Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 42: Hati yang tertutup berhasil dibuka


__ADS_3

Malam harinya tepat pada pukul 19.00wib kak jhon menghampiri lina yang tengah duduk bersantai diatas tempat tidur, sembari memainkan ponselnya. Kak jhon mendapat kabar dari teman rendy yang juga teman sepermainan kak jhon. Katanya rendy sedang mengalami sakit parah dan saat ini tengah berdiam diri dirumah untuk memulihkan diri.


Lina terkejut mendengar kabar tersebut. Seketika dia merasa bersalah pada rendy. Menurutnya, rendy sakit karna ditimpa hujan malam itu. Malam hari ketika rendy mengutarakan perasaannya, namun ditolak oleh lina.


Dia meninta izin pada kak jhon untuk mengizinkannya mengunjungi rendy yang sedang sakit.


kak jhon pun memberi izin padanya, lalu dia bergegas pergi kerumah rendy dengan menggunakan taxi online.


Setibanya disana, setelah membayar tagihan taxi, dengan cepat dia membuka pintu mobil, lalu mengetuk pintu rumah rendy.


Tidak perlu menunggu lama, rendy pun membukakan pintu.


"Lina?"


Dia tampak terkejut melihat lina


"iya ren"


"masuk lin, masuk"


Rendy mempersilahkan lina masuk


"kamu pucet banget, panas lagi" (menyetuh kening rendy)


"iya ni, kena hujan semalam pas dijalan"


"bohong.. Aku tau kamu kena hujan pas lagi dirumah. kami ngapain sih dim ditengah hujan kek gitu? Kamu pasti kecewa sama aku"

__ADS_1


Lina tertunduk merasa bersalah.


"kecewa pasti, sedih juga iya. lu tau sendiri lah. Gua udah lama suka sama lu, dari SMA sampai sekarang masih tetap sama. Gua berharap perasaan lu ke gua udah berubah, tapi ternyata itu semua cuma ada dalam ekspektasi gua"


"maafin aku, aku.." (ucapannya terhenti)


"udah, gak papa kok. Gua bakal coba buat ngubur perasaan gua. Gua bakal berusaha lihat lu sebagai teman doang"


"kenapa? Kamu gak suka lagi sama aku? Cuma sebatas itu rasa sayang kamu? Tanya lina, dengan raut wajah kecewa


" kalau lu tanya seberapa besar cinta gua, gua gak bisa jamin dengan kata kata. Tapi gua yakin seratus persen, perasaan gua utuh buat lu" ucap rendy


"kalau gitu, buktiin dong" ucap lina.


Matanya menatap dalam kedua bola mata rendy.


"aku mau kamu buktiin seberapa utuhnya perasaan kamu itu. Aku mau kamu buktiin bahwa kamu itu beda dari yang lainnya, aku mau kamu.."


"tunggu, maksudnya gimana ni? Gua jadi bingung" ucapan rendy menyela perkataa lina


"aku mau buka hati aku yang udah lama tertutup buat kamu" ucap lina dengan malu malu


"kamu serius? Kamu gak bercanda kan? Please lin, jangan bikin aku jadi bercandaan"


Lina hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"kamu mau sama aku? Kamu terima aku?" tanya rendy, sembari menggenggam tangan lina

__ADS_1


"iya ren, aku mau. Tapi tolong, jangan buat aku kecewa. Jangan buat aku nutup hati aku lagi"


"iya lin, gua janji gak bakal bikin lu kecewa. Gua bakal buktiin itu"


"hmm" ucap lina, sembari melemparkan senyum manisnya


"yeeyy... Makasih lin, makasih banget"


Rendy berteriak kegirangan mendengar jawaban lina.


Dia memeluk erat tubuh lina dan mengelus elus rambutnya, lalu mencuim kening lina dengan lembut.


Dia sangat bahagia, akhirnya perjuangan dan penantiannya selama ini tidak sia sia. Kini, mereka berdua resmi menjadi sepasang kekasih.


Siapa sangka, Philopobia yang dia derita dulu, ternyata membuatnya bertemu dengan belahan jiwanya.


Pria pertama yang menjadi teman baiknya, dia juga pria pertama yang bisa dekat dengannya dan kini dia adalah pria pertama yang berhasil membuka hatinya yang lama tertutup.


P.S : Cinta itu simpel guys. ketika kita mencintai seseorang, terima dia apa adanya. Apa pun yang terjadi kedepannya, kita harus siap menerimanya. Ntah itu berhasil atau tidak, tak ada yang tau akhirnya.


Ikuti kata hatimu. Jika menurutmu dia yang terbaik, lanjutkan.


Cinta yang baik, akan berakhir baik.


Tapi gak semua cinta bisa berakhir baik, adakalanya kita bertemu dengan seseorang yang buruk.


Intinya, Bijaklah dalam memilih

__ADS_1


__ADS_2