
Kini Bryan telah sembuh dari sakitnya. Ia tak lama menginap di rumah sakit, karena memang Ia hanya sakit akibat kelelahan saja jadi Ia tidak perlu lama - lama berada disana.
Sejak Bryan masuk rumah sakit Leo mulai berubah. Ia berubah dari yang dulunya sering kasar pada Bryan, kini Leo berubah menjadi penyayang dan tidak pernah marah - marah lagi pada Bryan seperti sebelumnya. Bahkan kini sepulang dari bekerja Leo biasannya menyempatkan diri untuk mampir ke mall untuk membelikan Bryan oleh - oleh yang terkadang mainan, makanan, pakaian dll. Intinya sekarang Leo berubah menjadi orang yang penyayang kepada anak.
Tapi sayangnya perubahan sikap baik Leo tidak terjadi pada Mila. Leo sering memarahi Mila tak jelas jika Leo sedang banyak masalah, entah itu masalah kantor ataupun pribadi semuannya Leo luapkan pada Mila. Leo bahkan kerap kali menyakiti Mila, baik secara fisik maupun batinya. Namun walaupun begitu Mila tetap bersabar menghadapi sikap labil Leo.
Tak terasa kini usia pernikahan Mila sudah lebih dari 3 bulan. Dalam waktu 3 bulan itu juga Mila berusah untuk menerima segala takdir dari Allah tidak hanya itu Mila juga kerap kali melawan egonya. Egonya menyuruhnya untuk kabur dan pergi jauh dari kekangan Leo, tapi Ia juga ingat jika saat ini statusnya adalah sebagai Istri orang. Ia tahu jika seorang Istri harus mematuhi segala keinginan suaminya.
Di Sekolah Mila....
Mila, Zulfa dan Dina sedang duduk di kantin menunggu pesanan mereka datang. Hari ini anak - anak kelas 12 dipulangkan lebih awal, karena para guru akan mengadakan rapat yang membahas tentang ujian Mereka.
Anak - anak kelas 12 juga diberi surat yang berisi tentang kegiatan les tambahan untuk menghadapi ujian.
" Kamu kenapa Mil? kok dari tadi cuman diem aja apa Kamu sakit? ". Tanya Zulfa yang memperhatikan Mila. Sedari tadi Mila hanya diam tidak ikut ngerumpi bersama dirinya dan Dina.
" Iya bener sedari tadi Kamu juga nggak buka suara ". Kata Dina membenarkan ucapan Zulfa.
" Aku nggak sakit kok. Aku cuman pengen cepet - cepet pulang aja mumpung dikasih pulang cepet ". Ucap Mila.
" Oh, Aku kira Kamu lagi sakit. Habis dari tadi Kamu cuman diem aja sih ". Ucap Zulfa lega.
Tidak lama pesanan mereka datang. Mereka makan sambil sesekali saling melempar gurauan. Setelah menyelesaikan makannya Mereka lalu pulang ke rumah masing - masing.
Berbeda dengan Mila, Zulfa dan Dina merasa senang, karena dengan adanya tambahan les berarti Mereka akan segera melaksanakan ujian akhir dan tidak lama lagi Mereka akan segera lulus. Ya Lulus adalah saat yang banyak dinanti oleh para siswa, apalagi kelas 12. Dengan adanya kelulusan berarti Mereka sudah dewasa dan bisa menentuka keman arah hidup Mereka akan berlabuh
πππ
Di kamar Mila.
" Ada tambahan les pasti biaya sekolah akan bertambah ". Ucap Mila mengehembuskan napasnya berat.
" Uang yang 500 ribu juga udah sebagian kepake buat beli obat itu ".
" Huh....( Mila mengacak rambutnya kasar ). Aku bingung harus gimana. Apa Aku minta sama Mas Leo aja ya, tapi nanti kalau Dia marah gimana ya, kan Aku udah di kasih uang bulan 500 ribu buat jajan ". Ucap Mila bingung.
" Ah.... ". Mila menghempaskan kertas yang Ia dapat dari sekolah. Ia hendak meremasnya, tapi Ia urungkan.
" Yaudahlah minta sama Mas Leo aja. Kalau Dia marah biarin kan udah biasa yang penting Aku dikasih uang buat bayar les ". Ucap Mila finish setelah lebih dari setengah jam Ia berperang dengan pikirannya.
πππ
__ADS_1
Jam 5 sore Leo pulang dari kantornya. Ia pulang langsung disambut oleh putranya Bryan. Sore ini Ia membelikan martabak manis sebagai oleh - oleh seperti yang tadi pagi Bryan bilang padanya.
Setelah selesai membersikan tubuhnya. Kini Leo tengah duduk bersantai di balkon kamarnya. Ia memandang ke langit sambil sesekali Ia menyesap kopi hitamnya.
