Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
Tamparan Di Pipi


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Mila berjalan terburu - buru menuju ruang dimana Bryan dirawat. Sebelumnya Andra sudah memberi tahu di kamar apa Bryan dirawat.


Mila berjalan cepat, bahkan Ia juga sempat berlari dan sejenak melupakan rasa sakit pada kepalanya.


Di Ruang tempat Bryan dirawat....


CEKREK....


Mila membuka pintu ruangan dimana Bryan dirawat.


Di dalam ruangan sudah ada Angel, Leo dan seorang perawat perempuan yang terlihat sedang mengecek keadaan Bryan.


" Assalamu'alaikum ". Sapa Mila pada semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut. Ia mendekati Angel.


" Wa'alaikumsalam ". Jawab Angel, Leo dan perawat tersebut.


" Saya permisi dulu Bu, Pak ". Ucap perawat lalu keluar dari kamar Bryan.


" Sini Nak! ". Panggil Angel.


Angel beranjak dari kursi yang berada di dekat ranjang Bryan. Ia menyuruh Mila untuk duduk menggantikannya. Mila duduk di dekat ranjang Bryan.


" Mamah! ". Bryan menoleh ke arah Mila.


" Iya, Dek ini Mamah. Maaf ya Mamah telat jenguk Adek ". Ucap Mila meminta maaf. Ia mengelus - elus kepala Bryan dengan salah satu tangannya dan satu tangannya yang lainnya Ia gunakan untuk memegang tangan Bryan lalu menciumnya.


" Mamah ". Ucap Bryan senang. Ia tersenyum ke arah Mila.


" Adek udah makan? ". Tanya Mila saat Ia melihat ke arah nakas dan diatas nakas ada bubur, buah, dan lauk lainnya yang masih penuh seperti belum tersentuh.


Bryan hanya menggelengkan kepalanya pelan.


" Yuk makan biar Mamah yang suapin ". Ucap Mila. Ia mengambil bubur dan menyuapkanya ke dalam mulut Bryan.


Bryan menurut saja saat Mula mendaratkan makanan lembek dengan rasa yang tawar khas makanan rumah sakit ke dalam mulutnya.


" Udah ". Ucap Bryan saat Mila akan menyendokan makanan untuk ke empat kalinnya ke mulut Bryan.


" Loh, kok udah. Kan baru tiga suapan? ". Tanya Mila.


" Makan lagi ya. Kan Adek harus cepet sembuh biar bisa mainan lagi sama Mamah ". Ucap Mila membujuk Bryan. Terkadang ada rasa hambar saat Mila menyebut dirinya dengan sebutan MAMAH. Hatinya rasanya miris, di umur yang begitu muda Ia harus melawan egonya dan berpura - pura menjadi dewasa dihadapan banyak orang. Terutama di hadapan Bryan Putrannya, lebih tepatnya anak tirinya.


" Udah ". Bryan menggelengkan kepalanya lagi tanda jika Ia sudah tidak mau lagi untuk meneruskan disa makananya.


" Bryan cepat habiskan makannya biar Kamu cepat sembuh! ". Perintah Leo.


Bryan menatap Mila seperti meminta bantuan. Mila hanya tersenyum ke arah Bryan lalubberalih menatap Leo tajam.


" Udah makannya dilanjut nanti lagi ya Dek. Sekarang Adek istirahat dulu ". Mila meletakan sisa makanan Bryan di atas nakas. Ia lalu menyelimuti tubuh Bryan sampai dada.


" Istirahat ya Dek! ". Perintah Mila lembut. Ia mengusap - usao lembut kepala Bryan. Tidak lama kemudian Bryan pun tertidur.


" Udah tidur? ". Tanya Angel pelan pada Mila. Ia takut suarannya akan menggangu istirahat cucunya.

__ADS_1


" Udah Mah ". Jawab Mula.


" Oh, syukurlah, karena sedari tadi Bryan rewel terus. Kasian. Nak, Mamah mau ijin pulang dulu ya. Mamah ada urusan sama temen - temen Mamah. Mamah titip Bryan ya ". Ucap Angel.


" Iya, Mah. Mamah tenang aja Mila bakal jagain Adek kok ". Ucap Mula.


" Thanka ya Nak. Assalamu'alaikum ". Pamit Angel. Ia memeluk Mila terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar Bryan dan pergi ke arisan yang sudah tertunda selam 3o menit.


" Wa'alaikumsalam. Hati - hati Mah ". Ucap Mila melepas kepergian Angel.


" Sini Kamu! ". Ucap Leo setelah Mamahnya pergi. Ia menarik Mila untuk keluar dari kamar Bryan.


" Awww....sakit Mas ". Ucap Mila kesakitan saat tangannya ditarik paksa oleh Leo.


" Ndra! ". Ucap Leo.


Andra yang paham langsung dengan maksud Leo lansung masuk ke dalam kamar Bryan.


PLAKKK.....


Leo menampar pipi kanan Mila keras di depan pintu kamar Bryan. Untung saja saat ini keadaan rumah sakit sedang tidak ramai, jadi tidak ada orang yang melihat Mereka.


" Kanapa datang telat. Telfon juga nggak diangkat. Lo mikir nggak sih kalau Bryan dari tadi nyari - nyari Lo! ". Ucap Leo geram. Ia menatap manik mata Mila tajam.


" Emang apa urusannya sama Om? ". Tanya Mula menantang. Ia ikut menatap mata Leo tajam. Entah dari mana tiba - tiba keberanian untuk menantng Leo muncul.


