Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
Hamil


__ADS_3

Semalaman Leo tidak bisa tidur karena memikirkan masalah kalung tersebut.


Setelah Ia renungi kejadian bersatunya kalung dan isyarat dari Nsdia. Akhirnya Leo mantap memutuskan untuk menyelidiki latar belakang Leo.


Paginya karena Leo semalaman tidak tidur jadi setelah shalat subuh Leo tidur untuk mengganti tidurnya.


Pukul 09:00 pagi Leo baru turun untuk sarapan.


" Selamat pagi Tuan ". Sapa maid saat berpapasan dengan Leo.


" Pagi ". Ucap Leo dingin membalas sapaan maid.


" Mila sama Bryan sudah berangkat, Bi? ". Tanya Leo.


" Sudah Tuan. Tadi Nona dan Tuan Muda Bryan berangkat diantar supir ". Jawab Maid.


πŸƒπŸƒ


Di Kantor Leo...


" Tumben telat ". Ucap Andra saat Leo melewati meja sekretarisnya.


" Brisik Lo ".


Andra pun mengekor Leo masuk ke dalam ruangan Leo.


" Jadwal Gue hari ini ". Ucap Leo pada Andra setelah Leo mendudukan dirinya di kursi kebesaranya.


" Pagi ini Anda free sampai pukul 11:00 setelah itu Anda akan makan siang bersama clien dari jepang untuk membahas pembangunan resort di daerah X ". Terang Andra.


" Oke, terima kasih ". Ucap Leo.


" Kalau begitu Saya permisi dulu ". Ucap Andra sopan.


" Ndra ". Panggil Leo sebelum Andra keluar.


" Iya, Pak? ".


" Tolong Kamu cari tahu latar belakang Istri ku juga kedua orang tuanya. Aku mau informasi lengkap. Secepatnya ".


" Baik ". Ucap Andra lalu ke luar dari ruangan Leo


πŸƒ


Tidak lama setelah Andra ke luar dari ruang Leo. Gantian Bara yang masuk ke dalam ruangan Leo.


Krek...


Suara pintu terbuka. Bara masuk ke dalam ruang Leo tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Alhamdulillah hirobbil 'alamin ". Bara melihat Leo sedang bersusah payah untuk menghafalkan surat Al - Fatihah dengan bantuan sebuah aplikasi di hand phone pintarnya.


" Kesambet apa lo, Yo? ". Tanya Bara saat melihat Leo membaca ayat Al - Qur'an seperti sedang melihat 7 ke ajaiban dunia.

__ADS_1


" Dih ganggu aja. Ngapain Lo kesini? ". Tanya Leo malas. Ia meletakan handphonya dan beralih melihat Bara yang sudah dalam mode santainya duduk di sofa ruang Leo.


" Ck...ck..ck...cepet jawab Gue. Lo kesambet apa sampe berusaha ngafalin tuh ayat? ". Tanya Bara.


" Apaan sih Lo. Mana ada Gue kesambet. Yang ada Gue mah udah taubat dan lagi berusaha menjadi imam yang baik bagi keluarga Gue ". Terang Leo.


" Ah Gue nggak percaya. Mana ada cassanova kaya Lo bisa taubat ". Ejek Bara.


" Terserah lah Lo percaya apa nggak. Yang penting sekarang Gue udah menyesal sama semua perbuatan kelam Gue dan Gue akan berusaha buat berubah jadi lebih baik. Gue janji nggak akan ngulang kesalahan yang sama pada diri Gue kedepannya ". Terang Leo panjang kali lebar. Bara bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Leo


" Gue bangga sama Lo dan Gue akan dukung keinginan Lo 100% ". Ucap Bara bangga sambil menepuk bahu Leo.


" Makasih Bar. Lo emang sahabat Gue. Dan Gue berharap Lo cepet dapet hidayah supaya Lo bisa berubah kaya Gue ".


" Amiiin. Gue terharu sama do'a Lo ". Ucap Bara melow dan tangisan yang dibuat - buat.


" Emang do'a Gue kenapa? salah? ". Tanya Leo dengan jidad berkerut.


" Bukan Do'anya yang salah. Tapi ucapan Lo tadi adalah kata - kata terbaik yang pernah Gue denger dari mulut Lo selama Gue kenal sama Lo ".


" Bacot Lo Bar Bar kere! ". Ucap Leo sambil menoyor kepala Bara.


" Dasar Udang nggak ada akhlak. Baru aja tobat eh tuh bibir dah ngebacot aja ". Cibir Bara.


" Udah ah Lo ngerusak suasana hati Gue. Pulang aja sana ".


