
Setelah periksa dan menebus obat di apotik Leo dan Mila langsung pulang ke rumah. Keadaan di dalam mobil saat Mereka pulang dari rumah sakit masih sama seperti tadi pagi yaitu hening. Tidak ada yang berminat membuka pembicaraan di antara ke duanya.
Setelah menempuh waktu sekitar 30 menit. Kini sampailah Mereka di rumah. Leo turun dari mobilnya lalu berjalan mengitari mobilnya untuk membukakan pintu mobil bagi Istrinya. Dengan hati - hati Leo membantu Mila berjalan dengan memapahnya. Mereka masuk ke dalam rumah yang langsung disambut oleh Angel.
" Gimana kedaan mantu Mamah? ". Tanya Angel sambil menghampiri anak dan mantunya. Ia mengambil kresek obat dengan logo Apotik XX dari tangan Leo saat melihat Leo agak kesusahan harus memapah Mila sambil salah satu tangannya membawa kantong obat.
" Kata dokter cuman demam biasa ". Jawab Leo bohong, karena Ia tidak mungkin menceritakan kondisi Mila yang sebenarnya seperti yang dokter tadi katakan. Bisa - bisa Ia malu tujuh turunan gara - gara menceritakan hal itu pada Mamahnya.
" Oh, syukurlah kalau ternyata nggak ada yang serius. Mamah jadi lega dengernya. Kalian langsung istirahat saja ya, biar nanti Mamah yang suruh Bibi buat nganter makan siang kalian ". Ucap Angel yang langsung diacungi jempol oleh Leo. Mereka pun naik ke lantai 2 untuk beristirahat.
Sorenya Angel berpamitan akan pulang ke mansionya, karena walaupun berat rasanya untuk kembali ke mansion Angel tetap harus kembali ke mansionya. Ia paham jika sekarang Putranya sudah berkeluarga lagi dan tak baik seorang mertua terus - terusan menginap di rumah Anak dan mantunya, karena bisa membuat anak dan mantunya canggung untuk bermesraan jika ada dirinya. Ya, walaupun sebenarnya Mila juga tidak merasa keberatan sih, tapi angel tau posisinya saat ini dan Ia tak mau mengganggu keromantisan Anak dan Mantunya.
πππ
Kini tak terasa sudah 3 minggu sejak kejadian malam itu ( malam dimana Leo mendapatkan haknya sebagai seorang Suami ) dan setelah kejadian malam itu perilaku ke duannya mulai berubah.
Leo perlahan mulai membuka hatinya untuk Mila dan Ia juga sudah jarang melakukan kekerasan dalam bentuk fisik. Sentara Mila, sejak malam itu Ia berubah menjadi pribadi yang agak dingin jika dengan Leo. Perubahan pada diri Mila sabenarnya bukan tanpa alasan. Ia berubah karena Ia merasa trauma akibat kejadian itu dan sampai sekarang Ia masih belum bisa melupakan kejadian malam itu.
Walaupun begitu, Mila tetap menjalankan kewajibanya sebagai Istri seperti: mengambilkan makanan untuk Leo saat jam makan, membuatkan kopi jika Leo meminta dsb yang intinya bukan kewajiban yang menjerumus ke hal - hal 'itu'. Hanya saja setelah kejadian itu Mila jadi irit bicara saat sedang bersama atau melakukan perintah Leo.
Hari ini adalah hari sabtu dan besoknya adalah hari Minggu atau tepatnya weekend. Hari yang banyak dinanti oleh banyak orang untuk melepas stres dan kepenatan.
" Dek, semalem Oppah nelpon. Katanya nanti sepulang sekolah mau mampir sekalian jemput Kamu ". Ucap Leo pada Bryan saat Mereka tengah makan bersama. Sekarang Leo ikut - ikutan Mila untuk memanggil Bryan dengan kata 'Dek'.
" Asik... Oppa Ian mau main!!! ". Ucap Bryan kegirangan saat Leo mengatakan Oppanya mau mampir. ( Oppa Ian, sebuatan untuk Papah Rian / Ayah Nadia )
" Iya, sudah itu makananya cepat dihabisin nanti kalau lama Kita bisa telat ". Ucap Leo pada Bryan setelah Ia menghabiskan makananya.
" Ini uang yang semalem Kamu minta ". Ucap Leo seraya menyodorkan 7 lembar uang seratus ribuan. Sekarang Leo sudah merubah panggilanya pada Mila dari kata 'Lo' menjadi 'Kamu'.
" Makasi, eh tapi Mas ini uangnya kebanyakan. Kan semalem tulisanya di surat harga bukunya 500 ribu ". Ucap Mila sambil menghitung ulang uang yang Leo beri, karena takutnya Ia salah dalam menghitung.
" Emmm....mungkin Kamu salah ngitungnya kali. Sini biar Aku yang hitung ". Ucap Leo lalu mengambil uang yang berada di tangan Mila.
" Eh.... ". Ucap Mila kaget saat tangan Leo tak sengaja. menyentuh tangannya.
" Oh, iya lebih uangnya. Ya sudah itu lebihnya buat jajan Kamu aja ". Ucap Leo saraya menyodorkan kembali uang yang telah Ia berikan.
" Makasih Mas ". Ucap Mila singkat.
Mereka ber tiga pun menyelesaikan sarapan Mereka lalu berangkat ke tujuan Mereka masing - masing.
πππ
Di kantor Leo......
__ADS_1
Akhir - akhir ini Leo tak fokus saat bekerja. Entah mengapa yang ada di pikirannya sekarang adalah Mila, Mila dan Mila. Ia tersenyum saat mengingat kejadian tadi pagi.
