
Tepat setelah andi dan rendy pergi, lina naik ke kamarnya. Hendak melanjutkan tidurnya yang tertunda karna kedatangan dua pria yang saat ini sedang memperebutkannya.
Dibawa nya hadiah yang dia dapatkan dari andi dan rendy, lalu meletakkannya di meja belajarnya.
Saat hendak menaiki tempat tidur, dia dikejutkan oleh empat pasang mata yang sedang menatap tajam ke arahnya
"astaga, bikin kaget aja. kenapa bangun?" ucap lina
"habis dari mana lu, bukannya tidur malah berkeliaran." tanya rara sembari melipat kedua tangannya
"ini. Tadi rendy nelpon aku, katanya dia mau ngomongin sesuatu. Ternyata ngasih kado"
"trus?"
"ya itu. Dia ngasih aku kado, trus mau ngomongin sesuatu. Tapi belum sempat, keburu dipotong sama andi. Dia datang pas rendy mau ngomong"
Raut wajah lina yang tampak kesal terlihat jelas oleh mereka
"jadi belum sempet ngomong apa?" tanya rara
"hmm"
"jadi lu kesel sama si andi, gara gara dia ganggu moment kebersamaan lu sama rendy?" sambung rara
"ehm.. Enggak gitu guys maksud aku." jawab lina, mencoba menangkis perkataan rara.
__ADS_1
"udah, ngaku aja. Gak papa kali. Lagian udah kebaca juga dari muka lu" ucap laras
"apaan sih. Udah sana tidur"
Mereka pun melanjutkan tidur.
Sementara lina, membuka kotak hadiah yang dia dapatkan tadi.
Kado pertama yang dia buka adalah pemberian dari rendy. Isi di dalam kotak tersebut adalah sebuah kalung perak dengan mainan huruf L, yang merupakan inisial nama lina. Dia bahagia mendapat hadiah kalung dari rendy. Walau harganya tidak seberapa, tapi nilai yg didapat sungguh berharga.
Segera dia memaikan kalung tersebut dilehernya.
Tak lupa dia juga membaca kartu ucapan yang diselipkan disana. Isinya "Happy birthday lina, wish u all the best"
Kedua kado dengan harga yang berbeda, namun memiliki arti yang sama "kado spesial"
Selesai membuka bungkusan yang dia dapatkan, dia langsung kembali tidur.
Keesokan harinya, Lina bangun dari tidurnya, membuka lemari pakaiannya dan bergegas membersihkan diri.
Setelah itu, dia mengambil ponsel nya dan menelpon atasannya untuk meminta izin tidak bekerja.
Dia ingin menghabiskan waktu bersama sahabat sahabatnya
Atasannya yang baik sama sekali tidak memarahi lina, justru memberinya izin untuk mengambil cuti. Karna selama bekerja disana, lina belum pernah meminta izin untuk cuti. Apapun yang terjadi, dia tetap hadir.
__ADS_1
Satu per satu sahabatnya juga bangun dan bergiliran ke kamar mandi membersihkan diri.
Sementara, dilantai bawah kak jhon tengah sibuk mempersiapkan sarapan pagi untuk semua orang.
Beberapa menu yang menjadi andalannya telah siap disajikan, dengan dibantu oleh rian yang jual ahli dalam memasak.
linda dan keempat sahabat nya turun ke lantai bawah menuju meja makan.
"pagi kak" ucap lina dengan senyumannya
Disambung oleh mereka "pagi kak"
"udah pada cantik cantik ya. Mau kemana hari ini? Gak langsung balik kan?" tanya kak jhon
"iya kak, mau jalan jalan dulu kak, mumpung masih disini. Aku juga udah izin sama atasan aku, mau ambil cuti sehari" ucap lina
"ohh gitu, ya udah. Tapi inget jangan jauh jauh dan balik nya cepet ya" ucal kak jhon
"iya kak, tenang aja. Kita juga mau langsung balik ntar sore, soalnya besok pada mau balik kerja." jawab rian
"ohh oke lah. berarti lu gak boleh kecapean ya. Lu bawa cewek cewek soalnya" pinta kak jhon
"sipp kak" jawabnya
Mereka sarapan bersama sebelum pergi berlibur.
__ADS_1