
Rendy yang merasa bahwa ada kesempatan untuk dirinya, berusaha keras untuk lebih dekat dengan lina. Satu satunya gadis yang namanya selalu ada dalam hatinya, sejak awal bertemu hingga kini.
Meski pun bertahun tahun lamanya tidak bertemu satu sama lain, perasaan yang ada dihati rendy tetaplah sama.
Setiap hari sepulang bekerja dia akan muncul dirumah lina untuk menghabiskan waktu berdua, berbincang bincang mengenai pekerjaan, kegiatan yang dia lakukan, dan banyak lagi. Berhubung lina sudah berhenti dari pekerjaannya, karna tidak ingin bertemu lagi dengan lelaki yang selalu menjahati nya. Dia berhenti dan memutuskan untuk mencari pekerjaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Meski sebenarnya dia sudah merasa nyaman bekerja disana dengan rekan rekan kerja yang sangat baik dan memperhatikannya, dia tetap berhenti.
Dan itu jauh lebih baik dari pada suatu saat nanti andi mengganggu nya kembali.
Kedekatannya dengan rendy sudah mendapat lampu hijau dari kak jhon, karna kak jhon tau bahwa rendy adalah pria yang baik hati dan pasti bisa menjaga lina dengan baik.
Dengan sifat rendy yang humoris, selalu bisa membuat lina tertawa bahagia, dan membuat suasana tidak terasa dingin dan canggung.
Tepat diminggu ketiga dibulan april, dihari ulang tahun rendy.
Lina mengajak rendy untuk bertemu di suatu tempat yang menjadi favorit mereka sewaktu bersama di SMA.
Lina membawanya untuk makan malam. Mereka menikmati makan malam dengan suasana bahagia yang menyelimuti hati mereka
Setelah selesai makan, lina membuka percakapan
"selamat ulangtahun ya ren. Semoga kamu bahagia selalu, rejekinya melimpah, selalu sehat dan yang pastinya tetap dalam lindungan Tuhan"
"makasih banyak ya lin. Ini pertama kalinya lu ngajakin gua dinner dihari ulangtahun gua. Gua seneng banget lin"
(raut wajah rendy terlihat bahagia)
"iya ren sama sama. oh iya bentar"
__ADS_1
(lina membuka tas yang dia bawa sejak tadi, lalu mengambil sebuah kotak kecil berbalutkan kertas hadiah bertuliskan "happy birthday"
"ini buat kamu ren. Memang harganya gak seberapa, tapi aku mau kamu pakai itu sebagai tanda persahabatan kita"
Lina memberikan kotak tersebut pada rendy, dan dia pun seger membukanya.
Ternyata isi dalam kotak tersebut adalah sebuah jaket berwarna biru gelap.
Rendy sangat menyukai hadiahnya dan segera memakainya saat itu juga
"wahh bagus banget, pas lagi ukurannya. Gua suka banget, makasihya lin"
Dia tersenyum bahagia mendapat hadiah pemberian lina, tak henti dia mengelus elus jaket pemberian lina tersebut
"iya sama sama. Udah ah, jangan di elus elus mulu malu tau diliat orang"
"heheh"
"yukk.. Yukk"
Lina menuju kasir dan membayar tagihannya. Karna sejak awal dia mengatakan pada rendy bahwa dia akan membayar tagihannya sebagai traktirannya untuk rendy.
Setibanya dirumah, lina turun dari sepeda motor rendy, membuka helm nya dan menyerahkannya pada rendy.
"ni ren helm nya. Kamu hati hati dijalan ya"
Rendy mengambil helm tersebut dan menggantungnya di Jok belakang motornya
"aku masuk ya"
__ADS_1
"tunggu lin"
Langkah lina terhenti ketika rendy menarik tangannya
"kenapa ren?" tanya lina
"aku mau ngomong sesuatu. Boleh?"
"boleh. Kamu mau ngomong apa"
"hmm.. huft.." (rendy menghela nafas sebentar, mencoba menyampaikan isi hatinya)
"gua mau nanya serius sama lu lin. Seandainya perasaan gua ke lu masih sama kayak dulu, Lu mau gak nerima perasaan gua"
Lina hanya terdiam beberapa saat
"kenapa diam lin? Gua cuma mau lu jawab jujur lin. Gua punya kesempatan gak buat dapetin lu. Bertahun tahun lin, perasaan gua ke lu gak berubah dikit pun" ucap rendy
Lina tetap diam membisu.
"lin, jawab gue dengan jujur. Gua gak keberatan apa pun jawaban lu, gua terima"
Mendengar perkataan rendy, lina pun menjawabnya
"aku bersyukur kamu punya perasaan yang baik untuk aku. Aku juga bersyukur selama ini kamu selalu memperlakukan aku dengan baik. Makasih karna kamu sudah mencintai aku dengan tulus. Tapi maaf, untuk saat ini aku belum bisa buka hati aku. Aku takut suatu saat nanti aku bakal kecewa, aku takut kalau hubungan kita gak bakal berakhir baik"
Matanya yang mulai berkaca kaca, membuat rendy terdiam dan tak melanjutkan perkataanya lagi.
"aku mau kita sahabatan aja ya. Itu lebih baik"
__ADS_1
Lina mengakhiri percapakan diantara mereka, lalu masuk kedalam rumah meninggalkan rendy yang masih ada disana