
Keesokan harinya, lina bangun dari tidurnya di pagi hari. Namun tak beranjak sama sekali dari tempat tidurnya.
Dia tetap berbaring disana, sembari menatap kearah langit langit kamarnya.
Diam mematung tanpa kata.
Tiba tiba, airmata nya perlahan menetes membasahi pipinya. Menangis tanpa suara. Batin nya terluka karna kejadian semalam.
(ya tuhan, kenapa sih aku selalu ngalamin hal kek gini. kenapa semua pria yang aku kenal jahat? Apa salah aku Tuhan, sehingga engkau membiarkan aku terbawa dalam pencobaan yang berat ini. Aku ingin bahagia Tuhan. Aku ingin seperti mereka yang selalu bahagia menjalani kehidupannya, bertemu dengan orang orang yang baik. Tapi kenapa aku gak bisa seperti mereka? Apa sesulit itu untuk merasakan kebahagiaan? Apa karna aku tidak layak mendapatkan nya? Aku mohon Tuhan, Tolong izinkan aku untuk bahagia Tuhan. Aku capek menderita terus, Tuhan) ucapnya dalam hati.
Airmata nya masih mengalir deras, hingga membuat kelopak matanya terlihat membengkak.
Chuutt.. (suara pintu terbuka)
"kamu kenapa dek? Kok nangis? Bangun dulu yuk" ucap kak jhon.
Lina sama sekali tidak menjawab perkataan kak jhon. Dia hanya memalingkan tubuhnya membelakangi kakaknya itu.
"kamu kenapa dek. Kamu masih sakit? Bilang ke kakak biar kakak tau" ucapnya
"gak kenapa kenapa kak. Aku lagi pengen sendiri aja. Kakak bisa tinggalin aku sendiri kan?"
__ADS_1
Lina memohon agar kakaknya itu meninggalkannya sendirian.
Dia tidak ingin dinganggu oleh siapa pun. Saat ini, dia perlu waktu menyendiri, untuk menenangkan diri. Keadaannya memang belum membaik, hati dan pikirannya kini sedang tertekan.
Kak jhon pun meninggalkannya sendiri dikamar, membiarkannya menyendiri disana. Dia tau bahwa adiknya itu sedang memerlukan waktu untuk memulihkan keadaannya.
Walau sebenarnya hatinya juga terluka, dia berusaha tegar dan bersikap acuh.
Dia tidak ingin menunjukkan kesedihannya dihadapan lina.
Kak jhon yang sebenarnya pekerja keras, rela meninggalkan pekerjaannya demi menjaga dan menemani lina
Kasih sayang nya terhadap adiknya itu, memang sungguh besar.
(dari dulu gue gak pernah bikin dia nangis, gak pernah marahin dia. Tapi kenapa orang orang di sekeliling nya yang malah nyakitin dia. Gue ngerasa gagal jaga dia*) ucapnya dalam hati
Hendak menyandarkan kepalanya ke meja, dia dikejutkan sebuah panggilan dari nomor tak dikenal
(nomor baru. Siapa ya) ucapnya dalam hati, lalu menjawab panggilan tersebut.
"halo siapa ni" ucap kak jhon, menjawab panggilan
__ADS_1
"ini gua rendy kak. Gua dapet nomor lu dari rara."
"oh. Kenapa lu nelpon gua? Ada perlu apa?" tanya kak jhon
"gak kak. Gua cuma mau tau keadaan lina aja kak. Gimana dia kak? Udah lebih baik?"
"gak tau gua. Tadi pagi gua masuk kamarnya, gua liat dia nangis. Matanya sampai bengkak gitu. Tapi dia gak bersuara sama sekali. Mungkin dia gak mau gua tau kalau dia lagi nangis."
"dia pasti tertekan banget kak"
"hmm"
"gua tau cara buat bikin lina jadi lebih baik kak"
"gimana?"
"saat saat kek gini harusnya dia butuh kehadiran sahabat sahabatnya kak. Kalau sama mereka, dia pasti lebih terbuka, lebih tenang dan pasti lebih cepat membaik"
"oh iya. Gua gak kepikiran, thanks ya udah ngengetin gua"
"oke kak."
__ADS_1
Kak jhon berniat memberitahu keadaan lina pada sahabat sahabatnya, agar mereka bisa menemani dan menguatkan lina