Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
Gagal Jemput


__ADS_3

Keesokan paginya Mila bangun dari tidurnya dengan keadaan tubuh yang bertambah sakit dari pada saat tadi malam Ia bangun untuk melaksanakan Shalat Isya'.


Dilihatnya Leo, suaminya yang masih tertidur dengan pulas disampingnya. Walaupun Mereka tidur satu ranjang, tapi diantara Mereka masih ada guling yang digunakan sebagai sekat diantara Mereka.


" Aduh kok rasanya dingin banget sih pagi ini ". Ucap Mila dengan suara yang pelan juga serak khas orang baru bangun tidur. Matanya mengerjap lalu melihat ke sekelilingnya.


" AC nya padahal mati, tapi kok rasanya udaranya dingin banget. Kepala Aku juga kok rasanya pusing benget ". Gumam Mila pelan. Dengan usaha kerasnya akhirnya sampai juga Mila di dalam kamar mandi.


" Wajah Aku kok merah ya? ". Tanya Mila pada dirinya sendiri saat Ia akan menggosok giginya sambil melihat wajahnya dicermin. Mila meletakan punggung tangan kanannya di jidat dan tengkuknya.


" Ya ampun pantesan udaranya rasanya dingin. Kayaknya Aku agak demam deh ". Ucap Mila lagi. Buru - buru Ia menyelesaikan mandinya lalu bergegas keluar dari kamar mandi untuk melaksanakan Shalat Subuh.


Setelah melaksanakan Shalat Subuh Mila turun kelantai bawah menuju kamarnya untuk bersiap - siap pergi ke sekolah.


Pukul 06:00...


Semua keluarga ( Angel, Bryan dan Mila ) telah berkumpul di depan meja makan untuk sarapan. Namun Mereka belum memulai sarapannya, karena Mereka masih menunggu sang kepala keluarga.


Pukul 06:05 Leo turun dari kamarnya untuk sarapan bersama. Ia turun sudah dengan mengenakan kemeja putihnya lengkap dengan dasinya sementara jas dan tas kerjanya Ia tenteng dengan tanganya.


" Ekhem... ". Leo berdehem saat sudah duduk di kursi meja makannya.


Mereka semua sarapan dengan hikmat kecuali Bryan. Anak itu sesekali menjahili Mila saat Mila akan menyedokkan nasi ke dalam mulutnya sendiri Bryan akan menyenggol bahu Mila dan membuat nasi yangbsudah Mila sendok jatuh tercecer. Berulang kali juga Bryan bersikap manja pada Mila dengan meminta Mila untuk menyuapinya.


" Dia Kok keliatan biasa aja sih. Padahalkan tadi malem Aku udah.... ". Batin Leo sambil mengunyah makananya. Sesekali Ia mencuri - curi pandang ke arah Mila. Dilihatnya wajah Istrinya yang tampak biasa saja, hanya saja pagi ini wajahnya terlihat agak pucat.


" Mila udah selesai Mah ". Ucap Mila sambil menoleh pada Angel.


Mila berdiri sambil meraih tongkat yang berada di sampingnya. Leo mengernyitkan dahinya saat melihat Mila berdiri dibantu dengan tongkat. Angel yang menyadari perubahan wajah Leo lalu menjelaskan dari mana asal tongkat yang dipakai oleh Mila.


" Kemarin sebelum Mamah pergi ke mall, Mamah mampir dulu ke Rumah Sakit Anggrek buat beliin mantu Mama tongkat. Soalnya Mamah kasian liat mantu Mamah jalanya kesusahan ". Ucap Angel sambil menoleh pada Leo.


" Oh, tapi kok tadi malem Leo nggak lihat Mamah pulang bawa tongkat? ". Tanya Leo pada Mamahnya


" Ya iyalah orang semalem Mamah kecapean dan langsung tidur. Jadi tadi malem belanjaan Mamah yang bawa masuk Pak Andi ". Jawab Angel.

__ADS_1


" Ya udah Mah kalau begitu Mila berangkat dulu. Takut telat ". Pamit Mila pada Angel sambil menyunggingkat senyum secerah mentari paginya lalu bersalaman pada Angel dan Leo secara bergantian.


Leo juga berpamitan pada Angel untuk berangkat ke kantor. Bryan sudah keluar lebih dulu mendahului Mila dan Leo. Dia sudah duduk santai di dalam mobil menunggu papahnya.


Mila berjalan dengan kakinya yang masih agak pincang menuju gerbang. Dengan sigap Pak Maman yang berprofesi sebagai Satpam membukakan pintu gerbang.


" Pagi Pak Maman. Mila berangkat dulu ya Pak ". Sapa Mila sembari menyunggingkan senyum ramah dan manisnya pada Satpam.


