
Semenjak Mila mendapat les tambahan di sekolahnya kini Mila bisa sejenak melupakan rasa sakitnya akibat perlakuan kasar Leo.
Kini Mila juga jarang bertemu dengan Leo, karena jadwal Mila yang padat. Dulu yang biasanya jam 15:00 Mila pulang sekolah dan tidak lama setelah itu Leo juga pulang dari kantornya. Sekarang setelah Mila pulang dari sekolah biasanya Dia akan langsung beristirahat atau tidur dan Dia akan bangun pada pukul 17:00 lalu bersiap pergi ke sekolah lagi untuk les tambahan.
Mila juga sudah jarang bermain bersama atau sekedar menemani Bryan main. Walaupun Ia sudah memberi pengartian pada Bryan dan Bryan juga tidak mengeluh. Tapi bagaimanapun Bryan itu anak kecil yang labil. Sesekali biasanya Bryan akan memaksanya untuk ikut bermain. Jika sudah begitu Ia bisa apa, Ia terpaksa sepulang dari les akan menemani Bryan main walaupun dengan mata yang merem melek dan dengan kepala yang mengangguk - angguk karena ngantuk.
Besok pagi adalah hari minggu, hari yang banyak ditunggu - tunggu oleh orang yang telah lelah bekerja, belajar dll dari hari senin sampai sabtu.
" Mamah, besok pagi Adek mau jalan - jalan ke taman ". Pinta Bryan pada Mila saat mereka sedang bermain bersama.
"...."
" Mamah ih... ". Ucap Bryan kesal. Ia menggoncangkan tubuh Mila pelan.
" Ah,,,iya Dek. Adek bilang apa? maaf Mamah ngantuk banget ". Ucap Mila jujur. Bagaimana Ia tidak ngantuk, Ia baru saja pulang dari les langsung ditodong oleh Bryan untuk main bersama.
" Huh...selalu deh Mamah ". Ucap Bryan kesal. Ia melipat kedua tangannya di depan dadanya.
" Mamah minta maaf deh. Kalau Adek maafin Mamah, Mamah janji besok pagi Mamah bakal buatin sarapan kesukaan Adek ". Ucap Mila mencoba sabar. Ia mengacungkan dua jari tangannya โdi depan wajahnya.
" Janji loh Mah? ". Selidik Bryan. Mila mengangguk.
" Tapi sarapnnya buatan Mamah sendiri bukan buatan Bibi! ". Ucap Bryan lagi.
" Iya Dek, suwerโ ". Ucap Mula dengan nada sungguh - sungguh.
" Oke, maaf diterima. Tadi Adek minta sama Mamah buat jalan - jalan ke taman besok pagi! ". Ucap Bryan.
" Oke, tapi Adek yang ijin sama Papah ya ". Pinta Mila.
" Oke, tapi besok di taman Mamah harus tlaktir Adek! ". Ucap Bryan.
" Iya, Adek. Kok dari tadi Adek terus sih yang untung ". Ucap Mila cemberut, pura - pura merajuk.
" Kan Mamah udah besar jadi yang besar harus ngalah sama yang masih kecil kaya Adek ". Ucap Bryan tersenyum manis.
" Uluh - uluh manisnya senyum Adek. Mamah jadi pingin gigit ". Ucap Mila gemas.
" Ih, ngeri. Pantesan Papah suka marahin Mamah soalnya Mamah suka gigit sih ". Ucap Bryan polos.
Tanpa Mereka sadari sedari tadi ada orang yang memperhatikan kebersamaan Mereka dari celah pintu. Orang itu tersenyum melihat kebersamaan Ibu muda dan anak tirinya. Ia tersenyum walaupun senyumanya sangat tipis, bahkan sekilas tidak terlihat seperti sedang tersenyum.
" Udah malem sekarang Adek tidur ya ". Ucap Mila menyodorkan segelas susu pada Bryan.
" Oke ". Ucap Bryan nurut. Ia menyambar segelas susu dari Mila dan langsung meneguknya habis.
