Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah
.....


__ADS_3

Paginya Mila terbangun saat Ia mendengar suara Adzan subuh yang berkumandang dari masjid di dekat rumahnya. Tadi malam karena saking pulasnya tidur, tengah malam Mila sampai tidak terbangun untuk sekedar melakukan Shalat Tahujud.


" Hoam... ". Mila menguap. Ia mengerjap - ngerjapkan matanya mencoba memulihkan penglihatanya.


" Ya ampun udah Subuh. Kayaknya Aku pules banget deh sampe nggak denger suara alarm ". Ucap Mila. Ia mencoba bangun, tapi....


" Kok rasanya berat ya ". Ucap Mila. Ia memandang ke bawah tubuhnya.


Seorang laki - laki tengah tidur disampingnya sambil memeluk tubuhnya erat.


" Ya ampun ". Ucap Mila keget.


Mila mencoba untuk bangkit dan menyingkirkan tubuh Leo yang tengah memeluknya erat.


" Nadia... ". Leo mengingau. Ia sedikit membuka matanya.


" Jangan pergi Nad! Ayo sini tidur lagi masih pagi banget ". Ucap Leo saat Mila akan beranjak dari ranjang. Salah satu tangan Leo memegang tangan Mila supaya Mila tidak beranjak dari ranjang sementara tangan Leo yang satunya di gunakan untuk menepuk - nepuk ranjang pelan menyuruh Mila untuk tetap tinggal.


" Mas ini udah Subuh Aku mau Shalat ". Ucap Mila tetap beranjak.


" Nadia... ". Ucap Leo mengingau lagi, tapi kali ini suaranya pelan seolah - olah tak berdaya.


" Mas... ". Mila merasa khawatir dengan kedaan Leo soalnya Ia melihat wajah Leo penuh dengan keringat. Ia memegang kening Leo.


" Ya ampun panas! ". Ucap Mila kaget. Ia segera bangkit dan turun menuju kamar mandi. Setelah Ia Shalat Shubuh secara kilat ( Jangan ditiru ya๐Ÿ˜‚jadi nggak khusu' ) Ia segera menuju kamar Leo sambil membawa baskom yang berisi air panas dan kain untuk mengopres kening Leo.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Di Kamar Leo....


Mila mengopres kening Leo dengan hati - hati. Ia takut akan membuat Leo bangun. Mata Leo terbuka sedikit saat Mila meletakan kain kopresan di kening Leo.


" Nad... ". Panggil Leo pelan. Matanya sedikit terbuka. Tangan Leo meraih salah satu tangan Mila dan menggenggamnya erat.


" Alhamdulillah Mas udah sadar ". Ucap Mila tersenyum bahagia. Ia membelai lembut kepala Leo. Walaupun Leo sering menyakitinya, tapi bagaimanapun Leo adalah suaminya yang wajib Ia patuhi dan Ia sayangi.


" Nad... ". Panggi Leo lagi kali ini suaranya semakin pelan dan genggaman tangan Leo juga semakin erat seakan Ia akan kehilangan Mila.


" Mas Aku Mila bukan Mbak Nadia ". Ucap Mila masih membelai kepala Leo.

__ADS_1


Seketika mata Leo terbuka sempurna. Ia mendongak melihat siapa yang sedang membelai - belai lembut rambutnya.


" Lo!!! ". Ucap Leo kaget melihat Mila. Ia langsung menghempaskan genggaman erat tangannya dari tangan Mila dan Ia bergeser menjauhi Mila.


Mila kaget, karena tiba - tiba tangannya di hempaskan secara kasar.


" Pergi!!! ". Perintah Leo pada Mila.


" M - Mas... ". Ucap Mila ketakutan Ia mencoba mendekati Leo untuk mengambil kain kompresan yang masih melekat di kening Leo.


" Pergi!!! ". Ucap Leo kasar. Ia mendorong tubuh Mila keras sampai Mila jatuh dan kepalanya terbentur lantai. Darah keluar dari jidat kanan Mila. MILA PINGSAN!!!!.


Angel yang mendengar suara keributan dan dentuman keras seperti benda jatuh merasa penasaran. Ia naik ke lantai atas. Saat Ia membuka pintu kamar Putranya Ia mendapati Putranya tengah terduduk di dekat menantunya yang pingsan. Ia melihat ada darah di lantai.


