
Suasana canggung tampak mendominasi di dalam mobil mewah milikLeo. Setelah tadi Leo mengantarkan Putrannya pergi ke sekolah, kini tinggalah Mila dan Leo yang duduk di dalam mobil dengan canggung. Ke duanya sama - sama Diam.
Sesekali Mereka saling melirik satu sama lain dan entah pada lirikan ke berapa Mata Mereka bertemu. Bubu - buru Mereka memalingkan tatapan Mereka dan berpura - pura untuk fokus pada aktivitas masing - masing. Leo menatap lurus jalan di depannya seolah - olah Ia tengah fokus menyetir, sementara Mila mengarahkan pandangannya pada benda pipih yang terlihat sudah butut dengan beberapa retakan pada pinggiranya yang berada di genggaman tangannya.
" Duh, kok perut Aku rasanya kayak agak mual ". Batin Mila sambil melirik ke arah Suaminya.
" Kepala Aku juga rasanya pening banget. Mending Aku bersandar ke pintu aja ". Batin Mila lagi Lalu memasukan ponselnya ke dalam saku rok Osisnya dan bersandar ke pintu Mobil.
" Duh macet lagi ". Gerutu Leo pelan lalu melirik jam tangannya. Ia membuka kaca mobilnya lalu bertanya pada pengendara motor yang berada di sebelahnya.
" Mas di depan lagi ada apaan sih? kok tumben jam segini udah macet ". Tanya Leo.
" Kayaknya di depan lagi ada kecelakaan Pak. Dan kalau nggak salah kecelakaannya juga beruntun ". Jawab pengendara motor di samping mobil Leo yang hanya di balas dengan ber - oh ria oleh Leo.
Leo melirik arlonjinya. Sekarang sudah jam 06:30 dan kelihatannya kemacetan masih akan berlangsung lama. Ia menoleh ke arah Mila yang tengah menyandarkan kepalnya ke pintu mobil.
" Kalau nunggu macetnya selesai kayaknya masih agak lama. Ini juga udah agak siang, kasian nanti kalau Dia sampe telat ke sekolahnya. Kalau Aku kan berangkat telat nggak papa, karena Aku bosnya jadi suka - suka Aku mau berangkat telat atau nggak karna nggak akan ada yang berani tegur Aku. Tapi kalau Dia ( melihat ke arah Mila ) mending Aku pesenin ojek online aja ". Batin Leo.
" Mil... ". Panggil Leo pelan, tapi tak mendapat respon dari Mila.
" Ini macetnya kayaknya masih agak lama. Dari pada Lo telat ke sekolah mending Lo naik ojek online aja. Soal biaya biar Gue yang bayar ". Ucap Leo.
" Mil? ". Panggil Leo pada Mila karena merasa tak kunjung mendapat respon.
Ia mengguncangkan pelan lengan Mila, tapi Mila tak bangun. Ia lalu memberanikan diri untuk menyentuh kening Mila.
" Panas ". Itulah yang Leo rasakan saat punggung tangannya menyentuh kening Istrinya.
Buru - buru Leo mematikan ac mobilnya lalu melepaskan jasnya. Ia menjadikan jasnya sebagai selimut untuk menghalau hawa dingin masuk ke tubuh Mila. Ia juga mengurungkan niatnya untuk memesan ojek online.
20 menit kemudian akhirnya kemacetan berlalu. Leo lalu melajukan mobilnya yang sempat terhenti akibat kemacetan mendadak.
" Mas, belum sampe ya? ". Tanya Mila dengan suara pelan khas orang baru bangun tidur.
" Belum, badan Kamu panas kayaknya Kamu demam deh. Mending Kita ke rumah sakit aja yah ". Tawar Leo masih dengan panggilan LO dan GUE pada Mila
" Nggak ah, hari ini Mila ada try out buat persiapan ujian ". Tolak Mila.
Leo pun menurut dan melajukan mobilnya menuju sekolah tempat Mila menimba ilmu.
