Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 36: setelah menghabiskan wakru bersama, mereka pun kembali kerumah


__ADS_3

Setelah berbincang dengan sahabatnya, Lina menjadi lebih tenang. Kini dia sudah bisa tersenyum bersama mereka


Walau fisiknya belum pulih sepenuhnya.


"aku seneng bisa kenal kalian, sahabat yang benar benar tulus sayang sama aku. Nemanin aku dalam kondisi apa pun. Setiap kali aku dalam masalah, kalian selalu muncul tepat dihadapan aku ngasih kekuatan" ucap lina


"kita kan sahabat. sahabat itu gak pernah pergi, bakalan selalu ada dalam suka dan duka. ya gak guys?" ucap laras


"hhmm" mereka menjawab bersamaan


"ngomong ngomong, lu pasti belum makan kan dari pagi, karna ngurung diri dikamar mulu" tanya agnes


"aku gak laper guys. Aku cuma pengen sendiri doang, gak pengen makan" jawabnya


"gak bisa gitu lin, lu harus makan. kalau lu gak makan, ntar tambah sakit lagi. Makan dikit aja ya" sambung agnes


"iya lin, dikit aja yang penting perut lu gak kosong." ucap rara


"iya deh, aku makan. Tapi bentar lagi ya" jawabnya


"gitu dong. Lu tunggu disini, biar gua masakin bubur ya. Hari ini, biarin Laras yang menjadi tukang masak anda bu lina"


Ucapan laras membuat lina tertawa


"kamu bisa aja"

__ADS_1


Laras menuju dapur, hendak memasak bubur untuk lina.


Ditengah sibuknya laras yang sedang memasak. Kak khon muncul dan membantu laras.


Tak hanya itu, dia juga memasak nasi goreng spesial untuk semua orang yang ada dirumah itu.


Setelah semua selesai, mereka makan bersama.


Setelah kenyang, mereka duduk bersantai dihalaman belakang rumah. Dengan tikar pandan yang terbentang menjadi alas untuk mereka duduki. Ditemani biskuit coklat sebagai cemilan siang dan minuman dingin.


Mereka menghabiskan waktu bersama, sebelum pulang kerumah masing masing.


Mereka tidak bisa menghabiskan malam disana, karna esok harinya harus kembali bekerja.


Malam harinya, tepat disaat waktu telah menunjukkan pukul 19.00wib. Mereka bergegas bersiap untuk pulang, setelah sebelumnya selesai makan malam.


"lin, kita balik ya. Kalau ada apa apa lu bisa hubungin kita. Kita bakal standby buat lu" ucap laras, berpamitan


"iya, kalian hati hati ya."


"lu jangan sedih sedih lagi ya. Lupain semua yang terjadi." ucap tia


"dan yang paling penting, lu harus jaga diri baik baik ya. Jangan lupa telpon kita" sambung rara


"iya tenang aja. Ada kak jhon yang selalu jagain aku kok."

__ADS_1


Setelah berpamitan pada lina, mereka mengahkhiri percakapan dengan pelukan hangat.


Lali beralih ke arah kak jhon untuk berpamitan juga


"kami balik dulu ya kak, besok pada mau kerja soalnya" ucap rian.


"lu hati hati bawa mobilnya, jangan ngebut ngebut. Jaga tu cewek cewek yang lu bawa, pastiin semua nya aman"


"siap kak. Gua bakal jaga baik baik. Gak bakal ada yang lecet hehe"


rian tertawa kecil menjawab perkataan kak jhon


"kalian juga baik baik disana, ajak tu si rian ngobrol, biar dia gak ngantuk"


"siap boss" jawab mereka bersamaan.


Satu per satu dari mereka memasuki mobil.


Saat hendak menutup jendela mobil..


"eh tunggu.. Ni buat lu biar gak ngantuk"


"kopi? Wahh mantep ni." (mengambil kopi instans yang kak jhon berikan untuknya)


Mereka pun berangkat menuju kekota tempat mereka tinggal.

__ADS_1


Pertama, rian mengantar tia dan rara. karna, rumah mereka hanya berjarak dua jam dari rumah lina. Sementara, rumah agnes dan laras sedikit lebih jauh. Perlu menghabiskan waktu satu jam empat puluh menit. Dan yang terakhir dan lebih jauh adalah rumah rian, menghabiskan waktu dua jam. Total perjalanan yang mereka tempuh yaitu tiga jam lamanya.


Mereka tiba dirumah dengan selamat, sebelum pukul seluluh malam.


__ADS_2