Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
Salah Paham


__ADS_3

Siang ini Leo mengunjungi Bara di rumah sakit tempat Bara bekerja. Di rumah sakit Permata Medika Bara bekerja sebagai dokter umum. Saat ini Bara telah meraih gelar sebagai dokter spesialis di rumah sakit terbesar di kota tersebut, karena keprofesionalan Bara dalam bekerja.


" Hay Bro! ". Sapa Leo. Ia masuk ke dalam ruang kerja Bara.


" Ngapain Lo kesini? ". Bara melirik jam dipergelangan tangannya.


" Gue masih ada jam kerja sekitar 30 menit lagi ". Ucapnya.


" Santai aja Gue bakal duduk anteng nunggu sampe Lo break ". Leo mendudukan dirinya di sebuah sofa yang berada tidak jauh dari tempat duduk Bara.


" Oke, kalau gitu Gue tinggal dulu. Ada pasien kecelakaan ". Ujar Bara lalu pergi meninggalakan Leo.


30 menit berlalu....


" Lama ya? ". Tanya Bara masuk ke dalam ruangannya.


" Banget! Lo itu meriksa orang apa mbatik sih? Kok lama banget ". Dengus Leo kesal.


" Sorry Men, tadi itu pasien Gue orang yang habis kecelakaan. Mana sekeluarga lagi kan kasian ". Ucap Bara.


" Yuk makan. Gue udah pesen tadi ". Leo melirik ke arah makanan yang berada di sampingnya.


Setelah makan....


" Tumbeh kesini, biasanya kan Gue yang nyamperin Lo? ". Tanya Bara setelah makannya selesai.


Leo menarik napas dalam.


" Gue semalem mimpi Nadia ". Ucap Leo sendu.


Bara yang sedang mengelap sisa makanan di bibirnya dengan tisu menghentikan aktivitasnya beralih menatap Leo


" Semalem dalam Mimpi Gue. Gue lihat Nadia lari ninggalin Gue sambil bilang kata *Bulan* sebanyak 3 kali. Gue bingung harus gimana ". Leo bercerita.


" Mungkin Lo lagi kangen aja sama Dia makanya Lo ngehalu ". Ucap Bara.


" Mungkin ". Leo mengedikan bahunya.


" Bar, Gue pinjem ruang kerja Lo bentaran ya? plis " Pinta Leo.


" Enak aja emang kantor Gue penginapan apa. Bisa Lo tidurin kapan aja! ". Ucap Bara tak terima. Yang dimaksud Leo adalah Ia akan meminjam ruang kerja Bara untuk Ia tidur siang.


" Ya elah sama temen sendiri pelitnya minta ampun. Mati terhimpit baru tahu rasa Lo ".


" Lo nyumpahin Gue. Asal Lo tahu ya, kantor Gue itu bukan wanita simpenan Lo yang bisa Lo tidurin kapan aja ". Bara melotot ke arah Leo.


" Bukan nyumpahin, cuman mau ngingetin Lo kalau ruangan kecil sepetak ini masa Lo bilang kantor. Jiwa Wokay Gue meronta - tau dengernya ".


" Wokay - wokay mana ada Wokay tidurnya numpang! ". Cibir Bara menyebikkan bibirnya.


" Makanya, karena saking Wokaynya Gue. Gue sering tuh nginep di hotel - hotel VIP. Jiwa Angel Gue meronta - ronta pingin ngerasain hidup jelata kaya Lo, Bar ". Ucap Leo songong. Ia merebahkan tubuhnya di sofa ruang kerja Bara.


" Bacot Lu Yo ". Ucap Bara yang hanya disahuti oleh acungan jari tengah oleh Leo.


πŸƒπŸƒπŸƒ


" Zul, nanti tolong bilangin sama Mamah Kamu ya kalau Aku udah nggak bisa bantu - bantu di toko Mamah Kamu. Soalnya sekarang Aku tinggalnya sama saudara Aku dan semua biaya hidup Aku di tanggung sama Mereka ". Ucap Mila di depan gerbang sekolah.


" Wah kalau begitu Aku seneng dengernya. Akhirnya Kamu bisa free kaya Kita jadi nggak perlu kerja - kerja part time lagi ". Ucap Dina melirik Zulfa.


" Iya tenang aja nanti Aku bilangin sama Mamah ". Ucap Zulfa.


" Makasih ya Zul. Aku berhutang budi banyak sama keluarga Kamu ". Ucap Mila tersenyum.


" Mila! ". Panggil Angel.


" Guys kayaknya Aku harus pulang duluan. Tante ku udah jemput ". Ucap Mila menunjuk Angel yang berdiri di depan pintu mobil yang berada di sebrang jalan.


" Bye, Assalamu'alaikum ". Mila meninggalkan sahabat - sahabatnya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Siang ini Angel sengaja menjemput Mila, karena ingin mengajaknya jalan - jalan ke mall. Mereka tidak hanya berdua, karena Angel membawa Bryan untuk ikut serta.


" Kamu udah makan siang belum sayang? ". Tanya Angel pada Mila.

__ADS_1


" Belum Mah ". Jawab Mila malu - malu kucing.


" Sama dong, Mamah juga belum. Kalau begitu Kita ke food court dulu yuk ". Ajak Angel.


Mereka pun mampir ke food court terlebih dahulu sebelum belanja.


" Kamu yang pilih menunya ya Sayang ". Pinta Angel.


" Iya, Mah ". Mila mengangguk.


" Oma, Bryan mau itu ". Bryan menunjuk ke arah toko mainan di dekat food court sambil menarik - narik lengan Angel.


