Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 31: Andi mengutarakan cintanya


__ADS_3

Sejak kejadian itu, rendy berubah menjadi tertutup. Dia tak pernah muncul lagi dihadapan lina. Dia juga menutup semua akun media sosialnya dan memblokir semua kontak yang berhubungan dengan lina.


Seperti apa yang dia ucapkan sebelumnya. Dia berjanji bahwa dia akan menjauh dari Lina dan tidak akan pernah menemuinya lagi.


Dan dia benar benar tidak pernah menghubungi lina sama sekali.


Secara keseluruhan, mereka putus kontak.


Sejak saat itu pula, hubungan lina dan andi menjadi semakin dekat.


Kini andi lebih sering menemui Lina dirumah dan dikantor.


Dia juga mengantar dan menjemput lina bekerja.


hingga suatu ketika tepat saat baru saja selesai bekerja, andi membawa lina ke suatu tempat yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.


Tempat dimana mereka bisa melihat indahnya kemerlip bintang yang bersinar indah dilangit dan merasakan sejuknya angin malam yang berhembus diantara pepohonan. Tempat itu berada di tepi sungai, tepat di sekitar taman kota yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Lina.


Suasana disana terlihat indah dengan lampu lampu kecil yang menghiasi sekitar taman, menambah indahnya malam.


Mereka duduk berdua dibangku tepi sungai tersebut dan berbincang bincang tentang berbagai hal.


lalu..


"ngomong ngomong ni ya lin. Aku mau tanya sama kamu, boleh gak?" ucap Andi

__ADS_1


"boleh dong. Mau nanya apa kamu?" jawab lina


"kamu kan belum punya pacar lin.. boleh gak aku ngambil langkah buat ambil hati kamu?" ucap andi


(raut wajahnya tampak serius mengutarakan isi hatinya)


Lina hanya terdiam membisu, tidak menjawab sepatah kata pun ucapan andi.


"kenapa diam lin? aku serius. aku udah suka sama kamu dari awal kita ketemu, sampai sekarang" ucapnya.


masih dengan raut wajah serius.


"hmm gimana ya di"


"aku mau kamu jadi pacar aku lin. Aku serius Banget sama kamu. Aku bakal jadi pacar yang baik dan perhatian sama kamu. Kamu mau kan?" tanya andi lagi


"bisa kasih aku waktu gak? aku gak bisa jawab sekarang." ucap lina, sembari menundukkan kepalanya


"kenapa Lin? kamu gak suka sama aku?"


andi menatap wajah Lina yang sedari tadi masih tertunduk.


"kasih aku waktu buat mikirin ini semua." jawab lina


"oke, aku tunggu jawaban kamu. Kamu gak harus jawab sekarang."

__ADS_1


ucapan Andi mengakhiri perbincangan mereka.


tiga puluh menit kemudian, andi mengantar lina kembali kerumah.


Berhari hari berlalu, Andi semakin berusaha keras untuk mendekati lina. Berharap mendapatkan jawaban yang akan menyenangkan hatinya


setiap menit nya, dia tak henti mengirimkan pesan singkat pada Lina. Mengantarkan makan siang untuk lina, mengantar jemput lina bekerja, mengajak Lina jalan jalan saat akhir pekan, dan bahkan dia juga mencoba mendekati kak jhon untuk mendapatkan restu dari kakaknya itu.


Kak jhon mengetahui niat hati andi dan menanggapinya dengan baik.


Dua minggu telah berlalu, andi kembali menanyakan pertanyaan yang sama pada lina


"lin, gimana? kamu mau kan jadi pacar aku? aku udah nunggu kamu selama dua minggu" katanya


"maaf ya di, aku belum bisa jawab. Kasih aku waktu lagi" jawab lina


huft.. (Andi menghela nafas panjang mendengar jawaban dari Lina)


"kamu jangan marah ya. Bisa kan kamu nunggu aku?"


"oke, bisa kok. aku bakal nunggu sampai hati kamu kebuka" jawab Andi


"makasih ya udah ngertiin aku"


Andi menjawab dengan hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2