
Keesokan harinnya.....
Mila datang ke dapur untuk membantu para maid memasak sarapan.
" Non Mila sakit? ". Tanya salah satu Maid saat Mila sampai di dapur.
" Enggak kok Bi, emangnya Aku kaya orang sakit ya ". Tanya Mila balik.
" Iya, Non. Muka Non kelihatan pucat, kaki Non juga kayaknya lagi sakit ". Ucap Maid tersebut.
" Iya sih Bi emang kaki Aku lagi agak sakit. Tapi nggak papa lah Aku kan pengen bantu Bibi ". Ucap Mila tersenyum. Ia mendekati penggorengan.
" Tidak usah Non, lagian ini juga sudah hampir selesai. Mending Non Mila bantu Tuan Muda Bryan bersiap saja ". Saran Bibi.
" Yasudah itu ide bagus. Kalau begitu Aku ke kamar Adek dulu ya Bi ". Ucap Mula.
" Silahkan Non ". Ucap Bibi tersenyum.
Setelah selesai menyiapkan keperluan sekolahnya dan Bryan. Kini Mila tengah sarapan bersama dengan Leo dan Bryan.
" Ini " Leo menyodorkan uang 1 juta kepada Mila.
" Uang bulanan buat buat ini, tapi Lo jangan salah sangka dulu. Itu Gue lebihin sekalian buat beli obat kaki Lo! ". Ucap Leo ketus.
" Makasih Mas ". Ucap Mila mengambil uang pemberian Leo. Ia tersenyum ke arah Leo.
" Inget!!! Lo jangan salah sangka dulu sama kebaikan Gue!. Gue cuma nggak mau aja kalau Gue disangka Suami nggak punya hati kalau Gue ngebiarin Istri Gue sakit tanpa Gue obatin. Oh, iya nanti malem Mamah mau dateng, awas aja kalau Lo sampe ngadu yang nggak - nggak sama Mamah!. Habis Lo! ". Ancam Leo. Ia menatap Mila tajam. Ia lalu meninggalkan meja makan bersama Bryan.
Sejak Leo berbaikan dengan Bryan, sejak itu juga Leo selalu berangkat kerja sekalian mengantarkan Bryan ke sekolah.
Mila menatap kepergian Suaminya bersama anak tirinya dengan perasaan yang campur aduk.
" Kamu aneh tahu Mas. Terkadang Kau bertingkah manis seolah - olah Kau ingin Aku tetap bersamamu, tapi terkadang sikapmu juga membuatku seakan - akan ingin Aku pergi menjauh dari hidup mu ". Batin Mila sembari tersenyum miris.
πππ
Di sekolah Mila langsung ditodong oleh kedua sahabatnya. Mereka menanyakan perihal kaki Mila yang pincang. Tidak hanya itu, saat di kantin Mila juga ditodong penjelasan oleh Lando. Mereka bertiga ( Zulfa, Dina dan Lando ) menanyai soal kaki Mila yang pincang. Mereka bertanya banyak sekali bak polisi yang sedang mengintrogasi.
" Eh Guys kayaknya Aku duluan deh soalnya supir Tante Aku udah jemput ". Ucap Mila menunjuk ke mobil putih yang berhenti di depan gerbang sekolah.
" Oh, yaudah hati - hati ya ". Zulfa dan Dina melambaikan tangannya pada Mila.
Tadi sebelum jam pulang sekolah usai Leo mengirim pesan pada Mila yang isinya jika pulang sekolah nanti sekretarisnya Andra akan menjemput Mila.
πππ
Di kantor Leo....
Leo tampak kesal saat Andra memberikan laporan mengenai perkembangan perusahaannya. Beberapa hari ini Ia sangat sibuk mengurusi Shinta sampai Ia mengorbankan pekerjaanya.
" Ahhh!!!! gimana bisa!!! ". Ucap Leo marah. Ia melemparkan berkas yang baru saja diberikan oleh Andra.
" Aku boleh ngomong nggak? tapi sebagai seorang Sahabat? ". Tanya Andra pelan - pelan. Ia takut menyinggung Sahabat sekalian bosnya.
Leo tidak menyahut, Ia hanya memberikan ijin melalui isyarat tangannya.
" Gini ya Yo ". ( Andra menarik napas panjang lalu melepaskannya kasar.
