Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
Beasiswa 2


__ADS_3

Setelah terlebih dahulu mengetuk pintu Dave masuk ke dalam kamar Tuannya.


" Selamat pagi Tuan ". Sapa Dave pada Ryan.


" Pagi. Kemarilah! ". Ucap Ryan menyuruh Dave mendekat ke tempat tidurnya.


" Dave, Kamu lihat kan bagaimana kondisiku saat ini?. Seiring bertambah usiaku kesehatanku semakin menurun. Aku akui pengabdianmu selama ini sudah sangat besar, sampai kamu rela mengorbankan hidupmu demi keluargaku.... ".


" Tidak Tuan. Itu belum seberapa dibandingkan kebaikan tuan pada Saya. Tanpa pertolongan tuan malam itu mungkin sekarang Saya bukan apa - apa ". Ucap Dave menghentikan ucapan Ryan.


" Sudahlah Dave jangan bahas masalah itu. Itu mungkin hanya kebetulan saja ". Ucap Ryan.


" Dave Aku punya satu permintaan padamu. Tolong cari Putriku Aini. Aku ingin melihat wajahnya, apakah dia cantik seperti ibunya. Dan juga sebelum Aku pergi Aku ingin menyaksikan Dia hidup bahagia dan berkecukuplan. Tolong Dave ". Ucap Ryan memelas sambil menggenggam tangan Dave.


" Baik Tuan. Aklan Saya laksanakan. Saya Janji akan menemukan putri Tuan secepatnya ". Ucap Dave pasti.


" Shinta! ". Panggil Ryan. Shinta yang sedari tadi hanya menyimak lantas menoleh ke arah Ryan.


" Iya, Pah? ".


" Bekerja sama lah Kamu dengan Dave. Semoga Kalian bisa menjadi tim yang kompak dalam misi pencarian Aini. Dan mulai sekarang mulailah jauhi Leo secara perlahan ". Ucap Ryan pada Shinta.


" Baik, Pah ". Ucap Shinta sambil menganggukan kepalanya.


πŸƒ


" Oke, cukup sekian pelajaran hari ini. Sebelum Saya tutup Saya ingin memberitahukan kalau pemberkasan bagi para penerima beasiswa harap dilakukan secepatnya. Trimakasih. Wasalamu'alaikum. Wr. Wb. " Ucap Guru mengakhiri pelajarannya.


" Mil, pulang sekolah Kita mampir ke toko buku yuk ". Ajak Dina


" Emang nggak ada les tambahan ya? ". Tanya Mila.


" Ya ampun Mil, itu handphone emang kamu pake buat apa? ". Tanya Zulfa.


" Ya buat apa aja lakh. Emang kenapa? ". Ucap Mila bingung.

__ADS_1


" Coba Kamu buka grup les matematika ". Perintah Dina.


" Oh, ternyata libur ". Ucap Mila setelah mengecek grup les matematikanya di aplikasi WhattsApp.


" Makanya handphone itu dipake jangan buat pajangan aja ". Ucap Zulfa.


" Iya iya maaf. Tapi kayaknya Aku nggak bisa deh akhir - akhir ini Aku sering ngerasa kecapean ". Ucap Mila pada Zulfa dan Dina. Memang akhir - akhir ini Mila sering merasa pusing juga mimisanya lebih sering terjadi dari biasanya.


" Ya udah nggak papa Kita berangkat berdua aja. Kamu istirahat aja jangan capek - capek kan seminggu lagi ujian akhir ". Ucap Zulfa pada Mila.


" Iya, Kalian hati - hati di jalan ya. Bye ". Ucap Mila mereka pun berpisah di depan gerbang sekolah.


πŸƒ


Hari ini di kantor Leo sangat sibuk. Banyak pekerjaan yang harus Ia selesaikan. Juga Ia baru saja mendapat projek pembuatan apartemen dari sebuah perusahaan besar.


Leo pulang ke rumah agak terlambat. Ia sampai di rumah pukul 18:25.


Mila yang baru saja menyelesaikan shalat maghribnya mendengar suara mobil Leo. Mila beranjak untuk membukakan pintu untuk Leo. Namun baru saja membuka pintu kamarnya. Ternyata Bibi telah membukakan pintu untuk Leo. Jadi Mila mengurungkan niatnya dan melanjutkan doannya.


Di dalam kamar Mila. Leo melihat Mila sedang memanjatkan do'a pada Allah.


" Entah mengapa hatiku rasanya tentram melihat Dia begitu khusyu' dalam do'anya ". Batin Leo yang langsung pergi menuju kamarnya.


Setelah makan malam dan Shalat Isya' kini Mila akan belajar. Tadi pagi Ia mendapat tugas untuk membuat PPT jadi Dia berinisiatif untuk meminjam laptop pada Leo.


TOK...TOK...TOK...


" assalamu'alaikum. Mas Aku boleh masuk? ". Tanya Mila di depan pintu kamar Leo.


" Iya masuk aja ". Ucap Leo yang sedang duduk di sofa kamarnya sambil memangku laptop kerjanya. Ia sedang membalas email pada Andra.


Mila masuk dan berjalan menuju sofa lalu berdiri di depan Leo. Leo lantas menengadah menatap istrinya.


" Mas, laptopnya lagi dipake ya? ". Tanya Mila dengan nada sedikit kecewa.

__ADS_1


" Iya, epmang kenapa? Kamu mau minjem? ". Tanya Leo.


" Mmm...iya, tapi kayaknya nggak jadi deh. Lagi dipake sama mas Leo ". Jawab Mila.


" Kamu pake laptop itu aja. Itu laptop Aku yang biasa buat main game kalau aku lagi butuh refresing ". Ucap Leo nenunjuk laptop berwarna putih di atas meja


" Aku pinjem ya Mas. Makasih ". Ucap Mila


Setelah dirasa tugasnya sudah selesai. Lalu Mila mematikan laptopnya dan pergi ke kamar Leo untuk mengembalikan laptop.


" Mas, makasih ya laptopnya ". Ucap Mila sambil menaruh kembali laptop di atas meja.


" Sini Mil ". Ucap Leo meminta Mila untuk duduk di sampingnya. Milapun menurut.


" Ujian akhir berapa hari lagi? ". Tanya Leo.


" 1 mingguan lagi ". Jawab Mila


" Kamu udah pikirin kedepannya mau gimana dan kemana? ". Tanya Leo lagi.


" Untuk itu aku masih mikir - mikir Mas. Tapi Aku dapet beasiswa kuliah sih Mas. ". Jelas Mila.


" Syukurlah Kamu sudah berfikir sampai sejauh itu. Mil, kalau Kamu butuh apa - apa jangan sungkan untuk meminta bantuanku ya ". Ucap Leo bersungguh sungguh sambil menatap mata Mila.


" Iya, Mas kalau begitu Mila turun dulu ". Pamit Mila lalu berdiri.


" Mil, Ajari Aku shalat ". Ucap Leo sambil memegang tangan Mila lembut yang lantas membuat Mila mematung.


" Apa Mas? ". Tanya Mila memastikan jika Ia tidak salah dengar.


" Ajari Aku shalat ". Ulang Leo lagi.


...TBC...


Author : yang mau cerita ini tetep lanjut silahkan ketik " lanjut " di kolom komentar.

__ADS_1


Dan jangan lupa tekan ikonπŸ‘ dan Vote supaya author semangat buat upπŸ’—πŸ˜˜


__ADS_2