Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
Bryan Pingsan


__ADS_3

Ke esokah harinya seperti biasa Mila membantu maid untuk memasak kemudian membantu Bryan bersiap ke sekolah.


Di kamar Bryan...


" Mamah kenapa? " Tanya Bryan saat Mila masuk ke dalam kamarnya.


Bryan melihat Mamahnya masuk ke kamarnya dengan keadaan kening yang sedikit memar.


" Kenapa apannya? " Ucap Mila malah balik nanya.


" Itu " Bryan menunjuk kening Mila ngeri.


" Oh, ini tadi Mamah kepeleset " Ucap Mila bohong. Ia tak mungkin bilang jujur pada anak tirinnya.


" Sudahlah sekarang Bryan siap - siap " Ucap Mila membantu Bryan berpakaian. Bryan hanya nurut.


" Dek, badan Kamu panas ". Ucap Mila panik. Ia menyentuh Kening Bryan.


" Udah Ma ayo cepet Bryan udah laper " Ucap Bryan berjalan keluar kamar.


" Dek, nggak usah berangkat sekolah ya. Kayaknya Adek sakit " Bujuk Mila mengikuti Bryan.


" No, Bryan mau sekolah ".


" Tapi nanti kalau kenapa-napa sama Adek Mamah bisa dimarahi papah ".


" Wlek....( Bryan menjulurkan lidahnya ke arah Mila ) Bryan mau ketemu temen-temen di sekolah " Bryan berlari menuju meja makan.


" Badannya panas, tapi tingkahnya nggak kaya orang sakit? " Batin Mila aneh.


Di meja makan sudah tersaji nasi goreng untuk sarapan. Leo turun untuk sarapan.


Suasana Di meja makan hening, yang ada hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu.


" Dasar b******k!!! bisa - bisannya Dia bersikap biasa saja atas apa yang tadi malam Dia lakukan ". Umpat Mila kesal. Ia menyumpahi Leo dengan sumpah serapah yang hanya bisa Ia lampiaskan di dalam hati saja.


" Papah ". Panggil Bryan pada Leo. Bryan menghampiri Leo.


" Bryan pengen berangkat sekolah diantar sama papah ". Pinta Bryan.


Saat ini ingin sekali Leo menjauh bahkan menyingkirkan tubuh Bryan dari dekatnya. Leo belum bisa menerima kehadiran Bryan padahal Ia sudah berusaha, tapi entah mengapa egonya lebih besar lebih dari rasa sayangnya.


" Morning All " Tiba - tiba Angel masuk ke ruang makan. Ia menenteng tas sekolah Mila.


" Morning Mah ". Ucap Leo kaget. Ia bingung mengapa Mamahnya datang ke rumahnya tanpa memberitahu terlebih dahulu. Untung Dia belum menyingkirkan Bryan. Kalau sampai Mamahnya tahu Ia kasar pada putranya kan bisa gawat nantinnya.


" Mamah mampir kok nggak ngasih kabar dulu sih? " Tanya Leo.


" Iya, Mamah lupa habisnya buru - buru sih tadi. Mamah kesini mau nganterin tas menantu Mamah yang ketinggalan di mansion ". Ucap Angel. Ia mendudukan tubuhnya disamping Mila.


" Kamu sehat Nak? " Tanya Angel.


" Alhamdulillah, Sehat Mah ".Jawab Mila.


" Ini kenapa? kok bisa gini? semalem perasaan nggak gini " Angel khawatir melihat jidat menantunya yang memar.


" Oh, ini tadi malem Mila kepeleset di kamar mandi Mah " Jawab Mila bohong.


" Gimana Papah mau kan? " Tanya Bryan menarik - narik celana yang dipakai Leo.


" Iya, Sayang Kita berangkat sekolah bareng " Jawab Leo mengelus puncak kepala putrannya lembut.


" Mah, Leo berangkat dulu ya " Pamit Leo. Ia mencium tangan Angel lalu mendekat ke arah Mila dan mengulurkan tangannya. Mila mencium punggung tangan Leo.


