Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
.....


__ADS_3

" Cari siapa? ". Tanya Leo yang baru pulang dari kantornya.


" Mmmm....anu Om cari Mila. Apa benar ini rumah Mila? ". Jawab Lando.


" Iya, benar. Tapi Kamu siapanya Mila? ". Tanya Leo lagi.


" Saya pacarnya Om ". Ucap Lando terus terang seperti orang tak punya dosa.


Sejenak Leo kaget mendengar jawaban dari remaja di di dannya, tapi buru - buru Leo menetralkan perasaanya. Di tatapnya remaja yang berada di depannya intens.


" Lumayan ganteng sih buat anak seusianya ". Batin Leo.


" Om ini pasti Om nya Mila kan. Soalnya Mila cerita ke Saya kalau sekarang Mila tinggalnya sama Tantenya ". Ucap Lando.


" ... ". Leo hanya diam saja tak membalas ucapan Lando.


" Gimana Om, Saya boleh jengukin Mila nggak? ". Tanya Lando.


" Oh, boleh - boleh silahkan masuk. Maaf sampe lupa ". Ucap Leo tersenyum mempersilahkan Lando masuk.


Leo menyuruh Lando untuk untuk menunggu Mila di ruang tamu.


" Malam Tuan ". Sapa salah satu Maid saat berpapasan dengan Leo.


" Malam, Bi yang lain pada kemana kok sepi? ". Tanya Leo pada salah satu maidnya.


" Yang lain siapa Tuan? ". Tanya Bibi bingung.


" Mamah sama Bryan! ". Ucap Leo agak kesal. Soalnya sedari tadi amarahnya sudah meluap - luap ingin segera Ia tuntaskan pada Mila.


" Oh, Nyonya sama Tuan Muda Bryan sedang pergi jalan - jalan ke mall dari tadi siang. Soalnya dari tadi siang Tuan Muda Bryan merengek minta main bareng sama Non Mila, tapi kan Non Milanya lagi sakit makannya Nyonya bawa Tuan Muda Bryan jalan - jalan ke mall biar nggak ngambek ". Tutur Maid tersebut.


" Ya sudah Bi kalau begitu tolong bawain minum sama makanan ringan buat tamu yang di depan ya ". Pinta Leo.


" Baik Tuan ". Ucap Maid tersebut.


Leo lalu melangkahkan kakinya menuju lantai 2. Lantai di mana kamarnya berada. Ia membuka pintu kamarnya dengan kasar.


BRUAKKK!!!


Leo membanting keras tas kerjanya ke arah sofa. Mila yang saat itu baru saja menyelesaikan ibadah shalat fardhunya merasa kaget mendengar suara lemparan benda yang keras.


" Astaghfirullahal'azim ". Ucap Mila kaget. Buru - buru Ia melepas muknanya lalu menghampiri sumber suara.


" Ada apa Mas? ". Tanya Mila saat sudah berada di depan Leo. Leo yang saat itu tengah duduk di sofa pun mendongak. Menatap Mila.


" Cih...ckck ". Leo meludah ke samping lalu menatap Mila sangar.


" Mas??? ". Tanya Mila takut - takut.


" Shittt...kenapa saat Gua lihat muka Dia mendadak hati Gue nggak bisa marah. Mendadak semua amarah yang udah Gue siapin raib tak berbekas ". Batin Leo.


" Pacar Lo nunggu di bawah ". Ucap Leo seraya memalingkan wajahnya dari wajah Mila.


" Pacar??? siapa Mas. Aku nggak punya pacar ". Ucap Mila bingung. Ia memandang wajah Leo mencari kebenaran.


" Udah cepetan sana Lo temui Dia sebelum Gue berubah pikiran! ". Perintah Leo.


" Tapi Mas ". Ucap Mila. Ia belum beranjak dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


" CEPET!!! ". Ucap Leo kesal. Ia memegang bahu Mila lalu mendorongnya keluar dari kamar dengan pelan lalu menutup pintu kamarnya.


" Akh... ". Ucap Leo gusar


Entah mengapa tadinya Ia ingin mendorong tubuh Mila keras, tapi tubuhnya tak merestui perbuatan tersebut.


