
Setahun telah berlalu, berpisah dengan sahabat sahabatnya tak membuat lina merasa kesepian. karna setiap hari sebelum tidur dan sesudah bangun tidur, dia dan keempat sahabatnya melakukan panggilan video grup.
Berbagi cerita di telepon, bersenda gurau dan terkadang saling mengucapkan rindu satu sama lain.
Mereka mendapat kabar baik dari laras dan agnes.
Laras dan agnes mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan di kota tempat mereka tinggal saat ini.
lina, tia dan rara pun turut bahagia atas kabar baik tersebut.
Selang beberapa minggu, tia dan rara pun mendapat pekerjaan di tempat yang sama juga, di kota tempat tinggal mereka.
Hanya lina seorang yang belum mendapat pekerjaan apa pun.
Dia mencoba mengajukan lamaran kesana kemari, dan akhirnya dia pun mendapatkannya. Dia diterima bekerjadi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang logistik atau yang biasa dikenal dengan perusahaan pengiriman barang.
Walau tak sesuai harapan dan berbeda jauh dengan jurusannya, namun dia bahagia mendapatkan pekerjaan yang menurutnya layak untuk dia dapatkan.
Hari demi hari dia lalui dengan semangat, dan semua pekerjaan yang diberikan padanya selalu bisa diselesaikan dengan baik.
Bukan hanya pintar, dia juga sangat teliti dengan apa yang dia kerjakan, sehingga tidak ada satu kesalahan pun yang dia lakukan selama bekerja. Sikapnya yang lembut, sopan dan juga ramah, serta pelayanannya yang baik membuat dirinya disukai oleh banyak orang.
beberapa bulan kemudian tepat sepuluh menit sebelum jam kerja berakhir, disaat kondisi perusahaan sedang sepi karna tidak banyak orang yang datang untuk mengirimkan barang.
__ADS_1
Hendak bersiap untuk pulang, namun belum sempat beranjak dari tempat duduknya..
Sreettt.. Seorang pria berbaju hitam membuka pintu dan menyapa lina yang tengah berdiri dibangkunya.
"mbak, maaf masih bisa kirim barang kan? ucap pria tersebut
" iya pak, bisa" ucap lina sembari mengangkat wajahnya, menatappria yang ada dihadapannya
"kamu"
Ternyata pria yang ada dihadapannya itu adalah rendy, teman baiknya sewaktu di sma.
"ehh lina. lu kerja disini? Sejak kapan lin?" ucap rendy, dengan senyum manis dibibirnya
"gak papa lah, yang penting kan kerja. nambah pengalaman juga kan?" sambungnya
Lina tampak bahagia bertemu dengan rendy yang selama ini dia rindukan.
"kamu mau ngirim apa ren?" ucap lina sembari menatap kotak kecil berbungkus kertas padi berwarna coklat ditangan rendy.
"oh, ini alat alat lukis buat keponakan gua. Diapengen banget katanya. Masih bisa kirim kan lin?" ucap rendy sembari memeberikan kotak yang dia bawa
"boleh , sini ren" mengambil kotak tersebut
__ADS_1
"hmm lu apa kabar lin? Udah lama ya gak ketemu" ucap rendy ditengah sibuknya lina
"baik baik aja kok, kerjaan juga lancar aja." ucapnya membalas pertanyaan rendy
"ini nomor hp kamu ren? Kamu ganti nomor hp ya? Tanya lina
" iya lin. Hp gua yang lama ilang."
"oke selesai. Ini resi nya pengirimannya ren"
Lina menyerahkan kertas pengiriman tersebut pada rendy.
"ngomong ngomong, lu masih tinggal dirumah lama kan lin?" ucap rendy dengan malu malu sembari menggaruk garuk kepala nya.
"iya ren. Masih dirumah lama kok. Gak ada rencana pindah kemana mana." jawabnya dengan senyuman
Perbincangan mereka berakhir setelah salah satu rekan kerja lina menyuruhnya bersiap untuk pulang dan menutup semua pintu.
Rendy pun keluar dari tempat itu tanpa sempat berpamitan dengan lina.
Sementara lina tengah sibuk merapikan barang barang nya untuk segera pulang.
Jauh didalam lubuk hatinya, sangat ingin berbincang berdua dengan rendy.
__ADS_1
Namun apa daya, waktu tidak bersahabat dengannya