Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
......


__ADS_3

" Oke kalau gitu Gue perlu bukti dari ucapan Lo ". Ucap Leo tersenyum misterius. Ia bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Mila.


" B - bukti? ". Tanya Mila bingung.


" Iya bukti kalau Lo masih virgin ". Ucap Leo dengan nada sexsual. Ia memegang bahu Mila lembut.


" M - mas!?!?! ". Ucap Mila takut - takut.


Leo menyentuh dagu Mila lembut dan menyapunya dengan ibu jarinya. Ia melepaskan peniti dari dagu Mila sehingga kerudung Mila tersibak dan menampakan leher jenjang dan putih Mila.


" Hmmm.... ". Ucap Leo sambil mengendus wangi leher Mila. Dengan susah payah Mila mencoba menelan salifanya.


" Mas??? ini nggak bener ". Ucap Mila takut. tubuhnya bergetar hebat ketakutan.


" Kamu wangi banget baby ". Ucap Leo berat. Ia mendaratkan kiss marknya di leher mulus Mila.


" Awww! ". Ucap Mila kesakitan ketika Leo membuat stempel kepemilikan di lehernya. Ya, ini adalah pengalaman pertama kali bagi Mila makanya Ia merasalan sakit saat Leo membuat kiss mark di leher mulusnya.


Leo menarik kerudung Mila dan melemparkanya ke sembarang. Ia mencengkram bahu Mila keras dan membawanya menuju ranjang.


" Jangan Mas ". Mohon Mila. Ia berusaha memberontak, tapi tenaga Leo jauh lebih kuat dibanding tenaganya.


" DIAM!!! Gue ini suami Lo jadi Lo jangan bantah kemauan Gue. Ini hak Gue! ". Ucap Leo kasar. Ia memandang wajah Mila dengan sangar.


" Tapi Aku belum siap Mas ". Ucap Mila memohon lagi.


" Banyak b@cot Lo. Oh, jangan - jangan Lo takut ya kalau Lo ketahuan udah bekasan ". Tantang Leo.


Mila hanya diam saja. Ia sudah tak kuasa menjawab ucapan dari suaminya. Tubuhnya lemas apalagi sedari sore Ia belum makan apapun. Obatnya juga baru Ia minum satu butir, yaitu setelah sarapan tadi pagi.


" DIAM!!! ". Leo menghempaskan tubuh Mila ke ranjang sambil salah satu tangannya melepas kancing Kemejanya.


Mila mencoba berontak dari cengkraman tangan Leo dengan sisa - sisa tenaga yang Ia miliki, tapi lagi - lagi kekuatan Leo lah yang lebih unggul. Tubuh besar Leo sudah menindih tubuh Mila.


" Jangan Mas... ". Racau Mila saat tangan Leo dengan paksa melucuti pakaianya.


" Hmmm... ". Ucap Leo sambil tersenyum bahagia saat bukit kembar Mila menyembul ke luar, karena ulahnya yang menanggalkan pakaian Mila.


Dengan teganya malam itu Leo memerawani Mila tanpa ampun. Ia berulangkali melakukan pelepasan sampai tubuh Mila tak kuat dan pingsan.


Tengah malam tiba - tiba ponsel Leo berdering. Ada telepon masuk dari Andra, teman sekaligus sekretarisnya.


" Ada apa Ndra malem - malem Kamu telpon? ". Tanya Leo setelah mengangkat telepon dari Andra. Leo mengangkat telepon dengan mata yang masih terpejam karena kelelahan setelah berduel dengan Mila.

__ADS_1


" Barusan anak buah Aku dapet informasi tentang gadis tersebut ". Ucap Andra to the point.


Seketika mata Leo terbuka dengan sempurna saat mendengar kabar dari teman sekaligus sekretarisnya.


" Sekarang Kita ketemu di tempat biasa! ". Perintah Leo pada Andra dan langsung menutup sambungan telepon secara sepihak. Buru - buru Ia membersihkan tubuhnya dan memakai pakaiannya untuk bertemu dengan Andra.


Saat akan keluar dari kamarnya Ia melirik ke arah Mila yang tengah tertidur pulas akibat ulahnya. dilihatnya bercak darah di seprai putih ranjangnya.


Tiba - tiba terbesit rasa bersalah dalam hatinya pada Mila. Ia ingat bagaimana tadi dengan kejamnya Ia merengguk keperawanan Mila atas dasar egonya. Tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya, tapi air mata tersebut buru - buru Ia hapus. Ia harus segera pergi untuk menemui Andra.


πŸƒπŸƒπŸƒ


GEDUNG ALVARO GRUP.....


Dengan tergesa - gesa Leo memarkirkan mobilnya di parkiran khusus petinggi Alvaro Grup. Di parkiran tersebut sudah ada mobil berwarna hitam yang Ia ketahui jika mobil tersebut adalah mobil milik Andra.


