Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 41: sahabat lina mencoba meyakinkannya


__ADS_3

Rendy terdiam mebisu mendengar jawaban dari lina. Dia masih tetap disana, duduk diatas sepeda motornya dan merenung.


(kenapa sesusah itu sih buat buka hati lu lin? Apa pengorbanan gua selama ini belum cukup buat lu? Apa gua kurang baik dimata lu? Gua harus nunggu lu berapa lama lagi lin, supaya lu bisa terima gua. Gua gak tau lagi harus gimana. Huft.. Gua pikir selama ini perasaan lu ke gua udah berubah, gua pikir lu udah bisa nerima gua. Ternyata gua salah. Lu masih sama kayak dulu, selalu nganggap gua sebagai teman gak lebih. Tapi gua akan coba buat terima semua keputusan lu. Ini terakhir kalinya gua ngungkapin perasaan gua ke lu. Gua janji bakal kubur dalam dalam perasaan ini, dan gua bakal coba untuk memandang lu sebagai teman, bukan wanita yang gua sayang"


ucap rendy dalam hatinya


Dia merasa terluka atas jawaban yang lina ucapkan. Mulutnya terdiam namun airmatanya sudah jatuh membasahi pipinya. untuk beberapa saat dia hanya tertunduk dengan airmata yang masih mengalir.


Ini kedua kalinya, perasaan tulus yang dia berikan pada lina ditolak mentah mentah.


Beberapa saat kemudian, suara gemuruh terdengar, angin bertiup sangat kencang dan hujan pun mulai turun membasahi bumi.


Rendy mengangkat kepalanya menatap langit yang dipenuhi awan hitam dan hujan.


"akhhh...." rendy berteriak melampiaskan emosi dalam hatinya.


Bukan amarah yang dia ungkapkan, tetapi kekecewaan yang dalam

__ADS_1


Lina yang tengah berada di kamarnya mendengar suara teriakan rendy.


Dia membuka sedikit tirai yang menutupi jendela, lalu mengintip kearah rendy yang masih berada diluar.


Dia sedih melihat rendy yang berdiam diri ditengah hujan


(kamu kenapa kek gini ren? Kalau kamu sakit gimana? Harusnya kamu balik aja sebelum hujan. Aku ngerasa bersalah banget sama kamu, aku selalu jadi alasan kamu terluka. Aku minta maaf)


ucap lina dalam hatinya, lalu berbaring ditempat tidur.


Beberapa saat kemudian, rendy menyalakan sepeda motornya dan bergerak menuju jalan pulang.


Dia mengendarai sepeda motornya dengan perlahan dan hati hati.


Keesokan harinya, lina mendapat panggilan video grup dari kelima sahabatnya. Mereka berbincang bincang banyak hal dan saling mengucapkan rindu.


Lalu, lina menceritakan kejadian semalam pada mereka

__ADS_1


"ngomong ngomong ni ya guys. Aku mau cerita tentang rendy" ucapnya


"apa tu..." jawab mereka


"semalam kan rendy ulangtahun, jadi ngajakin dia makan malam di cafe favorit kita. Aku juga ngasih dia jaket bomber warna favorit nya dia"


"trus?" sela laras


"trus pas dia nganterin aku pulang, dianembak aku lagi, tapi aku nolak dia"


"lah kenapa? Kan sama sama cinta lin. Liat gua sama rian. Kita sama sama cinta, jadi kita mutusin untuk jalanin bersama. Cinta itu simpel lin. Ketika lu mencintai seseorang, lu harus berani jalani itu dengan dia. ikutin kata hati lu, percaya sama diri lu sendiri, kata hati gak pernah bohong" ucap agnes


"iya lin. Kalau lu juga mencintai dia, terima dia lin. Jangan sampai ujung ujung nya lu yang menyesal nantinya" sambung rian


"tapi aku takut guys. Aku takut kecewa suatu saat nanti. Aku takut hubungan ini gak berhasil dan aku yang terluka"


"lin, dengerin gua. Kalau dia memang baik, dia gak akan kecewain lu. Dia pasti bakal jagain lu dengan baik. Mau sampai kapan lu menutup hati lu?" ucap rara

__ADS_1


Mereka semua mencoba meyakinkan lina untuk berani membuka hatinya


__ADS_2