Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
Kerikil Kecil


__ADS_3

" Gimana keadaanya? ". Ulang Leo.


" Dia alergi udang. Walaupun bukan alergi berat sih tapi dilihat dari keadaanya kayaknya Dia.... ". Ucapan Bara terhenti.


" Dia.... Dia kenapa? ". Tanya Leo.


" Hamil ". Ucap Bara.


" Apa?!!? ". Ucap Leo. Mulut Leo menganga lebar seakan tidak percaya.


" Gue yakin Lo tahu kenapa ini bisa terjadi ". Ucap Bara.


Leo pun langsung lemas mengetahui fakta tersebut.


" Gue bakal selalu suppor Lo ". Ucap Bara sebelum pergi.


Sebelumnya Leo sudah menceritakan tentang siapa sebenarnya Istrinya pada Bara.


๐Ÿƒ


๐Ÿƒ


Setelah Bara pergi Leo masuk ke dalam kamar Mila sambil membawa alat kompresan untuk mengompres Mila.


keesokan harinya Mila bangun kesiangan.


" Huam.... ". Mila menguap sambil meregangkan tubuhnya. Ia melihat jam dinding sudah pukul 07:00.


" Ya ampun Aku telat! ". Ucap Mila kelabakan. Pasalnya ini adalah hari terakhir Ia sekolah karena besok senin Ia sudah ujian nasional.


Mila pun menyibak selimutnya dan bersiap turun dari tempat tidurnya. Namun tiba - tiba pintu kamarnya terbuka. Leo masuk ke dalam kamar Mila sambil membawa nampan yang berisi bubur, air putih dan beberapa obat.


" Mau kemana? ". Tanya Leo yang melihat Mila akan turun dari ranjang. Leo meletakan nampannya di atas nakas.


" Mau mandi ". Ucap Mila lemas. Ia mulai merasakan jika tubuhnya sedang tidak fit.


" Udah jangan mandi dulu. Kamu masih sakit ". Ucap Leo meletakan punggung tanggannya di kening Mila.


" Tapi Aku mau sekolah ". Ucap Mila.


" Ijin dulu hari ini". Ucap Leo.


" Tapi ini hari terakhir Aku berangkat sekolah sebelum ujian nasional ". Ucap Mila bersikeras.


" Mil! Kamu mau ngebantah suami Kamu! ". Ucap Leo mulai terbawa emosi.


" Mas hari ini aja plis ". Ucap Mila memohon. Entah kenapa hari ini Ia sangat ingin pergi ke sekolah.


Padahal Ia tahu jika hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar karena semua siswa sibuk bersih - bersih sekolah untuk menyambut hari ujian nasional.


" Kamu mau durhaka sama Suami! Hah! ". Ucap Leo kesal karena Mila memaksa.


" Suami? sejak kapan Mas Leo peduli dengan status itu! ". Ucap Mila tak kalah sengit.


" Kamu ". Ucap Leo geram. Tangannya sudah melayang siap untuk memukul.


" Apa?! ayo sini tampar Aku ". Ucap Mila sambil menunjuk pipinya.

__ADS_1


" Mila! ". Leo menurunkan tangannya.


Mila memalingkan wajahnya dari Leo.


tes...


Perlahan tetesan air mata keluar dari mata Mila. Leo yang melihat Mila menangis pun tak tega.


" Mil, Mas Leo itu peduli sama Kamu. Mas Leo nggak pengin lihat Kamu sakit makannya Mas Leo ngelarang Kamu sekolah biar kamu cepet sembuh ". Ucap Leo melunak. Leo duduk di ranjang Mila lalu menyentuh pundak Mila lembut.


Mila semakin terisak. Leo melirik pergelangan tangannya. Sudah pukul 07:00 lebih. Ia harus bersiap pergi ke kantor.


" Mil makan dulu yuk. Habis itu minum obat ". Ucap Leo lembut. Salah satu tangannya meraih mangkuk bubur di atas nakas.


" Mila nggak laper! ". Ucap Mila ketus. Ia membalikkan tubuhnya dan menarik selimut sampai pundak. Ia tidur miring membelakangi Leo


" Jangan gitu dong Mil! Jangan kayak anak kecil gitu. Kamu harusnya udah berfikir dewasa kan bentar lagi Kamu.... ". Ucapan Leo terhenti. Ia tidak mungkin mengatakan kalau Mila sedang hamil.


" Apa? bentar lagi Aku apa? ".


" Argh...lupain. Kamu itu kan seorang Istri juga Ibu dari anak usia 6 tahun ".


" Mas nggak usah ingetin status Aku. Aku itu anak SMA yang umurnya baru 18 tahun kalau mas lupa. Dan masa remaja Aku udah mas Leo ambil sejak mas Leo nikahin Aku ".


" Mil! yang suruh nikahin Kamu itu siapa? siapa? jawab Mil! ".


" Ibu ". Jawab Mila pelan.


" Udah sekarang Aku mau ke kantor. Bubur sama obatnya nanti harus Kamu makan ". Ucap Leo mengalah. Ia meletakan bubur di tangannya ke atas nakas. Leo beranjak dari duduknya lalu mencium kening Mila singkat lalu Ia keluar dari kamar Mila.