Setiap hari sebelum tidur Leo memang berusaha untuk menyempatkan memandang gelapnya langit malam dari balkonnya. Dulu saat Ia masih bersama almarhum Istrinya, pasti Istrinya akan mengajaknya bersantai melepas kepenata hidup dengan cara berdiri di balkon rumah sambil memandangi pekatnya langit malam.
" Nadia ". Gumam Leo pelan.
" Assalamu'alaikum. Mas ". Mila masuk ke dalam kamar Leo.
" Sial!!! ". Umpat Leo kesal. Mila telah membuyarkan lamunan indahnya bersama Nadia.
" Apa? ". Tanya Leo datar.
" Maaf ngganggu Mas ya? ". Tanya Mila takut - takut.
" udah cepet ngomong Lo mau apa! ". Perintah Leo datar.
" M - Mas Mila mau minta uang satu juta bo - boleh? ". Tanya Mila takut - takut sambil terus menunduk.
Leo beranjak dari duduknya. Ia mendekati Mila. Tubuh Mila gemetar Leo semakin mendekati dirinya dan jarak diantara Mereka semakin terkikis. Leo berdiri tepat hadapan Mila. Ia mengangkat dagu Mila.
" Hmmm...satu juta ya... ". Ucap Leo masih dingin. Ia nampak berpikir, namun tiba - tiba senyum licik muncul di bibirnya.
" Bagus! ini yang Gue tunggu. Akhirnya sifat jal@ng Lo muncul juga.... ". Ucap Leo menyeringai.
" M - maksud Mas Leo? ". Mila tampat bingung dengan ucapan Suaminya.
" Nggak mungkin kan jal@ng kaya Lo sanggup hidup dengan uang 500 ribu sebulan, apalagi sekarang udah 3 bulan Lo bisa bertahan. Bagus!!! ( Leo bertepuk tangan ) ".
" Maaf Mas, bukan maksud Aku buat neriakin Mas. Tapi, UDAH BERULANG KALI AKU BILANG SAMA MAS KALAU AKU BUKAN WANITA SEPERTI YANG MAS TUDUHKAN!!!! ". Ucap Mila berteriak.
" Cih.... ". Leo berdecih.
" DENGARKAN INI BAIK - BAIK!!!! ". Ucap Leo di telinga Mila.
" Gue nggak suka kalau Lo teriak - teriak. Suara Lo buat telinga Gue sakit tahu. Dan satu lagi, sebanyak apapun Lo bilang kalau Lo bukan jal@ng itu nggak akan mengubah apapun posisi Lo di mata Gue! ". Ucap Leo memegang bahu Mila kencang.
" Aku lelah Mas. Terserah Mas anggap apa Aku ini di mata Mas, tapi Aku mohon banget sama Mas. Aku butuh uang itu ". Ucap Mila parau.
Leo berjalan menuju meja kecil di dekat ranjangnya. Ia membuka laci meja dan mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan.
__ADS_1
" Dasar jal@ng!!! pergi sana mengganggu saja!!! ". Ucap Leo mengusir Mila sebari memparkan uang satu juta.
Mila memungut uang tersebut.
" Terimakasih Mas. Assalamu'alaikum ". Ucap Mila lalu keluar dari kamar Leo.
" Cih....dasat sok alim ". Ucap Leo berdecih.
πππ
Di dalam kamar Mila....
Kini Mila tengah meringkuk di atas ranjangnya. Ia menangis tersedu - sedu sambil memegang kertas yang tadi pagi di berikan oleh wali kelasnya. Ia membuka kertas tersebut.
" Jika bukan karna ini rasanya Aku tak mau mengemis pada Mas Leo ". Ucap Mila sesenggukan. Ia pandangi kertas tersebut.
" Walaupun Kamu kasar dan sering nyakitin Aku, tapi Aku tahu Mas Kamu itu aslinya orang baik. Kalau nggak mana mungkin Kamu mau kasih Aku uang sebanyak itu ". Ucap Mila mengingat - ingat kebaikan Leo. Setelah menangis selama lebih dari 1 jam lama - kelamaan Mila tertidur juga.
Sebelumya Mila memang pernah meminta uang pada Leo. Walaupun awalnya Ia harus dihina dan direndahkan, tapi akhirnya Leo memberikan uang yang diminta oleh Mila.
Sebenarnya Mila meminta uang sebesar satu juta semata - mata tidak hanya untuk membayar les nya saja, tapi uang tersebut juga akan Mula gunakan untuk membeli obatnya yang akan habis.
Tbc....
*
*
*
*
*
πJangan lupa Vote ya guysπ
Tinggalin jejak kalian dengan Vote, Like n Comment sebanyak - banyaknyaπ
Thank youπ
**Love,
__ADS_1
@*Shinta_28πππ΅***