" Mila nggak sekalian? " Tanya Angel.


" Nggak Mah, kan arah kantor Leo beda sama arah sekolah Mila " Jawab Leo lalu melenggang pergi.


" Makasih ya Mah. Mamah udah repot - repot bawain tas Mila. Kalau begitu Mila pamit berangkat sekolah ya. Assalamu'alaikum " Ucap Mila mencium punggung tangan Angel


" Wa'alaikumsalam. Hati - hati ya Nak " Ucap Angel.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


Di sekolah......


" Berangkat sama siapa Mil? " Tanya Zulfa celingukan di gerbang sekolah.


" Jalan kaki " Jawab Mila.


" Loh kok jalan kaki? perasaan kemarin pulang sekolahnya Kamu dijemputnya pake mobil " Ucap Zulfa bingung.


" Iya, soalnya tanteku lagi sibuk. Udah yuk masuk ke kelas. Kita nunggu Dina di kelas aja " Ajak Mila.


" Yuk, males juga Aku nunggu si telat di gerbang sekolah. Nanti malah kita dikira patung pancoran " Ucal Zulfa asal.


" Hahah....bisa aja Kamu Zul " Ucap Mila terkekeh.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Di Taman Kanak - Kanak Kasih Bunda.....


Tanpak anak - anak berusia sekitar 6 tahunan tengah asik bermain bersama. Mereka ada yang bermain kejar - kejaran, perosotan, ayun - ayunan dll. Yang intinya membuat mereka bahagia.


Namun, di pojokan tampak seorang anak laki - laki tengah duduk sambil menyenderkan kepalannya ke meja. Wajahnya terlihat pucat.


" Bryan nggak ikut main sama temen - temen? " Tanya Lisa, salah satu pengajar di Taman Kanak - Kanan Kasih Bunda.


Bryan hanya menggelengkan kepalannya pelan. Saat ini kepalannya terasa sangat pusing.


" Bu Guru, Bryan pusing " Ucap Bryan. Tiba - tiba pandangannya kabur. Tubuhnya seketika ambruk. Bryan pingsan.


" Ya ampun Nak, Kamu pingsan!!! " Ucap Lisa panik. Segera Ia menggendong tubuh mungil Bryan


" Bu Hana!!! Bu Hana!!! " Panggil Lisa pada Hana, salah satu pengajar lain di Tk tersebut. Ia berlari sambil menggendong Bryan panik.


" Cepat hubungi Bu Angel! " perintah Lisa pada Hana.


" Ada apa ini Bu? " Tanya Hana ikut panik.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Angel yang mendapat informasi kalau cucu kesayangannya pingsan langsung panik


Ia segera menghubungi Leo dan langsung bergegas ke rumah sakit tempat cucunya dirawat.


" Bagaimana keadaan cucu Saya Bu? " Tanya Angel pada Lisa yang sedang duduk di kursi depan ruang Bryan sedang diperiksa.


" Sabar Bu " Ucap Lisa menenangkan.


Dokter keluar dari ruangan Bryan.


" Bagaimana keadaan cucu saya Dok? " Tanya Angel pada Dokter yang baru saja keliar dari ruang periksaan Bryan.


" Cucu Anda baik - baik saja. Ia hanya kelelahan saja, biasalah anak - anak seusia cucu Anda memang sangat aktif. Cucu Anda juga sudah sadar. Ia sudah di perbolehkan untuk di besuk " Tutur dokter tersebut.


" Ah, Ya Allah syukurlah " Ucap Angel lega.


" Kalau begitu Saya permisi dulu ".


" Iya, Dok. Sekali lagi terimakasih ya Dok ".


" Sama - sama " Ucap Dokter tersebut lalu pergi.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Leo datang ke rumah sakit dengan tergesa - gesa. Entah mengapa sejak beberapa menit yang lalu Mamahnya mengabari jika Bryan pingsan. Leo merasa sangat khawatir dengan keadaan Bryan.


