padahal pembatalan itu juga menyebabkan banyak kerugian pada perusahaan mereka.
Apakah mereka juga diancam ?, sudah pasti, mereka juga diteror mana mungkin pemilik perusahaan cukup gila membuat perusahaan bangkrut.
" Uncle Johny aku ada tugas untukmu! Dia menghubungi Johny melalui phonselnya.
" Apakah kau dalam masalah Alexander black? kebetulan belakangan ini aku sangat bosan, Apakah kau punya pekerjaan menarik untuk kukerjakan?" tanya Johny penuh semangat .
Alex pun menceritakakan semua yang dia alami pada Johny.
Keadaan Alex sangat genting saat ini, dia harus ekstra hati- hati, musuhnya adalah orang yang sangat kuat dan kejam, dia rela melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya bahkan membunuh sekalipun, dan pastinya dia bukan orang sembarangan, Alex sadar jika nyawa nya juga dalam bahaya.
Alex baru saja selesai pergi berkencan dengan jean. Mereka makan malam bersama di sebuah restoran mewah, menonton konser musik dan petunjukan balet yang sangat disukai oleh jean..
kemudian Alex mengantarkan jean pulang.
sebelum jean kembali kerumah.
Alex ikut turun dari mobilnya menatap pada jean didepan gerbang. menunggunya hingga menghilang dibalik pintu.
Dia tak menyadari bahaya mengintai.
Alex selalu pergi sendirian dan tak ditemani oleh pengawal bila berkencan dengan jean. karena dia tak ingin diganggu.
Tiba - tiba Alex merasakan pukulan yang sangat kencang menghantam kepalanya.
Dia sangat kesakitan, terhuyung - huyung dan merasa pitam sesaat.
Alex berusaha tak kehilangan kesadaran.
Dia berbalik badan melihat orang yang berusaha menghabisinya.
Beberapa pria bertopeng berdiri waspada menatap sangar padanya, Suasana malam remang - remang, karena cahaya lampu yang sangat minim di gerbang rumah jean.
Alex menghitung mereka yang ternyata berjumlah sekitar 12 orang, masing - masing memegang tongkat basesball sangat mengkilap. bersiap menghadang Alex dan membunuhnya dengan sadis.
Alex mengusap darah yang mengalir dipelipis kanannya.
Dia menjadi sangat marah.
Mereka menyerbu Alex dengan tiba- tiba dan membabi buta, tanpa belas kasihan. Karena Alex memiliki ilmu bela diri yang cukup tinggi mereka juga kesulitan merobohkan pria itu. Meski kondisi Alex terluka parah
Sejak muda Uncle Johny melatih Alex dengan disiplin dan sangat keras.
__ADS_1
Dia tak ingin Alex menjadi pria lemah, Karena Alex sebatang kara, dia harus bisa melindungi diri sendiri.
Sejak Papa Alex meninggal karena serangan jantung, kemudian di susul ibunya yang depresi karena kehilangan suami yang sangat dicintainya, wanita itu sakit keras dan meninggal.
Alex menjadi yatim piatu, dia sering direndahakan dan dirundung disekolah.
Pertemuanya dengan Uncle Johny, merubah segalanya.
Dia dilatih ilmu bela diri oleh Johny dan anak buah Johny yang menguasai macam - macam ilmu bela diri, membuat Alex mahir dan semakin kuat.
Setelah menguasai keadaan, Alex berusaha melolosskan diri.
Dia berlari kencang, kepalanya semakin pusing dan pandangannya mulai berkunang- kunang tapi ia tak boleh menyerah.
Alex melewati lorong - lorong dan gang gang sempit diantara rumah - rumah mewah komplek perumahan jean. Malam semakin larut, Tak ada seorang pun yang ditemui Alex hingga dia keluar dari perumahan itu.
Dia terus berlari menuju kejalan besar berjalan diatas trotoar.
Tersandung dan tertatih tatih,
sambil memegang kepalanya yang berdarah.
Dia semakin lemah dan lelah,
Dia mulai melihat ada beberapa orang melintas diatas trotoar tapi hanya menatapnya bingung, Alex ingin meminta tolong, tapi mereka yang rata- rata gadis muda malah ketakutan melihat kondisi Alex.
Mereka adalah wanita penghibur yang sedang mangkal mencari mangsa, dan mereka pasti ingin menghindari masalah dan tak ingin terlibat dengan polisi.
Alex meraba kantong celananya mencari phonsel ingin menghubungi Albert. Dia baru sadar phonselnya tertinggal di mobilnya.
Alex pun memutuskan untuk memangil taksi. tapi tetap waspada jika para penjahat itu tiba- tiba muncul disana.
Tapi taksi.yang ditunggunya.tak.kunjung melintas.
Tubuhnya semakin gemetar, dia merasa sangat panas dan lelah, nafasnya putus - putus dan tak teratur. Dia melihat seseorang mendekatinya, Alex tak dapat melihat wajah orang itu, matanya menjadi buram. Dia berusaha meraih orang itu, dan segera memeluknya,
" Tolong........" Dia mendesis lirih.
Alex menyerah pada rasa sakitnya. Dia ambruk di trotoar tak sadarkan diri.
Lucy baru saja menyelesaikan lemburnya. Dia Dalam perjalanan pulang menuju halte bus. Ketika melihat seorang pria sempoyongan di trotoar.
Dia agak khawatir dan berpikir jika pria itu sedang mabuk berat karena Alkohol.
Disekitar jalan itu memang banyak bar dan club malam, melihat orang mabuk disana adalah hal yang wajar.
Biasanya Lucy pulang menjelang sore, tapi karena lembur malam ini, dia pulang larut malam.
Lucy ragu- ragu takut dilecehkan oleh pemabuk itu
Tapi ia harus melewati jalan itu untuk sampai dihalte. dengan takut - takut Lucy mendekat.
Tapi dia sangat terkejut melihat pria itu adalah Alex Black, Pria yang paling tak ingin dilihatnya.
wajah nya cukup jelas disinari lampu jalan.
Lucy melihat Darah ! mengucur deras dari wajah tampannya, dia sangat kesakitan.
Melihat Lucy mendekat pria itu langsung memeluknya , " Tolong....." terdengar desis suaranya yang putus asa.
Dan jatuh pingsan dalam pelukkan Lucy.
__ADS_1
.