Sebenarnya tadi pagi Ia memang sengaja memberikan uang lebih pada Mila hanya untuk membuat Mila mau berbicara lebih. Karena sudah 3 minggu ini Mila selalu berangkat pagi - pagi sekali dan meningggalkan sarapan hanya untuk menghindar dari Leo.
Tadi malam saat Mila masuk ke dalam kamarnya untuk meminta uang pembayaran buku persiapan ujian, Leo sengaja tak memberikan uang kes langsung. Ia bilang jika Ia lupa menaruh uang kesnya jadi besok pagi Ia akan memberikan uang kesnya. Tapi sebenarnya Ia hanya berbohong pada Mila. Ia hanya ingin sarapan bersama Mila sama seperti sebelum malam itu terjadi.
" Akh... ". Ucap Leo seraya melemparkan berkas - berkas di mejanya.
" Astahgfirullahal'adzim! ". Tiba - tiba saja Andra masuk ke ruangan Leo dan keget melihat bossnya melemparkan berkas - berkas di mejannya.
" Anda kenapa Pak? ". Tanya Andra sambil mendekati Leo.
" Aku nggak papa. Oh, iya ngapain Kamu masuk ke sini. Bukannya Kamu lagi ngecek proyek ya? ". Tanya Leo.
" Iya baru saja Saya kembaki dari proyek dan langsung ke sini. Saya ke sini itu mau mengingtkan Bapak kalau 30 menit lagi Anda ada pertemuan dengan investor dari Belanda ". Ucap Andra sopan sambil memunguti berkas - berkas yang dilempar oleh Bosnya.
" Baik, tapi nanti tolong ingatkan Saya lagi. Sekarang Kamu boleh kembali! ". Ucap Leo dan lansung diangguki oleh Andra.
πππ
Malamnya pukul 7 malam Mila baru saja selesai dari les tambahanya di sekolah. Ia berjalan keluar gerbang sekolah bersama ke dua sahabatnya.
" Guys Aku duluan ya ". Ucap Dina pada Mila dan Zulfa.
" Kamu jadi beli bukunya Mil? ". Tanya Zulfa saat Dina sudah tak terlihat.
" Jadi, yuk! ". Jawab Mila pasti.
Tapi belum sempat Mila melangkahkan kakinya untuk pergi ke toko buku, tangannya sudah lebih dulu di cekal oleh seseorang.
" Eh, Mas Leo! ". Ucap Mila kaget saat mengetahui siapa yang menahan tangannya.
" Pulang sekarang! Papah sakit! ". Ucap Leo sambil menarik tangan Mila dan membawanya menuju mobil.
" Tapi, Mas.... ". Ucap Mila sambil memberontak yang lansung mendapat tatapan tajam dari Leo.
Sesampainya di mobil....
" Maaf ya Mil tadi Aku udah tarik - tarik tangan Kamu. Soalnya Aku buru - buru. Papah sakit ". Ucap Leo dengan lemah.
" I - iya nggak papa kok Mas tadi itu juga nggak sakit. Emangnya Papah Mas Leo sakit apa? ". Tanya Mila canggung.
" Aku juga nggak tahu, tapi yang sakit itu bukan Papah kandungku. Tapi Papahnya Nadia ". Ucap Leo.
" Oh, gitu ya ". Ucap Mila.
__ADS_1
" Pantesan Aku kaget. Aku kira yang sakit Papahnya Mas Leo. Soalnya kata Mamah Angel Papahnya Mas Leo kan udah nggak ada ". Batin Mila.
πππ
" Papah!... ". Panggil Leo yang langsung masuk ke dalam kamar tamu. Kamar di mana Mertuannya sedang di periksa.
Papa Ryan dan Dokter Yudha menoleh ke arah Leo.
" Gimana keadaan Mertua Saya Dok? ". Tanya Leo pada Dokter Yudha.
" Anda tidak usah khawatir, karena Pak Ryan hanya kecapean saja. Ini Saya sudah tuliskan resepnya ". Ucap Dokter Yudha menyerahkan secarik kertas pada Leo.
" Terimakasih ". Ucap Leo sambil menerima resep obat yang harus di tebusnya.
" Oh, iya perkenalkan Saya Dokter Yudha. Saya yang menggantikan Dokter Hendra, karena saat ini Dokter Hendra sedang menagani pasien yang sedang di operasi ". Tarang Dokter Yudha sambil mengukurkan tangannya pada Leo.
" Saya Leo, menantunya Pak Rian. Terimaksih Anda sudah membantu Mertua Saya ". Ucap Leo menerima uluran tangan Yudha.
" Permisi ". Ucap Mila masuk ke dalam kamar tersebut sambil membawa segelas air putih dan semangkut bubur. Ia berjalan mendekati Ryan yang tengah berbaring.
Papa Ryan menoleh lemah ke arah Mila dan pada saat yang sama Mila tengah menoleh ke arah Papa Ryan yang berbaring.
" Tatapan itu!!! ". Batin Papa Ryan saat melihat manik mata Mila. Mata yang tak asing baginya dan seperti mengingatkan dirinya pada seseorang.
Tbc....
*
*
*
*
*
πJANGAN LUPA VOTE, LIKE n COMMENTNYA ***DI BANYAKINππ
π***Author mengucapin makasih banget buat yang udah bersedia ngasih commenan sama cerita Author, karena tandanya kalian itu merhatiin cerita Auhorππ
πMakasihπ
**Love,
@Shinta_28π**
__ADS_1