" Astaughfirullahhal'adzim ". Ucap Angel kaget. Buru - buru Ia masuk ke dalam kamar Putranya.


" Mila!!! ". Ucap Angel panik.


" Bara Mah!!! ". Ucap Leo menyadarkan Angel untuk cepat - cepat menelfon Bara.


Beberapa menit kemudian......


Kini Mila dan Leo terbaring di ranjang yang sama dengan kedaan yang sama - sama lemas, pucat dan sakit cuma bedanya Leo itu sadar dan Mila masih belum sadar.


" Gimana? ". Leo ikut bertanya dengan suara yang lemah.


" Keadaannya nggak ada yang serius sih luka di kepalanya nggak bahaya itu cuman benturan kecil aja. Mungkin sebentar lagi Dia sadar ". Ucap Bara dengan bahasa santai bukan bahasa resmi seperti saat Ia bekerja di rumah sakit.


" Syukurlah kalau nggak ada yang serius. Makasih ya Bar udah mau dateng di pagi buta kaya gini dan maaf ya Tante jadi ganggu waktu Kamu ". Ucap Angel.


" Nggak papa Tan santai aja Aku nggak ngerasa keganggu kok. Ini resep obat yang harus di tebus. Ini punya Leo dan ini punya Istrinya ". Ucap Bara sambil menyerahkan 2 lembar kertas yang berisi resep obat pada Angel.


" Tan kalau gitu Aku pamit dulu ya ". Ucap Bara pamit.


" Eh entar dulu Kita ngeteh dulu yuk di bawah. Tadi Kamu udah dibikinin Teh Loh sama Maid, masa mau dianggurin sih ". Ucap Angel.


" Ah, Tante tahu aja kalau Aku suka minum Teh ". Ucap Bara tersenyum.


" Yaiyalah Tante tahu kanTante masih inget pas Kamu main ke rumah Tante dan Tante suguhi kopi Kamu langsung mual - mual. Padahal kan itu cuman aroma kopi aja belum Kamu minum, tapi Kamu udah mual - mual kaya orang hamil ". Ucap Angel mengingat tingkah kucu Bara saat main ke rumahnya dan disuguhi kopi olehnya Bara langsung mual - mual.

__ADS_1


" Ah, Tante masih inget aja. Aku kan jadi malu Tan ". Ucap Bara sambil memanyunkan bibirnya seperti anak kecil yang sedang ngambek.


" Udahlah nggak usah di manyun - manyunin tuh bibir jelek tahu. Yuk sekarang Kita ngeteh bareng di bawah kalau kelamaan nanti tehnya keburu dingin ". Ucap Angel. Angel dan Bara turun ke lantai 1 dan meninggalkan Leo dan Mila berdua di dalam kamar.


Kini tinggalah Mila dan Leo yang berada di kamar Leo. Leo mendekati Mila. Ia memandangi wajah litle wife nya yang kini tengah tertidur tak sadarkan diri.


Lama Leo memandangi wajah ayu gadis di depannya yang tengah terpejam dengan hijab dan plaster luka disalah satu kening gadis tersebut.


" Maaf... ". Ucap Leo pelan. Ia membelai wajah Istrinya.


Ia bingung mengapa akhir - akhir ini Ia sering melihat sosok Nadia pada diri Mila. Bahkan terkadang wajah Mila berubah seperti wajah Nadia.


Tidak lama kemudian seperti perkataan Bara, Mila pun sadar.


" M - Mas... ". Ucap Mila pelan. Ia merasa takut, karena begitu Ia sadar Ia melihat wajah Leo ada di depan wajahnya.


" Maaf... ". Ucap Leo sendu pada Mula.


Cupp...


Tanpa Leo sadari Ia mengecup bibir Mila. Mila yang tak siap dan masih merasa lemah hanya bisa membelalakan matanya kaget.


Tbc....


*


*


*


*


*


๐ŸJangan lupa buat Vote nya walaupun dikit - dikit nggak papa kok yang penting dukung Author. Tapi kalau nggak mau juga nggak papa Author nggak maksa kok....Kalian baca cerita Authir aja Author juga udah seneng๐Ÿ


Jangan lupa buat Vote, Like n Comment sebanyak - banyaknya ๐Ÿ’•


Makasih๐Ÿ™

__ADS_1


**Love,


@Shinta_28๐Ÿ˜˜**


__ADS_2