Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
Subuh


__ADS_3

" Iya, Mas kalau begitu Mila turun dulu ". Pamit Mila lalu berdiri.


" Mil, Ajari Aku shalat ". Ucap Leo sambil memegang tangan Mila lembut yang lantas membuat Mila mematung.


" Apa Mas? ". Tanya Mila memastikan jika Ia tidak salah dengar.


" Ajari Aku shalat ". Ulang Leo lagi.


Mila tersenyum mendengar ucapan Leo.


" Insyaallah Mas ". Ucap Mila memberikan senyuman menawannya.


Pukul 04:45 pagi....


Mila berdiri didepan pintu kamar Leo. sedari tadi Ia mengetuk pintu namun tidak ada respon. Akhirnya Ia masuk saja ke dalam kamar Leo.


Di dalam kamar Ia melihat Suaminya masih tidur dengan tubuh tertutup selimut. Mila pun mendekati Leo.


" Mas...mas....mas Leo. Bangun ". Ucap Mila menyingkap selimut Leo dan mengguncangkan tubuh Leo pelan.


" Hmmm ". Ucap Leo menggeliat lalu kembali tidur.


" Mas...bangun katanya minta di ajarin shalat ". Ucap Mila.


Seketika mata Leo terbuka. Ia lalu duduk dan melihat Istrinya sudah rapih dengan balutan mukna putihnya.


" Mas Leo sekarang ke kamar mandi dulu. Biar Aku yang siapin sajadah sama sarung Mas Leo. Jangan Lama - lama ya Mas, Kita mau jama'ah di masjid ". Ucap Leo yang hanya diangguki oleh Leo.


Di jalan menuju masjid.


" Mil... ". Ucap Leo.


" Kenapa mas? ".


" Aku takut Mil


Aku lupa caranya shalat ".


" Mas Leo nggak usah takut. Nanti Mas Leo ikutin gerakan orang yang di samping Mas Leo. oke ". Ucap Mila.


" Oke ". Ucap Leo dengan nada kurang percaya diri.

__ADS_1


πŸƒπŸƒ


" Mas Aku mandi dulu ya ". Ucap Mila setelah meraka sampai di rumah.


" Makasih ya mil ". Ucap Leo.


" Nggak usah makasih Mas. Itu udah tugas Aku sebagai Isti buat ngingetin Mas Leo ". Ucap Mila dengan senyum merekah.


πŸƒ


πŸƒ


Seperti biasa hari ini Mila pulang ke rumah pukul 19:00 . Setelah Shalat dan makan malam Mila ke kamar Bryan.


Mila membantu Bryan belajar mewarnai sambil dirinya juga belajar.


" Mah....ini bagusnya warna apa? ". Tanya Bryan pada Mila sambil menunjuk sebuah gambar mobil pada buku mewarnai.


" Mobil bagusnya warna kuning ". Ucap Mila mengalihkan wajah nya dari buku tebalnya.


" Kuning ". Ucap Bryan bahagia sambil mengambil pensil warna yang berwarna kuning.


" Warna merah aja biar kaya mobil Papah ". Ucap Leo tiba - tiba masuk ke kamar Bryan dan langsung mendudukan dirinya di samping Mila.


Mila yang mendengan ucapan Bryan hanya bisa menyebikan bibirnya.


" Belajar Apa? ". Tanya Leo.


" Matematika ". Jawab Mila fokus. Ia terlihat menggoreskan angka - angka, namun Ia terlihat frustasi.


" Ah males nggak ketemu! ". Ucap Mila sebal sambil menghempaskan pensilnya.


" Sini coba liat ". Ucap Leo. Mila pun memberikan bukunya pada Leo.


" Oh ini. Sini Liatin cara ngerjainnya ". Ucap Leo. Mila pun menurut Ia merapatkan duduknya pada Leo.


" Ketemu ". Ucap Leo menyelesaikan soal matematika.


" Wah ketemu. Mas Leo ternyata pinter ya ". Puji Mila.


" Iya dong siapa dulu ". Ucap Leo bangga.

__ADS_1


" Iya iya. Oh, iya yang ini gimana ". Tanya Mila lagi sambil menunjuk beberapa soal yang nomornya Ia bulati tanda Ia tak tahu.


" Ini gini caranya ". Ucap Leo. Tangan kirinya berpindah menjadi mendekap bahu Mila. Mila menurut.


" Ternyata ini nyaman ". Batin Mila tersenyum. Ia merasa nyaman dalam pelukan Suaminya.


" Paham? ". Tanya Leo.


" Paham ". Jawab Mila mengangguk.


" Bagus deh kalau paham berarti Kamu pinter, karena Ibu dari anak - anakku harus pinter supaya anak - anakku juga pinter ". Canda Leo sambil mengacak rambut Mila.


" Mas Leo apaan sih ". Ucap Mila sebal. Ia langsung berdiri lalu berjalan ke luar kamar Bryan.


" Dek susunya minta buatin Papah yah. Mamah capek mau istirahat ". Ucap Mila pada Bryan sebelum Mila keluar.


" Oke Mah ". Ucap Bryan.


Leo hanya bisa tersenyum saat melihat Istrinya ngambek.


πŸƒπŸƒ


Leo merebahkan tubuhnya di sofa kamarnya. Ia tersenyum mengingat wajah Mila saat ngambek.


" Imut ". Kata yang menggambarkan wajah Istrinya saat ngambek.


Leo pun beranjak dari sofa menuju ranjangnya untuk tidur. Namun baru beberapa langkah Leo beranjak dari sofa, Ia menangkap sebuah kalung dengan liontin bulan tergeletak di lantai kamarnya.


" Ini pasti punya Mila ". Ucap Leo mengambil kalung tersebut dan memasukannya ke laci mejanya. Di dalam laci meja Leo juga terdapat kalung dengan liontin bintang milik Nadia.


Namun saat kalun liontin bulan tersebut dimasukan ke dalam laci meja tiba - tiba kalung liontin bulan dan bintang saling mendekat dan menyatu.


" Kok bisa jadi satu? ". Ucap Leo bingung dengan kalung yang menyatu.


" Bulan dan bintang. Dulu nadia pernah dateng ke mimpiku saat Aku nampar Mila dan bilang bulan sampe 3 kali. Apa jangan - jangan! ". Ucap Leo pada dirinya sendiri.


" Aini?!!? ". Pekik Leo. Satu kata yang terbesit dalam pikiranya.


...TBC...


Author : yang mau cerita ini tetep lanjut silahkan ketik " lanjut " di kolom komentar.

__ADS_1


Follow juga akun Author, nanti Author follback😘


Dan jangan lupa tekan ikonπŸ‘ dan Vote supaya author semangat buat upπŸ’—πŸ˜˜


__ADS_2