" Sayang, Mamah tinggal dulu ya. Takutnya nanti Bryan ngambek. Kamu disini sambil nunggu pesanan ya. Tenang aja Mamah nggak akan lama ". Ucap Angel.


" Iya ,Mah ".


Angel pun meninggalkan Mila. Ia masuk ke toko mainan bersama Bryan.


" Huh, lama banget sih ". Gerutu Mila sambil memainankan jarinnya dengan mengetuk - ngetukannya di meja makan.


" Mila! ". Panggil seseorang. Mila menoleh.


" Eh, Lando ".


" Kesini sama siapa? ". Tanya Lando. Ia mendudukkan dirinnya di depan Mila.


" Sama Tante ". Jawab Mila.


" Permisi Mbak. Pesanan datang ". Ucap seorang waiters mengantarkan makanan di meja Mila.


" Makasih ". Ucap Mila pada Waiters.


" Mana Tantennya? ". Tanya Lando celingukan.


" Lagi ke toko mainan nemenin ponakan Aku beli mainan ".


" Oh, gitu. Oh, iya bye the way Aku pergi dulu ya. Aku kesini bareng sama Mamah takutnya nanti Mamah nyariin ". Ucap Lando.


" Yaudah sana. Salam ya buat Mamah Kamu ". Ucap Mila.


" Gombal ". Ucap Mila tersenyum melihat tingkah konyol Lando.


Tanpa Mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kebersamaan antara Mila dengan Lando. Orang tersebut mengepalkan tangannya geram.


πŸƒπŸƒπŸƒ


" Bro, bangun udah sore nih. Gue mau balik ". Bara mengguncangkan tubuh Leo pelan.


" Iya - iya bawel. Gue bangun ". Leo mengucek - ngucek matanya lalu bangun.


" Pasti Lo lagi ada masalah makanya Lo kabur nyamperin Gue ". Tebak Bara.


" Tahu, ah Gue sebel gara - gara nasib apes Gue ".


" Emang Lo kenapa? Gue lihat Lo baik - baik aja ".


" Gue males lihat cewek itu. Bisa - bisannya Dia selingkuh di depan Gue ".


" Maksud Lo? "


" Tahu ah, Gue pulang dulu. Bye, oh iya makasih tumpangannya ".


" Dasar Gila! ". Maki Bara.


πŸƒπŸƒπŸƒ


" Makasih ya Mah jalan - jalan dan makan malamnya ". Ucap Mila pada Angel lalu memeluk Angel hangat.


" Iya, Nak. sama - sama. sering - sering main kesini ya ". Ucap Angel melepas pelukannya.


" Bye, Mamah. Assalamu'alaikum ". Ucap Mila pamit pulang


" Wa'alaikumsalam. Hati - hati di jalan ". Angel melambaikan tangannya.


πŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Mila sampai di rumah Leo pukul 9 malam.


" Assalamu'alaikum ". Mila masuk ke dalam rumah Leo sambil menggendong Bryan yang telah tertidur.


" Kok gelap ". Ucap Mila saat memasuki rumah.


CEKLEK....


Leo menyalakan saklar lampu.


" Ekhem... ". Leo berdehem.


" Istri macam apa jam segini baru pulang ". Leo melirik jam di dinding. Mila diam mematung.


" Bi! ". Panggil Leo. Tiba - tiba seorang maid mengambil Bryan dari gendongan Mila dan membawanya ke dalam kamarnya.


" Lo ikut Gue sekarang ". Ucap Leo dingin menunjuk Mila. Mila hanya pasrah menurut.


Di kamar Leo....


Mila masuk ke kamar Leo. setelah Mila masuk pintu langsung ditutup oleh Leo.


BRAK!!!


Leo mendorong tubuh Mila sampai jatuh tersungkur.


" Bangun! ". Leo menarik kerudung Mila sampai terlepas. Ia menjambak rambut Mila.


" Ampun Mas ". Ucap Mila memohon.


" Dasar wanita penghibur! ". Umpat Leo. Ia mencengkram dagu Mila kencang sampai memar.


" Ampun Mas. Mila nggak tahu kesalah Mila apa? ". Tangisnya sudah pecah sedari tadi.


" Berani - beraninnya Lo selingkuhin Gue ". Leo menampar pipi Mila keras.


" Awww.....Ampun Mas. Mila bener-bener nggak tahu apa kesalah Mila ". Ucap Mila memelas.


" Hentikan tangisanmu!!! ". Bentakan Leo semakin membuat Mila terisak, karena saking takutnya.


Leo menarik Mila secara paksa ke kamar mandi dan mendorongnya hingga jatuh ke bath up.


Leo menyalakan shower lalu mengguyur Mila dengan shower yang telah Ia setel dengan Mode panas.


" Aaa sakiiit ". Mila merasakan panas dan perih di sekujur tubuhnya, karena guyuran shower itu darah segar merembes dari luka - luka yang ada di tubuhnya.


" Rasakan ini. Ini belum seberapa dibandingkan dengan perbuatanmu ". Leo terus menyiram tanpa ampun.


Leo mengangkat dagu Mila dengan tangannya.


" Ini belum seberapa, kalau Lo lakuin kesalahan lagi. Gue bakal kasih hukuman lebih dari ini ". Leo keluar meninggalkan Mila yang tengah terisak.


Hari ini tubuh Mila berasa remuk. Mila langsung keluar dari kamar mandi Leo tidak lama setelah Leo pergi.


Mila langsung ambruk begitu sampai di kamarnya.


Tbc....


*


*


*


*


*


Gimana rider's bagus nggak ceritannya????


Jangan lupa buat ***Vote, Like, Rate n Commentnya😊


ThanksπŸ™*


Love,

__ADS_1


😘**


__ADS_2