" Bukannya Aku mau menasihati Kamu, tapi Kamu sadar nggak sih kalau Shinta itu nggak tulus sama Kamu!. Dia cuma mau harta Kamu aja ". Ucap Andra to the point.
" Bisa nggak sih Kamu nggak usah bahas soal Shinta! itu urusan pribadi Aku. Dan satu lagi, Kamu jangan pernah jelek - jelekin Shinta lagi terutama di depan Aku! ". Ucap Leo kesal.
__ADS_1
"...". Andra diam saja tidak menyahut.
" Mending sekarang Kamu fokus aja sama perusahaan dan cari informasi tentang gadis itu!. Oh, iya satu lagi tolong nanti Kamu jemput Mila pulang sekolah! ". Ucap Leo.
" Bro, tanpa Kamu kasih tahu Aku juga bakal urusin pekerjaan Aku sama cari info tentang gadis itu, tapi maaf Bro Aku cuman kasian aja sama Kamu. Sebagai Sahabat mana Aku tega lihat Sahabat Aku dimanfaatin sama orang picik kaya Shinta ". Ucap Andra pelan. Ia harus sabar menasihati Leo apalagi jika Leo sedang murka seperti sekarang ini.
" Diem, Aku nggak butuh nasihat Kamu. Shinta itu Kakak Nadia, mendiang Istri ku jadi Dia nggak mungkin kaya gitu! ". Ucap Leo tidak terima.
" Bro, harus berapa kali sih Aku bilang sama Kamu kalau Shinta itu bukan Kakak kandung Nadia!. Kalau Kamu nggak percaya Kamu bisa tanya sendiri sama Bara. Kamu tahu kan seperti apa dekatnya persahabatan antara Bara dengan Nadia! ". Ucap Andra mmulai terpancing emosi.
" Udahlah mendingan sekarang Kamu jemput Mila aja. Aku males kalau harus berdebat sama Kamu. Nggak akan usai juga ". Ucap Leo memutuskan perdebatan secara sepihak.
Andra pun mengalah. Ia keluar dari ruangan Leo dan pergi menjemput Mila.
πππ
Hari ini Leo pulang cepat dari kantornya. Ia sengaja pulang cepat, karena ada yang ingin Ia bicarakan dengan Mila. Ia takut jika Ia pulang pada jam biasanya Ia tak akan sempat bertemu dengan Mila, karena biasanya Ia pulang dari kantor dan saat itu juga Mila pergi ke sekolahnya untuk mengikuti Les tambahan.
Tadi sebelum Mila pergi untuk les tambahan Ia sudah berpesan supaya Mila bisa pulang cepat dari lesnya dengan alasan Mamah akan datang dan Mila sudah menyanggupinya.
Di sekolah Mila.....
" Guys kayaknya Aku ijin pulang cepet deh ". Ucap Mila pada Zulfa dan Dina.
" Yah kok gitu sih ". Ucap Dina.
" Iya sorry banget jadi nggak bisa mampir ke warung depan kaya janji kita tadi pagi ". Ucap Mila merasa bersalah.
" Emang Kamu dah ijin sama Gurunya? ". Tanya Zulfa.
" Udah. kalau gitu Aku duluan ya ". Jawab Mila.
" Yaudah ayuk biar Aku bisa sampe rumah cepet ". Ucap Mila menerima tawaran Lando.
Mila diantar pulang oleh Lando menggunakan sepeda motor milik Lando.
" Udah sampe sini aja Ndo. Makasih ya Ndo ". Ucap Mila. Ia meminta berhenti di pertigaan dekat rumahnya.
" Kok berhenti disini sih? kan belum nyampe ". Ucap Lando.
" Udah nggak papa Kamu balik lagi gih ke sekolah. Sekali lagi makasih ya ". Ucap Mila menyuruh Lando untuk kembali ke sekolah lagi dan menyelesaikan lesnya.
Lando pun menurut. Ia mengiyakan perintah Mila dan kembali ke sekolah.
Sesampainya di rumah Mila mendapati Angel sudah ada dirumahnya.
" Assalamu'alaikum ". Sapa Mila.
" Wa'alaikumsalam. Baru pulang ya Nak? sini makan malam! ". Angel menyuruh Mila untuk langsung ikut makan malam bersama.
