Bisakah Aku Mencinta?

Bisakah Aku Mencinta?
Part 30: Perkelahian terjadi ditengah suasana liburan


__ADS_3

Lina dan ke empat lainnya berkemas untuk segera berangkat ke tempat tujuan mereka untuk berlibur.


lina, agnes dan laras bertugas menyiapkan beberapa makanan ringan dan minuman untuk mereka bawa sebagai bekal di perjalanan.


Tia dan rara bertugas mengumpulkan beberapa peralatan yang mereka perlukan selama disana.


Semua yang dibutuhkan siap dikemas dan akan dibawa masuk kedalam bagasi mobil.


Rian yang satu satu nya pria disana, bertugas untuk membawa semua yang mereka siapkan dan memasukkannya satu per satu ke dalam mobil.


"beres.." ucap rian, yang sudah selesai memasukkan semua barang dalam bagasi.


"gak ada yang ketinggalan kan beb" jawab agnes, kekasihnya itu


"gak, aman. Semua udah masuk." jawab rian


"bagus, ya udah yuk langsung aja. mumpung masih pagi banget" ucap tia sembari memasuki mobil


"eh tunggu. Aku boleh ngajak rendy gak guys? Buat ngeramein suasana aja." ucap lina, sembari tersenyum malu malu


"ehemm.. bilang aja mau berduaan" ledek mereka


"gak gitu guys.. aku.."


"eits.. Udah, gak usaj banyak alasan deh, kalau mau ajak, ajak aja kali. Kita juga gak ngelarang. Selama itu bikin lu bahagia" laras menyela perkataan lina.


Dia tau bahwa lina sebenarnya ingin menghabiskan waktu bersama rendy.


Lina mengambil ponselnya yang berada di saku celana belakang nya, menghubungi rendy.


baru saja mengucapkan kata "rendy, kamu mau gabung sama kita gak? Kita mau liburan ke pantai"


Rendy langsung mengiyakan ajakannya itu.


Tak perlu waktu lama bagi lina untuk menunggu kehadiran rendy.


Hanya dalam waktu sepuluh menit, dia tiba dirumah lina. Dengan membawa beberapa makanan ringan sebagai tambahan untuk mereka nantinya.


Setibanya di pantai, mereka membentangkan sebuah tikar yang mereka bawa sebagai alas untuk mereka duduki.


makanan yang mereka bawa ditata diatasnya, dengan kotak pendingin berisi beberapa minuman dingin.


Lengkap sudah semuanya.


Tak ada seorang pun di pantai itu, kecuali mereka berenam.


Mereka semua melepas sepatu dan sendal yang mereka pakai, lalu berlari menuju ke tepi laut.


"yeyy... Yuhuu" sorak kegirangan terdengar dari mulut mereka.


"seneng banget huuu.." ucap laras


Mereka bersenang senang menikmati hempasan ombak kecil yang bergerak mengikuti arah angin, dan menikmati sejuknya angin laut.


Mereka berlarian kesana kemari, sembari saling memercikkan air bak sedang melakukan perang air disana.


"hahaha... Huuu..." tawa girang selalu terdengar mengisi suasana.


Merasa cukup lelah berlarian kesana kemari, mereka beralih ke arah toilet umum yang ada disana.


Menganti pakaiannya yang sudah basah kuyup karna air laut.


Lalu, duduk diatas tikar yang sudah terbentang sejak tadi.


Rendy duduk tepat disebelah lina.

__ADS_1


"lu lapar gak lin, gua bawa roti kesukaan lu." ucap rendy sembari menunjukkan kantong belanja yang dia bawa.


"iya ren. Makasih ya, kamu masih inget apa yang aku suka." ucap lina, tersenyum malu malu.


"pasti dong. gua gak pernah lupa semua tentang lu"


Ucapan rendy membuat lina tampam salah tingkah


"hmm.. pantai milik berdua ni ceritanya" ucap tia dan rara, menggoda lina


"hmm.. hmm, inget ada kita" sambung agnes


"kalian apaan sih. Biasa aja kali" ucap lina


Wajah rendy tampak memerah, menahan malu akan ledekan mereka.