Sebenarnya ada rasa tak rela dalam hati Leo saat menyuruh Mila untuk menemui pacarnya, tapi Ia juga tak kuat harus berlama - lama melihat Mila, karena entah mengapa saat Ia melihat wajah Mila yang Ia lihat adalah wajah mendiang Istrinya. Itulah mengapa Ia kuasa jika harus berlama - lama bersama Mila.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Mila menuruni tangga dengan pelan - pelan dan berpegangan erat pada sisi tangga. Ia berjalan menuju ruang tamu. Saat sudah berada di ruang tamu netranya menangkap sesosok laki - laki yang tengah duduk membelakanginya. Dilihat dari bentuk punggungnya Ia seakan tak asing dengan punggung tersebut.


" Lando??? ". Panggil Mila. Ia berjalan mendekati orang yang tengah duduk membelakanginnya. Orang tersebut merasa dipaggil lalu membalikkan tubuhnya ke arah sumber suara.


" Eh, Mila ". Ucap Lando. Ia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah Mila. Ia berniat membantu Mila berjalan menuju sofa.


" Awas ah! ". Ucap Mila sambil menepis tangan Lando yang akan membantunnya berjalan.


" Kok jutek sih? ". Ucap Lando kesal merasa ditolak.


" Kamu ngapain kesini? ". Tanya Mila to the point.


" Aku? ya jenguk Kamu lah, ngapain lagi. Masa Aku mau apelin Om Kamu ". Ucap Lando tertawa.


" Om??? ". Ucap Mila bingung.


" Iya Om Kamu yang tadi baru pulang dari kantor. Oh iya BTW Om Kamu baik ya nggak pemarah ". Ucap Lando ambigu.


" Maksud Kamu? ". Tanya Mila bingung.


" Iya, orang tadi pas Om Kamu tanya Aku siapa Aku bilang kalau Aku ini pacar Kamu. Dan Om Kamu nggak marah palah Aku disuruh masuk ke dalam rumah terus nunggu Kamu disini. Aku juga di bawain makanan yang enak lagi ". Ucap Lando menunjukan senyum tengilnya sambil menunjuk hidangan di atas meja.


" Waduh gawat ini pantesan tadi Mas Leo kaya marah berat. Jangan - jangan habis ini ada perang dunia ke - 5 ". Batin Mila.


" Kok pulang sih Mil. Aku juga belum ikut makan malam bareng ". Ucap Lando sambil menunjukan perempatan di jidatnya.


" Enak aja makan malam. NGAREP KAMU!!!. Dah Sana Kamu pulang aja! ". Ucap Mila. Ia mendorong pelan tubuh Lando.


Lando pun akhirnya pulang setelah adengan adu mulut dan tarik - menarik tubuh terlebih dahulu. Dari atas balkon Leo melihat Mila menarik tubuh Lando dan menyuruhnya untuk pulang.


TIN...TIN...TIN....


Baru saja gerbang di tutup oleh Pak Satpam setelah Lando pulang kini gerbang pun kembali terbuka. Masuklah mobil yang membawa Angel dan Bryan jalan - jalan.


Mila yang akan masuk ke dalam rumah jadi mengurungkan niatnya. Ia menunggu Mamah mertuanya di depan pintu utama.


" Kok di luar Mil? ". Tanya Angel saat akan masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan Mila.


" Habis nganter temen yang barusan jenguk. Adek biar Aku aja Mah yang gendong ". Ucap Mila yang melihat Angel seperti kelelahan sambil menggendong Bryan yang sudah tidur.


" Biar Leo aja Mah ". Ucap Leo yang tiba - tiba sudah berada di samping Mila. Leo mengambil Bryan dari gendongan Angel.


" Bener Kamu Leo. Mila kan kakinya lagi sakit nanti kalau Mila yang gendong Bryan kasian kakinya bisa nggak sembuh - sembuh ". Ucap Angel. Mereka berempat pun masuk ke dalam rumah.


" Oh, iya Mah kok Mamah pulangnya malem sih? ". Tanya Leo sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


" Iya, soalnya tadi di mall Bryan ketemu sama Oppanya terus Oppanya minta mampir dan makan malam bersama dulu. Ya sudah Yo, Mamah mau langsung istirahat saja. Mamah cape. Obat kalian jangan lupa diminum! ". Ucap Angel lalu berlalu menuju kamarnya.