" Pagi juga Non Mila. Hati - hati di jalan jangan sampai terluka lagi. Non Mila ini hobinya terluka jadi ngebuat hati Pak Maman ikut terluka ". Canda Pak Maman pada Mila.


" Ah Pak Maman bisa aja. Mila jalan dulu ya Pak ". Ucap Mila yang diangguki oleh Pak Maman.


Mila keluar dari pintu gerbang. Baru beberapa langkah Mila keluar dari pintu garbang, Mila mendengar suara klakson sepeda motor. Mila mengedarkan pandanganya ke sekelilingnya mencari sumber suara.


Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Mila melihat ada sebuah motor ninja dan juga pengemudinya yang melambaikan tangan ke arahnya. Mila menghampiri orang yang melambaikan tangan ke arahnya.


" Mas manggil Saya? ". Tanya Mila yang langsung diangguki oleh orang tersebut.


" Tapi maaf Mas kayaknya Saya nggak pesan ojol deh ". Ucap Mila sambil meletakan tangan kananya di dagunya seoperti orang yang sedang berpikir.


Orang tersebut menepuk - nepuk bagian tempat duduk di motor ninjanya yang mengisyaratkan pada Mila supaya Mila duduk.


" Maaf Mas, kayaknya Masnya salah penumpang deh ". Ucap Mila lagi.


" Suprise! ". Ucap laki - laki tersebut sambil membuka helmnya.


" Lando! ya ampun ternyata Kamu! ". Ucao Mila kaget. Ia bahkan sampai menutup mulutnya, karena tak bisa menyebunyikan kekagetanya.


" Iya Aku. Udah cepetan naik nanti keburu telat ". Ucap Lando sambil menepuk - nepuk bagian belakan motor ninjanya.


" Tapi... ". Ucap Mila ragu. Ia memandangi motor Lando sambil berpikir bagaimana Ia bisa naik ke motor tersebut dengan keadaan kakinya yang sedang sakit ditambah lagi dengan rasa sakit di selakanganya yang belum hilang sempurna gara - gara ulah Leo tadi malam.


TIN...TIN...TIN...


Tiba - tiba terdengar suara klakson mobil dari belakang Mila yang sukses membuyarkan lamunan Mila. Leo turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Istrinya.

__ADS_1


" Ada apa ini? ". Tanya Leo yang sudah berdiri di samping Mila.


" Pagi Om. Aku mau minta ijin sama Om buat berangkat bareng sama Mila ke sekolah pagi ini ". Ucap Lando langsung setelah sebelumnya Ia langsung menerobot tangan Leo dan menciumnya.


Leo diam, sejenak Ia berpikir. Ia meliri ke arah Mila dan pada saat yang sama Mila juga melirik ke arahnya. Mata mereka saling memandang dan mengunci, seolah - olah Mereka tengah berkomunikasi lewat mata.


Mila menatap Leo dengan tatapan yang seolah - olah mengatakan jika dirinya tidak mau berangkat bersama dengan Lando dan Leo paham akan hal itu.


" Ekhem...maaf sebelumnya tapi pagi ini Mila akan berangkat bersama Saya ". Ucap Leo.


" Yah... ". Ucap Lando terdengar kecewa, tapi mau bagaimana lagi Ia tak bisa melawan karena Mila akan berangkat bersama dengan Omnya.


Walaupun Lando tak bisa berangkat ke sekolah bersama dengan orang yang Ia cintai, tapi pagi ini Lando tidak berangkat ke sekolah sendirian. Ia berangkat ke sekolah bersama dengan rasa kecewa karena tak jadi berboncengan mesra dengan wanita pujaan hatinya.


Tbc....


*


*


*


*


*


๐ŸHay Reader's tercintanya Author.....maaf ya kemarin Author nggak bisa up, karena kemarin Author lagi gabut. Tapi tenang aja Author gabut bukan karena mikirin alur cerita ini.....Cerita ini udah Author tentuin alurnya sampai END....Jadi kalian nggak usah takut kalau cerita Author bakal berhenti di tengah jalan...๐Ÿ


๐Ÿ€JANGAN LUPA VOTE, LIKE n COMMENTNYA ***DI BANYAKIN๐Ÿ˜‚๐Ÿ€


๐Ÿƒ**Author mengucapin makasih banget buat yang udah bersedia ngasih commenan* sama cerita Author, karena tandanya kalian itu merhatiin cerita Auhor๐Ÿ˜๐Ÿƒ


๐Ÿ™Makasih๐Ÿ™


**Love,

__ADS_1


@*Shinta_28๐Ÿ˜˜***


__ADS_2