๐๐๐
Di Taman....
" Adek mau main apa? ". Tanya Mila.
" Adek mau main itu ". Ucap Bryan menunjuk anak - anak yang sedang bermain bola.
" Ya sudah sana biar Mamah liatin dari sini ". Ucap Mila. Bryan lalu berlari menuju lapangan bola.
Mila menatap kosong lapangan bola di depannya. HAMPA itualah yang Ia rasakan Saat Ia sedang sendiri. Entah mengapa beban hidupnya kian bertambah seiring bertambahnya usia pernikahannya.
Perlahan air mata mengalir dari pelupuk matanya. Entah Ia sadar atau tidak, tapi yang pasti saat ini Ia tengah menangis dalam diam. Dalam lubuk hatinya yang paling dalam Ia ingin sekali berontak, tapi lagi - lagi rasionya yang bertahta. Kurang dari 3 bulan lagi Ia akan lulus jika Ia akan berontak bagai mana dengan nasib pendidikannya? Ah entahlah!.
__ADS_1
" Luka! ". Satu kata yang tanpa Ia sadari keluar dari mulutnya. Sebuah kata yang mewakili perasaanya saat ini.
Mila tersadar dari lamunanya. Ia mendengar orang - orang pada panik melihat seorang anak kecil tengah mengambil bola yang terlempar ke tengah jalan. Tidak jauh dari anak tersebut tampak sebuah mobil tengah melaju ke arahnya.
" Adek!!! ". Ucap Mila kaget. Buru - buru Ia berlari menyelamatkan anaknya.
BRUKKK!!!
" Awww....!!! ". Jerit Mila saat sebuah mobil tidak sengaja menyrempetnya.
" Mamah!!! ". Ucap Bryan panik.
Ya Bryan selamat. Mila mendorong tubuhnya menggantikan Bryan. Bryan tidak apa - apa, karena Ia hanya terdorong ke pinggiran jalan. Sementara Mila kakinya terserempet mobil. Mobil yang menyrempet Mila bukannya berhenti malah berjalan semakin cepat! . Mobil tersebut kabur!.
" Kamu nggak papa? ". Tanya seorang laki - laki di depan Mila. Laki - laki tersebut menghentika mobilnya saat Ia melihat ada orang yang kena tabrak lari. Ia membantu Mila berdiri.
" Awww... ". Ringis Mila merasakan perih di kakinya. Darah segar keluar dari luka lecet di kakinya.
" Pelan - pelan ". Laki - laki tersebut membantu Mila duduk di kursi taman.
" Terimakasih sudah mau menolong Saya ". Ucap Mila. Ia memandang orang yang menolongnya intens.
" Iya sama - sama. Sini biar Saya obati lukannya. Tenang saja Saya ini seorang dokter jadi Kamu tidak usah takut ". Ucap Laki - laki tersebut.
" Kalau begitu biar Adek dulu yang diobati Dok. Saya takut Dia terluka soalnya tadi Saya sempat mendorongnya ". Pinta Mila. Laki - laki tersebut mengangguk. Ia lalu mengibati Bryan terlebih dahulu lalu mengobati Mila.
Kini kaki Mila telah selesai dirperban. Tidak banyak sih yang terluka, tapi luka lecetnya cukup dalam sampai harus di perban segala.
" Oh, iya Kita belum sempat kenalan. Perkenalkan nama Saya Yudha ". Ucap Yudha mengulurkan tangannya kepada Mila.
" Saya Mila Dok. Dan ini Adek ". Ucap Mila menjabat uluran tangan Yudha.
" Bryan Om ". Ucap Bryan. Ia ikutan bersalaman dengan Yudha
" Iya, Kak Yudha. Sekali lagi Saya mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari Kak Yudha ". Ucap Mila yersenyum tulus.
" Iya sama - sama. Kalau begitu Saya pamit dulu. Saya harus segera ke rumah sakit untuk memeriksa pasien Saya. Assalamu'alaikum ". Ucap Yudha.