" Sudah berani Kamu ya. Plak ". Satu tamparan mendarat di pipi kiri mulus Mila. Tidak hanya keras, tamparan tersebut juga sampai mengenai hidung Mila.


" Maaf Om, itu urusan Aku jadi Om nggak usah sok - sok an peduli sama Aku ". Ucap Mila keras.


" Oh, iya Om asal Om tahu tamparan ini nggak ada apa - apanya buat Aku ". Ucap Mila lagi. Ia memandang Leo tajam dengan tatapan menusuk lalu berbalik pergi meninggalakan Leo.


" Ah, sial!!! kenapa Dia jadi berani kaya tadi ya. Tapi Tatapan itu?. Aku seperti tidak asing melihatnya ". Ia mrmandang punggung Mila yang perlahan menghilang di balik dinding ruang rumah sakit.


Leo memandang tangannya yang memerah akibat menampar wajah Mila dengan terlalu keras.


Dari dalam ruang Bryan dirawat Andra melihat apa yang baru saja dilajukan oleh bos sekaligus temannya. Ia tak menyangka jika bos sekaligus temannya itu bisa melakukan perbuatan kasar seperti tadi.


Leo masuk ke dalam ruang dimana Bryan dirawat. Ia mendudukan dirinya di atas sofa. Ia duduk disebelah Andra. Wajahnya terlihat sangat frustasi.


" Udah puas namparnya? sakit nggak ? ". Tanya Andra setelah Leo duduk disampingnya.


" Kamu ngintip? ". Tanya Leo balik. Dari nada suarannya Ia terlihat seperti sedang sangat lelah.


" Iya, Aku ngintip tapi itu nggak penting ". Jawab Andra.


" Maksudnya? ". Tanya Leo bingung.


" Aku nggak nyangka aja kalau Kamu bisa berbuat kaya tadi. Pasti Tante Angel bakal heboh kalau tau ".


" Awas kalau Kamu sampe ngadu. Aku bakal potong gaji Kamu bahkan Aku bisa pecat Kamu ". Ucap Leo tak terima.


" Santai aja Kali, Kamu kan tahu Aku tipe orang kaya apa. Acu cuman mau peringatin Kamu aja. Jangan sampai nanti Kamu nyesel belakangan udah kasar sama bini ". Nasihat Andra.

__ADS_1


" Thanks Bro. Kamu udah mau ngingetin Aku, tapi kayaknya nasihat mu nggak akan mengubah apapun yang telah terjadi ". Ucap Leo.


" ". Andra hanya diam. Ia malas meladeni Leo apagi saat ini Leo terlihat sedang banyak pikiran. Ia tak mau menambah beban Leo dengan perdebatan tak berfaedah.


" Gimana Kamu udah dapet informasi belum tentang gadis itu? ". Tanya Leo.


" Sorry Bro, Aku belum bisa menemukan informasi tentang gadis itu. Tapi Kamu tenang saja anak buah ku akan terus mencari dimana keberadaan gadis tersebut ". Jawab Andra.


" Huh ". Leo menghembuskan nafasnya kasar. Ia memejamkan matanya semantara punggungnya Ia sandarkan di bahu sofa.


" Yang sabar ya Bro, pasti gadis itu bakal ketemu tinggak waktunya aja yang belum pas. Kamu istirahat saja biar masalah kantor Aku yang handle ". Ucap Andra menepuk pelan bahu Leo. Leo hanya tersenyum tanpa membuka matanya.


🍃🍃🍃


Sementara itu di kamar mandi rumah sakit.


Mila tengah mengelap darah yang sedari tadi keluar dari hidungnya dengan tisu gulung yang berada di kamar mandi. Entah sudah berapa banyak tisu yang Mila kotori dengan darahnya, karena sedari tadi darah yang keluar dari hidungnya tak kunjung berhenti.


Mila berdiri di depan wastafel sambil melihat wajahnya.


" Alhamdulillah akhirnya berhenti juga ". Ucap Mila senang, karena darah tak lagi keluar dari hidung mancungnya.


" Miris ". Ucap Mila melihat wajahnya. Hidung memerah, katena sedari tadi mimisan. Mata sembab, karena menangis dan pipi merah, karena tamparan.


" Ya Allah terimasih atas segala rasa sakit yang telah Engkau berikan, karena tampannya mungkin saat ini Aku sedang lalai dari mengingat Mu ". Ucap Mila membatin. Memang sedari kecil jika Ia sedang sedih atau senang Ibunya selalu mewanti - wantinya untuk selalu mensyukuri apa saja takdir dari Tuhan.


" Bismillah. Mungkin Aku harus lebih matang di usia ku yang sekarang, karena mungkin di masa depan sifat dewasa ku akan sangat membantuku menghadapi kejamnya masa depan. Semangat ". Ucap. Mila tersenyum mengobarkan semangat dalam dirinya.


🍃🍃🍃


Hidup itu memang keras untuk itu Kita harus berjuang. Namun disamping berjuang Kita juga harus senantiasa mensyukuri segala takdir yang telah Tuhan berikan. Baik itu takdir yang baik maupun buruk.


🍃🍃🍃


Tbc....


*


*


*


*


*


Sebagai pembaca yang bijak jangan lupa untuk Vote, Like n Commentnya.....💕


Nggak papa Vote walaupun nggak banyak....yang penting tetep dukung Author....🙏


**Love,


@Shinta_28 😘**

__ADS_1


__ADS_2