BETWEEN LOVE AND HATE

BETWEEN LOVE AND HATE
Bab 17 Aku nyaman bersamamu.


__ADS_3

Alex melihat Lucy yang sedang duduk termangu didepan rumahnya.


" Ada apa dengannya? jangan- jangan lagi kesambet, magrib- magrib duduk bengong diluar.." Batin Alex sambil tersenyum.


Dia langsung membelokan mobil memasuki halaman rumah Lucy.


Lucy segera berdiri merasa heran sekaligus penasaran dengan mobil sedan mewah berwarna hitam yang berhenti dimuka rumahnya.


Alex segera keluar.


" Hai Lucy, apa kabar?" sapa Alex ceria.


Dia menghampiri Lucy menarik tangannya mengajak masuk.


Wajah Lucy seketika berubah masam.


" Ngapain bengong didepan rumah, aku pikir kamu kesambet tadi.." gurau Alex


" Ayo masuk!" ajaknya membuat Lucy mendelik.


" Ini rumahku, kenapa aku ngerasa kamu pemiliknya ya??" sindir Lucy sambil membuka pintu.


Suasana didalam rumah gelap gulita.


Dengan tangkas Alex menyalahkan lampu.


" Aku lapar Luc, kamu bawa makanan nggak?" Tanya Alex sambil meraih bahu Lucy dan menghadapkan wajah lucy tepat didepan wajahnya.


Lucy sangat kaget dengan perilaku Alex yang sok akrab. Lucy tak siap berada begitu dekat dengan wajah innocent Alex yang mendadak ramah secara Ajaib.


Mata Lucy tak mampu berpaling dari wajah Alex.


wajah tampannya sungguh membuat wanita kecanduan


.


Pria itu selalu terlihat keren dalam keadaan bagaimanapun, apalagi malam ini dia mengenakan kaos mahal berwarna hitam dipadukan celana panjang jeans belel dengan jaket kulit coklat membungkus badan tegapnya yang ramping.


Sepatu sport coklat membungkus kakinya.


memamerkan kakinya yang jenjang.


Dada bidangnya jelas tercetak dalam balutan kaos yang dipakainya.


Matanya menatap Lucy dengan lembut.


Entah mengapa Lucy merasa jika tatapan itu mengandung suatu makna yang sangat dalam. Alex menggodanya.


" Apakah Alex mencoba bermain api denganku ?." Batin Lucy.


Dia mencari cari kebenaran lewat mata Alex. jantung Lucy berdetakan tak karuan.


Wajahnya seketika bersemu merah dia menghindar dengan segera berbalik kemudian berlari masuk kamar.

__ADS_1


Sementara Alex menggaruk kepalanya dengan ling lung.


" Ada apa denganku?, mengapa perasaanku sangat nyaman ketika menatap wajah jelek gadis itu, Jantungku juga jadi deg degan.." Alex merasa risau sendiri.


Setelah mandi dan berganti baju Lucy menuju ke dapur ingin memasak sesuatu. Dia melihat Alex sedang memeriksa kulkas


" Sedang mencari Apa?" tegur Lucy.


Alex menoleh, " Cari makanan, tapi tak ada apa pun dikulkasmu, mengapa kau sangat Miskin?Jelek..!" cela Alex mengejek.


Lucy pura- pura tak mendengar malas berdebat.


" Cih! Kau yang membuat aku miskin dan kelaparan tau.!." batin lucy.


Lucy segera menyibukan diri menyiapkan bahan masakan, dia tak ada tenaga untuk melawan Alex, belum lagi pertemuan dengan Rendi sore tadi , benar benar menguras energinya.


" Mau masak apa jelek..?" Tanya Alex ditelinga Lucy. Lucy kaget setengah mati hampir saja dia melempar pisau yang dipegangnya. Ia bisa merasakan hembusan nafas Alex di lehernya membuat bulu kuduknya meremang, suara Alex yang begitu dekat membuat dadanya berdesir hebat.


" Alexander!??, kau sudah gila ya...?" makinya kesal sambil menjauhi Alex.


Alex terkekeh geli.


" Lucy mengacungkan pisau yang sedang dipegangnya ke arah Alex, Awas klo dekat - dekat gue tusuk loe...!!" Ancamnya.


Alex Malah tertawa terbahak - bahak mendengar Ancaman Lucy.


Dia malah duduk menopang dagu dimeja makan.


" Jelek.., Aku akan makan Apa pun yang kamu masak..cepatlah Aku sangat lapar.."


Alex tak menyahut dia hanya senyum senyum memandangi Lucy yang kembali sibuk didepan kompor.


Aroma harum nasi goreng memenuhi rumah Lucy membuat perut Alex semakin keroncongan.


sayangnya Lucy benar- Benar hanya memasak seporsi nasi goreng tak ada jatah untuk Alex.


Alex merengut mrlihat Lucy mulai memakan dengan lahap nasi goreng buatannya didepan Alex tanpa menawari.


Air liur Alex menetes. Dia tak kehabisan Akal, dia mengambil sebuah sendok lagi dan duduk disisi Lucy.