" Wa'alaikumsalam. Terimakasih ya Kak ". Ucap Mila melambaikan tangannya.
๐๐๐
Malamnya Leo pulang ke rumah dengan keadaan kacau. Ia masuk ke dalam rumahnya dan langsung memanggi Anak dan Istrinya. Karena tidak ada sahutan Ia mencoba mencari Mereka di kamar Bryan.
Leo langsung masuk ke dalam kamar Bryan tanpa mengetuk pintu ataupun salam.
" Gimana keadaan Kalian? ada yang sakit nggak? ". Tanya Leo tiba - tiba.
" Mas? ". Tanya Mila bingung. Di jidatnya tiba - tiba muncul perempatan.
" Iya mana yang sakit? ". Ulang Leo.
" Shuttt!!! Jangan brisik Mas nanti Adek bangun ". Perintah Mila pelan sambil menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya.
Leo diam. Ia melihat ke arah Mila. Ia mendapati jika kaki Mila tengah diperban.
" Ikut Gue!!! ". Perintah Leo. Mila mengikuti Leo keluar dari kamar Bryan.
Mereka duduk di sofa ruang tamu. Leo pelan - pelan membuka perban di kaki Mila. Ia mengobati luka Mila dan mengganti perban di kaki Mila. Mila hanya diam saja menurut.
__ADS_1
" Lain kali kalau lagi diluar jangan ceroboh apalagi kalau sambil jagain anak. Kan sekarang jadinya begini! ". Omel Leo sambil melilitkan perban di kaki Mila.
" Maksud Mas? ". Tanya Mila bingung.
" Iya, kalau jagain anak jangan sampe lalai dari pengawasan. Kalau sampe lalai jadinya kaya gini Lo terluka gara - gara nyelametin anak ". Omel Leo lagi.
" Kok Mas bisa tahu sih kalau Aku kayak gini gara - gara nylametin Adek? padahal kan Aku belum cerita. ". Tanya Mila.
" Apa jangan - jangan Mas itu.... ". Ucapan Mila terpotong.
" Ah, perbanya udah selesai kalau gitu Gue keatas dulu. Gue mau istirahat, lelah baru pulang ". Ucap Leo lalu segera pergi ke kamarnya.
" Aneh! tadi baik sekarang tiba - tiba kayak gitu ". Ucap Mila memandangi punggung Suaminya yang perlahan menjauh.
FLASH BACK๐
" Yang Kamu jangan kayak gini dong ". Ucap Leo memohon pada Shinta.
" Tahu ah, pokoknya Aku minta putus sama Kamu!!! ". Kekeh Shinta.
" Yang... ". Ucap Leo masih memelas.
" Turunin Aku sekarang!!! ". Perintah Shinta.
" Plis Yang Aku nggak mau putus sama Kamu ". Kekeh Leo.
Shinta memberontak. Ia berulang kali mencoba membuka pintu mobil, tapi selalu Leo tahan. Leo jadi tidak fokus menyetir.
DUAR!!!
Mobil Leo menabrak seseorang.
" Ya ampun yang Kamu nabrak orang!!! ". Ucap Shinta panik.
" Jalan Yang! cepet jalan! ". Perintah Leo. Leo hanya menurut saja, karena saat ini Ia juga masih merasa kaget. Sebelum Ia melajukam mobilnya Ia sempat melirik ke belakang.
" Ya ampun Mila! Bryan! ". Batin Leo panik.
Ia ingin sekali turun dari mobil dan melihat kedaan Istri dan Anaknya, tapi lagi - lagi Shinta memaksanya untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
FLASH BACK๐
Tbc....
*
*
*
*
*
๐Sekali lagi jangan sungkan - sungkan buat Vote walaupun sedikit nggak papa kok๐
Jangan lupa buat Vote, Like n Comment sebanyak banyaknya๐
**Thank you๐
__ADS_1
Love,
@*Shinta_28๐***