Setelah Ia memarkirkan mobilnya, buru - buru Ia masuk ke dalam kantornya dan masuk ke dalam lift lalu menekan tombol 25.


Sesampainya di lantai 25 Ia keluar dari lift. Di lihatnya Andra yang sudah berdiri menunggunya di depan pintu ruangannya.


" Kamu punya info apa? ". Tanya Leo langsung tanpa basa - basi saat Mereka sudah duduk di sofa ruang kerja Leo.


" Satu jam yang lalu anak buah Aku bilang kalau Mereka berhasil melacak dimana gadis itu berada ". Ucap Andra.


" Untuk saat ini anak buah Aku belum bisa nemuin tempat yang pasti dimana gadis itu berada, tapi Mereka bilang kalau gadis itu tinggal di kota ini ". Ucap Andra.


" Lumayan juga informasi dari anak buah Kamu. Tetap cari terus dimana keberadaan gadis tersebut. Kalau Kamu bisa nemuin Dia dengan cepat Kamu akan Aku kasih bonus ". Ucap Leo tersenyum bahagia mendengar informasi dari Andra.


" Iya, tenang saja. Anak buah Aku itu adalah intel yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Oh, iya kok Aku lihat wajah Kamu kaya Wajah orang yang kecapean sih? ". Tanya Andra sambil mengamati wajah Leo lekat.


" Ah masa mungkin Aku hanya kecapean aja ". Ucap Leo sambil memandangi sisi ruanganya.


" Rambut Kamu basah! padahal kan ini tengah malem. Jangan - jangan Kamu baru aja belah duren ya?! ". Tebak Andra.


" Sok tahu Kamu, Oh iya kalau udah nggak ada yang perlu dibahas mendingan Aku pulang aja. Capek mau lanjut tidur ". Ucap Leo sambil berdiri dari duduknya.


" Alah bohong Kamu, mentang - mentang udah punya Istri. Bilang aja mau lanjut ngusel - ngusel sama Istri ". Ucap Andra meledek Leo. Leo hanya diam saja sambil berjalan keluar dari ruangannya dan meninggalkan Andra yang masih sibuk menertawakan dirinya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sementara itu Di Rumah Leo.....


Tidak lama setelah Leo keluar dari kamar Mila terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


" Ishh... ". Ringis Mila saat Ia berusaha duduk. Tubuhnya merasalan sakit yang luar biasa. Tubuhnya serasa remuk, apalagi selakangannya....rasanya selakangannya seperti robek. Dilihatnya jam yang menempel di dinding.


" Udah jam 01:30 Aku belum Shalat Isya' ". Ucap Mila setelah melihat jam dinding.


Dengan pelan Mila mencoba turun dari atas ranjang. Ia berjalan tertatih sambil berpegangan pada tembok untuk sampai di kamar mandi.


Setelah melakukan mandi besar dan berwudhu'. Kini Mila akan melaksanakan Shalat Isya'. Mila melaksanakan Shalat Isya dengan posisi duduk, karena kakinya belum bisa menopang bobot tubuhnya secara sempurna.


Leo sudah pulang dari kantor saat Mila tengah mandi besar dan tanpa Mila tahu sedari tadi Leo mengamati gerak - gerik Mila dari dalam Walk In Closet.


Hati Leo tersentuh melihat usaha Mila untuk tetap menjalankan kewajibanya sebagai umat muslim.


Setelah selesai melakukan Shalat Isya' tangan Mila menengadah ke atas matanya juga ikut menatap langit - langit kamar. Mila berdo'a dalam diam sambil sesekali terisak. Air mata Mila mengalir deras sampai membasahi mukenanya.


" Maaf... ". Ucap Leo pelan dengan suara tercekak. Air matanya ikut mengalir bersama dengan isakan pelan Mila. Leo ikut menangis dalam diam bersama dengan Mila dari dalam Walk In Closet.


🍁🍁🍁


Bagaimanapun keadaan dan kondisi Kita. Sebagai Umat Muslim Kita harus senantiasa melaksanakan kewajiban Kita, yaitu Shalat Fardhu'. Tidak perduli entah itu saat sakit atau apapun ( Kecuali perempuan yang lagi menstruasi ).... Kita harus selalu menegakkan tiang agama, karena kalaupun sedang sakit Shalat boleh dilakukan dengan duduk ataupun berbaring......


🍁🍁🍁


Tbc....


*


*


*


*


*


πŸ™ AUTHOR MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA BAGI YANG MERAYAKANπŸ™


🍁Jangan lupa buat Vote nya walaupun dikit - dikit nggak papa kok yang penting dukung Author. Tapi kalau nggak mau juga nggak papa Author nggak maksa kok....Kalian baca cerita Author aja Author juga udah seneng🍁


Jangan lupa buat Vote, Like n Comment sebanyak - banyaknya πŸ’•


TerimakasihπŸ™


**Love,

__ADS_1


@Shinta_28😘**


__ADS_2