Mila meletakan tasnya di kursi ruang makan. Ia melangkah ke kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangannya lalu kembali ke ruang makan dan makan malam bersama Angel, Leo dan Bryan.
Setelah selesai makan malam dan menonton televisi bersama kini tinggalah Mila dan Leo di ruang keluarga. Tadi Angel bilang jika dirinya akan menginap. Malam ini Angel tidur bersama Bryan atas permintaan Bryan.
" Ekhem...( Leo berdehem ) selama Mamah nginep disini Lo tidur di kamar Gue ". Ucap Leo dingin lalu beranjak ke kamarnya meninggalkan Mila.
Mila masih terdiam di tempatnya. Pikirannya kacau Ia merasa was - was akan tidur bersama Leo. Ia takut jika Ia akan diterkam seperti yang sudah - sudah. Bukanya Leo pernah menyentuh Mila, tapi Mila kerap mendengar suara desahan - desaha aneh dari kamar Leo. Dan saat Mila mencoba mengecek ternyata Leo sedang beradegan panas dengan perempuan. Perempuan yang Mila lihat juga wajahnya berbeda - beda bahkan biasanya sekali terkan tidak hanya satu. Mila pernah melihat Leo tidur bersama 2 orang perempuan sekaligus.
πππ
Di kamar Leo....
__ADS_1
Mula masuk secara pelan - pelan ke kamar Leo. Ia melihat Leo tengah duduk dipinggiran ranjang.
" Udah masuk aja nggak usah takut Gue nggak nafsu nerkam anak bau kencur kaya Lo ". Ucap Leo tanpa mengalihkan pandanganya dari ponsel yang sedang di pegangnya.
Mila merasa aman.
" Sini! ". Leo menyuruh Mila mendekat kepadanya dan Mula pun mendekat ke arahnya.
" Sini Gue lihat lukanya ". Ucap Leo. Mila menunjukan kakinya.
" Masih agak basah ". Ucap Leo. Ia mengobati kaki Mila lalu menyuruh Mila untuk tidur di ranjang. Bagaimanapun Leo itu tidak tega untuk menyuruh Mila tidur di sofa dengan kedaan kaki yang sedang sakit.
Setelah mengobati Mila Leo beranjak dari ranjang dan duduk di sofa sambil memangku laptopnya. Karena tadi Ia pulang lebih awal dari kantor dan di perusahaanya sedang ada sedikit kendala jadinya Ia membawa pekerjaanya ke rumah.
" Huam... ". Leo menguap.
" Jam 12 ". Ucap Leo memandang jam di dinding. sekarang sudah tengah malam.
Ia meletakan laptonya dan melihat ke arah ranjang.
" Nadia ". Gumam Leo saat melihat Mila tertidur nyenyak di atas ranjangnya.
Ia mendekati Mila. Entah mengapa Ia melihat Mila yang tengah tertidur seperti sedang melihat Nadia. Ia sudah berulang kali mengucek matanya, namun yang Ia lihat tetap Nadia.
Leo membaringkan tubuhnya di samaping Mila. Entah mengapa Ia ingin sekali memeluk tubuh Mila.
" Nadia ". Gumam Leo lagi saat Ia memeluk Mila.
Ia memeluk Mila erat. Ia merasa nyama saat memeluk Mila seakan Ia sedang memeluk almarhum Istrinya. Mila tidak terganggu dengan pelukan erat Leo, Karena saat ini Mila tidur dengan sangat pulas. Mila kelelahan dan kondidi fisiknya sedang agak tidak vit, karena kakinya yang sedang sakit dan segudang aktivitas di sekolahnya.
Akhirnya tanpa Leo sadari Ia tidur nyenyak sambil memeluk Mila erat.
πππ
Karna pada dasarnya seburuk dan sejahat - jahatnya manusia pasti Ia masih memiliki hati nurani yang menuntunya untuk melakukan perbuatan baik walauoun tidak banyak dan tidak sebarapa.
#Stay at home
#New normal
Tbc....
*
*
*
*
*
πJangan lupa Vote nya dikit - dikit nggak papa kok π
Jangan lupa buat Vote, Like n Commentnya sebanyak - banyaknyaπ
Makasihπ
**Love,
@Shinta_28π**
__ADS_1