" Bagaimana apa Kamu sudah menghubungi Istri mu perihal Bryan ? " Tanya Angel.


" Sudah Mah, tapi sedari tadi ponsenya tidak aktif " Jawab Leo. Ia tengah sibuk dengan ponsel pintarnya.


" Kamu coba hubungi Shinta saja mungkin Dia bisa datang kemari. Sedari tadi Bryan memanggil - manggil Bundannya terus " Bunda yang dimaksud Angel adalah Nadia. Walaupun Bryan belum pernah bertemu dan mendapatkan kasih sayang dari Nadia, namun Angel tetap mengenalkan Bryan dengan Nadia melui foto - foto Nadia.

__ADS_1


Leo menghubungi Shinta....


" Ada apa Sayang? " Tanya Shinta dari sebrang.


" Bryan sakit. Kamu bisa ke rumah sakit XX nggak sekarang? " Tanya Leo.


" Mmm...bentar - bentar Aku nggak salah dengerkan? Sejak kapan Kamu perhatian sama anak itu? " Tanya Shinta.


" Udah cepetan Kamu kesini. Ini permintaan Mamah! " Perintah Leo.


" Oke, Aku kesana sekarang ".


πŸƒπŸƒπŸƒ


Leo tampak gusar. Sedari tadi Bryan rewel minta bertemu dengan Mila, tapi Mila tak kunjung datang.


Shinta sudah pulang, karena Ia tak kuat dengan tingkah rewel Bryan. Memang sedari kecil Bryan tidak dekat dengan tantenya, karena selama ini Leo jarang mempertemukan keduanya.


" Kemana sih gadis itu. Awas saja nanti akan aku kasih hukuman " Geram Leo. Ia mengepalkan tangannya geram.


" Andra cepat Kamu jemput Mila di sekolahnya. Mau nggak mau Kamu bawa pulang saja! " Perintah Leo pada Andra sekretarisnya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Di sekolah Mila.


Seorang Gadis cantik berhijab tengah terbaring lemas di atas kasur UKS. Wajahnya sangat pucat.


" Kamu udah sadar Mil? " Tanya Dina yang sedari tadi duduk tidak jauh dari tempat Mila berbaring.


" Pusing ( Mila mengerjap - ngerjapkan matanya ) kok Aku disini sih? " Tanya Mila bingung.


" Iya, tadi dari hidung Kamu keluar darah terus tiba-tiba Kamu pingsan di kelas " Tutur Zulfa.


" Hidung? darah? " Mila memegang hidungnya.


" Permisi, Saya utusan dari Tuan Leo saudara Nona Mila. Saya datang untuk menjemput Nona Mila atas perintah dari Tuan Leo " Ucap Andra masuk ke dalam UKS


" Tuan Leo? " Tanya Mila pelan tapi masih bisa didengar oleh Andra.


" Saya harap Nona bisa ikut Saya sekarang " Ucap Andra tegas.


" Guys makasih ya Kalian udah baik sama Aku. Aku pamit dulu soalnya supir Om Aku udah jemput " Pamit Mila pada sahabatnya.


" Iya, Mil cepet sembuh ya " Ucap Dina dan Zulfa bersamaan. Mereka mebantu memapah Mila sampai ke dalam mobil yang dibawa Andra.


Di dalam mobil....


Di dalam mobil Mila hanya diam. Ia memegangi hidungnya.


" Ya Allah semoga penyakit itu tidak datang lagi. Mila khawatir Ya Allah. Mila takut kejadian itu akan terulang lagi ". Batin Mila takut.


Tbc....


*


*


*


*


*


Jangan lupa Vote nya ya....nggak papa dikit" yang penting kalian iklash dukung Author.


🍁Vote, Like, Comment n Rate 5 nya🍁


Thank you very muchπŸ™


Love,

__ADS_1


__ADS_2