
Disepanjang perjalanan menuju rumah, lina dan andi tidak berbicara sama sekali. Membuat suasana terasa canggung. Lina dengan tenang duduk diboncengan sembari pemegang erat pinggang rendy.
Sampai akhirnya mereka tiba dirumah lina
Rendy memarkirkan sepedanya di halaman belakang rumah lina.
Saat hendak berpamitan, matanya tertuju pada tangan kanan rendy. Tangannya terluka akibat perkelahian tadi. Darah segar mengalir membasahi setiap sisi jarinya.
"ren itu tangan kamu berdarah"
Lina tampak khawatir melihat rendy
"ini tadi pas gua nonjok muka sibajingan satu itu, tangan gua ketancep ke giginya. Untung giginya gak copot haha"
Rendy malam tertawa
"kamu udah kek gini, masih becanda aja kamunya"
dahinya berkerut melihat tingkah rendy
"biar gak tegang. Lagian gak terlalu sakit juga kok, ini mah kecil" ucap rendy
"kamu duduk dulu, tunggu disini biar aku obatin luka kamu. Jangan kemana mana" ucap lina dengan tegas
Rendy duduk di bangku teras, menunggu lina yang sedang mencari kotak PPPK
"ini dia" (menunjukkan kotak PPPK yang dia bawa. Dia juga membawa sebotol air mineral)
"kita bersihin dulu ya pakai air"
Lina membersihkan Luka ditangan rendy dengan air mineral yang dia bawa. Setelah itu, Dibukanya kotak tersebut, dan mengambil tisu yang ada disana dan dengan lembut mengusap tangannya hingga kering. Lalu mengoleskan sedikit salep diantara lukanya
"aduh duh.. Perih..perih.."
__ADS_1
"iya iya maaf.. Tahan ya, kalau gak diobatin nanti jadi infeksi. Ni aku tiup"
Dengan lembut dia meniup luka rendy.
Rendy menatap dalam kearah lina dan tersenyum melihatnya. Ini adalah kali pertama baginya melihat lina dengan tenang merawatnya yang sedang terluka.
(ya tuhan dia peduli banget ternyata sama gua. Kalau sakit kek gini bisa bikin gua makin dekat sama dia, gua rela. Gua rela kalau harus menderita demi dia. Gak papa kalau harus dintonjok berkali kali juga, gua terima) ucap rendy dalam hatinya, sembari tersenyum dalam khayal nya.
"udah gak perih lagi kan?"
"e.. Iya iya, gak perih lagi" (dia tampak malu malu ketika lina menatap matanya)
"aku balut lukanya ya, biar aman. Takutnya nanti kena kotor atau kebentur ke sesuatu"
Lina pun mengambil kasa dan plester luka untuk membalut luka ditangan rendy
"makasih ya lin, lu udah bantu gua membalut luka gua" ucap rendy
"harusnya aku yang bilang makasih ke kamu. Kamu kek gini karna aku, demi belain aku"
"gua gak bakal rela dia nyakitin lu, lin. Kalau gua harus dihajar berkali kali, gua bisa terima. Tapi sekali aja dia lukain lu, gua bakal balas berlipat ganda"
"kamu..."
"lu itu orang yang paling berharga buat gua. Dari dulu sampai sekarang, masih tetap sama lin. Gak ada yang berubah"
ucap rendy
"aku.."
"gak papa kok. Gua tau kok lin, jauh dilubuk hati lu gua cuma sebatas teman. Tapi gua udah senang, walau pun cuma sebatas teman selama itu bisa bikin kita deket gua udah seneng banget"
Ucapan rendy menusuk kedalam hati lina. Membuat air matanya jatuh mengalir karna terharu akan dalamnya cinta rendy terhadapnya
__ADS_1
rendy menyeka airmata lina dengan lembut
"airmata lu mahal lin, biarin dia keluar dihari bahagia lu suatu saat nanti. Untuk sekarang, jangan pernah keluarin airmata lu sembarangan ya"
"hmm"
Tiba tiba kak jhon muncul dan merusak suasana yang tadinya penuh haru.
"em.. Kak jhon" ucap rendy, terbata bata
" ngapin tu tangan nempel nempel di pipi adik kesayangan gua. lecet ntar mukanya"
Kak jhon meledeknya
"enggak kak. Itu tadi.. Itu"
"hahaha.."
kak jhon tertawa puas melihat rendy yang salah tingkah karna di ledek olehnya.
Rendy hanya tersenyum malu malu sembari menggaruk garuk kepalanya
"ngomong ngomong, tangan lu kenapa?" tanya kak jhon
"ohh ini gara gara bajingan sialan itu kak. Tadi pas gua balik dari bengkel, gua liat dia lagi gangguin lina. Gua hajar dia habis habisan sampai dia lari ketakutan kak" ucapnya dengan bangga
"sialan tu anak ya. Jadi kamu gimana lin? Baik baik aja kan?" tanya kak jhon yang terlihat khawatir
"iya kak. Baik baik aja. Rendy aja tu kak, tangannya berdarah"
"dia mah cowok, luka segitu aja gak kerasa. Ya udah kalian ngobrol aja dulu ya, jangan lama lama"
Kak jhon pun meninggalkan mereka berdua diteras rumah.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian rendy kembali kerumahnya, dan lina pun masuk ke dalam kamarnya