๐Ÿƒ


๐Ÿƒ


Dina : Mil udah jam 7 kok Lo belom nongol?


Zulfa : Iya nih, sekolah juga sepi temen" nggak pada berangkat. Iya nggak Din?


Dina : Iya.


Zulfa : Mila?


Dina : Mila Tayang๐Ÿ˜˜ kok nggak muncul"


( Dan masih banyak chatt masuk lainnya )


Mila : Nih gue nongol


Mila : Din? Zul?


Mila membanting handphonnya " Males ah giliran Aku yang on eh Dina sama Zulfa off ". Ucap Mila sebal.


Mila pun turun dari tempat tidurnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk mandi.


Sebelum keluar dari kamar mandi Mila berhenti di depan cermin. Ia melihat wajahnya agak merah - merah karena alergi udang.


" Ternyata sampe merah - merah gini. Pantesan Mas Leo nggak ngijinin Aku pergi ". Ucap Mila lalu keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Setelah memakai baju Mila berjalan menuju meja rias untuk memoles sedikit wajahnya supaya terliat lebih segar. Saat Ia menyisir rambutnya banyak helaian rambutnya yang rontok.


" Ya Allah kenapa sekarang rambut Aku ikut kena ". Batin Mila sedih sambil memunguti rambutnya yang jatuh ke lantai.


" Semoga sakit itu tidak bertambah parah Ya Allah ". Batin Mila lagi.


Tiba - tiba kepala Mila terasa pusing. Ia memutuskan untuk memakan bubur dan obatnya lalu rebahan sambil membuka - buka buku pelajaran untuk ujian nasional lusa. Karena terlalu lama bergulat dengan buku akhirnya Mila tertidur.


Pukul 14:00....


Pintu kamar Mila terbuka. Bryan masuk ke dalam kamar Mila dan melihat jika Ibunya tengah tidur jadinya Ia berinisiatif untuk membangunkannya.


Bryan mengguncang - ngguncangkan pelan tubuh Mila. Mila yang merasa ada yang menggerak - gerakan tubuhnya pun terbngun.


" Hoam....Eh ada Adek ". Ucap Mila dengan suara serak khas bangun tidur.


" Kata Papah Mamah lagi sakit yah? Soalnya tadi Mamah nggak ikut Adek berangkat sekolah ". Tanya Bryan sambil menaruh telapak tanggannya di atas kening Mila.


" Enggak kok. Mamah sehat. Adek tumben ke kamar Mamah. Biasannya kan Mamah yang ke kamar Adek ". Jawab Mila tersenyum.


" Adek mau main ".


" Main? Yaudah ayuk. Tapi Mamah shalat dzuhur dulu ya ". Ucap Mila yang langsung diangguki oleh Bryan.


๐Ÿƒ


๐Ÿƒ


Mila dan Bryan bermain di taman belakang. Mereka terlalu asik bermain sampai tak terasa sudah 2 jam lebih mereka bermain.


Dari dalam rumah terlihat seorang Maid berjalan mendekati Mereka sambil membawa minuman dan camilan.


" Non! ini minuman sama camilannya ". Ucap Maid tersebut.


" Oke Bi Otw ". Ucap Mila. Ia menyudahi mainnya dan mengajak Bryan untuk istirahat.


" Loh Bi kok minumannya jus jambu sama susu sih Bi? harusnya kan jus semuannya". Tanya Mila heran melihat bibi yang membuatkan mereka 1 gelas jus jambu dan 1 gelas susu.


" Iya Non. Maaf tadi Tuan telpon Saya dan tanya Non lagi ngapain. Saya jawab kalau Non lagi mainan sama Tuan Muda. Terus Tuan nyuruh Saya buat bikinin susu ". Ucap Bibi sopan. Mila pun mengangguk lalu mengahabiskan susunya.


Flasback....


Tadi pagi setelah Leo shalat subuh Ia mendapat pesan dari Bara jika Ia harus memberikan asupan bergizi untuk Mila. Salah satunya dengan susu.


Bara mengingatkan Leo karena Bara takut Leo akan lupa. Walaupun Leo sudah pernah di masa itu saat dulu bersama Nadia. Tapi Bara khawatir. Apalagi saat tadi malam melihat Leo yang syok saat mengetahui jika Mila hamil.


Setelah Leo sampai di kantor Ia menyuruh Andra untuk membelikan susu ibu hamil dan mengirimkannya ke rumah.


Ia juga menyuruh Maid untuk mengawasi kagiatan Mila. Tapi Ia menyuruh para maid untuk tidak memberitahukan keadaan Mila.


...TBC...


maaf ya kalau author up nya lama...soalnya akhir" ini lagi sibuk banget....sekali lagi maaf๐Ÿ™๐Ÿ˜˜


Author : yang mau cerita ini tetep lanjut silahkan ketik " lanjut " di kolom komentar.


Follow juga akun Author, nanti Author follback๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Dan jangan lupa tekan ikon๐Ÿ‘ dan Vote supaya author semangat buat up๐Ÿ’—


__ADS_2