" Oke...oke Gue pulang. Tapi sebelum Gue pulang Gue ada saran. Kalau Lo emang mau belajar agama, Lo jangan belajar di handphone karna nggak semua yang di handphone itu bener. Coba Deh Lo cari guru agama yang bisa dijadiin guru dan panutan buat Lo dan keluarga Lo. Kalau perlu Lo belajar ilmu agama dari sumbernya langsung di pesantren ". Ucap Bara.


" Ngomongin udah jadi pengin makan udang ". Batin Leo setelah Bara pergi.


πŸƒπŸƒ


Malamnya Leo mengajak keluarga kecilnya untuk makan malam di luar. Leo juga mengajak seorang maid untuk berjaga - jaga jika Bryan rewel.


Makan malam yang dijadwalkan tertunda karena Bryan meminta untuk membeli mainan.


" Adek milih - milih mainannya sama Bibi ya ". Suruh Leo pada Putranya. Bryanpun menurut. Baginya yang utama adalah membeli mainannya bukan dengan siapa Ia membeli mainan.


Sementara Bryan asik dengan membeli mainannya. Leo mengajak Mila untuk berbelanja pakaian dan kebutuhan Mila lainnya.


" Mau yang mana? ". Tanya Leo pada Mila. Karena sedari tadi Mila hanya membolak balik aneka macam skincare. Mereka sedang berada di outlet kosmetik.


" Mila nggak tahu. Mila nggak pernah pake kaya gituan ". Ucap Mila jujur.


" Yang ini aja. Ini yang paling aman buat kulit seusia Kamu ". Ucap Leo menunjuk bebera skincare.


" Aneh! padahal Aku yang perempuan tapi kok Dia yang lebih paham begituan ". Batin Mila sambil mengikuti Leo ke meja kasir.


Setelah agenda makan malam yang tertunda. Kini sampailah Mereka di restoran cepat saji dengan menu utama SEAFOOD.


Mila hanya bisa bergidik ngeri menatap aneka makanan dengan bahan utama hewan laut.


Ia melihat ke sekelilingnya. Leo dan Bryan tengah memakan udang dengan lahap.

__ADS_1


" Ini ". Leo menyodorkan udang ke depan mulut Mila. Mila tak enak untuk menolak jadi mau tak mau Mila memakannya.


" Ya Allah semoga alergi ini tidak muncul ". Batin Mila pasrah menelan suapan demi suapan udang dari Leo.


πŸƒπŸƒ


Pukul 01:00 dini hari.


Leo tak bisa tidur setelah menerima email dari Andra. Email itu berisi tentang latar belakang keluarga Mila. Dan di dalam email itu tertera jika Mila adalah adik kandung Nadia yang diculik saat masih bayi.


Kerena lelah merenung akhirnya Leo turun ke lantai bawah untuk mengambil minuman.


" Ibu....Ayah.... ". Terdengar suara rintihan dari kamar Mila. Leo pun masuk ke dalam kamar Mila untuk memastikan keadaan Mila.


" Ya ampun panas banget tubuhnya ". Ucap Leo.


Alergi udang Mila kambuh.


*****


" Gimana keadaanya? ". Tanya Leo pada Bara setelah selesai memeriksa Mila.


Karena saking paniknya melihat Mila sakit jadi Leo menghubungi Bara untuk memeriksa Mila dan bukan dokter khusus keluargannya.


" Kita bicara di ruang kerja Lo aja ". Ucap Bara.


" Gimana keadaanya? ". Ulang Leo.


" Dia alergi udang. Walaupun bukan alergi berat sih tapi dilihat dari keadaanya kayaknya Dia.... ". Ucapan Bara terhenti.


" Dia.... Dia kenapa? ". Tanya Leo.


" Hamil ". Ucap Bara.


********


...Ingat...


*Semakin bertambah canggihnya zaman sekarang dengan mudah kita bisa belajar apapun hanya dengan hp.


Namun tidak semua konten di hp/ internet benar. Terutama untuk hal ilmu agama.


Saran dari Author bagi kalian yang mau memperdalam ilmu agama ada baiknya jangan bertumpuan pada website" di internet. Ada baiknya kalian punya Guru sepiritual.


Karena dlm islam belajar agama harus ada sanad atau perantara yang keilmuannya bisa dipertanggung jawabkan sampai ke Rasulullah.😘*


...TBC...


Author : yang mau cerita ini tetep lanjut silahkan ketik " lanjut " di kolom komentar.


Follow juga akun Author, nanti Author follback😘


Dan jangan lupa tekan ikonπŸ‘ dan Vote supaya author semangat buat upπŸ’—

__ADS_1


__ADS_2