"sorry bro. Mereka emang gini, suka ngeledek. santai aja" ucap rian


"iya bro. Gak papa kok" jawab rendy


Tak berapa lama, ponsel milih lina berdering. Terlihat disana, panggilan dari andi. Dia menanyakan keberadaan lina saat ini.


"halo andi.." (lina memulai pembicaraan)


Mendengar nama andi, raut wajah rendy berubah drastis. Yang tadinya bahagia, kini terlihat kesal


(ini anak kenapa sih? Nempel mulu sama si lina) batin rendy


"halo lin, aku di depan rumah kamu"


"ha? ngapain di?"


lina kaget mendengar bahwa andi tengah berada di depan rumah lina, sedang menunggu nya.


"aku mau jemput kamu. Biar kita bisa berangkat bareng" ucapnya


"pantai? Aku nyusul ya"


"tapi.."


Tuutt.. Tuutt.. Tuutt..


Belum sempat berbicara, andi sudah mematikan ponselnya


"apaan sih main matiin aja" ucap lina dengan kesal


"kenapa lin? Tanya rara


" itu, si andi katanya mau nyusul."


"trus?"


"ya itu, belum sempat ngomong udah main matiin aja"


"ya udah lah mau gimana lagi. Biarin aja gabung" ucap rian.


"ih apaan sih, nyambung aja" (agnes mencubit pelan kekasihnya itu)


Suasana yang tadi nya menyenangkan berubah menjadi hening setelah andi datang.


Dia langsung duduk disamping kanan lina, tanpa memperdulikan rendy yang sejak tadi sudah berada disana.


Rendy hanya terdiam dengan wajah nya yang terlihat kesal


(kenapa harus disini sih duduknya) batin rendy

__ADS_1


"kamu makan apa lin? (melirik bungkus roti yang ada ditangannya)


" ini roti favorit aku banget. Tadi dibeliin sama rendy" ucap lina


"oh ya? Enak?" tanya andi


"enak."


"aku mau dong" (mengambil sisa roti yang ada ditangan lina, lalu memakannya)


Tia, rara, laras, dan agnes saling bertatapan seakan memberi kode


"itu udah bekas aku" ucap lina


"gak papa lah. Enak kok" jawab andi


"ada minum gak, haus banget" sambungnya.


Lina memberikan sebotol minuman pada andi


"bisa geser dikit gak, sempit banget" ucap andi, sembari menggeser tubuhnya ke arah rendy


Rendy tampak tenang menahan emosi nya atas sikap andi yang menjengkelkan


"main di air yuk. Udah lama banget gak main air" ucap andi kepada lina


"gak deh di. Udah main air dari tadi, ini udah ganti baju" jawab lina


"ayolah.. Jarang jarang ke pantai bareng kamu" ajaknya, menarik paksa lina.


rendy yang kesal, menarik tangan andj


"lu denger gak dia bilang apa? itu kuling masih berfungsi kan?" ucap rendy dengan nada tinggi


"lepas..." (menepis tangan rendy)


"apa urusannya sama lo. jangan ikut campur" balas andi


Semua hanya terdiam menyaksikan pertikaian yang terjadi


"lu itu udah ganggu dia. Lu liat tu muka lina, dia itu risih deket deket sama lu" ucap rendy


"udah gue bilang bukan urusan lu. Tutup aja mulut lu itu rapat rapat."


"bangsatt.. (buakk..bamm..dua pukulan dilayangkan tepat diwajah andi)


" cari perkara lu sama gua ha" sambung rendy"


"cukup.. cukup.. hentikan." ucap lina.


Dia tampaj kesal melihat pertikaian mereka


"tapi lin, dia itu udah kurang ajar sama lu"


"bukan urusan kamu. Aku benci kekerasan, kamu tau itu kan?"


"gue."


"cukup" (menghentikan rendy)


"aku minta kamu pergi dari sini SEKARANG." (dia megusir pergi rendy)


"lin, lu ngusir gua cuma karna dia? Oke.. Gua paham kok. Lu emang dari dulu benci sama gua. Gua pergi, gak bakal gue gangguin lu lagi.


Rendy pun pergi meninggalkan mereka

__ADS_1


Keheningan pun semakin terasa disana.


Lina pun meminta rian untuk membawa mereka kembali kerumah.


__ADS_2