Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 32: Cinta berujung dendam


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, bulan pun berganti. Sudah lebih dari satu bulan Andi menunggu jawaban dari Lina.


Namun, sampai saat ini Lina masih belum memberikan jawaban apa pun untuk pertanyaan andi.


Entah apa yang ada dalam benaknya, sehingga dia belum bisa menerima cinta andi. Untuk menolak pun enggan rasanya.


Bulan kedua, tepat di hari sabtu malam. Andi mengajak Lina berkeliling di sekitar taman kota, tempat pertama kali Andi mengutarakan isi hati nya. Duduk di bangku yang sama, dengan suasana yang sedikit berbeda.


hari ini cahaya bulan terlihat lebih redup dari sebelumnya, satu bintang pun tidak terlihat disana. Seperti akan turun hujan


"kita balik yukk, mau hujan kayaknya." ucap lina. (dia takut bila turun hujan)


"sebelum balik, aku mau nanya dulu. sebenarnya kamu mau gak pacaran sama aku? aku udah nunggu kamu selama dua bulan. kamu sama sekali gak ngasih aku jawaban. kamu buat kayak orang bodoh" ucap andi.


Raut wajah nya tampak sangat kesal, tergambar jelas dari nada bicara nya


"aku gak tau di. aku.."


"bentar" (Andi menyela)


"gini aja, kamu sebenarnya nganggap aku apa? selama ini aku udah berjuang buat dapetin kamu. Dua bulan aku nunggu jawaban kamu" ucap Andi


"aku gak tau di, aku gak tau. Aku gak bisa buka hati aku buat kamu" ucap lina.


matanya tampak berkaca kaca.


"maksudnya"


"kita temenan aja ya. aku gak bisa nerima kamu lebih dari itu" ucap lina


"a..apa? lu nolak gue? setelah apa yang gue lakuin buat lo selama ini?"


wajah andi memerah, berkali kali dia menghela nafas panjang.


"maafin aku di." ucap lina.


"Lo nolak gue setelah apa yang gue lakuin? gue udah ngorbanin banyak hal buat Lo. gue nunggu jawaban Lo selama dua bulan lamanya. dan sekarang Lo nolak gue gitu aja? haaa??"

__ADS_1


"akkhh.."


teriakan andi membuat Lina ketakutan. Dia beranjak dari tempat duduknya dan hendak pergi meninggalkan andi.


(tangan Andi mencengkeram erat tangan Lina)


"Andi, lepasin. kamu nyakitin tangan aku, sakit" ucap lina yang merasa kesakitan


"gue udah ngorbanin waktu gue buat lo, duit gue. semua yang bisa gue kasih, gue kasih buat lo. Dan ini balasan lo


(tangannya masih mencengkeram erat tangan mungil lina)


"Andi jangan kek gini di, please lepasin tangan aku, sakit.."


plakk.. (Andi menampar pipi kiri Lina)


"akh.. sakit. lapasin aku, aku mohon di jangan kek gini. Aku minta maaf kalau aku udah buat kamu sakit hati. Tolong lepasin aku"


Lina menangis memohon agar Andi melepaskannya. Namun andi sama sekali tidak menghiraukannya.


dia terus menerus menyakiti lina


"maafin aku di, lepasin aku, biarin aku pulang"


"jangan harap"


"lepasin aku, aku mohon.."


plakk.. tamparan berikutnya dilayangkan tepat di pipin kanannya


buugh.. Lina terjatuh tak sadarkan diri.


bukannya membawa lina pulang, Andi malah meninggalkannya disana sendirian.


Beberapa saat kemudian, rendy yang tengah berkeliling mencari udara segar malam itu melihat lina tengah terbaring ditanah tak sadarkan diri


"Lin.. lina, lu kenapa. lin?"

__ADS_1


rendy mencoba membangunkan lina


"Lina.. bangun.."


(aduh kenapa lagi sih lu lin? memar memar gini? siapa yang udah ngelakuin ini ke Lo?) batinnya


Berkali kali dia mengguncang tubuh lina, namun tak ada jawaban sama sekali. Dia memutuskan untuk membawa lina kembali kerumahnya. Sepeda motor yang tadi dia bawa, ditinggalkannya disana. Dia membawa lina pulang dengan menggunakan Taxi online.


Setibanya dirumah, rendy mengetuk pintu beberapa kali. Hingga akhirnya kak jhon membukakan pintu untuknya


"Lina.. kenapa dia" (kak Jhon kaget melihat lina pingsan di pelukan rendy, dengan kondisi pipi dan tangan yang merah lebam)


"gue gak tau kak. ini bukan gue kak sumpah. gue ngeliat dia pingsan di taman deket sungai kak. langsung gue bawa pulang" jawab rendy


"ya udah bawa masuk dulu"


Rendy pun membawa lina kekamarnya, dan dibaringkan dengan lembut. Lalu diberi selimut yang hangat


"sini.."


kak jhon membawa rendy keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.


"kenapa kak?" tanya rendy


"kenapa dia bisa kek gini? lebam dimana, pingsan lagi"


kak Jhon menahan amarahnya dengan menghela nafas panjang


"gak tau kak. Gue ketemu dia pas dia udah berbaring ditanah. Kalau gue tau siapa orangnya, bakal gue habisin kak." ucap rendy.


dia pun tampak sangat marah melihat kondisi lina


"huft.. ya udah, mending sekarang lo pulang." ucap kak jhon


"oke kak, gue pulang dulu."


Rendy pun pulang.

__ADS_1


semetara itu, kak Jhon membawa kotak PPPK menuju kamar lina. Dengan lembut dan sangat hati hati kak jhon mengobati luka memar ditangan dan dipipi nya. Lalu meninggalkannya beristirahat


__ADS_2