" Iya Mah ". Ucap Leo dan Mila secara bersamaan. Mereka berdua pun saling pandang. Tapi buru - buru Leo mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju kamar Bryan.

__ADS_1


" Mas, Mas Leo! ". Panggil Mila. Ia mencoba mengejar suaminya. Tapi Leo yang dipanggil malah acuh tak acuh.


" Mas Aku bisa jelasin semuannya ". Ucap Mila menahan jalan Leo.


" Diem Lo, nanti Bryan bisa keganggu gara - gara suara Lo ". Ucap Leo pelan tapi dengan nada mengancam. Ia tak ingin membangunkan puntrannya dan membuat Ibunya keluar dari kamar gara - gara mendengar suarannya.


Mila hanya diam. Ia menunggu Leo yang sedang menidurkan Bryan di depan pintu kamar Bryan.


" Mas!!! ". Panggil Mila lagi saat Leo keluar dari kamar Bryan.


" ... ". Leo hanya diam saja tak menjawab panggilan Mila. Ia acuh berjalan tanpa menengok ke arah Mila.


Mila mengikuti Leo berjalan ke lantai 2 menuju kamar Leo. Ia setia mengekor di belakan Leo.


" Mas, Aku bisa jelasin semuannya ". Ucap Mila saat Mereka sudah berada di dalam kamar.


" Udah deh Lo nggak usah mancing kemarahan Gue! ". Ucap Leo ketus. Ia memalingkan wajahnya dari Mila.


" Mas Kamu jangan diemin Aku kayak gini dong. Aku lebih suka Kamu yang suka marah di bandingkan Kamu yang cuman diem aja ". Ucap Mila dengan tangis yang sudah pecah.


" Lo mau jelasin kalau Lo seneng punya pacar anak bau kencur kaya Dia ". Ucap Leo menahan amarahnya.


" Mas...bukan itu maksud Aku ". Ucap Mila terisak.


" Alah najis tahu tangisan Lo. Sekali jal@ng ya tetep jal@ng. Gue lihat tadi Lo di pegang - pegang sama Dia. Sakit mata Gue lihat tubuh najis Lo! ". Ucap Leo kasar dan keras.


" Mas! udah berulang kali Aku bilang sama Kamu kalau Aku bukan cewek kaya gitu ". Ucap Mila terisak. Ia memohon di depan Leo seperti seorang pembantu meminta maaf ke pada majikannya.


" Najis tahu nggak tangan Lo. Nggak usah pegang - pegang kaki Gue!!! ". Ucap Leo mendorong tubuh Mila sampi Mila tersungkur.


" Mas asal Kamu tahu, aku terima semua perlakuan kasar Kamu dan kata - kata kamu yang kasar dengan ikhlas. Tapi Aku nggak bisa terima kalau Kamu fitnah Aku dengan bilang kalau Aku bukan wanita baik - baik. Hati Ku sakit Mas ". Ucap Mila berusaha duduk dan menghapus air matannya.


Sebenarnya Leo tak tega melihat Mila menangis dan merintih kesakitan akibat ulah tangannya yang mendorong Mila sampai tersungkur, tapi lagi - lagi egonyalah yang bertahta.


" Oke kalau gitu Gue perlu bukti dari ucapan Lo ". Ucap Leo tersenyum misterius. Ia bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Mila.


" B - bukti? ". Tanya Mila bingung.


" Iya bukti kalau Lo masih virgin ". Ucap Leo dengan nada sexsual. Ia memegang bahu Mila lembut.


" M - mas!?!?! ". Ucap Mila takut - takut.


Tbc....


*


*


*


*


*


๐ŸJangan lupa buat Vote nya walaupun dikit - dikit nggak papa kok yang penting dukung Author. Tapi kalau nggak mau juga nggak papa Author nggak maksa kok....Kalian baca cerita Author aja Author juga udah seneng๐Ÿ


Jangan lupa buat Vote, Like n Comment sebanyak - banyaknya ๐Ÿ’•


Terimakasih๐Ÿ™

__ADS_1


**Love,


@Shinta_28๐Ÿ˜˜**


__ADS_2