Tanpa ragu dia ikut makan dipiring Lucy.


Jadilah mereka makan sepiring berdua.


Lucy membanting sendoknya dengan kesal.


Dia menarik lengan kekar Alex ingin menyeretnya keluar.


Namun Alex sama sekali tak bergeming, bahkan tarikan Lucy bukan apa- apa baginya dia masih menikmati nasi goreng buatan Lucy tanpa bergeser sedikitpun dari kursi, padahal Lucy sudah mengerahkan seluruh tenaganya.


Bosan ditarik- tarik oleh Lucy, Alex Tiba- tiba menyentak tangan Lucy menarik Lucy duduk dipangkuan nya.


Lucy merasa sangat panik. Dia mendongakan kepalanya penuh emosi memandangi manik mata Alex.

__ADS_1


Lucy berdebar, melihat tatapan lembut Alex.


pegangan Alex mengendur.


Ada keinginan liar yang sangat kuat yang mendorong Alex secara tiba- tiba, Dia sangat ingin mengecup bibir Lucy yang mungil.


Keinginan itu semakin kuat Apalagi melihat tatapan Lucy yang juga mulai melembut.


Secara perlahan dia mendekati menempelkan bibirnya dengan Lembut disana, , kemudian dia melepaskan bibir Lucy menunggu sesaat menanti respon penolakan dari gadis itu. Mata Alex bersinar lembut dan memikat. Bahkan Lucy bisa melihat jelas warnanya ayang agak coklat terang. Dengan jarak mereka yang tinggal beberapa inch.


Lucy hanyut menerima kelembutan yang diberi Alex, Tubuhnya seperti tersengat Arus Listrik, memberi getaran yang mengejutkan dan asing. Namun bukan rasa sakit, hanya sebuah Rasa nyaman dan indah yang tak bisa dilukiskan dengan kata. Dia sudah terbius kedalam pesona Alex, Lucy membalasnya lembut dengan bibir merekah.


Cup.


Alex kembali mendaratkan ciumannya pada Lucy, Ciuman yang lebih sempurna dan indah.


Ciuman manis yang tak akan pernah dilupakan Lucy seumur hidup. Karena merupakan Ciuman pertama yang pernah dilakukan nya bersama Lawan jenis, dan telah diambil Alex dengan cara yang sangat Manis. Merasa bersalah pada diri sendiri, karena Lucy menyukainya.


Aroma parfum maskulin dan tangan kokoh Alex terasa hangat dan Nyaman mengusir semua lelah ditubuh Lucy.


" Apa yang terjadi?, mengapa tubuhhku terasa bergetar, saat Laki laki ini berada begitu dekat?, sialan! Alex Black pasti sedang mencari kesempatan dalam kesempitan.."


Lucy Segera menarik tubuhnya,menatap Alex dengan sangat Malu.


Wajahnya terasa terbakar. Antara suka, benci dan amarah.


Matanya menghujam menembus tajam retina milik Alex yang masih bersinar lembut terkabut gairah.


Kesadaran Lucy pulih sepenuhnya. Dengan cepat dia melepaskan diri dari pelukan Alex. Tangan Lucy melayang mendarat tepat di pipi Alex.


"Owwwh..!" Alex meringis kaget.


Dia memandangi Lucy Bingung.


" Pergi!..Pergi dari rumahku!" Jerit Lucy histeris. menahan tangis, Dia sangat Malu, telah berciuman dengan Alex.


Dia menutup Mulutnya kemudian wajahnya. menahan air mata yang hendak merembes, Lucy kemudian berlari masuk ke dalam kamar meninggalkan Alex, Dia membanting pintu sangat keras hingga Alex terlonjak karena kaget.


" Sialan kau Alex, beraninya mencium bibir perawanku, Rendi saja tak punya keberanian menyentuh ku selama Lima tahun kami bersama, tapi kau yang tak punya ikatan apapun denganku dengan mudah menggodaku, Dasar Lucy bodoh!"


Lucy bersungut sambil menyeka bulir air mata di pipi.


Lama Alex bengong di meja makan.


Dia juga merasa bingung, mengapa dia punya keinginan segila itu, Kenapa dia harus menggoda Lucy, dan mencium bibirnya.


Lucy hanya gadis polos, bukan sepertj gadis - gadis yang sering ditemui Alex selama ini.


Lucy pasti sangat kaget.


" Tapi kenapa aku sama sekalian tak menyesal?, malahan Aku merasa sangat senang dan nyaman melakukanya pada Lucy..?"


" Grrrrt, Dasar Alex, sudah lama tak berhubungan dengan wanita membuat otak ku konslet, Sorry Lucy,, Aku tak sengaja, selama ini aku begitu kesepian, hingga mencari pelampiasan padamu..." Alex menggaruk kepalanya frustasi.

__ADS_1


Sesaat kemudian Alex meraba bibirnya, Dia masih mengingat rasa bibir Lucy yang kenyal dan manis.


__ADS_2