Pukul 07:00 tepat mobil Leo berhenti tepat di depan gerbang sekolah Mila. Mila merapikan kerudungnya yang agak berantakan, karena tadi Ia sempat ketiduran di mobil. Ia turun dari mobil tanpa mengenakan tongkat setelah sebulumnya Ia berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada Suaminya.
" Tunggu... ". Cegat Leo sebelum Mila berjalan jauh.
" Kenapa Mas? ". Tanya Mila heran.
" Tongkatnya nggak dibawa? ". Tanya Leo.
" Nggak ah, males nanti ditanya - tanya sama temen kenapa ". Jawab Mila.
__ADS_1
" Tapi... ". Belum sempat Leo menyelesaikan kalimatnya sudah keburu dipotong oleh Mila.
" Mas, Aku duluan udah telat ". Ucap Mila menutup pintu mobil lalu berjalan masuk ke dalam sekolahnya tanpa mencium tangan Leo sebagai tanda penghormatan seorang Istri.
" Tumben, biasanya kalau mau pergi Dia cium tangan Aku dulu ". Ucap Leo sambil menarik tangan kananya yang sudah terulur, berharap Mila akan mencium uluran tangannya seperti biasanya.
" Apaan sih Lo Leo ". Ucap Leo pada dirinya sendiri sambil menggeleng - gelengkan kepalanya. Leo lalu kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.
πππ
Pukul 09:25 Di ruang try out Mila.....
Setelah selesai mengerjakan semua soal try out mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kini Mila tengah menyandarkan kepalanya pada meja. Ya, Mila merasakan pening pada kepalanya, ditambah lagi pagi ini Ia try out dengan mapel ( mata pelajaran ) Bahasa Indonesia. Pelajaran yang kebanyakan isinya menyangkut soal cerita, berita dll. Yang intinya banyak tulisanya. Itu sebabnya sekarang kepala Mila bertambah pening.
" Kurang 5 menit lagi ". Gumam Mila pelan saat melihat ke arah jam dinding, karena memang waktu di bolehkanya log out adalah pukul 09:30 tepat.
" Duh, kok ini kepala tambah pusing sih ". Batin Mila dan perlahan pandangannya mulai kabur. Mila pingsan.
" Ya ampun Mila! ". Ucap salah satu teman Mila yang duduk di dekat Mila dengan panik saat melihat tubuh Mila ambruk dari kursi.
πππ
Pukul 09:15 Di Kantor Alvaro Group.....
Leo baru saja keluar dari ruang meeting, namun tiba - tiba ponsenya berdering. Ada panggilan masuk dari Mamahnya.
" Iya Mah ada apa? ". Tanya Leo setelah mengangkat telepon dari Mamahnya.
" Ini Leo baru aja selesai meeting ". Jawab Leo sambil berjalan menuju ruanganya.
" Nak! gawat barusan Mamah dapat telepon dari sekolah Mila. Mereka bilang katannya Istri Mu pingsan, tapi maaf Mamah nggak bisa jemput Mantu Mamah soalnya Mamah lagi arisan di rumah temen Mamah. Kamu kan Suaminya jadi Kamu aja yang jemput ya ". Pinta Angel dari sambungan telepon.
" Oke, Mah. Leo akan kesana sekarang ". Ucap Leo lalu Angel pun mengakhiri panggilannya.
" An! Andra mana? ". Tanya Leo pada Anna sekretaris perempuannya.
" Oh, Andra sedang menemui manager keuangan Pak ". Jawab Anna.
" Saya mau keluar dulu, tapi nggak tahu lama apa nggak. Nanti kalau Andra sudah datang bilang sama Dia kalau selama Saya di luar Dia yang handle perusahaan ". Perintah Leo pada sekretaris perempuannya.
" Baik, Pak ". Ucap Anna.
Setelah membaringkan tubuh Mila yang tengah pingsan si kursi penumpang mobilnya. Buru - buru Leo melajukan mobilnya menuju rumah sakit yerdekat.
Di Rumah Sakit.....
" Gimana keadaannya Dok ". Tanya Leo pada seorang Dokter yang umurnya sekitar 40 tahunan setelah memeriksa keadaan Mila.
" Hmmm... ". Ucap Dokter tersebut seranya memandang ke arah Leo dan Mila secara bergantian.
__ADS_1
Saat ini Mila memang sudah siuman, bahkan sebelum Mila sampai ke rumah sakit, karena Mila memang sudah siuman saat Ia masih berada di jalan menuju rumah sakit.
" Dok, Dia sakit apa? ". Tanya Leo lagi.
" Dia sebenarnya tidak sakit apa - apa ". Ucap Dokter tersebut ambigu.
" Maksud Dokter? ". Tanya Leo bingung. Dokter tersebut menarik lengan Leo dan menuntunnya ke luar ruangan.
" Begini...( Dokter tersebut membuang nafasnya kasar ) ini sebenarnya soal kesiapan aja ". Ucap Dokter tersebut lemah.
Leo hanya bisa mengangkat kedua alisnya meminta penjelasan.
" Di usianya yang baru belasan tahun, biasanya perempuan memang masih belum terbiasa dengan hubungan intim. Apalagi dengan orang yang usinya jauh lebih dewasa, karena bisa jadi Mereka belum bisa menhimbangi nafsu pasangan yang umurnya jauh diatasnya ". Ucap Dokter tersebut yang sukses membuat wajah Leo memerah karena malu.
" Satu lagi, mungkin 'itu' adalah pengalaman pertama baginya jadi Dia belum terbiasa ". Imbuh Dokter itu lagi.
Setelah Dokter yang bernama Budi itu mengakhiri wejangannya, buru - buru Leo memapah tubuh lemah Mila keluar dari ruangan yang membuatnya merasakan malu tingkat dewa.
" Pak Budi kenapa ". Tanya Bara saat masuk ke dalam ruangan seniornya untuk mengantarkan rekam medis dan saat Ia masuk Ia melihat seniornya sedang geleng - geleng kepala.
" Nggak papa cuma heran aja sama pergaulan anak jaman sekarang yang mainya udah sampa ke hubungan sex. Apalagi kalau Mereka masih berseragam putih abu - abu sementara lawan mainnya orang yang sudah berumur ". Ucap Budi mengingat kejadian barusan.
" M - maksud Pak Budi? ". Tanya Bara yang merasa tersindir, karena dulu Ia pernah lepas kendali saat Ia diajak ke club oleh Sahabatnya Leo. Namun nasib baik masih berpihak padannya karena saat Ia akan menerkam wanita bayarannya tiba - tiba Ibunya menelfon dan menyuruhnya untuk segara pulang. Jadilah malam itu Ia tak jadi khilaf.
" Saya hanya heran aja sama pasien Saya barusan yang periksa karena demam. Tapi pas Saya cek ternyata pasien Saya bukan demam dalam artian sakit, tapi demam karna baru pertama kali melakukan hubungan itu. Dan yang anehnya lagi pasien Saya yang demam itu seorang pelajar SMA, sementara yang laki - laki umurnya sudah sekitar 30 tahunan. Ya walaupun yang laki - laki kelihatan masih muda sih. Oh, iya tadi mana rekam medis yang Saya minta? ". Ucap Dokter Budi.
" Duh kok Aku jadi keinget sama Leo ya ". Batin Bara.
" Mana Dokter Bara? ". Tanya Dokter Budi.
" Eh, ini Dok ". Ucap Bara lalu kembali ke ruangannya setelah memberikan rekam medis yang diminta oleh Dokter Budi.
Tbc....
*
*
*
*
*
πJANGAN LUPA VOTE, LIKE n COMMENTNYA ***DI BANYAKINππ
π***Author mengucapin makasih banget buat yang udah bersedia ngasih commenan sama cerita Author, karena tandanya kalian itu merhatiin cerita Auhorππ
πMakasihπ
__ADS_1
**Love,
@Shinta_28π**